
Indonesia.
Setelah melakukan perjalan cukup lama akhirnya pesawat Kiara dan Kevin mendarat di bandara. Kepulangan yang memang mendadak. Tapi mau bagaimana lagi. Apa yang di lakukan Kiara memang salah.
Kevin dan Kiara sudah berada di bandara. Mereka berjalan berdampingan dengan menarik koper masing-masing. Dan sesekali saling melihat.
" Kevin," Kiara menghentikan langkahnya.
" Kenapa?" tanya Kevin.
" Aku mau ketoilet sebentar," ucap Kiara pamit.
" Ya sudah aku akan tunggu di sini. Sebentar lagi mobil akan datang menjemput kita. Kiara akan pulang bersama," ucap Kevin.
" Iya," sahut Kiara yang langsung pergi.
Kevin mengeluarkan ponselnya. Kevin langsung menelpon Arya.
📞" Di mana?" tanya Kevin to the point.
📞" Hampir sampai tuan," jawab Arya.
📞" Ya sudah kamu langsung kebandara," ucap Kevin.
📞" Baik tuan," " tuan tunggu sebentar," ucap Arya saat Kevin ingin menutup telponnya.
📞" Ada apa?" tanya Kevin Datar.
📞" Tuan Yoriko pagi ini louncing Restaurannya dan tuan Winata menyuruh tuan untuk menghadirinya," jawab Arya.
📞" Harus sekarang?" tanya Kevin.
📞" Benar tuan," jawab Arya.
📞" Baiklah," sahut Kevin langsung mematikan telponnya.
" Apa harus sekarang," batin Kevin yang masih merasa lelah dan dia sebenarnya ingin pulang langsung kerumahnya untuk beristirahat. Tetapi baru juga sudah sampai sudah mendapatkan perintah.
Papanya memang mengetahui Kevin ke Amerika. Karena urusan bisnis dan kepulangannya juga di ketahui. Meski baru pulang papanya tidak peduli lelah atau tidak yang penting Kevin harus bekerja dengan profesional.
Kevin membuang napasnya perlahan kedepan dan melihat arloji di tangannya.
" Apa tidak bisa nanti saja," gumam Kevin.
*********
Di sisi lain Haria menyetir dengan buru-buru. Haria yang kebetulan menemui Winata di perusahaan Lexus. Karena Winata menyuruhnya datang ingin membicarakan hal penting mengenai hubungan Haria dengan Alan.
Setelah Haria berbicara panjang lebar dengan Winata pastinya penuh sandiwara. Haria ke.bali pulang.
Tetapi tidak sengaja Haria mendengar Arya yang menelpon dan mengatakan Kevin akan pulang hari ini. Jadi Haria buru-buru Ke Bandara ingin menjemput kekasihnya. Haria memang membenarkan jika Kevin pergi ke Paris dan ke Amerika.
Tetapi Haria merasa lega. Karena dia mengetahui Kevin pergi ke Paris karena kuliah. Sementara Kevin ke Amerika. Karena lanjutan dari perjalanan bisnis. Jadi Haria merasa tidak sepenuhnya ucapan Clarissa benar. Makanya dia ingin menjemput Kevin.
" Aku harus cepat sampai. Aku tidak boleh telat. Aku tidak peduli dengan apapun yang aku pedulikan hanya hubunganku dengan Kevin," gumam Haria yang terus menyetir dengan kecepatan tinggi bahkan beberapa kali dia menyalip mobil-mobil yang di depannya. Agar cepat sampai ke Bandara.
Haria sama sekali tidak peduli dengan semua ucapan Clarissa. Dia tidak akan mendengarkan peringatan Clarissa yang memang sangat menakutkan.
__ADS_1
Dia benar-benar akan tetap memperjuangkan hubungannya dengan Kevin. Sebelum dia melakukan semua rencananya. Dia sudah tau semua resikonya. Tetapi dia tidak perduli apapaun dengan resikonya.
Terbukti dia terang-terangan berbicara pada Clarissa. Bahkan beberapa kali menemui Kevin di tempat umum dan juga pernah memeluknya di depan Perusahaan Lexus yang mungkin saat itu bisa saja terlihat oleh Winata. Dan mungkin jika Winata melihatnya semuanya akan selesai.
Tetapi apapun itu Haria tetap dengan keyakinannya dia hanya membutuhkan Kevin untuk kembali bersamanya tanpa takut dengan siapapun. Tanpa takut dengan semua ancaman Clarissa. Takut jika pada akhirnya Clarissa mengadukannya atau takut dengan Winata sendiri.
