
Mereka yang melihat hal itu benar-benar sangat kaget sampai tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Alana juga keluar dari kamarnya dan melihat keributan itu. Alana pun berjalan mendekati mamanya yang tidak jauh dari tempat itu.
" Kak Haria. Kenapa kak Haria sampai seperti itu," batin Alana yang benar-benar kaget dengan Apa yang dilihatnya.
" Apa yang terjadi ma?" tanya Alana pada mamanya.
" Mama juga tidak tau. Mama juga baru sampai" jawab Mariana.
Evan juga keluar dari kamarnya dan juga pasti sangat terkejut.
" Ada apa lagi ini. Kenapa dari tadi banyak sekali barang yang pecah," batin Evan yang benar-benar kesal dengan hari ini di rumahnya yang penuh dengan Drama.
" Kenapa mas Winata memperlakukannya seperti itu?" tanya Mariana yang sudah berada tidak jauh dari insiden yang di alami Haria.
" Mas ada apa ini?" tanya Janika yang berada di dekat suaminya yang memberanikan diri untuk bertanya. " Kenapa dengan Haria. Apa yang terjadi kenapa Haria bisa sampai seperti ini. Kenapa dia di perlakukan seperti ini?" tanya Janika lagi yang masih terkejut.
Apa lagi melihat Haria yang sudah menangis-nangis senggugukan yang membuatnya kebingungan.
" Wanita ini sudah menipu keluarga Kita. Dia sudah mempermainkan keluarga kita," teriak Winata yang menunjukkan kemarahannya kepada Haria.
Mendengarnya semua orang benar-benar kaget dengan perkataan Winata. Papanya sangat marah. Berarti memang benar Haria sudah melakukan sesuatu kesalahan yang pasti sangat besar.
" Apa maksud papa. Apa papa sudah tau semuanya," ucap Saras dengan pelan saling melihat dengan suaminya. Dia dan suaminya baru saja membicarakan hal itu dan sekarang papanya sudah tau dan langsung membahasnya.
" Apa yang di katakan papa. Apa itu artinya. Papa benar-benar sudah tau apa niat Haria sebenarnya masuk ke rumah ini," batin Clarissa yang juga masih menebak-nebak. Karena apa yang di pikirkannya belum tentu benar.
" Apa maksud mas. Menipu. Apa yang di lakukannya selama ini dan apa yang di tipu nya?" tanya Janika yang masih tidak mengerti.
" Wanita ini menerima perjodohan yang aku tawarkan untuk menjadi istri Alan. Hanya demi niatnya yang ingin bersama Kevin," jawab Winata yang menjelaskan dengan menakan suaranya. Sambil menatap penuh kebencian kepada Haria.
Mendengar penjelasan Winata membuat semuanya semakin kaget. Pasti mereka tidak percaya dengan apa yang di lakukan Haria. Karena beberapa dari mereka menganggap Haria selama ini datar-datar saja.
" Jadi benar papa sudah tau," batin Clarissa yang membenarkan hasil tebakannya.
" Jadi apa yang di katakan Saras benar. Wanita itu benar-benar melakukannya. Dia melakukan semua itu. Hanya demi kepentingannya. Dia benar-benar berani melakukan semua itu," batin Alan yang mengepal tangannya.
" Akhirnya papa tau juga apa yang selama ini di sembunyikannya," batin Saras yang pasti lega dengan papa mertuanya yang telah melakukan hal itu. Walau tetap saja hatinya tidak tenang dengan malah Kevin dan Kiara.
" Apa yang mas katakan dia sengaja menerima perjodohan itu hanya untuk kepentingannya," sahut Mariana yang tidak habis pikir.
" Benar kamu melakukan itu Haria? Apa yang kamu lakukan Haria," tanya Janika yang sudah mulai emosi dengan Haria.
" Ampun Om, ampun Tante. Haria melakukan semua itu. Karena Haria mencintai Kevin," ucap Haria yang menangis sengugukan.
" Cinta," sahut Janika.
" Tante, Haria mencintai Kevin. Haria melakukan itu demi Kevin," ucap Haria.
" Cukup!" bentak Janika. " Berani sekali kamu berbicara cinta di sini. Lalu kamu tidak memikirkan. Bagiamana cinta anakku dan menantuku. Kamu mengambil tindakan yang sangat jauh yang mengorbankan rumah tangga mereka," lanjut Janika yang marah-marah yang memang dia kepanasan dengan apa yang di lakukan Haria.
__ADS_1
" Kamu pikir rumah tangga itu bercandaan. Hanya dengan kelakuan bodoh mu. Kamu membuat Saras menderita," sahut Mariana lagi yang tidak kalah emosinya.
