
Taxi yang di tumpangi Kiara sampai di gerbang utama perumahan Lexus. Karena kebanyakan melamun. Kiara lupa mengabari orang rumahnya jika Kiara sudah pulang. Dan pasti pada akhirnya Kiara harus menunggu
Kiara keluar dari dalam Taxi dan supir Taxi menurunkan kopernya dari dalam bagasi.
" Terima kasih pak," ucap Kiara ramah. Supir Taxi mengangguk.
Lalu kembali memasuki Taxi nya dan langsung pergi. Kiara membuang napasnya perlahan kedepan. Mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan menghubungi orang rumahnya.
Tetapi Kiara menghentikannya. Dia tidak jadi menghubungi orang rumahnya. Kiara menyeret kopernya. Kiara menunjukkan kartu anggota perumahan kepada penjaga. Setelah di nyatakan pas dan Kiara di perbolehkan masuk.
Kiara langsung menyeret kopernya dan memilih berjalan menuju rumahnya. Mungkin Kiara melakukannya agar pikirannya mengenai wanita dan Kevin hilang.
Tidak berapa lama akhirnya Kiara sampai juga kerumahnya. Wajahnya sama saja tetap murung seperti tidak bersemangat.
" Assalamualaikum," sapa Kiara saat membuka pintu rumah dan langsung mendatangi ruang tamu.
" Walaikum salam," sahut Zavier yang ternyata ada di ruang tamu.
" Kak Kiara sudah pulang," sahut Zavier tidak percaya.
" Ma, kak Kiara sudah pulang," teriak Zavier memanggil mamanya yang ada di dapur. Mamanya juga langsung datang ketika mendengar teriakan anaknya.
" Kiara," sahut Sahila langsung memeluk Kiara.
" Ma," sahut Kiara tersenyum memeluk erat mamanya.
" Bagaimana sayang apa semuanya lancar?" tanya Sahila yang sudah melepas pelukan dari anaknya.
" Lancar ma," jawab Kiara.
" Bukannya katanya kakak 3 hari di Paris
Lalu kenapa lebih," sahut Zavier
Kiara menelan salavinanya. Dia memang tidak memberi tahu keluarganya. Kalau dia sedang ada di Amerika. Jadi wajar saja keluarganya heran dan pasti bertanya-tanya.
" Oh_ itu_ Kiara....Kiara_"
" Kak Kiara sudah pulang," tiba-tiba Ziva meneriaki dari ujung anak tangga dan langsung berlari.
" Ziva awas jatuh," tegur Sahila. Ziva yang sudah berada di depan Kiara langsung memeluk erat.
" Kangen banget," sahut Ziva. Kiara merasa lega dengan kedatangan Ziva yang bisa mengalihkan pembicaraan.
Tetapi pelukan Ziva yang erat. Membuat Kiara mengkerutkan dahinya. Tumben banget adiknya manis seperti itu. Dia pulang dari Paris 2 tahun saja tidak di peluk. Ini seminggu sudah seperti tidak bertemu puluhan tahun.
" Ada apa ini," sahut Kiara merasa curiga.
" Ada apa, memang ada apa, memang salah kalau Ziva memeluk kakak," sahut Ziva tersenyum.
__ADS_1
" Pasti ada maunya," tebak Kiara.
" Ya iyalah," sambar Zavier yang pasti tau apa ada di otak saudara kembarnya itu.
" Ihhhhh, jangan ikut-ikutan deh," sahut Ziva kesal.
" Tuh buka sendiri kopernya kalau mau oleh-oleh," sahut Kiara yang sudah tau permintaan adiknya. Ziva langsung tersenyum lebar.
" Tau aja," sahut Ziva.
" Buat Zavier ada juga?" tanya Zavier. Kiara mengangguk.
" Yes," sahut Zavier kesenangan.
" Ya sudah ma. Kiara mau ke atas dulu mau istrirahat," ucap Kiara pamit dengan mamanya.
" Ya sudah sayang kamu istirahat lah," jawab Sahila mengusap pucuk kepala Kiara.
" Oh iya Kak. Kakak Kiara mau di adain perayaan ulang tahun di mana?' tanya ziva tiba-tiba. Membuat Kiara heran.
" Perayaan ulang tahun," sahut Kiara bingung melihat mamanya. Sahila mengangguk.
" Bukannya kemarin kakak ulang tahun. Jadi kita harus merayakannya," sahut sambung Zavier.
" Kalian tau," sahut Kiara heran jika adiknya mengingat ulang tahun dirinya.
" Kiara ayo pikirkan kita mau buat perayaan ulang tahun di mana. Mama akan siapkan, adik-adik kamu dan kakak kamu akan menyiapkannya," sahut Sahila
" Nggak usahlah ma. Kita makan bareng aja. Nggak usah di rayain," sahut Kiara tidak mau repot.
Baginya keluarganya mengingat saja. Itu sudah membuatnya senang. Jadi tidak perlu di rayakan sana sini. Dia juga sudah tidak mood melakukan hal yang lain. Karena Kevin yang memang membuatnya tidak bisa tenang.
" Nggak bisa gitu dong kak. Harus di rayain. Mana ada seperti itu," sahut Ziva yang ingin kakaknya merayakan ulang tahun.
" Benar kak. Apapun itu harus di rayakan," sahut Zavier menambahkan yang juga ingin kakaknya merayakan ulang tahun.
" Tapi kan aku bukan anak kecil yang harus main raya-rayain segala. Kecuali Sweet seventin," sahut Kiara merasakan risih jika harus merayakan ulang tahunnya.
