Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 94 Masih menunggu telpon


__ADS_3

Ternyata Kiara yang benar-benar kelelahan sampai ketiduran di kamarnya dengan menggunakan baju tidurnya. Setelah selesai mandi dan beres-beres Kiara memang langsung merebahkan dirinya di tempat tidurnya.


" Kak bangun! Kak Kiara bangun! Ayo makan malam sudah selesai yang lain sudah menunggu di bawah," ucap Ziva yang membangunkan lembut Kiara dengan duduk di samping Kiara dengan menggoyang-goyangkan lengan Kiara.


" Kak Kiara," Ziva terus membangun Kiara yang sangat nyenyak tidur. Mamanya memang menyuruhnya untuk kekamar kakanya. Agara ikut malam bersama. Kerena tadi Kiara juga tidak makan siang dan mamanya membiarkan saja. Karena tau Kiara pasti lelah dan butuh istirahat.


" Kak, bangun! ucap Ziva.


Kiara pun membuka matanya perlahan. Meski suara adiknya lembut Kiara dapat mendengarnya dan mungkin sudah memanggil berkali-kali sampai pada akhirnya Kiara membuka matanya sempurna.


" Ziva," lirih Kiara dengan suara seraknya khas bangun tidur.


" Ayo makan," ajak Ziva.


" Jam berapa ini?" tanya Kiara langsung duduk sambil memijat kepalanya yang terasa berat.


" Sudah jam 8," jawab Ziva.


" Jam 8. Jam 8 malam maksud kamu?" tanya Kiara. Ziva mengangguk.


Kiara sampai tidak percaya dengan ucapan Ziva yang mengatakan sudah jam 8 malam. Ternyata dia tidur sangat lama. Pagi sampai semalam itu. Mungkin Kiara benar-benar kecapean makanya tidur seperti kebo.


" Sudah ayo makan yang lain sudah menunggu," ucap Ziva bangkit dari ranjang.


Kiara mengangguk saja masih dalam kebingungan. Kiara mengambil ponselnya dari atas meja.


Kiara melihat ponsel itu tetap kosong. Tidak ada panggilan tidak terjawab bahkan pesan juga tidak ada.


" Dia belum menelponku. Apa dia lupa dengan janjinya. Atau dia masih dengan wanita itu," batin Kiara yang benar-benar tidak tenang. Jika Kevin belum menelponnya.


Dia terus memikirkan Kevin dan wanita yang dia tidak tau siapa namanya itu. Bahkan setelah dia mandi dan tertidur. Dia bahkan belum bisa melupakannya.


Dia mengira bisa melupakan dan tenang setelah tidur. Nyatanya Kiara masih kepikiran dan pikirannya lebih parah.


**********


Kiara dan keluarganya mulai makan malam. Dengan pormasi mereka yang lengkap. Sahila memang sengaja memasak banyak makan untuk Kiara yang baru pulang.


Tetapi sayang Kiara sangat tidak bersemangat saat makan. Perasaannya justru semakin tidak tenang seperti ada firasat buruk yang akan datang kepadanya.


Banyak pertanyaan yang melintas di pikirannya. Yang dia sendiri juga tidak dapat memecahkannya. Kiara malah mengaduk-aduk nasi dengan pikirannya yang ada di mana-mana.


" Kiara bagaimana pekerjaan kamu di Paris apa semuanya lancar?" tanya Danu.


Kiara malah bengong dan tidak menjawab pertanyaan papanya. Dia bahkan tidak mendengar ada suara di meja makan itu. Diamnya Kiara membuat semua orang harus melihat ke arahnya.


" Kiara," tegur Rachel yang duduk di samping Kiara. Rachel menyenggol Kiara dengan sikutnya. Sehingga Kiara baru tersadar dari lamunannya.


" Kenapa?" tanya Kiara melihat Raquel.


" Tuh, papa lagi nanya," sahut Rachel heran dan tetap melanjutkan makannya.


" Ha. Iya. Papa tadi nanyak apa. Kiara tidak dengar," tanya Kiara yang benar-benar linglung bahkan seperti orang bodoh.

__ADS_1


" Sayang papa sedang bertanya apa pekerjaan kamu di Paris lancar," sahut Sahila menanyakan kembali apa yang di katakan suaminya tadi.