Sama sekali tidak. Haria tidak takut dengan semua itu. Karena mentalnya sudah sangat kuat. Jadi apapun itu tidak akan mengubah keputusannya untuk tetap mengejar Kevin dan mengembalikan hati Kevin untuknya.
Masalah wanita pun Haria tidak mencari tau apa-apa. Karena masih menganggap Clarissa hanya berbohong. Jadi Haria tidak memikirkan tentang wanita itu.
***********
Setelah selesai dari toilet Kiara kembali menghampiri Kevin yang sedang duduk menunggunya sambil melihat-lihat ponselnya. Entahlah apa yang di lihat Kevin.
" Maaf, sudah menunggu lama," ucap Kiara merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa," jawab Kevin. Melihat Kevin memegang ponsel
Tiba-tiba Kiara terlihat gelisah seperti kehilangan sesuatu. Dia mengecek tangannya yang ternyata kosong. Bahkan membuka tas yang di sandang di bahunya sedari tadi. Merogoh isi tas itu.
" Ada apa?" tanya Kevin heran melihat Kiara yang tampak kebingungan dan mencari-cari sesuatu.
" Ponselku, aku tidak melihatnya apa ketinggalan di kamar mandi," ucap Kiara sambil terus mencari di dalam tasnya.
" Sepertinya iya," sahut Kiara dengan yakin.
" Ya sudah aku kekamar mandi dulu. Aku cek dulu," ucap Kiara ingin pergi. Kevin menahan tangannya.
" Biar aku saja yang melihatnya," sahut Kevin mencegah Kiara.
" Tidak usah aku saja. Lagi pula mana mungkin kamu masuk kamar mandi wanita," ucap Kiara mengkerutkan dahinya.
" Ya sudah aku cari sebentar. Kamu tunggu di sini ya! ujar Kiara. Kevin mengangguk. Kiara langsung berlari kembali kekamar mandi untuk mencari ponselnya yang ketinggalan.
Kiara akhirnya memasuki kamar mandi dengan buru-buru. Berharap ponsel itu dapat di temukannya.
" Apa iya masih ada," gerutunya yang menurutnya walau ketinggalan pasti sudah hilang. Namanya di tempat umum meninggalkan barang pasti tidak akan selamat lagi. Jaman now mana ada yang jujur.
Saat mendekati wastafel. Matanya berbinar yang ternyata melihat ponsel itu ada. Di pinggir wastafel. Mungkin Kiara lupa membawanya saat Kiara tadi bercermin memperbaiki riasannya.
" Ya ampun syukurlah masih ada, apa orang belum ada yang masuk kemari," gumam Kiara melihat di sekelilingnya mengusap-usap ponselnya.
" Ahhhhh ponsel ini masih reZekiku," gumamnya dengan wajah cerianya dan memasukkan langsung kedalam tasnya lalu buru-buru keluar dari kamar mandi.
Saat ingin kembali ketempat Kevin. Kiara melihat panjual martabak telor yang ada di bandara. Kevin yang langsung muncul di pikirannya langsung mampir membeli martabak itu.
Kiara dan Kevin memang belum sarapan di pesawat. Jadi Kiara ingin membelikan Kevin martabak telur sebagai pengganjal perut.
" Dia pasti lapar," batin Kiara.
Kiara langsung menghampiri penjual tersebut membeli martabak telor untuk Kevin. Setelah menerima pesanannya Kiara melanjutkan langkahnya menemui Kevin.
Kiara yang dari kejauhan 12 meter melihat Kevin yang sedang menelpon. Kiara tersenyum melihat tampannya Pria itu. Menelpon saja sudah sangat berwibawa.
" Dia pasti kelamaan menungguku," gumam Kiara. Kiara kembali melanjutkan langkahnya.
" Kevin," suara wanita memanggil nama Kevin membuat langkah Kiara menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Kiara melihat wanita itu berlari mendekati Kevin. Kiara kaget melihat wanita itu dan lebih kagetnya wanita itu langsung memeluk Kevin.
Kiara bahkan memundurkan selangkah kakinya dengan pemandangan yang di lihatnya. Dadanya sangat sesak saat melihat hal itu. Wanita yang sama yang pernah di lihatnya berpelukan dengan Kevin sewaktu di halaman Perusahaan Lexus.
