Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 77 mencarinya.


__ADS_3

" Di mana Kiara?" tanya Kevin cemas pada 2 anak buahnya itu yang sekarang menunduk.


Setelah 1 jam berlalu meninggalkan Kiara. Kevin kembali ke lokasi tersebut dan tidak menemukan Kiara. Sementara wanita yang sedari tadi bersama Kiara masih ada di sana.


" Katakan di mana Kiara?" tanya Kevin dengan meninggikan suaranya.


" Tadi Bu Kiara masih ada di sana dan tiba-tiba sudah menghilang," jawab Dedy dengan terbata-bata sambil menunduk.


" Saya tidak bertanya tadi," bentak Kevin membuat ke-2 bodyguard itu kaget dan hanya menunduk.


" Itu saja kalian tidak bejus, aku menyuruh kalian untuk menjaganya. Tetapi apa Hah! bentak Kevin dengan kemarahannya.


Kevin pun langsung pergi yang ada dia akan semakin murka jika terus berada di depan anak buahnya yang membuat darah tingginya naik.


**********


Kapal laut yang luas itu. Bagaimana cara menemukan Kiara. Kevin terus berkeliling mencari Kiara. Dia juga kembali lagi ketempat awal Kiara berada tetapi tidak menemukan Kiara sama sekali.


Kekhawatiran Kevin semakin tinggi saat salah seorang tamu tidak ada dan Kiara juga tidak ada. Hal buruk mulai terpikir olehnya.


Bisa-bisanya dia lengah dengan Kiara. Rahang kokoh itu mengeras dengan wajah memerah dengan mata yang bergenang.


Beberapa kali dia mengusap kasar wajahnya. Mengacak rambutnya frustasi karena kehilangan Kiara di kapal Ferry yang sangat luas itu.


" Kiara di mana kamu, angkat telponmu," ucap Kevin dengan suara seraknya yang terus menelpon Kiara tetapi tidak kunjung di angkat.


Dia sangat menyesal telah meninggalkan wanita itu. Dia menyesal karena bersikap seperti itu.


Mengingkari janjinya yang mengatakan pesta sebentar. Mengingkari janjinya yang akan ada disisi Kiara. Dia menyesali semuanya.


Sekarang dia harus mencari kesemua tempat yang juga tidak menemukan Kiara.


Kevin benar-benar takut jika terjadi sesuatu pada Kiara. Dia merasa gagal menjaga wanita yang mempercayainya.


" Kau sangat pintar tetapi kenapa sangat bodoh," desis Kevin benar-benar tidak bisa menahan emosinya.


Matanya semakin memerah yang benar-benar tidak tau harus mencari kemana Kiara.

__ADS_1


Ketakutan di dalam dirinya lebih parah saat melihat Kiara yang tidak sadarkan diri di gendongannya. Lagi dan lagi Kiara mampu membuatnya seperti orang gila yang mencari kesana kemari.


Bagaimana tidak gila. Apalagi Kiara sangat polos. Dia jelas mengingat waktu pesta Di Hotel bagaimana Kiara yang terjebak dan jika dia tidak datang nasib Kiara entah sudah seperti apa. Sama halnya dengan hari ini. Itulah yang juga di takutkan Kevin.


********


Ternyata Kiara berada di lantai paling atas di luar kapal. Kiara berdiri di pinggir pagar kapal Ferry dengan ke-2 tangannya di letakkan di pagar besi putih setinggi pinggangnya.


Kiara memandang luasnya lautan dengan wajahnya yang sendu. Apa lagi jika bukan karena kejadian hari ini. Kiara memegang kalung yang baru beberapa jam yang lalu di berikan Kevin kepadanya.


" Dia memberinya seolah-olah, Ahhhhh sudahlah," Kiara bahkan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


Ada sesuatu di dadanya yang membuatnya sesak. Sampai dia tidak bisa berbicara. Bahkan mata itu bergenang sedari tadi.


" Apa yang aku pikirkan. Apa aku memikirkan hal itu. Lalu kenapa? Jika memang iya dia menghabiskan waktu dengan wanita yang pasti sangat sempurna dan pas untuknya," Kiara mengalami perang batin di hatinya. Dia ingin marah hari ini karena dia merasa sendirian.


Dia sangat takut. Tetapi Kevin tidak ada di sisinya dan malah pergi bersenang-senang. Seperti yang di katakan wanita yang mengobrol bersamanya tadi.


