
Setelah lolos dari sang kakak Kiara langsung keluar dari hotel dan menghampiri Kevin. Kiara melihat Kevin tampak gelisah yang berdiri di sekitar mobil membuatnya bingung apa yang terjadi pada pacarnya itu.
" Kenapa Kevin," batinnya kebingungan dan langsung menghampiri Kevin.
" Kevin!" tegur Kiara menepuk bahu Kevin. Berdiri di samping Kevin.
" Kiara," lirih Kevin tampak kaget dengan teguran Kiara dan sudah menghadap Kiara.
" Kamu kenapa?" tanya Kiara heran yang melihat Kevin gelisah dan bahkan suara napas Kevin sangat tidak stabil.
" Aku tadi bertemu kakakmu," jawab Kevin.
" Kak Rangga maksud kamu?" tanya Kiara kaget bahkan wajahnya juga langsung panik.
" Iya jawab Kevin.
" Lalu bagaiman, dia mengatakan apa dan apa dia tau tentang hubungan kita dan apa dia marah dan apa tanggapannya," ucap Kiara yang langsung panik dan memberi pertanyaan sebanyak- banyaknya kepada Kevin.
" Hey, Kiara jangan berlebihan tidak ada yang terjadi tidak apa-apa," ucap Kevin memegang pipi Kiara yang tampak merah mungkin Kiara panik.
" Serius kak Rangga tidak tau," ucap Kiara yang masih tidak percaya.
" Iya dia tidak tau. Dia hanya menyapaku dan menanyakan aku sedang apa di sini," jawab Kevin.
" Lalu kamu jawab apa?" tanya Kiara masih kepanikan.
" Aku tidak mungkin menjawab. Kalau aku menemuimu," ucap Kevin.
" Iya sih," sahut Kiara.
" Sudahlah jangan di pikirkan. Aku yakin kak Rangga tidak akan tau apa-apa. Jadi kamu jangan khawatir," ucap Kevin mengusap rambut Kiara. Memberikan Kiara ketenangan.
" Hmmm.... Iya aku hanya panik tadi," ucap Kiara.
" Jangan panik sekarang ayo kita pergi," ucap Kevin. Kiara mengangguk.
Kevin membukakan pintu mobil untuk Kiara. Kiara tersenyum dan mulai menduduki kursi di belah supir dan Kevin pun sudah menyusul. Mereka sama-sama memakai sabuk pengaman. Dan Kevin pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan santai.
***********
Kiara dan Kevin berjalan-jalan dengan bergandengan tangan menikmati kota Berlin mencicipi kuliner-kuliner khas di sana. Seperti sekarang mereka sedang menikmati makanan di tempat area terbuka.
Mereka duduk di salah satu kursi panjang tanpa Dingding dan duduk saling berhadapan dengan makanan yang mereka nikmati sambil bercerita.
" Aku sangat dek-dekan saat kak Rangga mepertanyakan hal itu. Aku tidak tau harus menjawab apa saat itu," ucap Kiara yang ternyata menceritakan bagaimana Rangga mengintimidasinya dengan banyak pertanyaan. Sewaktu dia berpamitan ingin pergi lagi.
" Tetapi untunglah ada yang menelpon. Jadi pertanyaan itu sama sekali tidak perlu di jawab dan aku benar-benar lega saat itu," ucap Kiara.
" Aku bilang juga apa. Kamu tidak perlu menginap di tempatku. Kakak kamu pasti sangat khawatir. Jadi wajar dia banyak pertanyaan," ucap Kevin menyendokkan kemulut Kiara makanannya dan Kiara langsung membuka mulutnya.
" Jelas itu tidak ada hubungannya," sahut Kiara sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1
" Oh iya Kevin. Apa keluarga kamu ada yang tau dengan hubungan kita?" tanya Kiara tiba-tiba.
" Aku rasa tidak. Tetapi mungkin kak Clarissa," jawab Kevin.
" Kak Clarissa," sahut Kiara. Kevin mengangguk.
" Dia tau kita pacaran?" tanya Kiara.
" Kayaknya. Dia belakangan suka mengintrogasi Arya dan pasti Arya sudah keceplosan banyak hal," ucap Kevin.