" Sayang benar kata adik kamu. Kita akan buat perayaan ulang tahun kamu. Tidak ada salahnya. Mau ulang tahun yang keberapa. Raquel saja sudah 24 tahun masih tetap merayakan ulang tahun," ucap mamanya seakan membujuk putrinya untuk merayakan ulang tahunnya.
" Tapi kan ma, itu tidak perlu. Lagian Kiara juga tidak punya banyak teman di Indonesia. Apa lagi di Jakarta. Jadi perayaan itu sangat tidak perlu. Tamunya juga tidak bakalan ada. Hanya buang-buang uang saja," jawab Kiara menolak.
" Tapi Kiara," sahut Sahila.
" Sudah ma, pokoknya Kiara nggak mau. Ya sudah Kiara mau naik dulu. Kiara capek," ucap Kiara yang tidak tertarik dengan perayaan ulang tahun itu.
" Yaaaaa, sayang banget," sahut Ziva dan Zavier serentak merasa sayang mendengar hal itu. Sepertinya Ziva dan Zavier yang ngebet mau merayakan ulang tahun kakaknya.
" Sudahlah Kiara mau naik dulu. Kiara mau bersih-bersih. Mau istirahat juga. Kalian bongkar aja sendiri kopernya," ucap Kiara yang dengan lesu langsung menaiki anak tangga.
__ADS_1
Zavier dan Ziva saling melihat. Wajah mereka sangat sedih mendengar kakaknya tidak mau perayaan ulang tahun.
Tetapi wajah mereka menjadi ceria. Ketika sepasang mata itu turun pada arah koper yang waktunya membongkar hadiah dari Luar Negri.
" Hadiah," ucap mereka dengan serentak. Langsung berjongkok dan rebutan untuk membuka koper.
" Kalian berdua, kalau hadiah aja langsung aja," sahut Sahila geleng-geleng.
" Pasti dong ma," sahut ziva dan Zavier serentak.
" Ya sudah jangan berantam nanti. Kalau sudah selesai bawa balik koper kakak kalian ke kamarnya!" titah Sahila.
" Oke ma," sahut mereka dengan serentak. Sahila pun kembali kedapur melanjutkan pekerjaannya.
**********
Kiara memasuki kamarnya. Kiara meletakkan ponselnya di meja riasnya. Ponselnya belum ada pesan atau panggilan telpon yang pasti Kiara sedang menunggu panggilan telpon dari Kevin.
" Apa mereka masih berduaan," gumam Kiara yang masih kepikiran dengan hal itu.
Kevin yang berjanji akan menelponnya dan tidak juga menelponnya membuat Kiara gelisah dan terus membuang napasnya kedepan.
Pikirannya pasti berpikiran langsung pada Wanita yang memasuki mobil Kevin. Kiara yang tidak mendapat penjelasan apa-apa jelas membuat debaran jantungnya tidak menentu. Perasaannya yang was-was dan pasti punya firasat buruk.
" Ahhhhh, sudah lah Kiara. Biarkan saja," sahut Kiara mengacak rambutnya frustasi. Dia benar-benar tidak mau memikirkan hal itu lagi.
Kiara pun mengambil handuk dan langsung memasuki kamar mandi. Dia ingin membersihkan dirinya dulu. Agar bisa tenang. Dia juga harus istirahat karena tubuhnya yang benar-benar lelah.
*********
Haria masih kepikiran dengan wanita yang berada di Bandara. Haria sedang berada di dalam mobilnya. Yang benar-benar stress dengan kejadian tadi.
Kevin yang meninggalkannya demi wanita itu dan malah menyeretnya keluar dari mobil. Dia sangat tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Kevin. Seakan harga dirinya yang benar-benar hilang.
" Siapa wanita itu. Aku harus cari tau. Wanita itu siapa. Kevin juga sepertinya tidak waspada saat bersamanya. Apa jangan-jangan wanita itu juga sudah diterima di keluarga Winata. Apa dia sehebat itu sampai bisa menaklukkan Winata," batin Haria yang benar-benar penasaran.
" Jika Kevin membawanya sampai ke Amerika. Memang berati betul. Wanita itu pasti sudah sangat dekat dengan keluarga Winata. Bahkan Clarissa sendiri mengatakan nya. Berarti dia juga mengenalnya," Haria terus penasaran dengan Kiara.
" Aku harus mencari tahunya. Mau Kevin menyukainya, mau keluarganya merestui hubungan itu. Aku tidak peduli Kevin hanya milikku dan akan tetap jadi milikku sampai kapanpun," batin Haria yang benar-benar tidak merelakan Kevin pergi darinya.
Haria jelas tidak menerima hal itu. 5 tahun lalu dia mengalah pergi meninggalkan Kevin. Pria yang sangat di cintainya. Karena Kevin tidak mau berurusan dengan papanya.
Haria meyakinkan dirinya. Kembali ketika sukses dan akan kembali memperjuangkan cintanya. Tetapi ternyata salah saat dia kembali. Dia mendapat kekecewaan di mana Pria yang di cintainya telah mencintai orang lain.
Bahkan Haria bisa melihatnya dari tatapan Kevin kepada wanita yang tidak di ketahuinya siapa. Padahal dia sudah melakukan pengorbanan yang banyak dan mana mungkin dia merelakannya. Cintanya sangat besar kepada Kevin.
Dari dulu sampai sekarang cintanya tidak berkurang sedikitpun dan malah semakin besar. Tidak peduli ada atau tidaknya wanita yang masuk kedalam hidup Kevin.
Bersambung....
__ADS_1