
Kevin membuang napasnya panjang setelah kepergian papanya. Tidak ada hasil meeting hari ini. Yang ada papanya kecewa dengan dirinya.
Bagaimana tidak kecewa Kevin tidak fokus dengan meeting yang di pikirannya bagaimana Kiara yang berada di dalam mobil.
Apa kah butuh sesuatu atau bagaimana kondisinya. Semua itu yang menghuni pikirannya. Sehingga tidak satu pun apa yang di katakan papanya meresap keotaknya.
Mitra Winata juga sangat jeli. Dia dapat menyimpulkan putranya yang tidak mendengarkan dia berbicara. Dia bisa melihat tidak ada kefokusan dalam diri sang anak dan membuatnya lebih memilih menghentikan meeting dari pada tidak di hargai.
" Maaf pa, sudah membuat papa kecewa," gumam Kevin dengan menyanggah kan ke-2 siku tangannya di atas meja. Menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.
" Kau akan terus melakukan sesuatu di luar dugaan hanya demi dia," kata-kata kakaknya tiba-tiba terlintas di otaknya. Kevin menghapus wajahnya kasar lalu berdiri.
Kevin memasuki mobilnya dan melihat Kiara yang sudah bangun.
" Kau sudah bangun?" tanya Kevin menutup pintu mobil.
" Hmmm, seperti yang kau lihat," jawab Kiara.
" Meeting mu sudah selesai?" tanya Kiara. Kevin mengangguk.
Kevin mengeluarkan kotak makanan dari kantung yang sedari tadi di pegangnya.
" Kau pasti belum makan," tebak Kevin.
Kiara mengangguk. Kevin memberi Kiara makanan tersebut. Tanpa menolak Kiara langsung mengambilnya. Dia memang lapar. Meski sudah mendapat asupan cairan infus. Tetapi dia tetap sangat lapar.
" Kau tidak makan?" tanya Kiara.
" Aku sudah makan, jadi makanlah," jawab Kevin bohong.
Dia juga tidak tau kapan dia makan pikirannya hanya fokus pada Kiara. Bahkan fokusnya juga terhadap Kiara di bawa sampai kedalam pekerjaan.
Di tengah Kiara yang makan. Tiba-tiba hujan turun. Kiara melihat ke arah luar. Melihat turunnya hujan yang begitu deras.
" Kenapa akhir-akhir ini selalu hujan deras," protes Kiara sambil menikmati makanan yang diberikan Kevin.
" Apa kau sering seperti itu?" tanya Kevin sudah menyandarkan punggungnya di jok mobil memundurkan sedikit agar dia juga bisa santai
" Seperti apa?" tanya Kiara menoleh sebentar.
" Makan tidak teratur ?" jawab Kevin, " Dokter bilang kondisimu karena pengaruh makanmu. Kau juga sebelumnya masuk rumah sakit karena hal yang sama. Dari caramu memberi ingatan soal makan kepadaku. Aku pikir kau makan dengan baik," ucap Kevin melihat ke arah Kiara. Kiara menghentikan makannya saat Kevin berbicara dan kembali makan.
" Tidak itu hanya terjadi belakangan ini. Aku tadi kelamaan di kamar sampai lupa waktu. Jika sudah waktunya jam makan siang. Melihat pesan dari mu aku buru-buru dan tidak sempat makan," jelas Kiara sambil mengunyah makanannya.
" Kenapa melakukannya?" tanya Kevin.
" Apa," sahut Kiara bingung.
" Buru-buru menemuiku tanpa memikirkan makan," jawab Kevin.
" Aku takut membuatmu menunggu," jawab Kiara jujur.
" Dan akibat yang kau lakukan membuatku jauh lebih takut," sahut Kevin membuat Kiara melihatnya. Bola mata ke-2nya menatap dengan dalam.
" Aku sangat khawatir Kiara saat melihatmu seperti itu. Aku tidak bisa menjaga emosiku saat kau seperti itu," lanjut Kevin yang hari demi hari semakin jujur dengan perasaannya.