Kevin yang menelpon tidak sempat mencegah Haria untuk memeluknya. Tau-tau Haria sudah berada di dalam pelukannya dan bahkan memeluknya erat.
" Aku sangat bahagia kamu pulang dengan cepat. Aku sangat merindukanmu. Makanya aku langsung menjemputmu, aku ingin kita pulang bersama," ucap Haria yang terus memeluk erat Kevin.
" Lepaskan Haria. Apa yang kau lakukan?" tanya Kevin.
Kevin memegang lengan Haria agar terlepas dari pelukannya. Seperti biasa Haria sangat memeliki tenaga ekstra untuk bertahan dalam pelukannya.
" Jangan terus menyuruhku melepasmu aku tidak suka mendengarnya. Aku akan sakit hati," sahut Haria.
" Cukup Haria, jangan seperti lepaskan aku, ini. Tempat umum," ucap Kevin lagi dengan suara dinginnya.
" Aku tidak mau," tolak Haria.
Tiba-tiba pandangan Kevin harus melihat Kiara yang mematung. Kevin tidak tau entah sudah berapa lama Kiara di sana.
Kiara menyadari Kevin melihatnya. Kiara justru bingung harus berbuat apa. Dia tidak tau harus menghampiri Kevin dan menyakan siapa wanita itu.
Atau justru Kiara harus pergi seperti yang di lakukannya sebelumnya. Pergi penuh dengan kebingungan dan pertanyaan.
Kiara memang melakukan hal yang sama. Kiara memilih pergi dari pada menghampiri Kevin dengan wanita yang masih memeluknya.
" Kiara," panggil Kevin.
Dia tidak ingin membuat Kiara salah paham dan harus memanggilnya sehingga Kiara tidak jadi pergi dan Kiara kembali membalikkan tubuhnya.
Mendengar Kevin menyebutkan nama seorang wanita. Membuat Haria melonggarkan pelukannya dan bahkan melepasnya.
Haria membalikkan badannya dan melihat kemana pandangan Kevin. Ternyata pandangan mata Kevin melihat seorang wanita yang berhadapan lurus dengan posisi mereka. Haria bingung dengan wanita itu. Kenapa Kevin memanggilnya.
" Siapa wanita itu?" batin Haria bertanya-tanya. Haria juga melihat Kevin yang menatap wanita itu dengan dalam. Tatapan yang seharusnya menjadi miliknya.
Karena tangan Haria sudah lepas dari pelukannya. Kevin pun menyeret kopernya dan koper Kiara menghampiri Kiara yang masih bengong dan meninggalkan Haria dalam kebingungan.
" Kevin!" panggil Haria tanpa di pedulikan Kevin dan terus melangkah mendekati wanitanya yang juga penuh kebingungan.
" Siapa wanita itu, kenapa Kevin sampai menghampirinya. Kevin membawa 2 koper. Atau jangan-jangan," batin Haria penasaran. Bahkan debaran jantung Haria bergetar hebat. Lebih kuat di bandingkan saat Clarissa membicarakan soal wanita yang dekat dengan Kevin.
Kevin sampai di depan Kiara dan memegang bahu Kiara. Wajah Kiara masih terlihat penuh kebingungan. Jelas ingin bertanya.
Tetapi apa momennya pas. Mata Kiara juga masi melihat wanita yang sekarang juga melihat dirinya dengan tatapan schok. Mereka mungkin sama-sama bertanya.
" Apa hanphonmu ketemu?" tanya Kevin. Kiara masih diam dan mungkin masih linglung.
" Kiara," tegur Kevin memegang pundak Kiara. Kiara yang kaget baru mengalihkan pandangannya melihat pria yang berbicara di depannya.
" Iya kenapa?" tanya Kiara gugup.
" Apa hanphone mu ketemu?" tanya Kevin lagi yang mengulang pertanyaannya.
" Oh iya ketemu, ternyata ada di pinggir wastafel. Untung belum ada yang mengambilnya," jawab Kiara benar-benar kurang fokus. Bahkan matanya masih melirik-lirik wanita yang memeluk Kevin.
" Ya sudah ayo kita pulang," ajak Kevin.
__ADS_1
Kiara mengangguk. Ternyata Kevin tidak membicarakan apa-apa tentang Haria dan pasti itu akan menjadi pikiran untuk Kiara. Karena pasti akan bertanya-tanya terus siapa wanita itu.
Bersambung