
Sandy membereskan mejanya sambil matanya terus melihat ke arah Kiara.
" Seharusnya kau pindah ke Universitas Lexus. Supaya aku menjadi Dosenmu dan aku akan mendengarkan kau memanggilku Pak Sandy," ucap Sandy dengan senyum wajahnya.
" Kalau begitu hal itu tidak akan pernah terjadi. Karena kau tidak akan menjadi dosenku. Karena kau sudah tau aku tidak akan kuliah di sana," sahut Kiara dengan yakin.
" Baiklah! l mungkin itu lebih baik, jika aku tidak menjadi dosenmu, maka aku bisa menjadi temanmu, dan tawaranku yang kemarin masih berlaku," ucap Sandy membuat Kiara berpikir,
Sandy memang ingin berteman dengan Kiara.
Dia merasa Kiara wanita yang sangat unik. Apa adanya yang membuatnya sangat suka bicara dengan Kiara.
" Baiklah! karena kau sudah mengawasiku dalam pelaksanaan ujian dan sudah membuang waktu untukku, aku akan menerima tawaranmu," sahut Kiara membuat Sandy menaikkan 1 alisnya seakan tidak percaya.
" Makan siang di Restaurant dekat kampus ini," lanjut Kiara yang tidak masalah jika hanya untuk makan mendengar dengan jelas membuat Sandy tersenyum.
" Tapi ingat, walau aku yang mengajak. Tetapi kau yang meneraktir," sahut Kiara yang tidak mau rugi. Sandi tertawa kecil mendengar permintaan Kiara.
" Baik aku pasti meneraktir apa saja yang kau mau. Aku senang kau mau makan bersamaku," ucap Sandy.
" Oke kalau begitu! Ya sudah. Aku pergi dulu, terima kasih sudah mengawasiku dan nanti kita makan siang," ucap Kiara pamit.
" Iya sama-sama aku terima kasih," sahut Sandy.
Sebelum pergi menundukkan kepalanya. Sandy geleng-geleng melihat kepergian Kiara.
" Cepat sekali ujiannya selesai. Dia sangat mahir dalam menggunakan waktu," gumam Sandy melihat sekilas lembar jawaban Kiara yang belum memeriksanya dia sudah yakin akan benar.
************
Setelah menyelesaikan ujiannya Kiara berjalan di koridor-koridor sekolah menuju gerbang sekolah.
Tetapi Kiara melihat Kevin yang berbicara dengan salah satu guru. Kiara juga melihat guru itu pergi setelah selesai bicara dengan Kevin.
" Kevin?" panggil Kiara membuat Kevin melihatnya. Kiara pun menghampiri Kevin.
" Kau ada di sini juga?" tanya Kiara yang sudah di hadapan Kevin.
" Iya, aku ada urusan dengan kepala sekolah," jawab Kevin berjalan yang di ikuti Kiara berjalan di sampingnya.
" Ohhh, aku pikir ingin melihatku ujian," celetuk Kiara membuat Kevin melihatnya.
" Siapa tau kau tidak mempercayaiku, dan mengawasiku," sahut Kiara.
" Aku tidak punya waktu untuk mengawasimu," jawab Kevin.
" Iya aku tau. Aku hanya menebak-nebak saja," sahut Kiara santai. Ya tebakan Kiara memang benar, Kevin sengaja datang untuk melihatnya mengerjakan ujian. Bertemu kepala sekolah hanya alasan saja.
" Bagaimana ujiannya?" tanya Kevin.
" Lancar dan aku yakin aku akan lulus dalam ujian itu," ucap Kiara dengan percaya diri.
" Kau sangat percaya diri," sahut kevin.
" Karena percaya diri kekuatan utama. Jadi harus tetap percaya diri," sahut Kiara.
" Kau benar-benar seyakin itu akan Lulus?" tanya Kevin lagi.
" Iya, kenapa apa kau akan memberiku hadiah jika aku akan lulus nanti," celetuk Kiara.
__ADS_1
" Hadiah," sahut Kevin.
" Hmmm, hadiah biasanya orang-orang akan memberi hadiah untuk seseorang yang sedang berjuang sebagai tanda hasil dari semangatnya,"
" Meski hadiah kelulusan yang paling besar adalah bisa kuliah lagi. Tetapi mungkin jika aku mendapatkan hadia pribadi darimu jauh lebih menyenangkan," sahut Kiara menjelaskan yang memberi kode ingin diberi hadiah.