" Apa maksudnya kenapa dia mengatakan hal itu, apa aku membuatnya marah," batin Kiara yang terus melihat Kevin. Wajah Kevin yang sangat lelah.
" Ini bukan keberuntungan untukku, ini hari yang menakutkan untukku," lanjut Kevin mengingatkan Kiara pada bunga mawar putih yang di berikan Kiara padanya sebagai bunga keberuntungan dan kebahagian.
__ADS_1
" Kau sangat membuatku ketakutan," ucap Kevin lagi yang tidak mengedipkan matanya sekalipun.
" Maaf kan aku jika aku membuatmu marah, maaf aku tidak bermaksud," sahut Kiara dengan lesu menunduk melihat makanannya. Dia merasa bersalah karena kecerobohannya membuat orang lain kesusahan.
" Jangan membuatku khawatir Kiara," ucap Kevin. Kiara mengangguk.
Kevin mengalihkan pandangannya menatap lurus, memejamkan matanya, dia tidak tidur. Dia hanya berusaha tenang.
Kiara menoleh ke arah Kevin. Kiara tersenyum tipis. Seakan merasa senang ketika Kevin mengatakan hal itu. Dia sangat bahagia dengan kekhawatirannya kepada dirinya.
Kevin dan Kiara berada di dalam mobil ditemani hujan. Sudah entah yang keberapa kali hujan ikut campur untuk pasangan itu.
********
Jam 7 malam, Kevin mengantar Kiara pulang. Dia juga memang harus pulang cepat karena tadi papanya mengatakan sebelum jam makan malam dia sudah ada di rumah.
Kevin keluar dari mobil dengan cepat. Berlari melewati depan mobil menuju tempat Kiara duduk. Kevin membuka pintu mobil untuk Kiara.
" Aku bisa melakukannya sendiri," ucap Kiara saat Kevin ingin membantunya membuka sabuk pengaman. Kevin pun membiarkan Kiara melakukannya.
" Aku tidak bisa keluar, kalau kau ada disitu," ucap Kiara jalannya di tutup dengan tubuh Kevin.
" Maaf," sahut Kevin gugup.
Kiara pun keluar dari mobil dan tangan Kevin berada di pundak Kiara. Seakan membantu Kiara berjalan, Kiara sampai menoleh tangan Kevin yang ada di pundaknya.
" Terimakasih sudah mengantarku. Terima kasih juga sudah menemani ku dari tadi," ujar Kiara. Kevin mengangguk.
" Kau yakin bisa berjalan sendiri?" tanya Kevin khawatir. Kiara mengangguk.
" Hmmm, aku bisa, aku sudah enakan," jawab Kiara.
" Ya sudah masuklah, istirahat lah," ucap Kevin. Kiara mengangguk.
" Kau juga istirahat, sekali lagi maaf merepotkanmu," ucap Kiara. Kevin hanya mengangguk saja.
Dengan perlahan Kiara melangkahkan kakinya memasuki rumahnya, Kevin terus melihat Kiara yang melangkah pelan.
Kiara bahkan menoleh kebelakang, melihat Kevin masih berdiri di tempat semula. Masih menunggunya. Kiara tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya memasuki rumahnya.
Setelah memastikan Kiara memasuki rumahnya. Kevin kembali masuk kemobilnya dan memasuki rumahnya.
Dengan membuang napas perlahan Kevin memasuki rumah dan langsung menuju ruang tamu. Terlihat ke-2 ibu tirinya berbincang dengan papanya. Ada juga Clarissa, Evan.
Hanya Saras dan suaminya yang tidak ada. Tetapi bukan itu yang membuat Kevin heran. Tampak seorang wanita yang berbicara akrab dengan papanya.
" Kevin, kamu sudah pulang," sahut Janika istri pertama Winata.
Mendengar memanggil nama Kevin. Semuanya melihat ke arah pintu. Termasuk wanita yang berbicara dengan papanya.
Kevin terkejut melihat wanita yang usianya sama dengannya. Wanita itu juga melihat Kevin dengan wajah yang bahagia.
" Kenapa dia bisa ada di sini," batin Kevin tercengang dengan kehadiran wanita itu.
