
Kiara yang sudah bete karena merasa terjebak. Harus menyalahkan papanya. Karena sebelumnya dia mengetahui jika papanya yang mengerjakan proyek tersebut.
" Kenapa dia sangat membenci group Lexus, apa dia tidak menyukai pekerjaannya?" tanya Kevin di dalam hatinya ketika dan melihat kepergian Kiara dengan penuh kemarahan.
" Rangga papa tidak tau apa yang harus papa katakan sama kamu yang jelas papa kecewa
sama kamu," ucap Danu dengan penuh kekecewaan.
" Maaf pa," sahut Rangga merasa bersalah.
" Kamu urus adik kamu?" ucap Danu dengan lemas.
" Iya pa," jawab Rangga
***************
Kiara sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian seperti awal dia pergi ke Hotel itu. Wajahnya masih di tekuk. Dia pasti sangat kesal karena memberikan jasanya kepada lexus. Lagi dan lagi semua terjadi begitu saja
" Kiara!" Panggil Rangga menghampiri adiknya.
" Kamu mau pulang, kakak antar ya," sahut Rangga mencari muka.
" Nggak perlu," sahut Kiara ketus.
" Hey, jangan terus marah, Oh kamu nggak tunggu honor kamu dulu?" tanya Rangga.
" Makan tuh, honor," sahut Kiara ketus. Kiara yang malas menanggapi memilih pergi dari hadapan kakaknya.
" Kiara," panggil Rangga.
" Gini nih kalau sudah ngambek," ucap Rangga menggaruk-garuk kepalanya.
" Rangga!" panggil fotografer.
" Apa," jawab Rangga ketus ketika Romy sang Fotografer sudah di depannya.
" Gue nggak nyangka lo bisa dapat model secantik itu. Apa dia model Internasional," ucap Romy yang mengakui talenta Kiara.
" Internasional kepalamu, dia adikku. Dia bukan model," sahut Rangga kesal. Membuat Romy melototkan matanya.
" Serius adikmu, kok cantik dan kau...." ucap Romy yang masih tidak percaya.
" Sialan! kalau dia cantik. Itu berarti ketularan kakaknya," ucap Rangga menekankan membuat Romy tertawa kecil.
" Pake ketawa lagi, semua ini gara-gara kau," cicit Rangga kesal.
" Kok gue," sahut Tomy bingung.
" Ahhhhh, sudahlah," ucap Rangga mengibaskan tangannya lalu pergi, dia sungguh malas berbicara dengan Romy yang menambah sakit di kepalanya.
***************
Kiara memilih pergi dari Hotel itu dari pada mendengar rayuan palsu kakaknya. Saat berjalan Kiara melihat Kevin yang juga berjalan ke arahnya. Langkah cepat Kiara berubah menjadi pelan.
" Apa dia sudah melupakannya?" batin Kiara yang masih terus menerus memikirkan hal itu.
Sementara Kevin tetap melanjutkan langkahnya. Dengan bersikap biasa saja Kiara pun berjalan santai dan berpapasan dengan Kevin. Kevin juga bersikap biasa dan tidak menegur Kiara. Anggaplah seperti tidak terjadi apa-apa.
" Sepertinya dia memang melupakannya, jika tidak seharusnya dia basa-basi dulu,' batin Kiara bersikap positif ketika merasa aman saat berpapasan dengan Kevin.
" Ada apa, apa aku ingin memanggilnya. Untuk apa, apa yang aku pikirkan, aku bahkan tidak mengenalnya," batin Kevin saat berpapasan dengan Kiara.
Perasaan Kevin memang aneh seakan ingin menghentikan langkah Kiara. Sekedar bertanya apakah Kiara baik-baik saja. Mengingat Kiara sangat marah dengan pemotretan tersebut.
Tapi Kevin merasa aneh. Jika melakukan itu. Karena dia sama sekali tidak seakrab itu. Dan sangat aneh jika tiba-tiba Kevin akrab.
__ADS_1
*****************
Kiara menaiki bis untuk pergi Ke Restaurant, tidak dia memilih pulang. Karena sudah jam 11 siang tidak mungkin dia bekerja lagi.