" Kenapa aku harus memberinya?" tanya Kevin.
" Ahhh, sudah lupakanlah, aku hanya bercanda, orang sepertimu mana mungkin melakukan itu, jadi jangan di pikirkan," sahut Kiara yang tidak ingin membahas hal yang tidak mungkin di lakukan Kevin.
" Ya sudah aku pergi dulu, aku ada janji makan siang," ucap Kiara melihat jam tangannya.
" Makan siang, dengan siapa?" tanya Kevin kepo.
" Dengan dosen yang tadi mengawasiku," jawab Kiara jujur.
" Kau memang sangat cepat akrab dengan orang yang baru kau kenal," gumam Kevin dengan suara dinginnya.
" Maksudnya?" tanya Kiara bingung.
" Lanjutkan lah kegiatanmu, aku juga harus pergi kekantor," sahut Kevin yang langsung melewati Kiara dan masuk kedalam mobilnya apa yang di dengarnya dari Kiara membuatnya sedikit kesal dan memilih pergi.
" Kenapa dia kelihatan sangat dingin, aneh sekali kata-katanya," batin Kiara melihat mobil Kevin yang melaju kencang.
Kevin menyetir dengan kecepatan cukup kencang. Namun pikirannya tidak tenang.
" Iya. Dia memang selalu seperti itu, sangat mudah akrab dengan Pria. Baru mengenal sudah menerima tawaran makan siang. Bagaimana mungkin dia sangat mudah percaya pada orang lain, apa dia tidak jera," gerutu Kevin yang ternyata fokusnya di ambil Kiara.
Sambil menyetir mulutnya terus mengoceh mengenai masalah Kiara. Kevin mungkin sudah mulai merasa cemburu. Jika ada yang mendekati Kiara.
********
Mau tidak mau Kiara menjaga Coffee Shop sampai jam 7 malam. Lalu iya pergi menemui Sandy. Untuk menepati janjinya.
Mereka duduk berhadapan dengan makanan yang mereka pesan. Tidak banyak memang. Karena Kiara orang yang tau diri. Jika di traktir harus tau batasan.
" Jadi Harvard Universitas tujuanmu?" tanya Sandy sambil mengunyah makanannya yang sedari tadi mengobrol dengan Kiara.
" Hmm, iya. Tadinya mau Pert Australia. Tetapi tidak jadi aku ingin ke Harvard," sahut Kiara.
" Hmmm, sepertinya ada yang mendorongmu sampai cepat berpindah haluan," tebak Sandy.
Kiara tersenyum tipis mendengarnya. Iya baru kali ini dia melakukan sesuatu atas dorongan orang lain. Siapa lagi jika bukan Kevin yang menyuruhnya mencoba Universitas itu.
" Kau sampai tersenyum apa dia sangat special," sahut Sandy membuat Kiara salah tingkah.
" Apa maksudmu. Aku hanya ingin mencoba kuliah di sana saja," sahut Kiara gugup.
" Aku berharap kau lulus juga dalam tes memasuki universitas dan kau bisa sukses," ucap Sandy dengan tulus memberi doa.
" Hmmm, aku akan buktikan bisa sukses tanpa dari Lexus," sahut Kiara dengan yakin.
Sandy tersenyum mendengar semangat dari Kiara yang benar-benar tinggi.
**********
Akhirnya Kiara selesai memenuhi janjinya pada Sandy, makan malam hanya setengah jam saja. Tetapi Kiara dan Sandy mengobrol dengan baik dan cukup banyak yang di bahas. Tetapi tidak membahas masalah pribadi.
Kiara sekarang berjalan di pinggir jalan dengan santai. Dia akan menuju halte bus. Untuk pulang. Sandy menawarkan untuk mengantarnya pulang. Tetapi Kiara menolak dan lebih memilih pulang sendiri.
__ADS_1
" Akhirnya aku bisa ujian, tinggal menunggu hasilnya dan semoga aku benar-benar bisa lulus. Jika aku lulus tinggal melaksanakan syarat ke-2. Aku hanya tinggal pergi ke Paris," ucap Kiara yang terus berjalan.
