Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 120 Sandy dan Clarissa.


__ADS_3

Kiara dan Kevin saling beradu pandang. Kiara mungkin ingin menjalani hubungannya dengan Kevin secara normal. Dia juga takut jika apa yang pernah di dengarnya dari Shirin akan terjadi kepadanya.


Karena memang tidak ada bedanya hubungannya dengan Shirin. Baginya hubungan itu sama saja. Bahkan mereka mencintai Pria yang bersaudara.


" Kiara!" tegur Kevin menatap dalam mata Kiara.


" Iya. Aku mengerti. Aku hanya berusaha membantumu. Aku juga tidak ingin kamu terlalu mencemaskan ku. Aku tidak mau dengan hubungan kita yang seperti ini. Akan membuat kamu juga tidak nyaman dan berpikiran yang berlebihan kepadaku. Jika kita tidak bisa menunjukkan hubungan kita secara terang-terangan. Makan kita bisa berhubungan biasa tanpa ada yang di takuti," ucap Kiara mengatakan dengan bijak pada Kevin. Kevin memegang pipi Kiara.


" Iya kamu benar. Alangkah baiknya kita berhubungan biasa tanpa ada yang di takuti. Agar kita nyaman satu sama lain. Karena menjalin hubungan itu berdasarkan kenyamana," ucap Kevin. Kiara menganggukkan matanya dengan tersenyum tipis.


" Jadi maafkan apa yang aku katakan tadi. Aku tidak bermaksud bicara seperti itu," ucap Kiara yang masih meminta maaf. Kevin menganggukkan matanya dan tersenyum pada Kiara. Dan mencium lembut kening Kiara.


" Aku tidak menganggap itu kesalahan," sahut Kevin. Kiara tersenyum dan memeluk Kevin.


" Semoga saja hubungan ini akan terus berjalan dengan lancar dan kita bisa selalu bersama," batin Kiara yang penuh harapan dengan hubungannya bersama Kevin.


" Aku tau Kiara apa yang kamu khawatirkan. Maafkan aku. Aku masih belum bisa memberikan kepastian yang jelas untuk hubungan kita kedepannya. Aku hanya berharap kita memang akan baik-baik saja sampai kapanpun," batin Kevin yang juga memikirkan hubungannya dengan Kiara.


***********


Rumah Sandy.


Clarissa masih tertidur di kamar Sandy. Clarissa hanya memakai bathrobe putih dan tertidur lelap. Mungkin baru ini dia bisa tidur dengan nyenyak karena dari tadi malam dia hanya menangis dan juga tidak mengatakan apa-apa.


Sandy memasuki kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan dan juga segelas susu. Sandy melihat Clarissa masih sama tertidur dengan lelap.


Dengan perlahan Sandy melangkah mendekati Clarissa yang masih tertidur. Sandy meletakkan nampan yang di bawanya di atas nakas dan duduk di samping Clarissa.


Dia menatap wanita itu dengan simpatik. Bagaimana tidak wanita itu tampak menyedihkan dengan apa yang di alaminya.


" Maafkan aku. Aku datang tidak tepat waktu," batin Sandy yang masih bersalah dengan Clarissa.


Tangan Sandy menyentuh pipi Clarissa Menyinggirkan anak rambut yang ada di pipi itu. Sandy juga mengusap lembut pipi Clarissa yang memerah akibat tamparan Pria itu.

__ADS_1


" Seharusnya mereka tidak sampai memukulmu," ucapnya lagi di dalam hatinya.


Ternyata sentuhan Sandy membuat Clarissa terbangun. Matanya mengrekrut seperti ada serangan listrik. Clarissa membuka perlahan matanya dan menampilkan sosok Sandy yang berada di depannya.


Dia melihat wajah pria tampan itu tersenyum kepadanya. Tetapi Clarissa malah merasa malu berhadapan dengan Sandy.


" Kamu sudah bangun?" tanya Sandy dengan suara lembut. Clarissa menganggukkan matanya. Tetapi dia mengalihkan pandangannya kebawah. Seakan tidak mempunyai keberanian untuk melihat Sandy.


Sandy meletakkan tangannya di atas tangan Clarissa yang ada di perutnya, menggenggamnya dengan erat seakan memberi ketenangan untuk Clarissa. Sampai Clarissa menoleh ke arahnya.


" Kamu makan ya," ucap Sandy. Clarissa menggeleng. Dia bahkan tidak selera makan. Bahkan dia sangat muak dengan kehidupannya.


Clarissa pun mencoba untuk bangkit dari tidurnya. Sandy langsung membantunya. Sehingga Clarissa duduk dan bersandar di kepala ranjang dengan lapis bantal yang diletakkan di punggung Clarissa.


" Sekarang kamu sarapan ya," ucap Sandy lagi menawarkan Clarissa makan. Tetapi Clarissa kembali menolak dia ada niat untuk makan.


" Hey, kenapa tidak makan. Kamu belum makan sejak tadi malam, nanti kamu sakit," ucap Sandy yang berbicara dengan lembut. Tiba-tiba mata Clarissa berkaca-kaca.


" Kenapa kamu menolongku?" tanya Clarissa semenjak kejadian itu dia tidak pernah berbicara dan sekarang baru dia berani berbicara. Dan bertanya pada Sandy.


