Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Pert 22 Bergosip mengenai tetangga.


__ADS_3

Kiara belajar di kamarnya dengan serius. Di depan laptopnya. Meski tidak sedang menjalankan kuliah tetapi Kiara tetap belajar. Dia memang sangat hobi dalam belajar makanya dia sangat pintar.


Kepintaran Kiara bukan hanya sebatas pendidikan. Bahkan Kiara sudah berhasil mencetak beberapa buku ilmu pendidikan dan beberapa novel.


Semua hasil penjualan itu akan di sumbangkan ya ke yayasan panti asuhan dia juga tidak pernah tau hasilnya berapa karena selama ini dia tidak pernah mengurus itu dan juga tidak ingin tau.


" Ehmmmm," deheman Rachel membuat Kiara menoleh ke arah pintu. Rachel berdiri di depan pintu dengan menyilangkan ke-2 tangannya di dadanyam


" Apa," sahut Kiara ketus dan kembali fokus pada laptopnya.


" Ya, Ampun Kiara bosan dikit napa sama tuh buku, nggak ada capeknya belajar terus," gumam Rachel melangkah masuk dan duduk di pinggir ranjang.


" ganggu aja, sudah sana!" usir Kiara yang tau kakaknya hanya akan mengganggunya saja.


" Ya elah santai aja kali, emang gak boleh di kamar kamu," ucap Rachel berjalan melihat- lihat isi kamar Kiara.


" Nggak bosan apa di kamar kayak gini penuh buku," protes Rachel memegang buku yang tersusun rapi di rak.


Buku itu bahkan tidak ada yang berdebu, bukan karena Kiara sering membersihkannya tetapi Kiara sering membacanya.


" Ihhhh, protes aja, mau kamar aku kayak mana, itu bukan urusan kakak, kakak urus aja kamar kakak sendiri aku aja nggak pernah nilai-nilai kamar kakak," sahut Kiara kesal dengan kakaknya yang memprotes kamarnya.


"Ya, apa salahnya di kamar itu, sekali-kali banyak foto-foto aktris, idola K-Pop," ucap Rachel yang berjalan ke arah teras kamar dan sudah membuka pintu teras itu.


Kiara tidak mempedulikan ocehan Rachel dan kembali fokus pada apa yang di kerjakannya.


" Hhhhhhhh, udaranya segar sekali," gumam Rachael menghirup dalam- dalam udara malam. Kiara hanya melirik sebentar ke arah kakaknya.


" Keluarga Lexus," gumam Rachel tiba-tiba. Melihat ke arah rumah tetangganya.


" Kenapa dengan mereka?" tanya Kiara melirik kakanya. Rachel kembali menghampiri Kiara dan duduk di atas tempat tidur.


" Nggak nyangka aja kalau kita selama ini bertetangga dengan orang no 1," ucap Rachel yang melihat terus ke arah bangunan tersebut.


" Apa itu suatu kebanggaan," sahut Kiara.


" Ya jelas lah, setiap hari bisa melihat orang-orang hebat itu," ucap Raquel.


" Oh, begitu," sahut Kiara tanpa mau menanggapi.


" Kamu kenapa sih Kiara, kayaknya nggak suka banget sama Lexus. Padahal kamu baru saja melakukan pemotretan di Hotel Lexus," ucap Rachel.


" Aku sudah katakan, aku melakukan pemotretan di Hotel Lexus, itu karena di jebak," tegas Kiara.


" Selalu di jebak, sekolah di jebak, kuliah di jebak dan sekarang bekerja juga di jebak, apa nanti kalau kamu kecantol dengan salah satu anaknya juga karena di jebak," ucap Rachel dengan asal-asalan sambil tersenyum seakan menginginkan hal itu terjadi supaya adiknya malu sendiri.


Mendengar hal itu Kiara mengkerutkan keningnya. Tiba-tiba bayangan dia dan Kevin justru muncul saat dia tidak sengaja mencium Kevin. Rachel membalikan tubuhnya dan melangkah masuk ke dalam melihat Kiara yang terdiam.


