
Pagi-pagi sekali Kiara sudah bangun.Dia yang masih memakai piyamanya berdiri di teras kamarnya. Dia memang sengaja bangun pagi dan tidak tau sudah berapa lama di teras rumah itu.
Seperti menunggu seseorang. Dia sengaja bangun pagi hanya untuk melihat orang yang ditunggunya.
Tidak berapa lama akhirnya Kiara melihat orang yang di tunggunya. Kevin keluar dari dalam rumahnya menuju mobil yang terparkir di depan gerbang rumahnya.
" Nah itu dia," ucapnya yang kesenangan melihat Kevin yang sudah tampak rapi. Kiara juga melihat supir memasukkan koper Kevin kedalam bagasi mobil.
" Kevin ayo lihat aku," ucap Kiara yang gelisah yang ingin Kevin melihatnya.
" Kenapa dia malah sibuk pada ponselnya dan bukan melihat keatas. Apa salahnya melihatku sebentar. Apa dia lupa jika dia akan berangkat Muar Negri selama 1 Minggu dan malah pergi tanpa berpamitan," gumam Kiara yang tampak kesal dengan Kevin. Mulutnya terus mengoceh karena Kevin tidak kunjung melihatnya.
Dratttt Dratttt. Dratttt Dratttt.
tiba-tiba ponsel Kiara yang di genggamnya berdering Clara langsung melihat dan melihat panggilan masuk yang ternyata dari Kevin. Kiara langsung mengangkat dan melihat kebawah yang langsung melihat Kevin. Kevin juga sudah melihatnya.
📞" Jangan cemberut seperti itu. Aku tidak bisa pergi. Jika wajahmu seperti itu. Jadi tersenyumlah. Agar aku nyaman untuk pergi," ucap Kevin. Membuat Kiara tersenyum tipis.
📞" Aku kira kamu tidak akan menelponku," ucap Kiara yang sekarang sudah bahagia. Hanya karena mendapat telpon.
📞" Aku akan pergi. Jadi mana mungkin. Aku tidak mengabarimu," ucap Kevin. yang terus melihat Kiara.
📞" Ya sudah kamu hati-hati di perjalanan. Ingat semua pesan yang aku katakan, jangan ada yang di langgar 1 pun," ucap Kiara yang kembali mengingatkan Kevin.
📞" Hmmmm. Iya aku akan mengingatnya. Kamu juga hati-hati jangan lupa makan dan harus bagi waktu yang dengan benar. Belajar yang baik dan jangan banyak pikiran, kamu dengar," ucap Kevin.
📞" Iya aku akan mengingatnya, apapun yang kamu katakan," jawab Kevin.
📞" Kalau begitu aku pergi dulu, selamat tinggal," ucap Kevin pamitan pada kekasihnya.
📞" Iya," jawab Kiara terus melihat Kevin.
📞" I love you," ucap Kevin.
📞" I love you to," jawab Kiara. Kevin dan Kiara sama-sama tersenyum saling melihat dan pada akhirnya mereka sama-sama menutup telpon mereka. Tanpa melepas pandangan mata mereka.
Kiara melambaikan tangannya. Sementara Kevin hanya mengangkat saja.
" Hati-hati Kevin," ucap Kiara pelan.
Walau Kevin tidak mendengar. Tetapi seakan tau apa yang di katakan Kiara. Membuat matanya mengangguk dan akhirnya Kevin memasuki mobil. Kevin kembali bahkan sampai menurunkan kaca mobil dan masih melihat Kiara yang masih melambaikan tangannya.
__ADS_1
" Aku hanya pergi sebentar," batin Kevin.
Akhirnya supir yang mengendarai mobil itu berjalan. Setelah mendapat perintah dari Kevin.
Ternyata di sisi lain Rachel yang tadinya ingin keluar rumah dan membuka pintu pagar rumah. Tiba-tiba langkahnya terhenti dan karena melihat Kevin yang berdiri di pinggir mobil dan fokus menatap ke arah lantai rumahnya sambil menelpon dengan wajah yang tampak bahagia.
" Siapa yang di lihatnya, sedari tadi," batin Rachel yang penasaran. Yang mengintip Kevin sedari tadi. Sampai akhirnya. Rachel yang penasaran akhirnya mendorong pagar rumahnya dan langsung kedepan melihat ke atas rumahnya.
Betapa terkejutnya Rachel saat melihat Kiara yang berdiri di balkon dengan senyam-senyum. Kiara tidak melihat kearah bawah lagi. Jadi Kiara tidak sadar. Jika kakaknya sedang memperhatikannya.
" Kiara," lirih Clarissa terkejut melihat adiknya yang tampak bahagia dan senyum-senyum sendiri.
" Apa maksudnya ini?" tanyanya tidak bisa mengambil keputusan apa-apa mengenai apa yang di lihatnya.
" Mobil itu sama dengan mobi tadi malam yang itu berarti. Orang yang mengantar Kiara malam itu adalah Pria itu," ucapnya dengan penuh kebingungan.