" Ohhh, iya lancar pa. Maaf pa. Kiara kurang fokus. Karena Kiara lelah. Tapi semuanya lancar kok pa," sahut Kiara yang benar-benar kehilangan fokusnya. Saat makan saja dia masih melamun.


" Baiklah! papa tau kamu lelah. Tapi syukurlah jika pekerjaan kamu lancar," sahut Danu yang mengerti dengan anaknya.


" Iya pa," sahut Kiara.


" Ayo sayang di makan nasinya, jangan di lihati terus," ucap Sahila.


" Iya ma," jawab Kiara.


" Berarti kontrak kamu akan selesai dengan Grup Lexus," sahut Rangga sambil mengunyah makanannya.


" Iya kak. Event di Paris akhir dari pekerjaan Kiara. Yang berarti kontrak Kiara akan selesai dan Kiara juga tidak ada niat untuk melanjutkannya. Sudah cukup Kiara bekerja di Hotel Lexus," jawab Kiara membenarkan.


" Wauuuu pasti kakak bahagian banget," sahut Ziva.


" Kenapa kamu bilang gitu?" tanya Raquel.


" Ya. Akhirnya kak Kiara tidak akan berurusan dengan Lexus lagi. Sesuai dengan keinginan kak Kiara. Kak Kiara kan sangat benci dengan group Lexus," sahut Ziva menjelaskan maksud dari momongannya.


" Benar kata Ziva. Akhirnya Kiara bisa bebas juga dari Lexus dan tidak akan berurusan lagi dengan Grup Lexus," sambung Rangga.


" Kamu juga Rangga jangan jebak adik kamu lagi. Kasian dia. Jangan libatin dia dalam pekerjaan kamu. Kamu harus bertanggung jawab sendiri," sahut Sahila memperingatkan Rangga. Dia tidak ingin kejadian yang sebelum-sebelumnya terulang lagi.


" Iya ma, tenang aja yang kemarin hanya terpaksa saja," sahut Rangga.


" Yang terpenting Kiara bisa menyelesaikan pekerjaannya dan urusan yang sebelumnya di ambil sebagai pengalaman dan pelajaran," sahut Danu dengan bijak.


" Aku memang tidak berurusan dengan Grup Lexus lagi. Tetapi justru urusanku sangat panjang. Karena aku menjalin hubungan dengan anak dari Grup Lexus. Aku tidak menyangka jika kata-kata.Bella dulu benar. Suatu saat cinta akan mengubah segalanya dan itu ternyata terjadi. Kebencian ku pada grup Lexus seakan hilang dengan hubunganku dengan Kevin.


" Semua tidak seperti yang ku pikirkan. Kevin sangat baik dan sangat berbeda dengan pandanganku selama ini. Dia bahkan orang yang mendukungku. Padahal dia sendiri anak pemilik dari Grup Lexus," Kiara tersenyum lebar sambil bergerutu di dalam hatinya yang mengagung-agungkan Kevin.


" Ya elah senyum-senyum mentang-mentang sudah bebas," tegur Rachel yang menangkap adiknya senyum sendirian.


" Oh iya ma, pa. Kiara mau bilang. Kalau Kiara sudah mendaftar di Universitas Harvard," ucap Kiara tiba-tiba membuat keluarganya kaget bahkan mereka menghentikan makan seketika.


" Harvard," sahut Rachel schok.


" Iya. Insyaallah bulan depan Kiara bisa daftar ulang ke universitas Harvard. Kiara akan mengikuti ujian untuk mengambil beasiswa," sahut Kiara menjelaskan. Memang dia harus menyampaikan kabar bahagia itu. Agar mendapat doa dan dukungan dari keluarganya.


" Kamu serius?" tanya Rangga tidak percaya jika adiknya tanpa ada yang mengetahui sudah mendaftar ke Amerika.


" Iya, aku serius. Jadi Kiara tidak perlu lagi mengulang dari semester awal. Kiara akan melanjutkan kuliah di Harvard," jelas Kiara menjelaskan. Sahila dan Danu saling melihat. Mereka tersenyum dengan kabar dari Kiara.


" Bukannya kamu bilang sulit untuk mendaftar kuliah karena masalah kamu sebelumya," ucap Raquel.


" Tapi nyatanya sudah baik-baik saja. Dan Kiara sudah bisa kuliah lagi," jawab Kiara.


" Ya ampun aku senang banget. Punya kakak yang bisa kuliah di Harvard," sahut Ziva kesenangan dengan wajahnya yang ceria.


