Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 151 keputusan.


__ADS_3

Pagi hari Kiara keluar dari kamarnya dan langsung menuju dapur untuk minum. Kiara mengambil air putih menuang dari despenser. Saat meneguk minuman itu Kiara melihat kejendela yang mengarah ke taman belakang yang memperlihatkan mama dan papanya ada di sana dan juga melihat Rangga dan Rachel. yang tampak bicara serius membuat Kiara benar-benar bingung.


" Apa yang mama, papa dan kak Rangga bicarakan?" tanyanya dalam hati dengan penuh penasaran.


Kiara meletakkan gelas di atas meja dan langsung pergi. Ternyata Kiara yang begitu penasaran langsung ketaman belakang ingin mengetahui apa-apa saja yang di bicarakan orang tuanya dan juga kakaknya.


" Aku tidak percaya. Jika Om Winata benar-benar memecat papa dan kak Rangga," ucap Rachel. Langkah Kiara langsung terhenti ketika mendengar sang kakak yang bicara seperti itu.


" Kenapa dia sampai sejahat itu. Kenapa dia harus tega memecat papa yang sudah bekerja puluhan tahun bersamanya," ucap Rachel yang memijat kepalanya benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukan Winata.


" Sudahlah Rachel. Tidak apa-apa. Mungkin memang sudah saatnya papa pensiun dari pekerjaan papa," ucap Danu yang dengan lapang dada menerima semua keputusan Winata yang sangat mendadak.


" Apa papa dan kak Rangga di pecat," batin Kiara dengan debaran jantungnya yang tidak menentu matanya juga berkaca-kaca mendengar serangan dari Winata yang benar-benar berdampak pada keluarnya.


" Benar kata papa. Biarkan saja semuanya," sahut Sahila mengusap pundak Rachel.


" Ma. Ini tidak adil kalau di biarkan bagaimana kita hidup. Kita tidak mungkin hidup hanya dari chofee shop saja. Winata bukan hanya menghilangkan pekerjaan papa dan kak Rangga. Tetapi juga tempat tinggal kita yang di ambil dan lebih parahnya pendidikan Ziva dan Zavier yang di berhentikan begitu saja. Pada kita bayar di sana," ucap Rachel.


Mendengarnya Kiara semakin kaget. Kiara merasakan dadanya sangat sesak mendengar apa yang terjadi. Air matanya menetes mendengarkan perkataan Raquel.


" Pak Winata juga merenggut pendidikan Zavier dan Ziva. Apa yang Om Winata lakukan. Kenapa dia tega melakukan semua itu," batin Kiara dengan derain air matanya.


" Rachel, papa akan mengatasi semuanya, kamu jangan khawatir tidak akan ada masalah," ucap Danu menenangkan anaknya.


" Pa, tidak masalah bagaimana pa. Lalu sekarang Rachel ingin bertanya pada papa. Apa yang papa lakukan. Protes pada Winata itu tidak mungkin. Karena Winata hanya akan menyuruh papa untuk mengakhiri hubungan Kiara dan juga anaknya. Jadi tidak ada gunanya," ucap Rachel yang marah-marah.

__ADS_1


" Papa tidak bilang akan protes pada Winata," ucap Danu.


" Lalu, apa. Menerima semuanya. Kita mau tinggal di mana. Kita akan memulai semuanya, atau apa pa," ucap Rachel yang benar-benar naik darah melihat perbuatan Winata pada keluarganya.


" Rachel, kamu jangan menekan papa seperti itu. Tenanglah sedikit," sahut Rangga.


" Bagaimana bisa tenang. Kalau dia terus melakukan sesukanya dan ini tidak akan berhenti," sahut Rachel.


" Semuanya akan berhenti," sahut Kiara tiba-tiba.


Mendengar suara Kiara membuat semua orang kaget dan langsung melihat ke arah suara itu melihat Kiara yang sudah meneteskan air mata.


" Kiara," lirih mereka serentak. Kiara tampak meneyaka air matanya dan melangkah mendekati orang tuanya dan juga kakaknya.


" Sayang," ucap Sahila memegang lengan putrinya.


" Apa yang kamu bicarakan Kiara. Papa sudah mengatakan tidak akan mencampuri urusan kamu," sahut Danu.


" Tidak pa. Tetapi Kiara memang sudah memikirkan semua ini. Kiara tidak mau pacaran apa lagi menikah seperti apa yang Kevin kemarin. Pa, Kiara bukannya masih kecil. Kiara mana mungkin pacar-pacaran. Jadi Kiara tidak mau pa pacaran. Kiara mau fokus kuliah. Jadi Kiara memang tidak ingin berhubungan lagi sama Kevin," ucap Kiara dengan tangisannya.