" Kalau memang seperti ini jadinya. Lalu untuk apa dia ikut bersamaku. Aku bisa mengajak Bella. Aku tidak perlu seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa. Apa karena aku membutuhkan tanda tangannya dia berbuat seenaknya,"


Tetapi entah siapa yang mendengarkannya hanya desir suara air laut yang mendengarnya.


" Dia membuatku bergantung kepadanya lalu meninggalkanku, apa dia sejahat itu," lanjutnya dengan penuh kekecewaan. Dia juga tidak tau kenapa dia harus mempertanyakan semua itu.


Seakan-akan Kiara menuntut kepastian atas hubungannya dengan Kevin. Hubungan yang memang tidak bisa di katakan hanya berteman saja. Karena perasaannya menolak kata pertemanan atau kata sebatas pekerjaan.


" Apa ini yang namanya menjaga," desis Kiara tersenyum dengan kesedihannya. Bahkan tanpa iya sadari air matanya akhirnya jatuh.


Dia merasa sakit hati dengan semua ini. Ini bukan dirinya yang sebenarnya. Mungkin memang iya tanpa iya sadari dia jatuh cinta pada Kevin.


Dia marah dengan semua ini. Dia sangat membenci semua ini. Hatinya sangat panas dengan semua ini.


Dia sakit hati jika Kevin benar-benar tidur dengan wanita yang tadi di lihatnya dan meninggalkannya sendirian.


" Hhhhhhhhh, kenapa aku berada di situasi ini. Kenapa aku sejauh ini melangkah," ucap Kiara yang benar-benar menyesal dengan semua ini.


Dia menyadari sudah bergantung banyak pada Kevin dan akhirnya dia tidak bisa melakukan apa-apa.

__ADS_1


Seakan selalu berharap Kevin akan selalu ada bersamanya. Dia menyesali pikirannya yang jauh terhadap Kevin. Seakan mengharapkan sesuatu.


Brukkk.


Suara bukaan pintu yang keras membuat Kiara tersentak kaget. Sampai kedua bahunya naik keatas. Kiara membalikkan badannya dan melihat yang membuka pintu adalah Kevin.


" Apa dia sudah selesai dengan wanita itu. Lalu untuk apa dia kemari," batin Kiara yang melihat Kevin menghampirinya.


Kevin berdiri dengan napasnya naik turun. Wajahnya masih penuh kemarahan, takut dan sebagainya bercampur aduk.


" Akhirnya aku menemukannya," batin Kevin merasa lega. Mencari kesemua tempat. Sampai pikirannya tertuju ketempat itu. Dan akhirnya benar dia menemukan Kiara di sana.


Kevin melihat Kiara yang di luar kapal tanpa memakai mantel. Padahal suasana begitu dingin.


" Ada apa?" tanya Kiara dengan santai menyembunyikan rasa kesalnya.


Tetapi wajahnya terlihat jelas sangat sedih dan bahkan masih ada air mata di pipi yang sudah memerah itu.


Kevin yang masih belum stabil bernapas. Membuka mantelnya dan memasangkan pada Kiara. Tetapi Kiara menolak dan malah mundur 1 langkah. Membuat Kevin bingung.


" Kiara," lirih Kevin.


" Kenapa kemari, bukannya pestanya belum selesai?" tanya Kiara dengan wajah santainya. Dia tidak ingin perasaannya semakin di permainkan.


" Kenapa tidak mengangkat telponmu?" tanya Kevin dengan suara dinginnya. Dia masih sangat heran dengan Kiara yang bahkan menolak di pasangkan mantel.


" Aku tidak membawanya. Ketinggalan di mobil?" jawab Kiara santai menunjukkan kedua tangannya yang kosong.


" Lalu apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kevin.


" Aku hanya ingin di sini. Lagi pula di sana. Aku tidak tau harus berbuat apa. Acaranya sangat lama. Jadi aku kemari. Apa itu salah. Apa itu akan membuat mereka marah. Baiklah aku akan kembali kesana," ucap Kiara dengan datar lalu melangkahkan kakinya.


Kevin menghentikan tangannya dan menarik Kiara kembali ke hadapannya.


Kiara langsung menurun kan tangan Kevin dari tangannya. Sampai Kevin harus menurunkan pandangannya ke tangannya yang di lepas. Membuat Kevin benar-benar bingung dengan sikaf Kiara.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2