Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 44 Di Cegat.


__ADS_3

Kiara benar-benar pergi dari rumah. Entah sudah berapa jauh dia berjalan dan sekarang berjalan di tempat yang sepi tanpa menyadari keberadaannya. Sepanjang jalan Kiara hanya menggerutu kesal dengan kakak dan adiknya memojokkannya.


" Apa susahnya mendukungku. Apa susahnya mengatakan. Ya sudah terserah kamu. Kenapa mereka selalu seperti itu. Aku selalu di asingkan, memang mereka pikir jadi aku enak apa. Mereka nggak tau aja bagaimana aku kesepian tanpa orang tua. Mereka nggak tau aja dengan menjadi brand ambassador di Lexus hampir membuatku celaka. Mereka nggak tau aja aku berjuang mati-matian agar bisa kuliah di tempat yang terbaik agar mereka tetap bangga. Tapi apa mereka malah berbicara seperti itu. Apa mereka tidak tau perasaanku," gerutu Kiara yang berjalan terus bentar-bentar mengusap air matanya.


" Jahat, sangat jahat, mereka memang tidak pernah menyayangiku," pekik Kiara menyimpan kebencian dengan orang-orang dirumahnya.


Di tengah tangisnya Kiara berpapasan dengan 3 Pria yang berjalan sempoyongan dan sepertinya pria-pria itu sedang mabuk.


" Mau kemana manis?" tanya Pria itu yang berhenti di depan Kiara. Membuat Kiara seketika menjadi takut.


" Di mana aku, kenapa aku bisa berjalan terus tanpa tau tujuan, kenapa tidak ada orang sama sekali?" batin Kiara mulai panik ketika melihat di sekitarnya tidak ada orang dan jalanan sangat sepi.


" Jangan diam aja jawab dong cantik," sahut Pria yang satunya dengan seriangi nakal di wajahnya membuat Kiara takut.


Kiara yang tidak mau mencari masalah. Langsung pergi melewati orang-orang itu. Satu tangan Pria itu menarik tangan Kiara.


" Sombong sekali nona," ucap Pria itu melihat tubuh Kiara dengan nakal dari bawah sampai atas senyumnya yang menginginkan.


" Maaf tolong lepaskan, saya ingin pulanh,"ucap Kiara semakin panik. Namu berusaha tenang.


" Nanti dulu, kita bermain-main dulu, bagaimana, mati kita antarkan pulang," ucap Pria yang satunya yang menyoroti paha Kiara. Kiara memang hanya menggunakan baju putih lengan pendek dengan rok hitam lipat sepahanya.


" Ayo cantik," tambah pria yang satunya mencolek dagu Kiara membuat Kiara semakin takut.


" Jangan menyentuhku, jangan kurang ajar kalian," tegas Kiara menunjuk Pria itu geram.


" Apa yang harus lakukan, ponselku, astaga aku tidak membawanya," batin Kiara semakin panik.


" Jangan galak-galak, kamu semakin membuat kita tambah gemas," ucap Pria itu dengan tertawa puas dan tawanya juga di sambut ke-2 temannya.


" Ayo bersenang-senang dulu," ucap Pria lagi yang tangannya kurang ajar membelai pipi Kiara. Sontak membuat Kiara kaget dan melayangkan tangannya.


Plakkk.


" Aku sudah mengatakan jangan menyentuhku, apa kau tidak bisa mendengarku," bentak Kiara. Pria yang mendapat tamparan itu memegang pipinya, geram dengan Kiara.


" Kurang ajar," pekik Pria itu yang marah dan membalas tamparan Kiara.


Plakkk.


Ujung bibir Kiara langsung berdarah mendapat tamparan lebih kuat. Kiara memagang pipinya dan semakin takut.


" Apa yang harus aku lakukan, mah, tolong Kiara," batin Kiara yang kebingungan dengan matanya bergenang. Kiara mengambil kesempatan untuk lari.


" Hey, jangan pikir kau bisa lari," teriak para Pria itu yang langsung mengejar Kiara.


" Tolong! tolong!" Kiara berteriak sambil berlari dengan kuat. Tetapi dengan cepat mereka langsung mendapatkan tangan Kiara.


