
Pertanyaan Winata membuat Kevin terdiam sejenak.
" Jawablah Kevin jangan diam saja. Apa kau sudah berbicara pada Kiara kekasihmu itu?" tanya Winata.
" Iya aku berbicara kepadanya. Jadi aku juga tau apa yang papa lakukan kepadanya dan juga pada keluarganya," sahut Kevin dengan tenang menjawab pertanyaan Winata. Winata sekarang mendengarnya tersenyum manis.
Sementara orang-orang yang masih ada di sana malah sangat penasaran dengan apa yang sudah di lakukan Winata pada keluarganya.
" Apa yang sudah di lakukan papa, apa papa benar-benar akan menentang hubungan itu," batin Saras yang semakin dek-dekan.
" Papa sudah melakukan sesuatu. Apa selama ini papa memang sudah tau banyak hubungan Kiara dan juga Kevin. Sampai papa sudah melakukan hal yang lain," batin Clarissa yang bertanya-tanya di dalam hatinya.
" Jadi aku minta sama papa jangan mengganggunya. Termasuk keluarganya," ucap Kevin dengan wajah seriusnya memberikan papanya peringatan.
" Dan kau ingin menuruti apa katamu," sahut Winata dengan santai.
" Apa itu berarti kau pikir aku menyukai hubungan kalian," sahut Winata lagi yang sudah jelas-jelas akan menantang hubungan itu.
" Aku tidak akan mengganggunya dan keluarganya. Jika kau juga bisa menyelesaikan hubunganmu dengan wanita itu," tegas Winata. Membuat Kevin kaget mendengarnya. Itu berupa ancaman dan ancaman itu akan berkepanjangan.
" Apa yang papa bicarakan, aku tidak mungkin mengakhiri hubungan ku dengan Kiara. Aku mencintainya dan apa yang papa inginkan tidak akan pernah terjadi. Karena sangat mencintainya," sahut Kevin dengan matanya memerah menegaskan pada papanya. Bahwa dia memang tidak akan meninggalkan kekasihnya.
" Kau menentangku?" tanya Winata memastikan.
" Aku tidak menentang papa. Tetapi kali ini aku tidak bisa memenuhi apa yang papa inginkan. Karena aku mencintai Kiara. Jadi aku tidak akan menuruti apa yang papa inginkan," tegas Kevin sekali lagi.
" Kevin benar-benar mencintai wanita itu sampai bisa menentang mas Winata," batin Janika yang ikut prihatin dengan musibah yang di alami anak tirinya itu.
__ADS_1
" Kau tidak pernah mengatakan tidak pada ucapanku Kevin dan kali ini kau mengatakan tidak dengan alasan cinta kau tau kan aku sangat membenci hal itu. Aku sangat membenci anak pembangkang dan sok tau seperti mu. Kau tau kan Kevin apa akibatnya. Jika kau tidak juga menuruti apa yang aku katakan," sahut Winata dengan menekan suaranya yang sudah memperlihatkan dia sangat marah.
" Apapun yang papa katakan. Itu tidak akan mengubah keputusanku," sahut Kevin yang benar-benar tidak peduli. Winata menyunggingkan senyumnya.
" Aku memberimu kesempatan sekali lagi. Lakukan yang aku perintahkan atau aku benar-benar tidak akan memberimu kesempatan lagi," sahut Winata dengan wajahnya sangarnya yang menunjukkan kemarahan.
" Maaf Pa, tapi kali ini aku tidak bisa," sahut Kevin dengan yakin dan langsung melangkah pergi.
" Kau tau kan Kevin apa resikonya jika menentangku," sahut Winata yang membuat langkah Kevin terhenti. Kevin menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
" Aku siap kehilangan apapun. Asal tidak Kiara. Jadi apapun yang papa lakukan dan ingin mengambil semuanya dari ku. Aku siap. Tetapi bukan Kiara. Karena aku tidak melepasnya," sahut Kevin dengan yakin tanpa menoleh kebelakang.
Lalu dia kembali melanjutkan langkahnya dan Winata tidak lagi menghentikannya. Winata terlihat mengepal tangannya yang mungkin marahnya sudah sangat memuncak.
" Anak kurang ajar, beraninya dia menentangku. Dia pikir dia bisa Menag darimu," ucap Winata dengan suaranya yang tertekan. Winata yang kembali merasa terhina pun akhirnya pergi dari tempat itu.
" Ayo Saras," ajak Alan pada istrinya. Saras mengangguk dan akhirnya pergi.
" Alana ayo masuk kekamar," ajak Mariana.
