
Clarissa geleng-geleng dengan keberanian Haria yang bicara sembarangan.
" Wanita ini benar-benar sudah gila," batin Clarissa tidak habis pikir.
" Haria. Jangan kau pikir rencanamu akan berhasil. Kau jangan berpikir. Jika papa ku akan setuju jika kau bersama dengan Kevin," tegas Clarissa mengingat kan.
" Aku tidak peduli. Aku hanya butuh Kevin dalam hidupku. Aku juga tau jika aku melakukan itu tidak mungkin di setujui. Sama hal nya seperti dulu. Dan mungkin dulu aku tidak sekuat seperti sekarang. Aku sangat tidak peduli dengan persetujuan itu. Yang terpenting Aku dan Kevin akan bersama," ucap Haria dengan yakin membuat Clarissa tersenyum miring.
" Kakak juga tau kan bagaimana dulu hubungan ku," lanjut Haria.
" Cukup Haria. Kau jangan menyuruhku mengingat bagaimana hubungan dengan dia. Aku sungguh tidak mau tau," sahut Clarissa sinis.
" Dan Sepertinya kamu mimpi terlalu tinggi Haria. Saran ku sebaiknya kamu mengundurkan niatmu yang tidak masuk akal itu Biarkan kak Alan dan istrinya tenang karena apa yang kamu lakukan tidak ada gunanya. Kamu mau melakukannya demi itu ini sama sekali tidak akan berguna," lanjut Clarissa menyarankan.
" Aku tidak akan berhenti dengan apa yang apa yang sudah aku mulai," sahut Haria dengan yakin yang benar-benar keras kepa.
" Lalu kamu ingin melanjutkannya?" tanya Clarissa memastikan.
" Iya aku akan melanjutkan. Aku sudah berkorban banyak. Dan aku tidak akan mundur sampai aku dan Kevin bersatu kembali. Aku mencintainya dan dia juga," ucap Haria dengan yakin.
Clarissa mendengarnya mendengus kasar dengan ke-2 tangannya melipat di dadanya. Haria yang benar-benar sangat berani membuat Clarissa kehilangan banyak kata-kata.
" Cinta katamu, apa kau yakin dia mencintaimu?" tanya Clarissa sinis.
" Aku tidak perlu meragukan perasaannya. Dulu dan sekarang aku tetap percaya perasaannya tidak pernah hilang terhadapku," sahut Haria benar-benar percaya diri.
" Dan aku akan bersatu dengannya," lanjut Haria lagi.
" Bersatu hanya akan ada jika 2 orang saling menginginkan. Bukan dengan satu belah pihak. Kau berpikir terlalu jauh Haria. Kau bahkan berpikir jika Kevin menyukaimu. Kau salah besar dengan pemikiran itu," ucap Clarissa membuat Haria bingung tidak mengerti apa yang di maksud Clarissa.
" Apa maksud kakak. Jelas Kevin masih mencintaiku. Dia masih mencintaiku sampai detik ini," sahut Haria dengan yakin. Clarissa tertawa Kecil mendengarnya.
" Mencintai katamu. Lalu apa kalian pernah membahas itu selama kau ada di sini. Apa kalian pernah berbicara dengan ini. Bukannya dia bahkan tidak sudi menemuimu," ucap Clarissa.
" Kevin melakukan itu. Karena marah kepadaku. Karena dia cemburu. Jika aku akan menikah dengan kakaknya. Aku tau dia hanya cemburu makanya sikafnya seperti itu," sahut Clarissa benar-benar percaya diri.
Sampai Clarissa harus mendengus melihat wanita yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi.
" Benarkah seperti itu?" sahut Clarissa nada mengejek.
" Itu benar dan aku yakin Kevin akan mengerti dan aku dan dia akan kembali bersama," sahut Clarissa.
