
Sementara Haria. Masih tetap mematung dengan perasaannya yang shock saat melihat Kevin dan wanita yang membuatnya penasaran.
Dia benar-benar terkejut dengan pemandangan itu. Apa lagi melihat Kevin yang begitu dekat dengan wanita itu. Membuat Haria bertanya-tanya siapa wanita itu.
Selain itu pasti dia merasa sangat sakit hati. Takut jika apa yang di katakan Clarissa benar apa adanya. Jika memang benar Kevin pergi ke Paris dengan wanita lain dan bahkan ke Amerika bersamanya.
" Tidak mungkin," Haria masih membantah apa yang sudah di simpulkannya sendiri di dalam hatinya. Dia bahkan mengakui bahwa kata-kata Clarissa benar. Tetapi dia masih saja membantahnya.
" Siapa wanita itu. Sangat tidak mungkin. Pasti tidak benar. Ini tidak mungkin. Kevin hanya milikku. Hanya milikku bukan dia dan siapapun. Ini hanya kebetulan," batin Haria dengan matanya berkaca-kaca melihat punggung Pria dan wanita itu berjalan yang semakin jauh.
Bahkan Haria juga melihat Kevin meraih tangan Kiara yang kosong menganggur. Kevin menggenggamnya dengan erat. Tangan yang seharusnya menggegamnya.
Jelas apa yang di lihatnya membuatnya panas dan tidak terima dengan kenyataan itu. Haria bahkan sampai mengepal tangannya dengan tontonan yang menyakitkan. Sudah di cuekin Kevin eh malah Kevin sangat manis kepada wanita yang membuatnya penasaran.
Padahal tadi sewaktu Haria memeluknya. Kevin mengatakan jika tempat itu tempat umum dan mungkin tidak cocok untuk berpelukan.
Tetapi Kevin malah menggenggam tangan Kiara yang tanpa perduli ada yang melihatnya atau tidak. Secara langsung apa yang di lakukan Kevin juga menjelaskan kepada Haria bahwa dia sudah memiliki wanita yang special di hatinya.
*********
Setelah sampai di Bandara Kevin langsung memberhentikan Taxi. Taxi berhenti dan supir Taxi langsung memasukkan koper Kiara kedalam bagasi.
Kiara heran kenapa harus naik Taxi padahal di belakang Taxi ada mobil Kevin. Tetapi Kevin malah memberhentikan Taxi.
" Pulanglah! kamu pulang naik Taxi," ucap Kevin memegang ke-2 bahu Kiara dengan ke-2 tangannya.
" Kamu sendiri?" tanya Kiara pelan.
" Aku masih ada urusan. Jadi pulang duluan lah Sampai rumah langsung istirahat. Taxi akan mengantarmu sampai rumahmu. Jadi kamu bisa langsung istirahat," jelas Kevin.
" Kenapa dia menyuruhku pulang sendirian. Sementara dia tidak pulang," batin Kiara heran.
" Nanti aku akan menelponmu," ucap Kevin.
" Ohhh, begitu," sahut Kiara dengan nada tidak bersemangat. Kevin membukakan pintu Taxi. Kiara tersenyum tipis dan memasuki Taxi.
" Hati-hati," ucap Kevin.
__ADS_1
Kiara yang terlihat lesu hanya menganggu dan menutup pintu mobil. Kiara bahkan tidak menurunkan kaca untuk melambaikan tangan pada Kevin. Karena memang dia sudah tidak bersemangat lagi.
Kevin juga langsung pergi sebelum Taxi Kiara berjalan. Seharunya mungkin Kevin baru bergerak ketika Taxi itu berjalan.
Kiara menoleh ke belakang dan melihat wanita yang tadi memeluk Kevin kembali menghampiri Kevin yang sudah masuk mobil bahkan Haria juga masuk ke mobil Kevin bagian depan di samping Kevin.
Hal itu harus dilihat Kiara. Taxi yang di tumpanginya pun berjalan dan membuat semakin jauh dari mobil Kevin dan Kiara harus kembali membalikkan pandangannya lurus kedepan.
Kevin yang ingin melajukan mobilnya. Kaget dengan Haria yang masuk tiba-tiba. Sangat lancang menurutnya.
" Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kevin marah.
" Siapa wanita itu?" bukannya menjawab Haria malah bertanya.
" Turun!" itulah jawaban Kevin.
" Siapa wanita itu Kevin. Apa kamu pergi hampir 1 Minggu bersamanya. Aku tinggal di rumahmu agar bisa bersamamu. Tapi kau malah meninggalkanku, aku bukan boneka Kevin yang mematung di rumahmu," Haria sekarang malah marah-marah seperti kekasih yang memergoki pacarnya selingkuh.
" Bukan urusanmu. Jadi keluar dari mobilku. Aku tidak punya waktu untuk bicara denganmu. Dan aku tidak menyuruhmu untuk tinggal dirumahku," tegas Kevin.
" Kamu tidak bisa seperti ini Kevin. Aku sudah berkorban banyak untuk kamu. Dengan resiko yang kamu tau pasti tidak gampang," sahut Haria mengeraskan nada bicaranya.
