Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part. Mencoba menyelidiki


__ADS_3

Mendengar semua yang di katakan Kiara membuat Rachel benar-benar tidak percaya. Jika adiknya itu sangat banyak tau.


Bahkan hal se pribadi itu saja. Kiara sampai tau. Sementara dirinya saja yang terus mengikuti berita keluarga itu. Tidak sebegitu taunya.


" Memang benar Kiara punya hubungan dengan Kevin anak dari Mitra Winata, dia bahkan sangat tau hal sedetail itu," batin Rachel yang sudah benar-benar yakin dengan hubungan Kiara yang tidak di duga-duganya.


" Tapi sangat aneh sih jika akhirnya Haria harus menikah dengan pria yang sudah beristri. Padahal dia juga menerima perjodohan itu. Bukan karena dia juga menyukai kak Alan. Tetapi hanya karena perasaannya terhadap orang lain," lanjut Kiara lagi yang membuat Rachel semakin kaget.


" Maksud kamu?" tanya Rachel yang benar-benar ingin tau.


" Ya dia menyukai Pria lain dan harus mengorbankan rumah tangga orang lain," jawab Kiara yang masih terlihat sangat santai.


" Kamu tau dari mana?" tanya Rachel. Kiara langsung menoleh ke arah Rachel dengan makanan yang berhenti di tenggorokannya. Seakan Kiara sadar.


Jika dia berbicara terlalu banyak. Kiara langsung minum untuk memperluas tenggorokannya.


" Apa yang aku bicarakan. Astaga Kiara. Kenapa kamu sangat enteng bicara. Apa kamu tidak menyadari jika Perkataanmu bisa membuat pikiran kak Rachel sampai kemana-mana," batin Kiara yang benar-benar baru tersadar sekarang.


" Ya ampun Kiara. Kenapa bisa berbicara terlalu banyak. Apa yang ada di otakmu," ucap Kiara bergerutu di dalam hatinya.


" Kiara, kenapa kamu diam?" tanya Rachel yang melihat Kiara yang tampak membisu.


" Hah, iya kakak bilang apa tadi," sahut Kiara yang pura-pura tidak tau sang kakak bicara apa.


" Kamu seperti mengenal Haria. Kamu juga tau dia tinggal di rumah Mitra Winata. Kamu juga tau segalanya. Kakak bertanya dari mana kamu tau tentang wanita itu. Apa kalian seakrab itu?" tanya Rachel sekali lagi.


" Ya nggak mungkinlah kami akrab," jawab Kiara.


" Lalu dari mana kamu tau tentang dia?" tanya Rachel menaikkan 1 alisnya.


" Ohhh, itu, aku tidak sengaja melihat di berita, bukannya keluarga mereka sangat ter kenal," sahut Kiara bohong yang bicara sangat gugup.


" Berita," ucap Rachel. Kiara mengangguk.


" Iya berita dari mana lagi. Kalau bukan dari sana," jawab Kiara yang terlihat sangat gugup.


" Kapan media memberitakannya. Kenapa Kiara tampak sangat gugup. Sudah sangat jelas dia menyembunyikan sesuatu. Sangat terlihat jika dia begitu sangat gugup," batin Rachel.


" Semoga saja kak Rachel tidak berpikiran yang lain-lain, kenapa semuanya jadi seperti ini. Kamu sih Kiara. Bicara terlalu panjang lebar. Jadi ginikan akibatnya," batin Kiara dengan jantungnya yang berdetak tidak beraturan.


" Ohhhh, begitu rupanya. Sekarang kamu sudah mulai mengikuti berita keluarga mereka, kakak tidak menyangka jika kamu punya waktu untuk itu," sahut Rachel yang tampak seperti percaya- percaya saja dengan apa yang di katakan Kiara.


" Tidak. Kiara hanya tidak sengaja saja melihatnya. Lagi pula tidak apa-apa sekali-kali," sahut Kiara yang terus mencoba tenang.


" Hmmmm, bye the way, kamu juga suka mengikuti berita Kevin anak dari Mitra Winata," sahut Rachel yang langsung mengarahkan pembicaraan kepada pokok utamanya.


Membuat Kiara menelan salavinanya mendengar ucapan kakaknya yang tiba-tiba menyinggung nama Kevin.


" Kevin ada apa dengan Kevin," batin Kiara yang kebingungan.