" Jika dia mencintaimu. Tidak mungkin Kevin melakukan sesuatu hal yang tidak pernah iya lakukan. Jika dia mencintaimu pasti belakangan ini dia terlihat bahagia dengan kedatanganmu. Tetapi apa dia bahkan sangat terganggu dengan kedatanganmu. Jika dia mencintaimu. Kevin tidak mungkin pergi menyusul wanita sampai ke Paris," jelas Clarissa dengan wajahnya penuh senyum mengejek.
__ADS_1
" Apa kau pernah di ajak Ke Amerika bersamanya. Atau pernahkah dia melakukan hal jauh kepadamu. Atau melakukan banyak hal kepadamu?" tanya Clarissa menyunggingkan senyumnya.
Mendengarnya membuat Haria kaget. Haria bahkan menelan salavinanya dengan debaran jantungnya yang tidak menentu. Dia tidak mengerti apa yang di maksud Clarissa. Tetapi dia sangat paham dengan hal itu.
" Apa maksud kakak?" tanya Haria.
" Aku rasa punya perasaan kepadamu dari dulu sampai sekarang. Makanya kau tidak melihatnya ada di sini. Karena dia sedang bahagia bersama wanita yang di sukainya," jawab Clarissa berterus terang.
" Tidak. Tidak mungkin. Kevin tidak mungkin mencintai wanita lain. Kakak mengatakan itu hanya menggertak ku saja," sahut Haria dengan matanya memerah sangat tidak percaya dengan perkataan Clarissa.
" Aku tidak punya waktu untuk menggertakmu. Itu sama sekali bukan urusanku. Aku hanya hanya ingin membuatmu sadar. Jika laki-laki, yang kau gila itu yang kau katakan dia mencintaimu yang kau katakan dulu kalian memiliki hubungan. Tetapi Pria itu hanya mencintai 1 wanita," tegas Clarissa membuat Haria kaget.
" Tidak mungkin," sahut Haria dengan matanya melotot ingin keluar menolak kenyataan itu.
Seharusnya Haria memang sadar dengan perubahan Kevin selama dia datang. Kevin tidak peduli dengannya dan Clarissa benar. Kevin bahkan tidak ada di rumah itu sudah pergi beberapa hari.
" Tidak mungkin matamu. Itu sudah terjadi. Bagi Kevin kau bukan siapa-siapa," tegas Clarissa.
" Jadi dengarkan kata-kata ku. Mundur sebelum terlambat. Kau tidak mungkin bisa bersama Kevin dan apa yang kau lakukan hanya akan membuang waktumu. Aku sudah mengetahui niatmu jelekmu dan aku akan memberimu kesempatan untuk diam. Tetapi jika mau masih melanjutkannya terserahmh. Tetapi mungkin jika papa tau niatmu. Kau hanya berpamitan pada kehidupanmu yang sekarang ini," ucap Clarissa dengan penuh penegasan memberikan peringatan kepada tamu yang dirumahnya itu.
Haria hanya diam mendengar kata-kata. Itu walau sebenarnya dia juga memang sangat takut jika apa yang di katakan Clarissa terjadi.
" Jadi pikirkan baik-baik sebelum semuanya terlambat," tegas Clarissa.
Clarissa yang tidak ingin berlama-lama di depan Haria, memilih pergi. Membiarkan Haria pusing dengan pikirannya sendiri.
" Jadi wanita itu merencanakan hal itu. Benar-benar keterlaluan. Apa dia pikir rumah tanggaku hanya sebuah lelucon saja," batin Saras menyimpan amarah kepada Haria.
Wanita yang tidak tau asal usulnya masuk kedalam rumah tangganya. Hanya demi kepentingannya.
" Wanita yang di maksud Clarissa apa itu Kiara. Jika memang Kiara. Berarti selama ini Clarissa mengetahui hubungan itu," batinnya lagi yang sekarang teralih pada Kiara dan Kevin.
" Aku tidak akan membiarkan wanita ini merusak rumah tanggaku. Jika kau ingin memperjuangkan seseorang. Seharusnya tidak masuk kedalam rumah tanggaku. Kau benar-benar wanita yang sangat jahat," Saras hanya bisa menahan amarahnya dengan bergerutu di dalam hatinya.
