
Kiara akhirnya boleh pulang dan sampai ke rumah malam hari. Kiara di jemput mama dan papanya. Ternyata Kevin sedang berada di teras kamarnya dan melihat Kiara yang keluar dari mobil di bantu mamanya.
Ada merasa lega bagi Kevin melihat Kiara yang sudah pulang itu berarti kondisinya baik-baik saja. Kevin bahkan tersenyum saat melihat Kiara yang memang jau lebih baik.
" Syukurlah, jika dia sudah pulang," batin Kevin terus melihat wanita itu memasuki rumahnya.
Tidak sampai di situ. Kevin yang merasa belum puas melihat ke arah kamar Kiara. Di mana kamar gelap sekarang sudah terang.
Kevin melihat mamanya lalu lalang di antara jendela kamar. Kevin melihat wanita itu menutup tirai jendela dan pada akhirnya lampu kembali mati. Itu berarti Kiara juga sudah tidur.
" Syukurlah, jika dia langsung istirahat. Agar kondisinya membaik. Dia terlalu bersemangat sampai tidak mempedulikan kesehatannya," batin Kevin yang merasa lega dengan apa yang sudah di pastikan nya.
Kiara sudah merebahkan dirinya di atas ranjang, Kiara memang merasa jauh lebih baik. Kiara meraih ponselnya di atas meja dan membaca kembali pesan Kevin saat tadi siang.
..." Ujianmu tidak akan terlalu sulit, jadi jangan terlalu serius, pikirkan saja kesehatanmu dan makanlah dengan benar," ucap Kevin dalam pesan itu. Membuat Kiara tersenyum melihat tulisan yang menurutnya sangat manis....
" Dia seakan tau jika aku memikirkan soal-soal ujian yang di berikan sulit atau tidak. Tetapi dia malah memberitahu jika tidak sulit," gumamnya yang tersenyum terus.
" Ada apa denganku, itu hanya pesat tetapi aku sudah seperti membaca apa saja," ucapnya yang merasa geli dengan dirinya sendiri.
Akhirnya Kevin memang mengirimnya Wa dengan tulisan yang panjang. Setelah mematikan telpon secara sepihak.
Kevin memang se khawatir itu. Kiara yang sakit dia yang resah. Bahkan Kevin juga menunda ujian Kiara dengan alasan cukup masuk akal. Seperti kata kakaknya dia akan ketagihan melakukan hal bodoh untuk Kiara.
**********
Hari Senin tiba. Hari yang di tunggu-tunggu Kiara. Kiara akan ujian hari ini, Kiara menaiki bus menghampiri SMA Lexus. Karena memang ujian Kiara akan di adakan di sana.
Kiara memang tidak ujian di Universitas Lexus. Karena memang Universitas itu sedang mengadakan acara. Dan jika Kiara ujian di sana. Pasti Kiara akan terganggu dan itu pasti usulan dari Kevin. Seakan tidak ingin wanitanya tidak konsentrasi.
Kiara memasuki SMA itu mencari ruang kelas yang kosong yang sudah di katakan Kevin kepadanya sebelumnya.
Kiara tampak manis hari ini, menggunakan Dress off shoulder yang berwarna putih sepahanya. Dengan bunga-bunga di bagian bawah dressnya yang membuat seperti anak remaja.
" Kak Kiara," panggilan suara seorang wanita membuat Kiara menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
Kiara melihat Alana yang ternyata memanggilnya. Alana berlari menghampiri Kiara.
" Kakak di sini? mau menemui Zavier atau Ziva?" tanya Alana.
" Ohh! Tidak. Kakak sedang ada ujian," jawab Kiara.
" Ujian! Ujian apa?" tanya Alana penasaran yang memang tidak mengetahui hal itu.
" Untuk memperbaiki nilai," jawab Kiara.
" Oh begitu!" sahut Alana yang memikirkan sesuatu, " kalau begitu kakak tunggu di sini sebentar," ucap Alana yang langsung pergi. Kiara melihat kepergian Alana dengan lari yang terburu-buru.
" Mau kemana dia?" batin Kiara bingung.
