Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 66 cemburu yang tidak bisa diucapkan.


__ADS_3

Kevin sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang di katakan Haria. Haria sengaja masuk kedalam rumah tangga kakaknya hanya untuk kembali kepadanya.


" Aku rasa itu cara yang terbaik. Jika kita kembali bersama. Aku hanya ingin bersamamu Kevin. Makanya aku melakukan hal itu. Lagian jika kita bersama kak Alan dan istrinya tidak akan berpisah," ucap Haria menjelaskan maksudnya melakukan semua.


" Lepas, Haria," Kevin memegang ke-2 bahu Haria ingin melepas pelukan itu. Tetapi Tangan Haria melingkar di pinggang Kevin semakin erat seakan tidak mau lepas dari Kevin.


" Tidak. Aku masih merindukanmu. 5 tahun aku menunggu semua ini. Hanya 5 menit apa kamu tidak bisa memelukku. Aku juga tau kamu merindukanku, jadi biarkan aku memelukmu untuk melepaskan rasa rinduku," ucap Haria dengan yakin.


" Haria hubungan kak Alan dan istrinya tidak ada urusan dengan ku. Mereka tidak akan berpisah, karena mereka tau apa yang harus mereka lakukan dan bukan karena aku dan kamu," jelas Kevin.


" Jadi lepaskan, ini Perusahaan, aku tidak ingin mendapat images buruk," ucap Kevin sekali lagi melihat di sekelilingnya.


" Aku mohon sebentar saja Kevin, aku mencintaimu," cegah Haria yang terus memeluk erat.


Ternyata Kiara yang ingin memasuki Perusahaan harus menyaksikan Kevin berpelukan dengan wanita yang tidak di kenalnya.


Kiara melihat Kevin yang berpelukan. Seakan ada yang aneh dengan dirinya. Bahkan dia diam menonton dengan hatinya yang aneh tidak bisa di gambarkan. Tetapi Kiara seperti tidak suka dengan hal itu. Hatinya seperti tergores melihat Kevin berpelukan.


Kevin pada akhirnya melihat Kiara yang berdiri mematung melihatnya. Kiara yang di lihat Kevin langsung membalikkan tubuhnya seakan tidak melihat apa-apa. Kiara membuang napasnya perlahan dan melangkah perlahan seakan memang tidak melihat apa yang di depannya.


Kiara berjalan memasuki Perusahaan dengan langkah biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Dia seperti memberi ketengan sendiri kepadanya. Kiara tidak mengerti kenapa juga dia harus pergi. Kevin hanya melihat kepergian Kiara. Melihat punggung itu yang berjalan lemas semakin lama semakin tidak terlihat lagi.


" Lepas," Kevin akhirnya melepas diri dari Haria.


" Kau dengar Haria. Apa yang kau lakukan sangat salah. Dengan menjadi orang ke-3 dalam rumah tangga kak Alan. Tidak akan berarti apa-apa. Dan teori yang kau katakan. Tidak cocok untuk seorang Mitra Winata. Kau hanya akan terjebak dengan apa yang kau rencanakan. Tetapi aku masih berharap. Kau membatalkan perjodohan dengan kak Alan. Bagaimana pun dia memiliki istri," tegas Kevin memperingatkan.


" Dan kita yang bisa membatalkan perjodohan itu," sahut Haria dengan yakin. Kevin menggeleng


" Aku tidak tertarik mengikuti rencanamu," sahut Kevin langsung pergi.


" Kevin!" panggil Haria. Tetapi Kevin sama sekali tidak merespon.


" Aku tau kamu masih mencintaiku. Dan kamu marah karena aku menerima perjodohan dengan kakakmu. Percayalah Kevin aku melakukan ini demi hubungan kita. Aku hanya mengorbankan diriku sementara," batin Haria melihat kepergian Kevin.

__ADS_1


********


Sementara di sisi lain Kiara duduk di salah satu bangku di belakang Perusahaan. Dia duduk dengan pemikirannya yang dia juga tidak tau kenapa dia begitu lesu dan tampak tidak suka dengan pemandangan yang barusan iya lihat.


Wajahnya sangat lesu dengan terus memegang kotak bekal tersebut. Padahal tadi pagi dia sangat bersemangat. Bahkan tidak lepas tersenyum. Dan senyumya hilang baru beberapa menit yang lalu.