" Bukannya kamu membenciku, kamu menganggap aku wanita murahan dan bukannya seharusnya kamu membiarkanku," ucap Clarissa dengan air matanya yang jatuh. Sandy langsung mengusap air mata di pipi wanita itu dengan lembut.


" Apa aku pernah berkata seperti itu?" tanya Sandy yang menatap wajah Clarissa dengan dalam. Mata mereka saling memandang dengan penuh arti.


" Jawab aku?" tanya Sandy lagi. Clarissa mengangguk kan kepalanya. Lalu menunduk.


" Kamu pernah mengatakan aku sangat murahan. Dan aku tau di pikiran kamu aku perempuan yang sangat kotor yang suka tidur dengan Pria yang berganti-ganti," ucap Clarissa yang merendahkan dirinya di depan Sandy. Clarissa mengangkat kepalanya dan kembali melihat Sandy.


" Lalu untuk apa kamu menolongku. Kenapa kamu tidak membiarkanku mendapatkan semua itu. Agar aku sadar betapa menjijikkannya diriku," ucap Clarisa lagi.


" Rissa aku minta maaf jika aku pernah berkata seperti kepadamu. Tetapi aku tidak pernah berpikir apa yang kamu katakan. Aku menolongmu. Karena aku tidak mau kamu sampai hancur dan aku merasa punya kewajiban untuk menolongmu," ucap Sandy dengan tulus.


" Kenapa kamu peduli. Bukannya dulu. Jika aku mendekatimu. Kamu sangat jijik kepadaku. Seakan tidak mau bersentuhan denganmu dan seharusnya kamu menertawakanku dengan apa yang terjadi kepadaku," ucap Clarissa. Sandy menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Clarissa cukup. Kamu jangan membicarakan hal yang tidak perlu kamu bicarakan. Aku ingin kamu melupakan semuanya. Hidup kamu masih panjang. Jika kamu menganggap ini adalah salah kamu bisa memperbaikinya kedepannya Anggaplah semua ini pelajaran untuk kamu," ucap Sandy menegaskan pada Clarissa.


" Tapi semuanya sudah terlanjur Sandy. Aku memang menyadari apa yang aku lakukan hanya akan mengantarkanku kepada penderitaan. Aku menyadari hal itu. Jika tubuhku sangat kotor. Banyak laki-laki yang menyentuhku. Aku sangat kotor, sangat kotor dan menjijikkan," Sandy mendengarnya langsung menutup mulut Clarissa dengan bibirnya.


Ciuman Sandy yang mendadak membuat Clarissa kaget. Dia sangat tau pria itu tidak pernah menyukainya dan sekarang malah menciumnya.


Sandy melepas kecupan itu dan mengusap lembut bibir Clarissa dan mata mereka kembali saling bertemu. Sandy bisa melihat wajah Clarissa yang begitu terkejut.


" Aku tidak pernah menganggapmu seperti. Semua orang punya masa lalu. Semua orang punya kesalahan dan apa yang kamu lakukan bagiku hanya kesalahan," ucap Sandy bicara dengan serius. Membuat jantung Clarissa berdetak kencang.


" Apa yang di katakannya. Kenapa dia berbicara seperti itu. Dan kenapa dia menciumku tiba-tiba. Bukannya dia sangat jijik dengan ku," batin Clarissa yang kebingungan.


" Rissa aku selalu mengingat. Bagaimana kau mengajakku untuk tidur denganmu. Jika Cara itu memang bisa membuatmu berhenti bermain dengan pria lain. Maka akan aku lakukan," ucap Sandy tiba-tiba membuat Clarissa kaget mendengarnya.


" Aku akan menghapus sentuhan semua pria yang pernah tidur denganmu dan aku tidak akan membiarkan sampai ada lagi. Pria yang menyentuhmu selain aku," ucap Sandy. Clarissa semakin terkejut mendengarnya.


Di tengah rasa terkejutnya. Bibir Sandy kembali menempel di bibirnya. Membuatnya semakin terkejut dan kali ini Sandy tidak hanya mengecupnya saja.


Tetapi bahkan menciumnya dengan dalam. Bahkan Sandy menggigit bibir bawah Clarissa agar Clarisa membuka mulutnya.


Clarisa memejamkan matanya ketika ciuman itu semakin dalam. Seakan mendapat izin dari Clarissa Sandy lebih memperdalam ciumannya. Seakan mengabsen rapatnya gigi Clarissa.


Sandy memegang tengkuk Clarissa agar ciumannya semakin Dalam. Dan Clarissa benar-benar hanyut dalam ciuman yang pertama kali di lakukan Sandy kepanya dia memang menyukai pria itu sejak lama. Tetapi Pria itu selalu menolaknya.


Sandy melepas ciuman itu perlahan. Ke-2nya saling mengatur napas masing-masing. Dengan mata yang saling menatap. Mata yang sudah di penuhi gairah. Sandy memberikan Clarissa, sehingga Clarissa sudah beradab di bawahnya. Sandy yang tanpa bicara lagi kembali meraih bibir Clarissa dan menciumnya dengan dalam.


Tidak ada penolakan dari Clarissa dia menerima apa yang di lakukan Sandy kepadanya.


Bersambung....


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport Vote. like koment dan jadiin vavorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2