
Setelah selesai makan dan mengobrol-ngobrol di ruang tamu bercerita panjang lebar dengan keluarganya. Akhirnya Kiara kembali ke kamarnya ingin tidur.
Kiara memasuki kamarnya dan kembali memeriksa ponselnya. Masih tetap sama Kiara tidak mendapat telpon dan pesan dari Kevin. Padahal sudah puku 10 malam.
" Dia benar-benar lupa mengabariku," batin Kiara yang merasa kecewa.
" Mungkin dia kelelahan sampai tidak bisa memberiku kabar. Tetapi apa memberi pesan sedikit saja. Jika tidak ingin menjelaskan sesuatu," Kiara terus bergerutu di dalam hatinya memang benar-benar berharap banyak dari Kevin.
Dia sangat memang masih berharap Kevin menelponnya dan menjelaskan kepadanya mengenai wanita yang memeluknya Kevin dua kali dan bahkan wanita itu memasuki mobil Kevin.
Memasuki mobil jelas membuat Kiara bertanya-tanya, Kevin yang sudah mengatakan akan pulang bersama tetapi nyatanya menaikkannya kedalam Taxi dan melihat wanita masuk kedalam mobil Kevin. Bagaimana dia tidak kepikiran terus.
Kiara benar-benar ingin tau siapa wanita itu. Tetapi sepertinya. Kiara tidak akan mendapatkan penjelasan apa-apa dari Kevin.
Karena Kevin yang berada di kamarnya sekarang berbaring di ranjangnya dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Tangannya memegang ponselnya.
Sementara di sampingnya berserakan foto-foto dia dan Kiara yang di ambilnya dari ruang kerja papanya. Di mana dia dan Kiara tertangkap oleh papanya.
Dan memang untung masih orang-orang papanya yang menangkapnya seperti itu. Bukan media yang mungkin bisa menjadi skandal besar dan akan berpengaruh untuknya dan pasti Kiara.
Ancaman papanya jelas membuatnya kepikiran. Jika dia memang tidak menghentikan hubungan itu. Winata benar-benar akan mencari tau siapa wanita yang di foto itu. Dan urusannya akan semakin panjang.
Winata memang belum mengetahui siapa Kiara. Walau Kiara merupakan aset dari yayasan Lexus atau siswi yang beberapa bulan ini membuat heboh karena di Do dari universitas dan pasti berpengaruh dengan turunnya saham Lexus karena Kiara sudah tidak berada di universitas itu lagi.
Winata juga tidak tau. Jika Kiara anak dari salah satu manager di perusahaan Grup utama Lexus dan Winata juga tidak tau jika Kiara adalah brand ambasador dari Hotel Lexus bahkan Winata tidak tau jika Kiara tinggal di depan rumahnya.
Winata memang hanya menyuruh orang untuk mengikuti Kevin. Karena merasa curiga dengan gelagat Kevin yang belakangan tidak bejus bekerja.
Winata cukup di kagetkan dengan kedekatan putranya dengan seorang wanita. Yang Winata sendiri tau bagaimana putranya itu. Putranya yang dingin dan tidak mungkin berhubungan dengan wanita. Apa lagi main-main.
Dia juga tidak tau hubungan seperti apa yang di jalani putranya. Yang penting dia sudah menegur Kevin untuk menyelesaikan hubungan itu.
Sebelum dia benar-benar akan mencari tau wanita tersebut.Karena hanya dengan bertanya pada orang yang di suruh ya informasi akan segera keluar.
Tetapi Winata tidak mau melakukan hal sejauh itu. Dan masih memberi Kevin kesempatan untuk menyelesaikannya. Tetapi jika putranya tidak menyelesaikannya maka dia juga tidak akan main-main dengan hubungannya.
Kiara melangkahkan kakinya menuju teras kamarnya. Kiara berdiri di pinggir pagar dengan ke-2 tangannya di letakkan di pagar teras tersebut. Kiara melihat ke arah kamar Kevin yang lampunya masih hidup.
" Ada apa sebenarnya," batin Kiara bertanya di dalam hatinya.