" Kenapa aku jadi memikirkan hal itu, apa urusannya denganku, iya tidak urusannya," gerutu Kiara yang menutupi hatinya bahwa sebenarnya ada rasa cemburu yang dalam.


" Tidak. Aku tidak perlu tau siapa wanita itu. Kenapa juga harus tau. Sebaiknya aku pulang. Aku tadi hanya salah datang saja. Memang tujuanku bukan kemari," Kiara terus bergerutu dengan keaneahan dirinya.


Kiara pun berdiri.Tetapi saat berdiri Kevin sudah muncul di hadapannya. Membuat Kiara kaget dan menelan salavinanya.


" Kau mencariku?" tanya Kevin.


" Tidak. Aku ingin menemui papaku," jawab Kiara mengelak dengan senyum terpaksa di wajahnya. Menutupi perasaannya yang tidak bisa di jelaskannya.


" Bukannya papamu ada tugas keluar kota," ucap Kevin yang memang dia sendiri yang memberi tugas itu. Dan tidak mungkin Kiara tidak tau.


" Bukaknya kau tau jika dia sudah di pindahkan ke Hotel," sahut Kevin lagi.


" Benarkah," sahut Kiara yang sekarang salah tingkah. Sudah tidak tau alasan apa lagi yang di ucapkannya.


" Lalu kenapa aku kemari," batin Kiara seperti orang linglung.


" Aku lupa iya kakakku sudah di pindahkan. Oke ya sudah aku pergi dulu," ucap Kiara yang tidak ingin berlama-lama di depan Kevin yang adanya dia akan semakin gugup dan terlihat bodoh. Walau wajah Kiara tidak bisa bohong bahwa dia benar-benar gelisah.


Saat Kiara ingin pergi. Kevin memegang tangannya. Menghentikan langkah Kiara.


" Kau mencariku?" tanya Kevin membenarkan. Kiara menggeleng pelan tetap tidak mengakui.


" Tetapi matamu mengatakan iya. Bahwa kau datang kemari ingin menemuiku," ucap Kevin.


Mata indah Kiara juga memperlihatkan. Bahwa dia bertanya-tanya kenapa Kevin berpelukan dengan wanita itu.

__ADS_1


Kiara menarik napasnya panjang dan membuang kedepan. Melepas pelan tangannya yang masih digenggam Kevin.


" Ini," Kiara memberikan kotak bekal yang di bawanya memang untuk Kevin.


" Aku hanya memberi ini. Karena aku lulus ujian, itu berarti aku akan segera kuliah. Aku memberi kesemua orang yang aku kenal. Dan aku kebetulan lewat jadi memberinya untukmu Karena kau yang memberiku kesempatan untuk semua ini, jadi aku menyempatkan diri untuk mampir untuk memberi ini," jelas Kiara dengan alasan yang tepat.


Tidak mungkin dia mengatakan kepada Kevin dia sengaja datang. Tetapi moodnya berubah ketika melihat Kevin berpelukan dengan wanita lain.


Kevin masih diam dan meresapi kata-kata Kiara. Yang dia tau itu tidak benar. Kiara mengambil tangan Kevin dan meletakkan bekal itu di telapak tangan Kevin.


" Jangan lupa di makan!" ucap Kiara.


" Ya sudah aku pergi dulu, soalnya aku belum packing buat keberangkatan ke Paris," ucap Kiara kembali bohong.


" Permisi!" Kiara menundukkan kepalanya. Lalu pergi dengan dingin. Kevin tidak bisa mencegah dan hanya melihat Kiara dengan langkah yang buru-buru.


Kevin terus melihat sampai punggung itu sudah tidak terlihat lagi. Tidak ada hari tanpa Kiara. 2 hari dia tidak melihat Kiara dan sekarang melihat wanita itu tampak lesu.


Seakan Kevin tau. Jika Kiara salah paham dengan dirinya. Kevin hanya menebak jika Kiara sangat terganggu dengan apa yang di lihat Kiara tadi.


Kevin ingin menjelaskan. Tetapi kenapa harus menjelaskan. Dia sama sekali tidak tau alasannya. Bukannya penjelasan hanya untuk orang yang memiliki hubungan.


Sementara dirinya bagaiman. Dia sama sekali tidak ada hubungan. Dan hubungan apa yang di namakan antara dirinya dan kiara.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2