" Iya ma," jawab Alana yang langsung pergi bersama mamanya.
Dan satu persatu orang yang tadi melihat drama Haria dan berakhir dengan Kevin pun akhirnya pergi satu persatu meninggalkan ruangan itu dan kembali lagi tinggal pelayan yang akan membersihkan semua ruangan itu termasuk pecahan guci itu.
Haria yang tadinya ingin bersama Kevin malah mendapatkan karmanya dengan nekat menipu keluarga Mitra Winata dan hukuman yang di berikan Winata padanya pasti tidak main-main. Tidak mendapatkan Kevin. Tetapi malah mendapatkan hukuman.
Sementara Kevin dan Kiara yang mana baru beberapa hari yang lalu mereka bersama bermesraan dan bahagia bersama. Dan sekarang hubungan yang mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi itu.
__ADS_1
Akhirnya di uji dan pasti ujian terbesar dalam menjalin hubungan adalah restu yang terhalang. Dan pasti semua itu karena perbedaan status sosial di antara mereka.
*********
Kiara sekarang sudah berada di dalam kamarnya bersama Rachel sang kakak. Begitu Kiara sampai rumah itu. Rachel langsung menghampirinya kekamar dan pasti Rachel mencecarnya dengan pertanyaan yang sangat banyak.
Dan Kiara pasti menceritakan semuanya. Karena memang dia tidak bisa lagi menyembunyikan semuanya begitu saja. Dia butuh pendapat dari sang kakak akan tindakan yang di ambilnya. Walau dia juga tau kakaknya juga pasti menyuruhnya untuk stop karena khawatir dengan adiknya.
" Lalu apa tindakan kalian selanjutnya?" tanya Rachel dengan wajahnya yang penuh ke khawatiran.
" Aku belum tau kak. Kevin hanya menyuruhku untuk tenang. Aku juga belum bisa mengambil tindakan apa-apa. Karena aku tidak tau apa yang akan di lakukan Om Mitra Winata selanjutnya," jawab Kiara dengan wajah lesunya yang memang tidak bisa berpikir jernih.
" Lalu bagaimana jika mama dan papa tau. hubungan kamu dan Kevin?" tanya Rachel.
" Aku tidak tau apa. Tapi aku yakin mereka akan tau. Karena Om Winata tidak akan membiarkan hal itu. Bukannya kakak sendiri yang bilang. Kalau Ziva disuruh untuk mengingatkan mama dan papa untuk mengawasiku yang itu artinya Om Winata tidak membiarkan hal itu terjadi dan pasti akan kembali menyerang dengan cepat," sahut Kiara yang memang terlihat pasrah dan hanya bisa menunggu saja baru dia bisa mengambil tindakan.
" Kakak tidak percaya Kiara. Jika kamu bisa menjalin hubungan dengan Kevin. Dan baru saja hubungan kalian baik-baik saja dan sekarang hal yang menakutkan itu. Akhirnya datang. Kakak tidak percaya kamu akan mengalami semuanya," ucap Rachel mengusap bahu sang adik untuk memberikan adiknya kekuatan.
" Mungkin sudah takdir kak. Dan aku juga tidak bisa berkata apa-apa. Aku dan Kevin harus di uji dengan semua ini. Ini lah takdirku," ucap Kiara dengan matanya berkaca-kaca.
" Lalu bagaimana Kiara. Kalau Kevin akhirnya mengalah dan memilih mengakhiri hubungan kalian. Paa kamu siap dengan hal itu?" tanya Rachel. Kiara melihat kakaknya dan dia sejenak.
" Aku siap. Karena mungkin itu yang terbaik," jawab Kiara meneteskan air matanya.
" Itu hanya persangkaan buruk kakak. Kamu jangan memikirkan sejauh itu. Kakak percaya. Kalau Kevin tidak akan meninggalkan kamu dan kakak yakin kalian bisa menghadapi ini. Semoga saja ada malaikat yang menghampiri om Winata dan membuatnya menerima kamu apa adanya," ucap Rachel. Kiara tersenyum kecil mendengarnya.
" Amin. Makasih ya kak. Kakak selalu ada untukku. Memberiku semangat. Aku merasa tidak sendirian. Karena ada kakak di sampingku," ucap Kiara sedikit tenang. Rachel tersenyum tipis dan langsung meraih adiknya kedalam pelukannya.
__ADS_1
" Itu sudah kewajiban kakak, untuk selalu ada di sisi kamu," ucap Rahel dengan mengusap-usap punggung adiknya memberinya kekuatan penuh. Kiara memang pasti kau merasa baik di bandingkan tadi.
Bersambung....