" Kamu sejahat ini kepadaku. Kau tega Kevin," teriak Haria yang tidak menerima perkataan Kevin. Kevin membuka seat beltnya dan keluar dari mobilnya.
" Kevin!" panggil Haria.
Kevin berjalan melewati depan mobilnya menuju tempat Haria. Kevin membuka pintu mobil dan menarik Haria keluar dari mobilnya. Kesabarannya benar-benar habis dengan wanita yang sudah membuat suasana runyam dan pasti dia sudah menebak jika Kiara pasti memikirkan hal tadi.
" Keluar! usir Kevin menarik paksa Haria.
" Kevin apa-apaan kamu," teriak Haria yang terus mempertahankan dirinya di dalam mobil Kevin. Tetapi Kevin berhasil membuat wanita itu keluar dari mobilnya.
Kevin langsung menjatuhkan kasar tangan Haria.
" Dengarkan aku. Jangan pernah ikut campur dengan urusanku. Dan berhenti menemuiku. Jika kau berusaha melakukannya lagi. Kesabaranku bisa habis," tegas Kevin menekankan dengan penuh ancaman.
Tapa banyak bicara Kevin langsung menaiki mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
" Kevin!" panggil Haria berteriak. Tetapi maaf Kevin tidak mungkin mundur.
" Sialan, jadi benar wanita itu bukan sembarangan. Jadi benar wanita itu memang berhubungan dengan Kevin. Jadi apa yang di katakan Clarissa benar. Tidak aku tidak akan membiarkannya. Mau kamu menyukai wanita lain. Aku tidak peduli aku yang pertama menyukaimu dan aku juga yang harus memiliki. Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu," desis Haria mengepal tangannya.
Dia benar-benar merasa terhina dengan perlakukan Kevin. Awalnya dia menyangka. Jika Kevin menghindarinya dan tidak mau menemuinya. Karena merasa cemburu.
Karena dia yang sedang di jodohkan dengan kakaknya. Ternyata tidak. Semua itu karena ada hati yang harus di jaga dan pasti hal itu tidak mudah di terima oleh Haria.
**********
Di dalam Taxi. Kiara harus murung. Wajahnya terus ditekuk apalagi jika bukan dengan pikirannya yang tidak terpecahkan.
Baru beberapa hari bersenang-senang dengan Kevin. Tertawa bareng, saling bercerita. Melakukan banyak hal lain bahkan sempat bertengkar.
Tetapi sekarang dia harus murung karena pikirannya yang bercabang-cabang. Pikirannya yang membuatnya marah. Tetapi tidak bisa marah.
" Tadi dia mengatakan akan pulang bersama. Tetapi dia malah memasukkan ku kedalam Taxi dan pulang bersama dengan wanita itu. Jika memiliki hubungan untuk apa dekat denganku," gumam Kiara mendengus kasar.
Kiara sudah mulai salah paham dengan Haria dan Kevin. Bagaimana tidak salah paham. Tidak ada penjelasan.
Pandangan mata Kiara turun pada tangannya yang sedari tadi memengang kantung berisi martabak telur. Seharusnya dia memberikan kepada Kevin dan mungkin mereka akan ber-2 di dalam mobil.
Tetapi apa yang sudah di bayangkannya buyar semuanya dengan beberapa hal kejadian yang membuat ada sedikit sesak di di sana.
Awalnya Kiara sedikit tenang saat Kevin memanggilnya dan meninggalkan wanita yang dipeluknya. Kiara juga lega Kevin memegang tangannya seakan memberi ketengan dan membuatnya tidak berpikir apa-apa.
Alih-alih menunggu penjelasan dari Kevin. Pria itu malah memasukkannya ke dalam Taxi dan tidak jadi pulang bersama. Dan hatinya kembali di serang ketika melihat wanita itu masuk kedalam mobil.
" Seharusnya aku tidak membelinya. Karena nyatanya Kevin sudah pulang bersama wanita itu yang mungkin mereka akan sarapan pagi di tempat lain," ucap Kiara tersenyum dengan luka.
Kiara menarik kesimpulan sendiri dengan apa yang di lihatnya. Karena memang Kiara. Tidak melihat sampai selesai. Jadi wajarlah dia menyimpulkan sendiri. Berpikiran Kevin dan Wanita yang tidak di ketahuinya namanya itu pergi bersama Kevin.
**********
Kevin yang berada di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan tinggi. Dia masih emosi dengan Haria yang benar-benar keterlaluan.
" Apa yang di pikirkannya. Kenapa dia menjadi wanita yang terobsesi seperti itu. Dia bahkan ingin merusak rumah tangga orang lain hanya demi tujuannya," gerutu Kevin di dalam hatinya yang tidak paham dengan Haria.
__ADS_1
" Dia benar-benar berubah. Dia bukan Haria yang dulu," ucap Kevin yang menyayangkan perubahan Haria. Yang sekarang dan Haria yang dulu.
Bersambung.....