" Dan dia adalah. Kevin anak Mitra Winata. Apa hubungan mereka. Apa mereka berpacaran. Seharusnya iya. Jika di lihat dari gerak-gerik mereka. Sangat tidak mungkin jika mereka berpacaran. Tetapi tidak mungkin jika mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Sementara apa yang aku lihat sangat menunujjukkan jika mereka memiliki hubungan," batin Rachel yang masih terkejut dengan apa yang di lihatnya.
" Aku masih tidak percaya. Jika memang Kiara dan Kevin memiliki hubungan special. Sejak kapan itu terjadi dan apa iya mungkin," Clarissa terus bergerutu di dalam hatinya dia tidak bisa memecahkan apa-apa yang ada di pikirannya.
**********
Kiara tampak serius belajar di dalam kamarnya. Dengan lembaran soal yang di kerjakannya. Sebagai tesnya untuk nanti mengikuti ujian di universitas yang akan di masukinya.
" Apa Kevin sudah terbang," batinnya yang tiba-tiba kepikiran dengan Kevin.
" Sepertinya sudah. Dia akan mengabariku. Kalau sudah sampai," ucap Kiara kembali melanjutkan belajarnya.
tok-tok-tok-tok.
Ketukan pintu membuat Kiara menoleh ke arah pintu. Belum ada jawaban Kiara di suruh masuk. Pintu sudah dibuka yang ternyata Rachel.
" Ngapain di ketuk. Kalau pada akhirnya bisa masuk sendiri," sahut Kiara dengan ketus.
" Galak amat," ucap Rachel langsung masuk kekamar Kiara. Tanpa di suruh dan langsung mengambil posisi duduk di pinggir ranjang.
" Kakak tidak bekerja?" tanya Kiara.
" Tidak lagi nggak enak badan," jawab Rachel. Tadi dia ingin bekerja. Tetapi membatalkan niatnya. Karena sangat penasaran dengan adiknya
" Lalu ngapain di sini. Kenapa tidak istirahat," ucap Kiara.
__ADS_1
" Kamu ini ya. Apa salahnya kakak disini. Apa akan menggangu kamu mu," sahut Rachel kesal.
" Sedikit," sahut Kiara yang apa adanya.
" Ishhhh," Desi Rachel. Kiara kembali belajar tanpa mempedulikan kakaknya. Sementara Rachel terus melihatnya seakan ingin menanyakan sesuatu. Tetapi tidak tau apa yang harus di tanyakan.
" Bagaimana aku menyakannya. Harus di mulai dari mana ya," batin Rachel yang bingung dengan apa yang harus di lakukannya.
" Ehmm, Kiara kamu tau tidak kabar tetangga yang di depan," ucap Rachel yang tampak basa-basi dengan Kiara.
" Kenapa?" tanya Kiara yang tetap belajar. Walau kakaknya berbicara padanya.
" Anak pemilik group Lexus," sahut Rachel.
" Iya memang kenapa dengan mereka?" tanya Kiara yang tampak heran dengan pertanyaan sang kakak.
" Aku dengar-dengar. Sebentar lagi Alan akan menikah," ucap Rachel yang memang basa-basi untuk memancing Kiara.
" Yang istrinya Dokter Saras," sahut Kiara yang melihat Rachel.
" Kamu sudah tau istrinya?" tanya Rachel.
" Aku yakin. Kiara memang memiliki hubungan yang special. Makanya dia bahkan sudah tau. Istri dari Alan. Karena Kiara orang yang sangat cuek selama ini. Jadi sangat aneh. Pada akhirnya dia tau kalau. Tidak ada hubungan apa-apa dengan Kevin," batin Rachel yang mengantungi jika dugaannya benar.
" Ya mana mungkin aku tidak tau. Dokter Saras sudah berapa kali menangani ku," sahut Kiara dengan santai. Membuat Rachel tampak lesu.
" Benar juga sih. Dia kan memang dokternya. Dokternya dokter Saras," batin Rachel yang tidak jadi mengantungi dugaannya.
" Jadi kakaknya Kevin akan menikah dengan Haria. Aku tidak menyangka jika itu benar-benar terjadi," batin Kiara yang juga kaget mendengar kamar itu.
" Kamu tau tidak dia menikah dengan siapa," sahut Rachel.
" Iya aku tau. Dengan Haria kan," jawab Kiara yang memang tau. Membuat Rachel bingung.
" Dari mana dia tau. Dugaan ku memang benar dia punya hubungan dengan Kevin," batin Each kembali yakin.
" Kami kenal dengan wanita yang bernama Haria itu?" tanya Rachel memancing Kiara terus menerus.
" Aku pernah bertemu beberapa kali dengannya," jawab Kiara yang meladeni kakaknya bicara sambil tangannya tetap menulis.
" Bertemu," sahut Rachel tidak percaya. Jika Adiknya sangat banyak taunya.
__ADS_1
" Iya. Dia itu di jodohkan oleh tuan Mitra Winata. Bahkan wanita yang bernama Haria tinggal di ruang Mitra Winata," ucap Kiara yang berbicara dengan enteng. Tidak tau sadar apa tidak. Yang jelas Kiara mengatakan hal itu karena memang Rachel terus memancingnya.
Bersambung......