" Jangan berdiri di situ, Kemarilah," Sahut Winata. Kevin menundukkan kepala dan mendekati area perkumpulan.
" Haria," nama itu keluar dari mulut Kevin. Membuat wanita cantik itu tersenyum, lalu langsung berdiri.
" Apa kabar," sapa Haria mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" Baik!" jawab Kevin menyambut uluran tangan itu dan langsung melepas.
" Kau tidak berubah, aku sangat merindukanmu," batin Haria yang bisa mengungkap rindunya hanya dari dalam hati saja.
" Duduk lah, kalian jangan berdiri saja," ucap Winata. Kevin dan Haria duduk. Kevin berhadapan dengan Haria.
" Kalian dulu berteman. Tetapi sekarang kalian sebentar lagi akan menjadi keluarga. Haria akan masuk dalam keluarga kita," ucap Winata membuat Kevin menoleh cepat ke arah sang papa tidak mengerti apa yang di maksud papanya.
" Haria sekarang sudah menjadi Desainer terkenal. Sangat sesuai kteria menjadi menantu di rumah ini," lanjut Winata membuat hati Kevin semakin berdebar seperti sambaran petir. Kevin bahkan tidak bisa mencerna kata-kata dari sang papa.
Kevin melihat ibu tirinya satu persatu, melihat kakaknya Clarissa dan juga melihat Evan yang seperti mengetahui sesuatu tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.
" Kamu akan memanggilnya kakak," lanjut Winata lagi. Kevin semakin bingung dengan maksud papanya.
Jika panggilan itu untuk kakak berarti ada sesuatu yang lain. Papanya memang seperti sudah merencanakan sesuatu dan hanya dia yang bum mengetahui rencana itu.
" Maksud papa?" tanya Kevin yang akhirnya bertanya.
" Haria akan menikah dengan Alan," jawab Winata.
Hal itu membuat Kevin kaget. Papanya bicara memang tidak main-main. Dia benar-benar mencari istri untuk Alan kakaknya yang sudah memiliki istri.
Dan pasti karena istrinya belum bisa memiliki keturunan. Kevin melihat ibu tirinya istri ke-2 papanya yang merupakan ibu Alan. Wanita itu tampak tidak setuju. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa.
" Haria akan menjadi istri ke-2 kak Alan," batin Kevin tidak percaya dengan hal itu.
" Jadi Haria. Kamu sering-sering datang kerumah ini, agar semakin dekat dengan keluarga ini. Ketika kamu menjadi istri Alan, kamu sudah tidak canggung lagi," ucap Winata menegaskan.
" Baik Om," jawab Haria dengan datar antara bahagia dan tidak.
" Kamu juga harus mendekatkan diri dengan Saras. Bagaimanapun dia istri pertama, kamu harus menghormatinya," tegas Winata memperingati.
" Iya Om, Haria akan melakukannya," jawab Haria.
Kevin hanya melihat Haria berbicara. Kevin masih tidak percaya jika wanita yang di kenalnya akan masuk ke dalam rumah tangga kakaknya.
" Ya sudah papa mau ke kamar dulu, kalian lanjutkan mengobrol," ucap Winata berdiri.
" Biar saya antar mas," sahut Janika langsung mendekati suaminya.
" Apa kak Saras tau semua ini?" tanya Kevin melihat Janika.
" Iya, hatinya pasti hancur, saat pulang dari rumah sakit melihat kenyataan di depannya," jawab Janika datar yang tidak bisa melakukan apa-apa.
Haria mendengar hal itu hanya menunduk. Karena pasti itu adalah kesalahannya.
" Aku berharap, kau bisa menolak pernikahan ini," ucap Janika tanpa melihat Haria. Janika berdiri lalu pergi.
" Inilah kenapa aku tidak mau menikah, sangat ribet, sudah tau hidup di keluarga seperti ini, masih berani-beraninya mencintai," sahut Clarissa sambil berdiri.
Seakan kata-kata Clarissa melempar pada Kevin. Begitu juga Haria yang 5 tahun lalu mengorbankan hubungannya dengan Kevin karena statusnya yang tidak sederajat.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...