" Kiara, kamu tidak boleh berkorban. Papa sudah mengatakan. Orang tua yang berkorban bukan anak. Jadi kamu tidak perlu melakukan apa-apa," ucap Winata.


" Tidak pa, Kiara memang tidak mau sama Kevin. Kiara merasa tidak nyaman berhubungan dengan Kevin. Kiara juga tidak mengerti apa itu cinta. Jadi pokoknya Kiara tidak mau melanjutkan hubungan itu. Jadi Kiara akan putus dengan Kevin," ucap Kiara menegaskan pada papanya dengan keputusan yang baru di ambilnya.


Danu langsung memeluk putrinya yang benar-benar penuh beban.

__ADS_1


" Maafin Kiara pa, semua masalah terjadi karena Kiara. Kiara memang tidak cocok tinggal bersama papa dan semuanya. Kiara baru saja tinggal beberapa bulan bersama kalian. Tetapi Kiara sudah menimbulkan masalah. Maafkan Kiara pa," ucap Kiara menangis sengugukan di pelukan papanya.


Danu melepas pelukan itu dari putrinya dan memegang ke-2 pipi putrinya. Mengusap air mata yang tidak henti keluar itu.


" Tidak ada yang salah Kiara. Kamu tidak salah. Cinta tidak pernah salah. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Karena kamu tidak pernah salah," ucap Danu dengan matanya berkeliling melihat wajah putrinya itu.


" Hiks, hiks. Tapi Kiara tidak tau apa itu cinta pa. Makanya Kiara merasa tidak ingin bersama Kevin. Itu hanya menghilangkan fokus Kiara saja," ucap Kiara yang berbicara terisak-isak dan pasti Kiara telah membohongi perasaannya dan semua orang juga tau bahwa Kiara bersandiwara berusaha untuk tegar.


" Kamu dengar papa Kiara. Walaupun kamu dan Kevin sudah tidak berhubungan lagi. Papa dan kakak kamu tidak akan kembali lagi keperusahan itu. Papa dan kakak kamu tidak akan terikat lagi di perusahaan itu. Karena kita tidak ingin terus berada di perusahaan itu. Seperti kata kamu kita tidak mau menjadi budak Lexus," ucap Danu dengan tersenyum.


" Apa itu berarti kita juga pergi dari rumah ini?" tanya Kiara senggugukan. Danu mengangguk.


" Hmmm. Kamu benar, kita akan pergi. Jangan khawatir. Karena papa masih punya tempat untuk semua anak-anak papa. Papa tidak mau anak-anak papa ada yang mengganggunya. Jadi papa sudah siapkan istana untuk kita tanpa ada nama belangkang Lexus," ucap Danu tersenyum dengan mengusap air mata Kiara.


" Kalau begitu, ayo pergi pa. Ayo kita pergi. Kita jangan di sini lagi. Kiara tidak mau terikat dengan Lexus. Kiara sangat membenci grup itu. Jadi ayo kita pergi pa," ucap Kiara yang tergesa-gesa.


Danu tersenyum dengan mengusap rambut putrinya.


" Iya sayang kita akan pergi. Pasti akan pergi. Kita tidak akan di sini. Tidak akan tinggal di sini lagi," ucap Danu kembali memeluk Kiara. Kiara pun memeluk erat papanya.


Danu bisa merasakan tubuh putrinya yang sangat bergetar. Sahila yang berada di samping suaminya mendekati Kiara dan mengusap rambut belakang putrinya. Air matanya pasti menetes melihat apa yang terjadi pada putrinya. Beban yang sangat berat yang harus di tanggung putrinya.


" Kasian Kiara. Dia harus mengalami semua ini dan dia harus meninggalkan cinta pertamanya untuk selamanya," batin Rachel yang tidak percaya. Semuanya akan terjadi pada adiknya.


" Aku berharap Kiara benar-benar kuat dengan semua ini. Ini terlalu berat untuk di jalani oleh gadis seusianya," batin Rangga yang sangat simpatik pada adiknya.

__ADS_1


" Ya Allah aku berdarah diri. Pada jodoh putriku kelak. Semoga dia bisa menemukan laki-laki yang bisa mencintai dia. Seperti Pria baru saja di lepasnya," batin Sahila yang berdoa untuk putrinya.


Bersambung.....


__ADS_2