Pandangan mata Kiara turun ke bawah melihat mobil Kevin yang terparkir di halaman rumahnya.
__ADS_1
" Dia bahkan sudah pulang. Tetapi kenapa dia tidak menelponku. Apa benar-benar dia tidak ingin melakukannya. Jika tidak ingin kenapa berjanji," batin Kiara dengan perasaannya yang benar-benar kecewa.
Pikiran buruk bahkan hinggap di dalam pikiran Kiara. Bahwa dia merasa jika dia benar-benar di campakkan.
" Nggak mungkin. Mungkin saja Kevin sangat lelah. Iya dia pasti kecapean. Aku sangat mengenal Kevin mana mungkin Kevin orang yang seperti itu," batin Kiara yang berpikiran positif. Dia menjauhkan pikiran buruk itu dari kepalanya
Dia sangat mempercayai Pria itu. Pria itu sangat baik dan menjadi satu-satunya orang yang mendukungnya. Selama dekat dengan Kevin.
Kiara bisa menilai sendiri bagaiman Kevin. Jadi memang tidak mungkin. Kevin seperti apa yang sudah sempat di pikirkannya. Dia hanya bingung dan terpaksa harus mengeluarkan pikiran seperti itu.
" Apa aku telpon saja," sahut Kiara mengambil keputusan yang ingin menghubungi Kevin.
" Tidak, mungkin saja dia memang sedang istirahat, kalau aku menelpon dia pasti terganggu," batin Kiara yang kembali mengundurkan niatnya.
Kepala Kiara menunduk ke arah lehernya. Melihat kalung yang menggantung di lehernya pemberian Kevin beberapa hari yang lalu.
Melihat kalung itu membuat Kiara tersenyum. Lebar. Bahkan beberapa kenangannya bersama Kevin muncul saat mereka berada di Paris dan Amerika.
" Aku bingung Kevin. Aku tidak tau harus berpikiran seperti apa. Padahal waktunya masih singkat," gumamnya dengan senyum tipisnya yang menatap kalung indah itu.
Ternyata di sisi lain di balik tirai putih itu di pinggir pintu kamar Kevin. Kevin sedang memperhatikan Kiara. Dia berdiri dengan ke-2 tangannya di masukkan kedalam sakunya.
Entah berapa lama Kevin sudah berada dia di sana. Melihat Kiara dengan persembunyian. Dia bahkan tidak berani menunjukkan dirinya kehadapan Kiara.
" Maafkan aku Kiara. Seharusnya aku tidak membuatmu masuk kedalam kehidupanku. Aku ternyata salah apa yang aku lakukan ternyata akan membuatmu terluka. Aku terlalu pengecut untuk menghadapi semuanya. Aku yang salah telah berharap banyak dalam semua ini. Aku tidak menyadari siapa aku dan membiarkan perasaanku mengalir kepadamu dan akhirnya ini hanya akan melukaimu,"
" Maafkan aku Kiara. Jika aku tidak bertanggung jawab atas semua ini. Kamu tidak bisa masuk kedalam masalah. Kau masih terlalu muda untuk menghadapi ini,"
" Aku rasa cukup Kiara. Kita tidak bisa bersama. Aku tidak pantas untukmu. Semua ini hanya akan membuatmu menderita. Maafkan aku Kiara. Maaf," Kevin terus bercerita di dalam hatinya seakan menyampaikan kepada Kiara tentang apa yang terjadi
Kevin menyandarkan dirinya di tembok dengan matanya terpejam. Dan air matanya jatuh dari pelupuk matanya saat dia benar-benar mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan yang baru terjalin sebentar itu.
Sesak di sana sehingga membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saat mencintai wanita lain. Tetapi wanita itu tidak bisa di miliki karena keadaannya.
Dia terlahir dari anak Mitra Winata yang memang tidak pantas menaruh perasaan kepada seorang wanita.
Kevin sudah tau dari dulu tentang teori yang di ciptakan beberapa saudaranya. Kalau jodoh bukan ditangan tuhan tetapi di tangan papanya.