" Kevin, Kevin yang mana?" tanya Kiara yang tampak biasa. Bahkan dia seperti pura-pura tidak tidak mengenal Kevin. Padahal dia hanya menyembunyikan rasa groginya.


" Yang pasti kamu Taulah. Tidak mungkinkan kamu tidak tau yang mana yang kakak maksud," ucap Rachel.

__ADS_1


" Oh, itu, iya aku tau. Bukannya kakak pernah bilang bukan. Siapa Kevin itu," sahut Kiara yang tampak biasa saja.


Rachel tampak mengangguk-angguk saja. Seakan mengikuti saja kearah mana adiknya itu berbicara.


" Memang ada berita apa tentangnya?" tanya Kiara yang mencoba ingin tau.


" Tidak ada. Kakak hanya tidak pernah mendengar isu tentang berita berkencan dengan wanita lain. Kakak heran saja. Tipe-tipe wanita seperti dia itu seperti apa. Kenapa berita kencannya tidak pernah terdengar. Apa dia tidak menyukai wanita," ucap Rachel.


" Mana mungkin tidak menyukai wanita. Ya pasti sangat menyukai lah," sahut Kiara dengan cepat.


" Benarkah. Kok kamu tau," sahut Rachel. Tersenyum penuh curiga.


" Oh itu maksud Kiara. Bukannya keluarga mereka sangat terhormat dan bukankah masalah kencan bagi keluarga mereka bukan untuk konsumsi publik. Dan yang mungkin saja mereka memang tidak ingin ada yang tau. Kalau mereka menjalani hubungan asmara," ucap Kiara.


" Maksud kamu. Kevin sedang menjalani hubungan asmara secara diam-diam begitu," sahut Rachel langsung to the point


Uhuk uhuk uhuk uhuk.


Kiara langsung terbantuk mendengarnya. Rachel menggedikkan bahunya semakin yakin dengan adanya hubungan adiknya dan Kevin yang terjalin sangat rahasia.


" Kiara- Kiara. Kamu bahkan tidak bisa mengelak," batin Rachel.


" Kamu kenapa sih. Kakak bicara Kevin. Langsung kontak gitu. Kaya ada sesuatu saja," sahut Rachel. Membuat Kiara langsung kaget dan menatap kakaknya dengan tatapan panik.


" Apa yang di katakan kak Rachel, kenapa dia mengatakan itu," batin Kiara yang kepanikan.


" Memang ada sesuatu antara kamu dan Kevin?" tanya Rachel to the point. Kiara melebarkan matanya.


" Kakak bicara apa, tidak jelas. Ya mana mungkin lah," ucap Kiara mengelak dengan gugup. Wajahnya sudah sangat memerah dengan pemikiran kakaknya kepadanya.


" Orang nggak ngapain-ngapain juga. Jadi apa yang di ganggu," ucap Rachel. Kiara langsung berdiri dan dan menarik tangan kakaknya.


" Sudahlah. Kakak sebaiknya pergi. Jangan menggangguku. Aku sedang belajar. Buruan sana, jangan di sini. Aku bisa kehilangan Fokus," Kiara menarik Rachel dan benar-benar mengusir Rachel dari kamarnya sampai keluar pintu.


" Apaan sih Kiara. Berlebihan amat," ucap Rachel yang sudah berada di depan pintu.


" Sudah sana, bye. Aku mau belajar. Jangan menggangguku," tegas Kiara yang langsung menutup pintu.


" Issshhh, sangat terlihat jelas. Jika dia memang memiliki hubungan special dengan Kevin. Anak itu diam seperti cupu bergerak menjadi suhu," ucap Raquel yang mengeluarkan kata-kata gaulnya.


Sementara Kiara sudah menyandarkan punggungnya di dindingnya dan dengan napasnya yang naik turun. Dia seperti di kejar-kejar sampai ngos-ngosan.


" Hampir saja. Aku keceplosan. Jika punya hubungan dengan Kevin. Lagian apa-apaan sih kak Rachel. Tumben-tumbennya nanya kearah sana," ucap Kiara kesal.


" Apa dia sudah tau. Jika aku memiliki hubungan dengan Kevin," batin Kiara yang merasakan ada ke anehan.


" Ahhhhh, tetapi tidak mungkin," ucap Kiara menggoyang-goyangkan kepalanya. Kiara pun kembali menghampiri meja belajarnya. Tanpa ingin memikirkan kakaknya.