" Berani sekali kamu melakukan ini Haria. Apa kamu pikir kamu sudah sehebat itu. Kamu sangat berani mempermainkan keluarga ini," ucap Janika lagi yang benar-benar emosi dengan Haria. Bahkan dia ingin menerkam Haria secepatnya.
" Ampun Tante, maaf kan Haria. Haris tidak bermaksud melakukan semua itu," ucap Haria yang memohon kepada Janika yang berdiri di depannya.
" Kamu bilang bermaksud. Jelas kamu sudah merencanakannya dan kamu masih bilang tidak bermaksud. Kamu pasti menganggap kan . Orang-orang yang ada di sini sangat bodoh. Sehingga kamu melancarkan aksi kamu sampai selancar itu," sahut Janika yang semakin geram.
" Kurang ajar kamu Haria berani sekali kamu melangkah sejauh itu," sahut Mariana yang tidak kalah emosinya.
" Dia memang sangat kurang ajar dan melakukan semuanya hanya demi kepentingannya. Wanita ini tidak mungkin bisa lepas begitu saja bukan," sahut Winata dengan santai mendengarnya. Haria benar-benar kaget dan wajahnya bahkan semakin takut.
" Om, apa maksud Om," sahut Haria yang mulai ketakutan.
" Aku sudah memperingatkan mu. Ketika masuk Kerumah ini ikuti aturannya dan terima hukuman jika bersalah. Dan karena kau benar-benar melakukan kesalahan yang terbesar dengan menerima perjodohan itu hanya untuk kepentinganmu. Kau menipu semua orang di rumah ini dengan kepolosan mu. Maka dari itu kau juga akan mendapatkan balasan hukuman yang setimpal," ucap Winata dengan santai.
Haria langsung geleng-geleng kepala.
" Tidak Om, Om tidak bisa melakukan itu. Aku akan pergi dari rumah ini. Aku akan meninggalkan semuanya. Aku tidak akan mengganggu keluarga ini lagi. Aku janji om tidak akan pernah muncul lagi," ucap Haria yang terus memohon dengan ke-2 tangannya yang menyatu dan pasti dengan isak tangisnya.
" Kau pikir semudah itu. Setelah kau melakukan semuanya kau ingin pergi begitu saja. Kau benar-benar akan pergi dari rumah ini. Tetapi setelah kau mendapatkan hukuman yang setimpal untuk perbuatan mu yang sudah menipuku," teriak Winata.
" Tidak Om, Haria mohon om jangan lakukan itu. Haria mohon Om. Berikan Haria kesempatan. Haria tidak akan mengganggu keluarga ini lagi," ucap Haria yang sudah semakin takut.
Telinganya pasti pernah mendengar desas-desus hukuman berat yang terjadi di keluarga itu. Dan pasti dia tidak percaya. Jika dia akan mendapatkan hukuman itu.
" Bodyguard!" teriak Winata dengan suaranya mengelegar. Hanya sekali panggil. 2 bodyguard Winata langsung datang.
" Seret wanita ini dari hadapanku!" perintah Winata.
" Baik tuan," jawab Bodyguard tersebut dan langsung menjalankan perintah atasannya.
" Om, Haria mohon jangan lakukan ini Om, Haria mohon Om, jangan lakukan ini," teriak Haria yang memberontak saat bodyguard itu memegang tangannya dan benar-benar menyeretnya.
Haria terus menangis berteriak minta di lepaskan dengan kepalanya yang masih melihat ke belakang yang benar-benar meminta di belas kasihan.
" Om, Tante," teriak Haria tanpa di pedulikan Winata.
Kevin yang ternyata sudah selesai mengantarkan Kiara pulang akhirnya kembali kerumahnya dan pasti kaget melihat Haria yang di seret paksa 2 bodyguard sang papa.
" Ada apa ini?" tanya Kevin heran dan bodyguard itu menghentikan langkahnya tepat di depan Kevin.
" Kevin tolong aku. Aku mohon Kevin!" ucap Haria yang memohon meminta bantuan Kevin.
" Kevin, papa kamu memberi dia hukuman karena sudah menipu keluarga kita dia masuk kedalam rumah tangga Alan dan Saras hanya untuk bersamamu," sahut Janika yang menjelaskan.
Kevin mendengarnya tidak kaget. Karena memang dia sudah tau. Tetapi pasti dia tidak percaya jika akhirnya papanya tau. Ya memang papanya pasti tau. Karena tidak ada yang tidak di ketahui sang papa.
" Kevin tolong aku! tolong aku Kevin," ucap Haria lagi yang meminta belas kasihan Kevin.
" Aku sudah memperingatkan mu dari awal. Tapi kau tidak mendengarnya. Jadi jangan meminta tolong apapun kepadaku. Karena itu tidak ada urusannya dengan ku," sahut Kevin yang pasti tidak peduli dengan Haria.