Tetapi dia masih nekat menaruh perasaan kepada wanita lain. Dia nekat membuka hati dan membiarkan semuanya berjalan dengan lancar. Dan inilah akhirnya. Bukan cuma menaruh luka di hatinya. Juga pasti luka di hati Kiara.
Kevin tidak ingin papanya mencampuri kehidupan Kiara. Dia sangat mencintai wanita itu dan jalan menyelamatkan wanita itu adalah dengan mengakhiri semuanya.
__ADS_1
Dia sangat mengenal Winata seperti apa. Bukan hanya Kiara ini akan berpengaruh pada keluarga Kiara dan mungkin impian Kiara yang akan hancur dan dia tidak ingin itu terjadi. Karena keegoisannya yang mempertahankan hubungan.
Kevin harus menerima nasibnya menjadi pria sad boy. Karena seorang wanita. Wanita yang dicintai tetapi tidak bisa di miliki.
Dan mungkin untuk Kiara. Ini akan menjadi luka yang paling dalam. Baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Bisa menghabiskan banyak waktu dengan pria yang 8 tahun lebih tua darinya. Yang sama sekali belum pernah terjadi dalam hidupnya. Tetapi dia akan di patahkan dengan semua itu.
Kevin juga siap. Jika pada akhirnya Kiara sangat membencinya. Karena memang dia pantas di benci karena tidak bisa bertanggung jawab dan seperti mempermainkan hati seorang wanita.
" Aku mencintaimu," lirih Kevin dengan air matanya yang masih tetap menetes membasahi pipinya.
**********
Clarissa sangat bersyukur Sandy ada di sana. Jadi Pria yang bahkan dia tidak ingat namanya tidak jadi melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya.
" Kau mau pulang?" tanya Sandy yang sudah berada di parkiran bersama Clarissa.
" Iya aku akan pulang," jawab Clarissa masih dengan wajah ketakutan. Bahkan kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya. Dia sangat takut jika Pria itu akhirnya datang lagi.
" Boleh aku mengantarmu?" tanya Sandy. Mendengarnya membuat Clarissa kaget. Bagaimana mungkin Sandy ingin mengantarnya.
sementara selama ini Sandy selalu menjauh darinya. Dan sekarang bahkan mengantarnya pulang.
" Clarissa?" tegur Sandy yang melihat Clarissa bengong. Clarissa akhirnya pun tersadar dari lamunannya.
" Iya boleh," jawab Clarissa. Dia memang butuh Sandy untuk malam ini. Paling tidak dia sampai kerumah dengan aman. Dan untuk selanjutnya dia akan memikirkan. Nanti-nanti saja.
" Ya sudah ayo! ajak Sandy kemobilnya. Clarissa mengangguk tetapi masih tetap melihat di sekitarnya.
Clarissa dan Sandy sudah berada di dalam mobil. Mereka juga sama-sama memakai seat belt.
" Kita pergi!" ucap Sandy Clarissa mengangguk. Sandy pun menarik gas mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi.
Pria yang tadi mengganggu Clarissa muncul dengan wajahnya yang terlihat kesal. Mungkin karena rencananya yang berantakan.
" Kau bisa lolos hari ini. Tapi belum tentu nanti, kau akan melihat siapa aku," batin Pria itu dengan tersenyum miring penuh rencana.
Sandy memang ingin pulang. Saat memasuki mobil. Sandy melihat seorang Pria memasuki kampus itu. Tidak tau saja dia merasa curiga siapa Pria itu.
Dia melihat mobil Clarissa masih ada. Karena penasaran dan terus memikirkan. Akhirnya Sandy memutuskan untuk masuk kedalam kampus kembali. Paling tidak dia ingin mengecek keadaan Clarissa.
__ADS_1
Dan Sandy melihat jelas apa yang di terjadi. Clarissa yang sepertinya punya masalah besar. Sandy pun memainkan cara harus agar terlihat pura-pura tidak tau apa-apa dengan seperti tadi. Dan syukurlah Clarissa juga mau bekerja sama dengannya dan berhasil membawa Clarissa pergi dari sana.
Bersambung