" Tuh kan. Aku bilang juga apa. Arya tidak bisa di percaya. Sama kayak 2 bodyguard kamu. Mereka tidak bisa di percaya sembarangan. Pasti ujung-ujungnya akan kompor kemana-mana dan bisa sampai ke papa kamu," ucap Kiara yang menjadi Khawatir.
" Dan kak Clarissa dia itu sangat kepo. Pastilah dia juga menyelidiki semuanya," Lanjut Kiara.
" Kamu tenang dia tidak akan mengatakan. Lagian aku hanya menebak-nebak saja. Jika kak Clarissa tau. Karena dia tidak pernah menanyakan hal itu. Tetapi kalau kak Saras memang jelas pasti sudah tau," ucap Kevin mendengar 1 nama lagi membuat Kiara kaget.
" Dokter Saras maksud kamu?" tanya Kiara dengan wajah terkejutnya.
" Iya. Kak Saras. Istinya kak Alan," jawab Kevin menjelaskan.
" Kok bisa dan kamu yakin dia tau?" tanya Kiara merasa aneh jika Saras mengetahui hubungan mereka.
" Aku tidak tau. Tetapi dia salah satu orang yang berjasa di balik kembalinya hubungan kita," ucap Kevin. Kiara semakin bingung mendengarnya. Sampai menghentikan makannya.
" Maksud kamu apa?" tanya Kiara heran dengan Kevin.
" Kiara. Saat aku mencoba menghindarimu. Kak Saras datang padaku dan menyadarkan ku. Jika semua yang aku lakukan. Adalah kesalahan besar. Dia menasehati ku dan membuatku yakin. Jika kamu memang adalah pilihanku," jelas Kevin membuat Kiara benar-benar tidak percaya dengan hal itu.
" Lalu kalau dia mendorongku seperti itu. Berarti dia juga sudah tahu sebelumnya tentang kita," ucap Kiara.
" Lalu saat kamu keracunan dia juga ada di sana. Dan mungkin dugaannya semakin kuat. Beberapa kali. Dia menyerahkan hasil mediasi padaku. Dan aku rasa dia memang tau semuanya tentang kita," ucap Kevin menjelaskan dengan lengkap kepada Kiara. Kiara hanya menyimak- nyimak saja.
" Lalu ada yang lain lagi yang tau hubungan kita?" tanya Kiara.
" Aku rasa tidak," jawab Kevin tidak bisa memastikan apa-apa.
" Aku selalu di tangani kak Saras dan kak Rachel selalu ada bersamaku. Saat aku di rumah sakit. Apa jangan-jangan kak Rahel tau semuanya dari kak Saras," ucap Kiara menebak-nebak membuat Kevin bingung.
" Maksud kamu. Kakak kamu juga tau hubungan kita?" ucap Kevin.
" Belakangan ini dia selalu mengintiliku seperti mencurigai sesuatu dan sewaktu Haria menelopon dia juga ada di sana. Dan sewaktu aku minta izin untuk ikut ke Jerman tiba-tiba saja kak Rachel mendukungku. Dan lebih parahnya dia selalu bicara pacar, pacar," jelas Kiara dengan wajah cemberutnya.
" Tapi aku rasa tidak mungkin kak Saras memberitahunya. Karena setauku. Kak Saras bukan orang yang seperti itu," ucap Kevin yang meyakini hal itu.
" Lalu dari mana dia tau?" tanya Kiara heran. Kevin melihat Kiara dengan serius.
" Apa jika keluarga mu tau kita menjalin hubungan. Itu juga akan menjadi masalah?" tanya Kevin. Kiara juga melihat ke arah Kevin.
" Aku tidak tau itu akan menjadi masalah atau bukan. Tetapi mungkin memang waktunya juga tidak tepat untuk mereka tau. Lagian kalau mereka tau dan papa kamu tidak setuju bukankah semuanya juga tidak ada gunanya," ucap Kiara dengan pelan.
" Iya kamu benar," sahut Kevin tersenyum tipis.
__ADS_1
" Hmmmm, memang kita sedang mengalami masalah berat. Tetapi ini sangat nikmat. Karena hubungan yang di landa cobaan akan terasa nikmat menjalaninya," ucap Kevin dengan bijak. Kiara tersenyum mendengarnya.