" Lepas, lepasin, tolong, tolong," teriak Kiara saat tangan kirinya dan kanannya di pegang 2 laki-laki yang menyeramkan itu.


" Sudah dikatakan, kita bersenang-senang dulu," ucap Pria yang di depannya dengan seriangi nakal yang terus menyoroti tubuh Kiara.


" Lepas, lepaskan aku," berontak Kiara saat pria itu semakin mendekatinya.


Kiara terus memberontak dan berusaha meloloskan diri. Tangan Pria yang di sebelah kanannya menarik tangan baju Kiara sehingga sobek membuat Kiara semakin takut dan sudah menangis.


" Ayo cantik kita bersenang-senang dulu," ucap pria itu dengan hasrat bejatnya. Kiara hanya geleng dengan berusaha melepaskan tangannya.

__ADS_1


" Aku mohon lepaskan aku!" lirih Kiara penuh harapan.


" Kita mulai saja jangan buang-buang waktu," ucap sinis Pria yang di depannya memberi kode. Sehingga ke-2 temannya menanggapi dengan senyuman nakal.


" Apa yang ingin kalian lakukan aku mohon lepaskan aku," teriak Kiara.


Ke-2 Pria yang memegang Kiara langsung menjatuhkan tubuh Kiara di aspal dan membuat Kiara terbaring dan ke-2 tangannya di pegang.


" Tolong jangan, aku mohon," teriak Kiara yang sudah menangis saat 1 pria berdiri di depannya dengan membuka ikat pinggangnya. Membuat Kiara yang sudah tidak bisa melakukan apa.


" Ya Allah tolong aku, kenapa nasibku seperti ini," batin Kiara yang benar-benar tidak bisa melawan.


" Mari bersenang-senang, ha ha-ha-ha-ha-ha,," ucap Pria itu dengan senyum kemenangan.


" Tidak aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon," Kiara hanya memohon meminta pertolongan.


" Tenanglah nona ini akan enak, tidak ada orang di sini. Jadi nikmati saja," ucap Pria itu dengan liciknya sementara Kiara sudah ketakutan dan terus menangis.


" Tetapi aku ada di sini," terdengar suara dingin tiba-tiba membuat Pria yang di depan Kiara menengok kebelakang.


" Kevin," lirih Kiara yang mengangkat kepalanya melihat Kevin.


" Lepaskan dia!" perintah Kevin dengan santai.


" Kau pikir siapa kau, enak saja menggangu kesenangan kami," ucap Pria itu mengepal tangannya.


Kevin melihat kearah Kiara yang benar-benar ketakutan dan juga melihat Kiara sudah terluka.


" Pergilah dari sini, jangan mengganggu kesenangan kami, jika kau mau kita bisa menikmati sama-sama," sahut Pria itu dengan tertawa terbahak-bahak.


" Aku tidak sudi membaginya kepadamu, jadi lepaskan dia," sahut Kevin sinis.


" Baiklah, aku sudah memperingatkan kalian. Jadi jangan salahkan aku, jika kalian akan pulang dengan wajah yang sudah tidak di kenali," ucap Kevin dengan penuh ancaman.


Membuat ke-3 pria itu tertawa terbahak-bahak.


" Dasar anak kemarin sore beraninya mengancam," desis salah satu Pria itu.


Kevin menepuk tangannya. 2 bodyguard dan Arya langsung muncul dari belakang Kevin.


" Kalian beri mereka pelajaran. Sesuai yang kukatakan tadi kepada mereka," ucap Kevin.


" Baik tuan," sahut Arya, " ayo tunggu apa lagi," ucap Arya yang melihat 2 bodyguard itu masih diam.


Bodyguard itu langsung memulai perkelahian. 2 pria yang memegang tangan Kiara langsung melepas.


Kiara langsung bernapas lega, akhirnya dia masih selamat. Kevin menghampiri Kiara dan melihat kondisi Kiara yang ketakutan dan sangat memperihatinkan.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin membantu Kiara duduk. Kiara hanya menggeleng. Padahal Kevin tau Kiara pasti Schok dan juga terluka.