Kiara menyandarkan kepalanya di jendela bis masih dengan wajahnya yang benar-benar manyun.
Kiara memang sangat sial. Hanya ingin mendapatkan pahala dari sang mamanya. Dengan menuruti perintahnya mengantarkan sarapan kepada sang kakak.
Tetapi malah mendapati nasib sial. Kiara memegang bibirnya salah satu kesialannya. Bisa-bisanya dia mencium pria yang beberapa hari ini sering di lihatnya.
Dia bahkan tidak mengenal siapa pria itu. Dia hanya mengetahui se rincian. Karena adiknya pernah bercerita mengenai Pria itu.
Namanya saja Kiara tidak tau. Walau adiknya pernah menuturkan satu per satu anggota keluarga itu. Tapi jelas Kiara tidak tau yang mana orang nama-nama adiknya yang di sebutkan itu. Yang dia tau hanya Clarissa.
Kiara merasa benar-benar sial. Dia sudah memberikan ciuman pertamanya untuk Pria asing yang seharusnya di berikan kepada Pria yang nanti menjadi pendampingnya. Tapi malah sasaran.
" Apa itu bisa di katakan ciuman pertama, tapi kan hanya kecupan saja," batin Kiara yang merasa gila sendiri.
" Argggghhh, kenapa aku sial sekali, ini semua gara-gara kak rangga, lagi pula kenapa aku harus memikirkan semua itu, Isss tetap saja kak Rangga sialan," umpatnya yang terus menerus menyalahkan kakaknya.
***********
Kevin kembali kekantornya. Dia cukup memikirkan kejadian tadi pagi. Lumayan apa yang terjadi tadi pagi menghilangkan konsentrasi nya saat menandatangani tumpukan berkas. Seperti melihat Kiara di memenuhi halaman kertas itu.
" Apa aku sudah gila," gumamnya menyadari memang mungkin dia sudah gila.
" Kenapa aku merasa aku pernah bertemu dengannya. Aroma tubuhnya seperti wanita malam itu," batin Kevin menyandarkan tubuhnya di kursi dengan memejamkan matanya.
" Gila kenapa? wanita itu terus masuk kedalam pikiranku, ada apa denganku," Kevin terus bertanya-tanya di dalam hatinya mengenai perasaannya yang tidak karuan.
Kejadian 2 tahun lalu sepertinya masih di ingat jelas oleh Kevin. Berciuman dengan gadis di party dalam pengaruh alkohol. Meski ruangan itu dipenuhi bau alkohol bahkan dengan pasangannya sendiri.
Tetapi aroma tubuh gadis yang bersamanya malam itu masih melekat di ingatannya. Apa memang farfum yang di miliki Kiara hanya ada 1 atau hanya Kiara yang memakainya. Atau Kevin baru bertemu dengan farfum yang sama.
Pikiran itu membuat Kevin sedikit malas-malasan memilih memejamkan mata menenagkan pikirannya yang sedang kacau. Semenjak bertemu Kiara.
Arya heran melihat atasannya yang tampak aneh. Bahkan ada senyum tipis di wajah tuannya itu.
" Apa tuan Kevin kurang sehat?" tanya Arya di dalam hatinya yang aneh melihat Kevin.
" Permisi tuan!" ucap Arya membuat Kevin kaget dan langsung membuka matanya dan dengan cepat menormalkan pikirannya.
" Sejak kapan kau di situ?" tanya Kevin gugup.
" Barusan tuan," jawab Arya menahan senyum ketika melihat tuannya malu-malu.
" Apa tanganmu sudah tidak berfungsi sampai tidak bisa mengetuk pintu," desis Kevin.
" Hmmm, maaf tuan," sahut Arya menunduk.
" Katakan ada apa?" tanya Kevin. Arya memajukan langkahnya dan meletakkan Dokument di meja Kevin.
" Tangga tangan tuan!" ucap Arya.
" Keluar lah, jika sudah selesai aku akan memanggilmu," ucap Kevin mengibaskan tangannya pertanda mengusir.
" Baik tuan," sahut Arya menunduk lalu pergi.