" Jadi kakak benaran ke Amerika," celetuk Zavier tiba-tiba. Membuat Kiara terbatuk.

__ADS_1


Uhuk-uhuk-uhuk. Kiara benar-benar kaget mendengar celetukan Zavier yang seakan tau kalau dia benar-benar pergi ke Amerika.


" Ke Amerika. Kakak sudah pergi ke Amerika?" tanya Ziva.


" Kok kalian bilang gitu," sahut Rangga bingung.


" Soalnya oleh-oleh yang di bawak kak Kiara ada beberapa dari Amerika," sahut Zavier yang membongkar koper Kiara dan ada beberapa oleh-oleh dari Amerika.


" Ya iyalah. Kalau Kiara tidak ke Amerika. Gimana dia mau daftar kuliah di sana," sahut Rachel dengan santai.


" Kenapa aku bodoh sekali. Seharusnya aku tidak perlu membeli oleh-oleh dari Amerika, jika seperti ini, mereka akan banyak pertanyaan," batin Kiara yang benar-benar panik.


" Tapi bukannya kamu hanya keparis saja," sahut Danu yang juga heran jika tiba-tiba anaknya sudah melompat ke Amerika saja.


" Iya Kiara sudah ke Amerika," sahut Kiara jujur. Tidak ada gunanya menutupi sebelum semakin banyak yang curiga.


" Kapan?" tanya Rangga.


" Kiara lanjut ke Amerika. Karena punya kesempatan untuk kesana. Kiara belum sempat kasih tau mama dan papa. Karena memang waktunya mepet," jelas Kiara akhirnya jujur bahwa dia ke Amerika. Dan memang kenyataan jika dia ke Amerika untuk mendaftar dan sekalian liburan.


" Ya sudahlah. Kamu juga sudah ada di sini jadi tidak perlu di bahas lagi. Yang penting mama doakan semoga kamu bisa lulus dan melanjutkan kuliah lagi," sahut Sahila dengan bijak.


" Iya ma," sahut Kiara. Kiara bernapas lega. Untungnya mamanya langsung mengalihkan ke pembicaraan lain jadi yang lainnya tidak bertanya lagi.


Karena dia juga tidak akan tau harus menjawab apa lagi. Karena tidak mungkin dia mengatakan ke Amerika bersama dengan Kevin dan itu pasti akan lebih ribet lagi.


" Ini kabar bahagia dan harus di rayain. Kita akan rayakan sekalian ulang tahun kakak," sahut Ziva yang masih membahas masalah ulang tahun.


" Aduh nggak usahlah," Kiara tetap pada pendiriannya menolak mentah-mentah.


" Kiara tidak apa-apa. Ini juga sekali-kali. Sekalian kita kita buat acara syukuran atas keberhasilan kamu," sahut Sahila yang mendukung ide Ziva.


" Setuju," sahut Ziva, Rangga, Zavier dan Rachel serentak.


" Tapikan belum tentu ma Kiara lulus," sahut Kiara.


" Kak Kiara suka merendah. Ya pasti lulus lah," sahut Zavier yang sangat tau kemampuan kakaknya.


" Kiara sudah ya. Kamu dengarin kata mama kamu. Kita buat acara syukuran atas bertambahnya usia kamu dan juga atas kembalinya kamu menempuh pendidikan. Kita hanya mengucap syukur tidak ada yang salah dalam hal itu," ucap Danu penuh penegasan dan penekanan.


" Tapi pa..." lirih Kiara.


" Sudahlah Kiara," sahut Rachel. Kiara melihat satu-satu orang yang ada di meja makan. Ziva dan Zavier yang sangat semangat dalam perayaan ulang tahun itu.


" Ya udah deh," sahut Kiara yang akhirnya mengalah.


" Horeeee," teriak Ziva dan Zavier kesenagan sampai-sampai mengangkat tangan. Siapa yang ulang tahun siapa yang bahagianya minta ampun.


" Sudah ayo kita lanjutkan makan lagi!" ucap Sahila yang lainnya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.


Mereka mengangguk dan kembali melanjutkan makan mereka.


" Kamu benar Kevin seharusnya aku meminta izin dulu sebelum pergi bersamamu. Kamu memang pria yang baik. Sudah melakukan banyak hal untuk," batin Kiara tersenyum

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2