" Ayo!" Kevin membantu Kiara berdiri.


Kevin membawa Kiara pergi dari tempat itu membiarkan baku hantam antara anak buahnya dan 3 Pria yang ingin melecehkan Kiara.


Sementara Arya hanya memantau perkelahian seperti mandor yang tidak perlu turun tangan


Arya mengikuti Kevin yang tidak mau mengeluarkan tenaga untuk orang-orang yang bukan tandingannya.

__ADS_1


Sekarang Kiara sudah duduk di depan mini market dengan terus memegang lengannya yang masih sakit. Air matanya juga masih jatuh dan wajahnya semakin pucat mungkin masih shock.


Kevin keluar dari mini market dan menghampiri Kiara yang duduk dengan suasana hati kacau.


" Minumlah!" ucap Kevin memberikan air mineral yang berdiri di samping Kiara.


" Terima kasih," jawab Kiara meraih pemberian Kevin.


Lalu Kevin duduk di samping Kiara. Kiara memandang lurus kedepan dan tidak meminum air itu. Semetara Kevin fokus pada ujung bibir Kiara yang luka. Reflex Kevin memegang pipi Kiara agar menghadap padanya membuat Kiara kaget, reflex menepis tangan Kevin.


Kevin melihat Kiara heran. Mungkin Kiara masih takut. Kevin kembali memegangnya.


" Akan infeksi, jika di biarkan saja," ucap Kevin membuka salap dan menaruh di jarinya secukupnya dan mengusapkannya pada ujung bibir Kiara.


" Ishhhhhss," lirih Kiara merasa perih bahkan memegang tangan Kevin yang berada di bibirnya.


" Maaf, jika membuatmu kesakitan," ucap Kevin dengan lembut kembali mengolesi salap tersebut.


Sementara Kiara hanya melihat Kevin yang dengan tulus mengobatinya.


" Kevin, iya dia memang Kevin, dia yang menolongku," batin Kiara yang memang sedari tadi linglung dan baru menyadari jika memang Kevin yang berada di depannya.


Kevin melihat Kiara yang juga melihatnya. Sehingga mata mereka bertemu. Melihat wajah Kiara yang pucat. Bahkan saat Kevin mengoles obat pada tubuhnya. Kevin bisa merasakan bergetarnya tubuh Kiara.


" Sudah selesai," ucap Kevin lembut ditengah-tengan menatap Kiara.


" Oh, iya terima kasih," ucap Kiara gugup dan mengalihkan pandangannya ke depan.


" Oleskan pada lenganmu, agar memarnya hilang," ucap Kevin memberikan salap itu pada Kiara. Kiara mengangguk dan mengambil salap itu dari tangan Kevin.


Apa yang terjadi barusan membuat Kiara benar-benar linglung dan masih takut. Dia tidak tau apa yang akan terjadi jika tidak ada Kevin.


Kevin melihat baju lengan baju Kiara yang sobek langsung membuka jasanya dan menutupkan pada Kiara. Membuat Kiara kembali terkejut dan melihat kearah Kevin.


" Apa aku yang harus mengoleskannya," ucap Kevin yang melihat Kiara masih belum mengobati lengannya.


" Oh, iya, tidak perlu, biar aku saja," sahut Kiara yang benar-benar gugup dan tidak sangat linglung.


Kevin mengambil botol mineral di samping Kiara dan membuka tutup botol itu.


" Minumlah! aku membelinya untuk di minum, bukan di anggurin," ucap Kevin menyodorkan pada Kiara dan Kiara langsung meminum setelah di bantu Kevin.


" Aku akan mengantar mu pulang, agar kau istirahat, kau butuh ketenangan," ucap Kevin yang memang melihat Kiara masih Schok.


" Pulang!" Lirih Kiara tambah bingung.


" Ini sudah larut malam, bukannya orang tuamu akan mencarimu," ucap Kevin.


" Kayaknya tidak," jawab Kiara pelan.


Tetapi Kevin bisa mendengarnya dan bingung apa yang di katakan Kiara, " aku akan pulang sendiri," ucap Kiara langsung berdiri langsung ingin pergi. Tetapi Kevin menahan tangannya.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2