" Aneh, lama-lama pekerjaanku tidak ada yang beres gara-gara wanita itu," batin Kevin yang terus menyadari kegilaannya yang kehilangan banyak konsentrasi.
***********
Kiara pulang kerumahnya, Kiara memasuki kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang dengan ke dua kaki yang masih mengayun. Kiara menatap langit kamarnya. Seakan melihat apa yang terjadi padanya.
" Ya ampun Kiara, apa tidak bisa itu hilang dari pikiranmu, Ayolah Kiara, itu tidak sengaja, apa yang kamu pikirkan, dia juga tidak akan memikirkannya. Orang seperti dia pasti biasa dalam hal itu. Lihatlah tadi buktinya dia terlihat biasa. Ayolah Kiara lupakan," Kiara terus bergerutu dengan kejadian sial itu.
__ADS_1
Kiara mengacak rambutnya frustasi dan memilih memejamkan matanya. Karena dia benar-benar lelah dengan hari ini.
" Semoga besok ada hari yang jauh lebih indah," batinnya penuh harapan.
**********
Saras memakaikan dasi keleher suaminya Alan. Wajahnya begitu sendu dan tidak bersemangat.
" Ada apa sayang?" tanya Alan. Saras menggeleng.
" Hey, katakan ada apa?" tanya Alan memegang dagu istrinya mensejajarkan wajahnya mereka. Dia tau jika istrinya pasti sedang memikirkan sesuatu.
" Papa bicara lagi denganmu?" tebak Alan.
Saras dengan mata berkaca-kaca langsung memeluk suaminya. Apalagi jika bukan itu yang membuatnya sedih dan tidak bersemangat.
" Aku tidak mau, jika kau akan menikahi wanita lain, aku mencintaimu tapi aku tidak mau melihatmu menikahi wanita lain. Aku tidak sekuat itu Alan, aku tidak mau," ucap Saras menangis di pelukan suaminya.
Alan menarik napasnya panjang dan membuang perlahan. Lalu melepas pelukannya dari Saras, memegang ke-2 pipi Saras dan mengusap lembut air matanya.
" Kapan aku mengatakan akan menikahi wanita lain, aku tidak akan melakukannya," ucap Alan meyakinkan istrinya.
" Papa terus mendesak Alan. Kamu tidak mungkin tidak menurutinya. Bukannya tidak ada yang bisa membantah kata-kata papa," sahut Saras dengan bibirnya yang bergetar ketakutan jika suaminya harus menikah lagi.
" Sayang, percayalah kepadaku. Aku tidak akan pernah menduakan mu. Menikah denganmu bukan hanya untuk mencari keturunan. Tetapi karena aku mencintaimu dan ingin kamu selalu menemaniku sampai kita tua nanti," ucap Alan tulus yang terus membujuk istrinya.
" Maafkan aku, aku belum bisa memberimu anak," sahut Saras.
" Hey, itu bukan kesalahan kamu. Dan Dokter mengatakan kamu sehat. Hanya saja belum waktunya. Kita akan segera memilikinya bersabarlah," ucap Alan yang terus meyakinkan istrinya. Alan kembali meraih Saras kedalam pelukanannya.
" Jangan menangis lagi, kamu seorang Dokter, kamu tidak boleh bekerja dengan suasana hati yang buruk kasihan pasienmu nanti," bujuk Alan menenangkan istrinya. Saras mengangguk.
Saras mempercayai suaminya yang tidak akan menduakan nya. Tetapi bagaimana dengan papa mertuanya yang jika iya harus iya. Dia sangat putus asa menjadi seorang istri yang belum bisa memberikan keturunan sama sekali.
Sebenarnya 2 tahun pernikahan masihlah sangat wajar. Tetapi tidak untuk Winata yang mungkin sudah menginginkan cucu pertama sebagai pewaris utama.
...Kiara Ofelius Allata Bramana...
...Kevin Alex Vino Winata....
...Clarissa Olivia Winata...
...Sandy Dwi Cahyo...
...Rangga Argana Bramana...
...Rachel Amanda Bramana...
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...