" Iya kamu benar. Jadi biarlah seperti ini. Sembunyi-sembunyi itu sangat indah," sahut Kiara dengan wajah cerianya. Kevin mengacak rambutnya dengan acak.
" Kalau gitu makan lagi. Karena aku akan mengajakmu ketempat sesuatu yang jauh lebih indah," ucap Kevin.
" Serius?" tanya Kiara tidak percaya. Kevin mengangguk.
" Hmmmm, ya sudah akan secepatnya ku habiskan," ucap Kiara dengan semangat. Kevin mengangguk-angguk
***********
Setelah menikmati makan siang mereka. Mereka kembali berjalan-jalan mereka juga mampir di toko-toko barang-barang unik dan membeli beberapa aksesoris dan bahkan beberapa barang-barang couple.
Mereka juga mampir ke taman bunga dan bahkan Kevin dengan setia menjadi fotografer untuk Kiara. Kevin melakukan semuanya sendiri untuk membahagiakan pacarnya. Banyak yang mereka lakukan sampai hari yang cerah sudah berganti menjadi malam.
Dan pasangan itu saling menggenggam tangan berjalan di tengah-tengah jembatan yang khusus untuk pejalan kaki. Wajah ke-2nya tidak henti-hentinya tersenyum dan bahkan sampai tertawa terbahak-bahak karena cerita lucu yang mereka bahas.
Maklumlah keduanya memang bucin jadi wajar seperti itu.
" Kenapa harinya cepat sekali berlalu," ucap Kiara yang sudah meleset di bahu Kevin sambil berjalan. Kiara bermanja pada kekasihnya itu dan pasti Kevin sangat suka kemanjaannya.
" Kamu merasa waktu cepat berlalu?" tanya Kevin. Kiara menghentikan langkahnya dan menghadap Kevin.
" Hmmmm, waktunya sangat singkat. Padahal aku masih ingin jalan-jalan denganmu. Karena kalau sudah di Indonesia. Kita tidak akan bisa seperti ini," ucap Kiara. Kevin tersenyum dan memegang pipinya.
" Sebentar lagi kamu juga akan ke Amerika dan kita bisa berkencan di sana," ucap Kevin.
" Kamu benar. Apa itu artinya. Kamu memang benar-benar akan menemaniku?" tanya Kiara.
" Iya aku menanemani mu di sana. Kita akan berkencan sepuas kita," ucap Kevin. Kiara tersenyum mendengarnya dan langsung memeluk Kevin.
" Apa besok kita tidak bisa seperti ini lagi?" tanya Kiara memeluk gemas.
" Bukannya kamu harus kembali besok," ucap Kevin. Kiara mendongakkan kepalanya keatas melihat Kevin tanpa melepas pelukannya.
" Lalu kamu kapan akan kembali?" tanya Kiara dengan wajah cemberutnya yang ternyata dia dan Kevin tidak bisa kembali bersama-sama.
" Secepatnya. Mungkin 2 hari lagi," jawab Kevin yang tidak bisa memastikan apa-apa.
" Kenapa lama sekali," ucap Kiara yang tidak ingin berpisah lama-lama.
" Tidak lama hanya sebentar jadi jangan khawatir," ucap Kevin.
" Hmmmm, ya sudah lah kalau begitu yang penting kamu pulang itu sudah yang paling terbaik," ucap Kiara melepas pelukannya.
" Ya sudah ayo kita pulang," ucap Kiara melangkah terlebih dahulu. Kevin menahan tangannya dan sedikit menariknya. Sampai Kiara kembali kehadapannya dan ke-2 tangan Kevin sudah memegang ke-2 pipi Kiara.
Kevin menatapnya dengan dalam membuat Kiara akan melemah dengan tatapan itu. Debaran jantungnya semakin tidak normal dan Kevin mungkin dapat mendengarkan suara debaran itu.
Wajah mereka yang sudah dekat dengan pandangan mata yang saling bertemu dan Kevin semakin memeperdekat wajah Kiara kepadanya dengan pandangan matanya yang turun bibir Kiara dan.
__ADS_1
Kevin memiringkan kepalanya, Kiara memejamkan matanya saat Kevin sudah menempelkan bibirnya. Tangan Kiara meremas jaket Kevin saat kekasihnya itu memperdalam ciumannya.
Bersambung.....