Setelah menunggu hampir 5 menit, akhirnya Alana kembali dengan berlari dan tiba di depan Kiara dengan napas ngos-ngosan.
__ADS_1
" Ini," Alana memberi Kiara minuman susu yang di kemas di botol plastik.
" Apa ini?" tanya Kiara meraih minuman itu.
" Semangat, untuk ujiannya, seharusnya kakak memberitahuku lebih awal. Jadi aku bisa menyiapkan banyak rasa. Di sekolah tidak lengkap rasanya. Jadi aku hanya bisa memberi itu," ucap Alana, membuat Kiara tertawa kecil.
" Astaga Alana, kamu tidak perlu melakukan ini, kamu sampai lari-lari hanya untuk ini, ini sangat berlebihan," ucap Kiara memegang sebelah pundak Alana.
" Tidak berlebihan, kakak minumlah! semangat!" ucap Alana mengangkat tangannya dengan mengepal memberi semangat. Membuat Kiara tersenyum lepas.
" Terima kasih kalau begitu," sahut Kiara. Alana mengangguk cepat.
" Ya sudah, kakak pergi dulu, makasih sekali lagi," ucap Kiara pamit memperlihatkan minuman yang di berikan Alana adik dari Kevin yang baru ke-2 kali bertemu dengannya.
Alana tersenyum karena Kiara menerima pemberiannya.
" Semoga kak Kiara lulus ujiannya," ucapnya di dalam hatinya yang memang mengidolakan Kiara. Karena merupakan wanita paling pintar, memiliki IQ di atas rata-rata.
*******
Akhirnya Kiara mengikuti ujian di salah satu ruangan kosong yang sudah di siapkan untuknya. Kiara mulai mengerjakan soal-soal ujian tersebut dengan fokus. Tetapi tetap tenang.
Sandy dosen dari Universitas Lexus menjadi pengawas Kiara. Kevin memerintahkan Arya mencari Dosen dari universitas Lexus mengawasi Kiara.
Karena Sandy Dosen yang terbaik. Arya memilihnya. Selain itu ada juga beberapa soal dari Sandy selaku Dosen terbaik.
Sudah 20 menit Kiara menyelesaikan ujian-ujian tersebut. Dia terlihat tenang dalam penyelesaiannya. Memang ini kesempatan terakhirnya. Jadi Kiara tidak ingin kehilangan kesempatan itu.
Ternyata sedari tadi Kevin berdiri di depan pintu, tidak tau sudah berapa lama dia berada di depan pintu ruangan tempat Kiara melaksanakan ujian. Kevin berdiri dengan memasukkan ke-2 tangannya kedalam saku celananya.
" Waktumu sangat banyak kosong, sampai bisa menemaninya," sahut tiba-tiba Clarissa yang muncul dari belakang kevin.
Lagi-lagi Clarissa menangkapnya bersama Kiara. Kevin kaget dengan kehadiran kakaknya yang selalu menangkap basahnya.
" Apa yang kakak katakan, aku ada pertemuan di sini," sahut Kevin memang apa adanya.
" Pertemuan dengannya. Hubungan kalian sampai sejauh itu," sindir Clarissa tersenyum miring melihat ke arah Kiara.
" Jangan mulai membicarakan hal yang tidak penting," sahut Kevin yang terus menyembunyikan perasaannya.
Clarissa melihat Kevin dengan tersenyum penuh kecurigaan.
" Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Kevin.
" Tidak penting katamu. Jika dia tidak penting untukmu kau tidak akan memberinya kesempatan untuk ujian, jika dia tidak penting untukmu kau tidak akan berdiri di sini," ucap Clarissa membuat Kevin menanggapi dengan diam.
Ya Clarissa benar Kevin melakukan itu pasti Kiara sangat penting. Tetapi Kevin terus menyembunyikan perasaannya.
" Kevin kau tidak bisa berbohong. Matamu sangat jujur. Jika kau kau sudah menyukai Kiara, kau telah jatuh cinta kepadanya," ucap Clarissa to the point dengan penekanan membuat Kevin terdiam.