***********


Akhirnya Haria sudah terbebas dari hukumannya dan dia juga sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Dan hari ini Haria mengikuti sarapan pagi bersama keluarga mitra Winata.


" Di mana Kevin. Kenapa aku tidak melihatnya. Aku sudah lama tidak melihatnya dan sekarang malah tidak terlihat lagi," batin Haria yang menunggu-nunggu Kevin.

__ADS_1


" Kenapa tidak di makan Haria?" tanya istri ke-2 Mitra Winata.


" Ha, iya Tante, ini juga mau di makan," sahut Haria gugup dan kembali melanjutkan sarapannya.


" Apa makanannya tidak enak," sahut Mariana istri ke-2 Winata.


" Tidak. Enak kok Tante," jawab Haria.


" Dia pasti sedang mencari Kevin. Wanita ini benar-benar tidak ada takutnya. Dia bahkan sangat berani bermain di dalam kandang singa," batin Saras yang melihat sinis Haria.


" Apa Clarissa masih di Paris?" tanya Mitra Winata.


" Masih pa," jawab Evan.


" Sepertinya pekerjaannya sangat banyak. Evan kamu ke Paris lah. Bantu dia. Agar pekerjaannya cepat selesai dan kembali ke Indonesia," ucap Mitra Winata yang memberikan Evan perintah.


" Baik pa," jawab Evan yang memang tidak akan pernah membantah papanya.


" Di Paris di mananya. Dia bahkan ada di Jakarta. Kak Clarissa benar-benar nekat. Bisa -bisanya dia tinggal bersama pria tanpa takut sedikit pun. Tapi tidak apa-apa. Sebaiknya aku juga akan memanipulasi keberangkatan Ke Paris. Lalu aku pergi ke kampung halaman Shirin. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya," batin Evan yang malah menggunakan kesempatan itu untuk menemui istri yang di nikahinya secara sirih.


" Alan untuk sementara kamu lantai Perusahaan dulu. Karena kemungkinan Kevin akan lama berada di Jerman," ucap Winata yang memberi Alan perintah menggantikan Kevin.


" Baik pa," jawab Alan.


" Apa. Jadi Kevin berada di Jerman. Kapan dia berangkatnya," batin Haria yang benar-benar kaget dengan kepergian Kevin. Dia memang lama mengurung diri sampai-sampai tidak tau. Jika Kevin sudah keluar negri.


" Lalu bagaimana dengan wanita yang bernama Kiara itu. Apa dia ikut. Tetapi aku rasa tidak mungkin. Kevin pasti lebih berhati-hati lagi dengan hubungannya dengan Kiara. Karena Om Mitra Winata yang sudah terlanjur tau," batin Haria lagi yang terus bergerutu.


" Apa yang ada di pikiran wanita ini. Dia terlihat sangat schok ketika mengetahui Aditya. Ada di luar Negri. Dia juga terlihat seperti memikirkan sesuatu," batin Saras yang terus melihat ke arah Haria. Dari wajah Haria Saras bisa menangkap Haria memiliki rencana.


" Om," tegur Haria tiba-tiba.


" Iya ada apa?" tanya Mitra Winata.


" Hmmm, Haria punya saudara di Surabaya dan mereka sedang mengadakan acara. Haria juga ingin berkunjung ke sana. Sekalian bersilaturahmi," ucap Haria yang ingin berpamitan pergi.


" Dugaanku benar, wanita ini memang memiliki banyak rencana," batin Saras yang sudah bisa menebak.


" Memang harus kesana," Sahut Janika istri pertama Winata.


" Benar Tante," jawab Haria.


" Memang di mana rumahnya?" tanya Mariana yang ingin tau.


" Di kota Surabaya nya," jawab Haria. Dia memang memiliki saudara di sana. Tetapi untuk pergi kesana sepertinya memang itu hanya alasan Haria saja.


" Berapa lama kamu akan pergi?" tanya Mitra Winata.


" Hanya beberapa hari saja," jawab Haria.


" Kapan kamu pergi?" tanya Mitra Winata


" Mungkin siang ini om," jawab Haria.

__ADS_1


" Begitu rupanya. Baiklah silahkan pergi," sahut Mitra Winata yang memberi izin. Mendengarnya Haria langsung lega.


Bersambung.....


__ADS_2