" Atau jangan-jangan sudah," tebak Rachel menatap Kiara curiga dengan menyipitkan matanya.


" Issss apaan, nggak penting banget," sahut Kiara yang malah gugup. Rachel duduk di sisi ranjang di dekat Kiara.

__ADS_1


" Siapa tau aja iya kan," goda Rachel lagi membuat Kiara kesal.


" Tapi sih, menjadi menantu tuan Mitra Winata harus sesempurna mungkin," lanjut Rachel.


" Memang ada orang yang sempurna. Dan apa anak-anaknya sempurna sampai harus menginginkan kesempurnaan untuk menjadi pasangan," ucap Kiara.


" Ya memang seperti itu, Kamu tau tidak Kiara, tentang menantunya Tuan Mitra Winata," ucap Rachel yang tiba-tiba ingin bergosip.


" Nggak tau dan tidak mau tau," sahut Kiara ketus yang tidak suka mengurusi hidup orang lain.


" Issssss, kamu ini ya," desis Rachel yang salah sasaran Kiara memang bukan teman yang bisa di ajak gosip.


" Lagi pula kakak ngapain sih, ngurusin kehidupan orang lain, mau dia punya menantu atau tidak itu bukan urusan kakak," sahut Kiara kesal.


" Ini bukan masalah ngurusin kehidupan orang lain, ini masalah simpatik," sahut Rachel menekan suaranya.


" Kenapa kakak, harus simpati kepada menantunya, bukannya kakak bilang yang menjadi menantunya harus sempurna. Dan berarti menantunya sudah sempurnakan makanya bisa menjadi menantu keluarga itu lalu apa yang di simpatik kan," oceh Kiara.


" He Kiara tapi ini berbeda. Banyak isu yang tersebar jika anak pertamanya Alan akan menikah lagi. Karena istrinya tidak bisa memiliki keturunan, bagaimana tidak simpatik," jelas Rachel dengan serius.


" Memang istrinya mengijinkan?" tanya Kiara yang tertarik dengan pembicaraan kakaknya sampai dia menghadapkan badannya ke depan kakaknya.


" Ya ampun Kiara, mana ada istri yang rela suaminya menikah lagi, aneh kamu," sahut Rachel.


" Kalau begitu kenapa harus menikah lagi, jika hanya tidak memiliki keturunan," sahut Kiara yang seperti kesal. Jika ada pria se egois itu.


" Jika dia tidak bisa menerima wanita itu seharusnya dia tidak menikahinya," lanjut Kiara dengan kesal.


" Kenapa dia harus mencampuri rumah tangga anaknya," sahut Kiara heran.


" Namanya juga tuan Mitra Winata. Apa yang di katakannya harus iya, apa lagi soal keturunan itu sangat penting untukmu," jawab Rachel yang sepertinya banyak tau.


" Kalau begitu kasihan istrinya. Memang sudah berapa lama mereka menikah?" tanya Kiara.


" Baru 2 tahun," jawab Rachel.


" Baru 2 tahun. Tetapi dia mengeluh tentang keturunan, di luar sana banyak orang yang bahkan lebih dari 20 tahun belum memiliki, apa dia pikir wanita tempat pabrik anak," sahut Kiara yang tiba-tiba menjadi emosi.


" Hahhhh, itulah sulitnya menjadi menantu di rumah itu. Semua orang pengen jadi menantu Mitra Winata. Tetapi lihatlah sedikit saja salah akan seperti itu," sahut Rachel.


" Bukannya kakak juga dari dulu pengen jadi menantu mereka, kakak dulu pernah menyukai salah satu anaknya kalau tidak salah," sahut Kiara.


Kiara mengingat kakkanya pernah menceritakan bahwa dia menyukai Pria yang tinggal di depan rumahnya. Tetapi Kiara sampai sekarang tidak tau orangnya.


" Itu dulu, sekarang tidak, aku malas berurusan dengan keluarga itu," sahut Rachel.


" Kenapa?" tanya Kiara.


