Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 49 Hampir ketahuan.


__ADS_3

Kevin tersenyum melihat betapa menggemaskannya Kiara saat tertidur. Kevin tau sedari tadi Kiara begitu gugup dan canggung. Karena adegan romantis dalam film tersebut. Secara jelas Kiara memang terlihat sangat gelisah.


Kevin terus melihat wajah Kiara. Sampai kepala Kiara hampir jatuh ke orang yang berada di samping Kiara.


Kevin langung sigap menahan kepala Kiara dengan menangkup dengan lima jarinya. Kevin mengantarkan kepala Kiara berada di bahunya. Kevin juga menyelipkan rambut Kiara kebelakang telinganya saat rambut itu menutupi wajah cantik Kiara.


" Kau benar-benar ceroboh dalam segala tindakan," batin Kevin tersenyum tipis sembari tangannya mengusap pipi Kiara.


Kevin juga tidak melanjutkan menonton. Dia lebih tertarik menonton wajah Kiara dari pada film tersebut. Sampai akhirnya lampu bioskop hidup kembali. Membuat Kevin kepala Kevin berkeliling melihat ruangan itu tampak terang.


Yang berarti film sudah selesai. Tetapi Kiara masih tetap tertidur. Melihat 1 persatu orang keluar dari bioskop itu. Kevin ingin membangunkan Kiara tetapi dia tidak tega harus membangun Kiara yang lelap tertidur.


Sementara Evan benar-benar penasaran dengan Pria yang mencuri perhatiannya. Evan pun memilih untuk memastikan siapa Pria itu. Tetapi tangannya langsung di cegah Shirin saat ingin berdiri.


" Mau kemana, ayo filmnya sudah selesai," ucap Shirin heran.


" Oh, iya," sahut Evan gugup.


" Memang kamu mau ngapain?" tanya Shirin.


" Tidak apa-apa," ucap Evan masih terus melihat ke arah Pria dan wanita itu. Sampai Shirin juga melihat apa yang di lihat kekasihnya.


" Kamu mengenalnya?" tanya Shirin.


" Tidak. Ya sudah ayo kita pergi," jawab Evan. Shirin melihat sebentar ke pasangan itu lalu pergi dari bioskop.


15 menit Kevin membiarkan Kiara tertidur di bahunya dengan senyaman-nyamannya. Sampai akhirnya Kiara terbangun dengan mengerjapkan matanya.


Kiara menguap dengan menutup mulutnya. Saat menyadari kepalanya berada di mana. Kiara langsung bergeser dengan cepat.


" Apa sudah selesai?" tanya Kiara masih merasa canggung.


" Hmmmm," jawab Kevin dengan deheman.


" Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Kiara.


" Ayo kita pergi!" ajak Kevin tanpa menjawab pertanyaan Kiara.


" Apa filmnya benar-benar selesai?" tanya Kiara. Kevin sudah berdiri. Kevin kembali menjawab dengan deheman.


" Kau menonton sampai selesai?" tanya Kiara yang sudah berdiri di belakang Kevin.


" Apa kau ingin tau akhir ceritanya?" tanya Kevin menaikkan 1 alisnya.


Kiara langsung menggeleng cepat. Tidak ingin tau sangat tidak ingin tau. Membuat Kevin tersenyum tipis dan melanjutkan langkahnya.


" Pasti nggak benar lah ending-nya," desis Kiara yang belum ending saja banyak adegan-adegan dewasa. Kiara yang tidak ingin memikirkan hal itu mengikuti Kevin keluar.


Kevin dan Kiara sudah berada di depan bioskop. Namun Kevin menghentikan langkahnya. Melihat ke arah Kiara.

__ADS_1


" Umurmu masih 19 tahun. Tetapi menonton film area 21++," ucap Kevin tiba-tiba.


" Maksudnya!" tanya Kiara heran. Kevin menunjuk poster film yang barusan mereka tonton.


Kiara benar kaget dari posternya saja sudah seperti itu. Dan jelas terlihat ada peringatan 21 ++


" Benar-benar, Zavier sialan," desis Kiara yang benar-benar ingin menerkam adiknya dia benar-benar di permalukan di depan Kevin.


Pasti Kevin berpikir yang aneh-aneh tentangnya. Walau dia tidak menonton film itu sampai habis.


" Kevin tunggu!" Panggil Kiara yang sudah berjalan di samping Kevin.