Karena berjalan sambil bergerutu. Sehingga tidak sadar ada sepeda motor yang melaju kencang ke arahnya, sepeda motor itu hampir dekat dengan Kiara dan hampir menabrak Kiara.
Tetapi sebuah tangan kekar menarik tangan Kiara dari pinggir jalan membuat Kiara kaget.
" Ahhhh," pekik Kiara schok berada di depan Kevin. Di mana ke-2 lengan tangannya di pegang Kevin dan jarak ke-2nya sangat dekat.
" Kevin," lirih Kiara masih shock dengan napasnya naik turun.
" Apa kau tidak bisa berjalan dengan hati-hati," ucap Kevin dengan suara seraknya dengan kepanikan yang melihat Kiara hampir tertabrak. Kiara melepas tangannya dari Kevin.
" Memang ada yang salah, aku berjalan biasa dan kendaraan itu saja yang melaju kencang, jadi itu salahnya," jawab Kiara dengan santai.
" Bukan dia yang salah. Tetapi kau yang salah!" bentak Kevin membuat Kiara tersentak kaget mendengar suara menggelegar itu.
" Kau hampir kehilangan nyawamu karena kecerobohan mu. Selesai ujian bukannya pulang dan istirahat. Kau malah keluyuran sampai malam dengan laki-lakinya yang baru kau kenal dan sekarang kau pulang sendirian apa dia tidak punya tanggung jawab," lanjut Kevin marah-marah.
Kiara hanya diam di depan Kevin yang baru pertama kali di lihatnya marah. Selama ini Kevin hanya dingin. Tetapi hari ini Kevin marah-marah kepadanya. Karena hampir tertabrak sepeda motor dan bahkan membawa nama Sandy.
Kevin menyadari apa yang di lakukannya sangat berlebihan. Kevin membuang napasnya kasar membalikkan tubuhnya membelakangi Kiara, memijat kepalanya.
Dia sungguh tidak sadar dengan apa yang di lakukannya seperti sudah merasa jika Kiara adalah pasangannya dan dia sedang memarahinya.
Kevin menarik kembali napasnya panjang dan membalikkan tubuhnya kembali menghadap pada Kiara. Melihat Kiara masih diam tanpa berbicara sepatah kata pun.
" Ayo pergi dari sini!" ucap Kevin langsung berjalan. Kiara mengangguk dan mengikut saja.
Kiara dan Kevin duduk di bangku salah satu di taman. Kevin masih mengatur napasnya yang naik turun yang spontan marah-marah pada Kiara.
Kiara membuka tasnya dan mengambil minuman yang tadi di berikan Alana kepadanya yang belum sempat di minumnya.
" Minumlah!" ucap Kiara.
Kevin melihat minuman itu dan melihat kearah Kiara menganggukkan matanya. Kevin meraihnya dan meminumnya. Karena marah-marah membuatnya kehausan.
" Seharusnya aku berjalan dengan benar, bukan pengendara itu yang salah, dia berjalan di jalurnya. Tetapi aku yang salah tidak berjalan dengan benar," ucap Kiara mengakui kesalahannya membuat Kevin melihatnya dan Kevin masih terus membuang napasnya.
" Aku sudah mengenal Dosen itu beberapa waktu lalu. Dulu dia mengajakku minum teh saat aku ada keperluan di Universitas Lexus. Aku menolak karena tidak suka teh. Karena dia mengawasiku ujian, aku menerima tawarannya untuk makan siang. Aku tidak seharian dengannya, sepulang ujian aku seharian di coffee shop menggantikan kakakku karena sudah berjanji aku makan malam dengannya 30 menit," jelas Kiara.
" Kenapa menjelaskannya kepadaku," sahut Kevin melihat ke arah Kiara. Kiara juga melihatnya.
" Karena aku tidak mau pikiranmu buruk kepadaku. Aku tidak ingin kau salah paham," sahut Kiara.
" Aku tidak memikirkan apapun," sahut Kevin.
" Lalu kenapa memarahiku dan mengatakan semuanya?" tanya Kiara membuat Kevin menelan salavinanya memejamkan matanya. Kenapa susah sekali mengatakan kepada Kiara jika dia cemburu atau mengkhawatirkan Kiara.
" Aku akan mengantarmu pulang," ucap Kevin tanpa menjawab pertanyaan Kiara dan mengalihkannya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1