" Kehidupan istri dan anaknya ada di tangan papanya. Tidak bebas, apa-apa harus papanya yang mengendalikan. Kamu tanya aja Ziva. Anak bungsu mereka Alana 1 kelas dengan Ziva," ucap Rachel membuat Kiara semakin bingung.


" Ada apa lagi dengan anaknya?" tanya Kiara.

__ADS_1


" Ya kasian di masa SMA nya tidak ada yang mau berteman dengan Alana di sekolah Lexus," ucap Rachel membuka topik baru. Membuat Kiara bingung.


" Kenapa?" tanya Kiara.


" Karena seperti yang kakak katakan, mereka tidak mau berurusan dengan tuan Mitra Winata," jawab Rachel.


" Memang kenapa?" tanya Kiara lagi.


" Kamu harus tau, jika anaknya sampai ada sedikit salah. Misalnya nilai turun, atau ada sedikit yang menurun, tuan Mitra akan menyelidiki teman-temannya yang dekat dengannya yang menganggap akibat dari semuanya. Jadi tidak ada yang mau berteman dengannya. Karena takut di salahkan," jelas Rachel.


" Termasuk Ziva?" tanya Kiara.


" Mungkin, karena nanti kalau misalnya Alana memiliki nilai turun, mungkin Ziva jadi sasaran jika dekat dengannya, walau mereka tetanggaan aku tidak pernah lihat mereka berteman," jawab Rachel.


" Ihhhhh, pokoknya ngeri, menurut cerita Ziva Alana itu kerjanya di sekolah belajar terus sampai ngantuk-ngantuk, kasian tau," sahut Rachel membayangkannya saja ngeri.


" Kenapa kasihan, bukannya belajar bagus," sahut Kiara.


" Itu bagi kamu, lagi pula kamu masih enak, papa atau mama tidak terlalu menekan kamu untuk belajar, jadi kamu tidak perlu seperti Alana," ucap Rachel membuat Kiara mendengus tersenyum.


" Seharusnya aku yang ngomong gitu sama kakak, masih mending kakak tidak punya orang tua kayak Mitra Winata. Kalau tidak kakak mungkin tidak akan pernah nongkrong keluyuran nggak jelas. Pasti kakak sudah belajar mati-matian agar tidak di marahi," oceh Kiara membalikkan kalimat kakkanya.


" Ishhhh, kamu ini ya," sahut Rachel kesal.


" Memang kenyataan, seperti sekarang. Kakak tau apa yang kakak perbuat, kakak sudah membuang waktuku, untuk cerita yang tidak jelas," sahut Kiara kesal


" Tidak jelas-jelas, tapi di tanggapi, gimana sih," sahut Rachel menggoda.


" Ihhh siapa juga yang naggapi sudah sana pergi," usir Kiara.


" Ini juga sudah mau pergi," sahut Rachel langsung berdiri.


" Jangan belajar mulu, entar stres," sahut Rachel mengejek.


" Syirik aja," sahut Kiara, " tutup pintunya!" sahut Kiara kesal.


" Ganggu aja," desis Kiara. Lalu Kiara berdiri dan menuju teras balkonnya.


Kiara melihat kearah rumah Kevin. Yang ternyata Kevin sudah berada di teras balkonnya dengan meletakkan ke-2 tangannya di pagar teras. Yang membuat ke-2 nya saling melihat.


" Apa dia sedang melihatiku," batin Kiara merasa kurang nyaman.


" Apa karena aku menciumnya dia sampai melihatku seperti itu. Tapi kan aku tidak sengaja dan dia kan tau aku juga salah sasaran. Aku menginjak dresku, lagi pula kan itu salahnya. Kenapa dia membuka pintu tiba-tiba. Tetapi aku juga yang salah sih, dia kenapa aku salah masuk ruangan. Tidak bukan aku yang salah fotografer itu yang salah dia mengakatan kak Rangga di sana," Kiara terus bergerutu dengan pemikirannya sendiri melihat ke arah Kevin.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2