" Aku sudah mengatakan itu adikku yang memberikannya. Aku juga tidak tau jika filmnya seperti itu. Jika aku tau mungkin aku tidak akan menontonnya," ucap Kiara menjelaskan agar Kevin tidak berpikir yang aneh-aneh kepadanya. Kevin menghentikan langkahnya.


" Apa kau tidak melihat tiketnya?" tanya Kevin. Kiara menggeleng. Dia kembali merasa bodoh seharusnya melihat tiket nya dulu baru sembarangan mengajak orang menonton bersamanya.


" Tunggu, di sini aku mau ketoilet," ucap Kevin langsung pergi.


" Iya, deh," jawab Kiara lesu.


" Issa, kenapa aku tidak melihat dulu film apa yang mau kutonton. Memang dasar Zavier sialan," umpat Kiara memgepal tangannya kesal dengan adiknya.


" Kevin pasti sudah berpikiran buruk kepadaku, memang dasar Zavier," umpannya lagi menggertakn kakinya kelantai.


" Kiara!" Tegur Shirin yang melihat Kiara mengoceh dengan wajah yang kesal.


" Hey, kak Shirin," sapa Kiara melihat shirin dengan seorang Pria.


" Iya," jawab Kiara.


" Siapa?" tanya Evan.


" Sayang ini Kiara, yang pernah aku ceritain. 1 pesawat dengan kami," jelas Shirin.


" Oh benarkah, aku Evan, senang berkenalan denganmu," ucap Evan menjulurkan tangannya.


" Kiara," jawab Kiara menyambut uluran tangan itu.


" Jadi ini yang namanya Kiara. Wajarlah jika Kevin terus melihatnya. Tidak salah jika Kevin tertarik padanya," batin Evan yang memang baru pertama kali melihat Kiara dengan jelas.


" Kamu sama siapa di sini?" tanya Shirin.


" Aku sama teman," jawab Kiara.


Setelah selesai dari toilet, Kevin kembali menemui Kiara. Namun langkahnya terhenti ketika melihat kakaknya yang bersama Kiara.


" Kak, Evan, kenapa dia ada di sini," gumam Kevin bersembunyi di balik tembok dan mengambil ponselnya.


" Teman kamu mana?" tanya Shirin.

__ADS_1


" Lagi di toilet," jawab Kiara.


Ting, ponsel Kiara berbunyi.


" Aku menunggu di depan toilet," ucap Kevin.


" Kenapa tidak kemari saja, aneh," batin Kiara.


" Hmmm, Yasudah kak, aku pergi dulu ya," ucap Kiara pamit.


" Oh iya hati-hati," sahut Shirin dengan buru-buru Kiara menyusul Kevin ke toilet.


" Dia yang kamu maksud?" tanya Evan masih melihat punggung kiara.


" Hmmm, bagaimana menurut kamu?" tanya Shirin.


" Cantik, kalau memang iya aku rasa wanita itu sangat special kalau sampai benar bisa membuat Kevin menyukainya," ucap Evan.


" Kamu benar, ya sudah ayo kita pergi," ajak Shirin. Evan mengangguk. Shirin meletakkan tangannya di pinggang Evan. Berjalan dengan bergandengan dengan keromantisan mereka.


" Kenapa menunggu di sini?" tanya Kiara yang sudah berada di depan Kevin.


" Tidak apa-apa, ayo pergi!" ajak Kevin. Kiara mengangguk saja.


Kevin dan Kiara berada di Restauran yang ada di Mall tersebut.


" Kau mau makan?" tanya Kiara yang hanya mengikuti Kevin.


" Hmmm, kau sedari tadi makan dan aku tidak. Jadi aku lapar," ucap Kevin menyindir.


" Aku sudah menawarkamu, kau sendiri yang tidak mau," sahut Kiara.


" Sudahlah duduk saja jangan banyak bicara," ucap Kevin yang sudah duduk. Kiara juga menyusul dan duduk di depan Kevin.


Kevin melihat menu makanan baru membalik. Kevin malah melihat Evan dan kekasihnya juga memasuki Restaurant yang sama.


" Apa tidak ada tempat lain, kenapa juga mereka ada di sini," gumam Kevin benar-benar seperti di kejar-kejar kakaknya.


" Bagaimana ini?" batin Kevin kebingungan.


Kevin berdiri membuat Kiara heran dengan cepat Kevin menarik tangan Kiara dan membawanya keluar dari tempat itu.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2