" Kau sudah membiarkan Kiara masuk kedalam hatimu. Jadi saran kakak. Kau juga harus bertanggung jawab atas hati yang kau buka untuknya. Satu lagi kau sudah tau resiko menjalin hubungan dengan wanita yang di cintai itu lebih sulit dari pada tumpukan proyek. Karena kau adalah anak dari Mitra Winata," ucap Clarissa dengan serius membuat Kevin menelan salavinanya. Ada rasa khawatir dengan apa yang di ucapkan kakaknya.
__ADS_1
" Kakak jangan berpikir terlalu jauh, apa yang kakak pikirkan terjadi kepadaku," ucap Kevin langsung pergi.
Dia tidak ingin menanggapi omongan kakaknya yang hanya membuatnya bungkam tanpa bicara.
" Aku tau Kevin kau menyukainya tetapi tidak berani menjalin hubunhan kepadanya. Ya memang menjalin hubungan dengan pasangan yang kita sukai tidak mudah," batin Clarissa terus melihat punggung Kevin yang berjalan dengan dingin.
Clarissa kembali melihat ke arah Kiara yang memang tidak menyadari ada orang di depan pintu.
" Tetapi sangat kasihan. Jika gadis sepertinya harus di gantungi oleh Kevin. Aku hanya berharap semoga perasaanmu tidak terlalu besar kepada adikku. Menghadapi cinta dengan Kevin lebih sulit di bandingkan ribuan soal yang kau kerjakan," batin Clarissa.
Mata Clarissa berpindah pada Sandy yang ternyata sedari tadi melihat terus kearah Clarissa. Ke-2 pasang mata itu pun saling bertemu dan saling melihat.
" Sama halnya denganku aku tidak bisa berharap banyak dengannya karena aku anak dari Mitra Winata," batin Clarissa yang melihat Sandy dengan goresan hati.
" Kenapa akhir-akhir ini dia seperti menghindariku, Clarissa tidak seperti biasanya," batin Sandy menatap aneh Clarissa.
Clarissa memilih pergi dari depan ruang kelas itu. Melihat Sandy membuatnya sakit hati. Awalnya Clarissa hanya ingin main-main dengan Sandy dan penasaran dengan Sandy yang begitu dingin dan bahkan tidak meliriknya sama sekali.
Clarissa berusaha mencari perhatian di setiap kesempatan menggodanya untuk bermalam dengannya. Tolakan Sandy terus membuatnya merasa tertantang dan tidak menyerah.
Tetapi semenjak kejadian di peresmian hotel Lexus membuat Clarissa sakit hati dengan kata-kata Sandy.
Apa lagi Clarissa berpikiran Sandy berpacaran dengan Shirin dan membuat Clarissa bodo amat dan lebih baik menghindar sehingga tidak ingin bicara dengan Sandy.
Sandy pun sibuk dengan pemikirannya tentang Clarissa yang sangat aneh. Sandy melihat arloji di tangannya.
" 15 menit lagi," ucap Sandy, Kiara mengangkat kepalanya dan mengangguk.
Kiara menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.
" Akhirnya selesai," ucapnya merasa lega melihat sisa waktu 5 menit.
Dalam 100 soal campur. Kevin memberi waktu 40 menit dalam pengerjaannya dan bayangkan saja jika itu soal berhitung pasti menyita banyak waktu. Tetapi Kiara bisa menyelesaikannya.
Kiara merapikan mejanya, menyandang tasnya di bahunya lalu berjalan kedepan mengumpulkan soalnya.
" Sudah selesai," ucap Kiara merasa lega.
" Lebih cepat dari dugaan ku," sahut Sandy.
" Apa kau yang akan memeriksanya?" tanya Kiara was-was.
" Iya kenapa? tenang saja aku tidak akan memasukkan masalah pribadi dalam pemeriksaan. Walau aku tersinggung kau menolak ajakanku," sahut Sandy, membuat Kiara berdecak.
" Syukurlah kau tidak tidak memasukkan masalah itu, kau memang harus profesional," ucap Kiara, Sandy tersenyum.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...