__ADS_1
" Jadi kamu sudah tau Kevin," sahut Winata yang mendengarkan kata-kata Kevin kepada wanita yang sudah di anggapnya itu penipu. Pasti Kevin sudah tau.
" Lalu apa kamu tau juga. Kalau dia yang membuat papa harus mengundang Kiara Kerumah kita dan membuat insiden tadi terjadi," sahut Winata dengan santai.
Kevin mendengarnya kaget dan pasti juga bukan Kevin. Semua orang yang mendengarnya juga kaget. Meski masih bertanya-tanya apa yang di maksud dari Winata.
" Apa maksud papa?" tanya Kevin dengan melihat papanya dengan serius.
Tanyakan saja pada wanita itu. Kenapa dia pergi ke Jerman dan mencoba untuk mengikuti kamu mengintip kamu sedang bermesraan dengan wanita yang kau bawa tadi dan mengirim Foto-foto kemesraan kalian kepadaku," ucap Winata.
Apa yang di katakan Winata semakin membuat Kevin dan yang lainnya kaget.
" Apa, jadi Haria berangkat ke Jerman," batin Saras yang memang mencurigai hal itu. Tetapi memastikan masuk menaiki pesawat tujuan Surabaya membuat pikirannya tidak sejauh itu.
" Apa maksud papa?. Haria apa yang kamu lakukan. Jadi kamu otak di balik semua ini," teriak Kevin yang pasti akan mengamuk dengan hal itu.
" Jawab Haria!" teriak Kevin yang semakin emosi.
" Kevin. Kamu tau aku melakukan semua itu. karena aku mencintaimu. Aku sudah katakan berkali-kali padamu. Aku mengorbankan banyak hal hanya untuk mu. Untuk memperjuangkan cinta kita," ucap Haria yang kembali mengatakan alasannya yang sama.
" Haria. Aku juga sudah mengatakan kepadamu berkali-kali. Jika aku tidak punya perasaan apapun kepadamu. Aku juga sudah mengatakan aku mencintai wanita lain dan kau tau siapa orang yang aku maksud," sahut Kevin. dengan menekan suaranya.
" Tetapi itu tidak adil untukku Kevin aku yang berkorban dan sekarang aku harus mengalami semua ini dan kamu sama sekali tidak ingin membantuku," ucap Haria dengan keras dengan tangisannya yang panjang.
" Aku sudah mengatakan. Semuanya tidak ada urusannya denganku. Dan kau benar-benar sangat berani mencampuri urusanku. Apa kau tau apa yang sudah kau lakukan. Kau sudah menghancurkan segalanya," teriak Kevin.
" Aku tidak peduli Kevin. Karena aku tidak akan rela kamu di Miki oleh siapapun. Termasuk Kiara dan cara yang aku lakukan. Sudah cara yang paling benar. Karena aku tidak ingin kamu menjadi milik orang lain. Kamu hanya milikku,' teriak Haria.
" Wanita apa sudah gila bisa-bisanya dia masih teriak-teriak cinta dalam keadaan tercepit seperti itu," batin Evan geleng-geleng dengan kelakuan Haria.
" Terserah apa yang kau katakan Haria. Yang jelas hubunganku dengan Kiara. Tidak akan kubiarkan siapapun merusaknya termasuk dirimu," sahut Kevin menegaskan.
" Tapai Kevin aku mencintaimu. Kau harus menolongku," ucap Haria yang masih berharap banyak.
" Hentikan meminta pertolongan Haria. Karena itu tidak ada gunanya. Cepat bawa dia kepala ku sakit mendengar suaranya," sahut Winata yang menegaskan untuk membawa Haria.
2 Bodyguard itu pun kembali menyeret Haria.
" Kevin tolong aku. Kevin tolong aku, Kevin tolong aku!" teriak Haria yang meminta tolong dan sama sekali tidak ada yang peduli. Karena pasti semua tidak akan menerima perbuatan Haria.
" Dia sudah di ingatkan. Tetapi tidak mendengarkan. Dan itu pelajaran untuknya," batin Saras.
" Ya aku sudah pernah menyuruhnya berhenti. Tetapi dia tidak mau dan tetapi bersih keras dan sekarang dia akan menanggung akibatnya," batin Clarissa.
Suara Haria sudah tidak terdengar lagi dan Kevin pun melangkah untuk pergi.
" Kevin!" langkah Kevin terhenti ketika sang papa memanggilnya.
" Ada apa?" tanya Kevin dengan suara dinginnya.
" Kau sudah berbicara denganya?" tanya Winata.
__ADS_1
Bersambung....