Saras pun meninggalkan tempat itu. Sekarang dia sudah benar-benar tau siapa Haria sebenarnya. Wanita yang sama sekali tidak pernah ingin di cari tahunya. Tetapi belum di cari tahu. Dia sudah mengetahui sedikit.
Masa lalu dari adik iparnya dan sengaja datang menerima perjodohan dengan suaminya. Hanya untuk bersama Kevin. Sangat menjijikkan bagi Saras wanita seperti itu.
********
Haria terus membuang napasnya kedepan. Perkataan Clarissa membuatnya mulai gelisah. Selain Clarissa mengetahui niatnya. Clarissa juga banyak bicara yang membuatnya marah.
Haria kembali duduk di pinggir ranjangnnya, mengacak rambutnya frustasi dengan. Napasnya yang belum teratur. Seperti ada yang mengganjal di sana.
__ADS_1
" Tidak mungkin! Wanita itu pasti berbohong," ucapnya yang tidak terima dengan kenyataan kata-kata Clarissa.
" Kevin tidak mungkin menyukai wanita lain. Itu tidak mungkin. Kak Clarissa pasti bohong. Dia hanya membuatku takut. Aku tau Kevin seperti apa dan dia tidak mungkin bisa menyukai wanita lain. Itu sangat tidak masuk akal," Haria terus menolak kenyataan bahwa Pria yang di cintainya telah mencintai wanita lain.
Meski seperti itu tetapi wajah Haria penuh dengan kecemasan. Rasa takut yang berlebihan dan mulai merasakan was-was.
" Apa benar Kevin ke Paris?" tanyanya.
" Mungkin dia ke Paris hanya urusan pekerjaan saja. Tidak mungkin menyusul wanita yang di katakan Clarissa,"
" Jika memang benar apa yang di katakan. Clarissa. Kevin ke Paris karena wanita dan membawanya ke Amerika. Itu berarti wanita itu memang special," Haria mulai risau dengan semua tebakannya.
" Aku harus mencari tau kebenarannya. Aku harus tau benar atau tidaknya. Aku harus membuktikan pada kak Clarissa jika kata-katanya salah dan Kevin hanyalah milikku," gerutu Haria yang benar-benar tidak akan rela dengan Kevin mencintai wanita lain.
" Tetapi siapa wanita itu," ucapnya penasaran.
Meski tidak menerima perkataan Clarissa tetapi Haria sangat penasaran dengan wanita yang di katakan Clarissa.
Haria jelas sangat takut. Jika memang benar. Pria yang selama ini di perjuangkan nya. Telah mencintai wanita lain dan pasti akan meninggalkan dirinya.
************
Setelah menghabiskan waktu berbicara dengan Haria. Clarissa Masuk kedalam kamarnya. Dengan penuh kekesalan dan kemarahan. Niat Haria benar-benar sangat keterlaluan membuatnya sangat dongkol.
" Apa dia benar-benar gila, bisa-bisanya dia melakukan itu. Awalanya aku sudah curiga dengan kedatangan nya kerumah ini. Tetapi kenapa caranya dia harus merusak rumah tangga orang lain," oceh Clarissa yang tidak habis pikir dengan Tindakan Haria.
Clarissa meletakkan sembarangan tasnya. Dan duduk mengacak rambutnya frustasi.
" Kenapa aku juga harus memberitahunya mengenai Kevin yang menyukai wanita lain." ucapnya baru menyesali dengan apa yang dikatakannya kepada Haria.
" Aku juga mengatakan segala lagi. Jika Kevin dan Kiara ke Paris bahkan langsung ke Amerika,"
Clarissa memang mengetahui dari Arya. Jika Kevin ke Paris karena menyusul Kiara. Bahkan membawa Kiara ke Amerika. Clarissa sebenarnya tidak kaget lagi dengan kebucinan adiknya itu.
Saking panasnya melihat Haria. Dia mengatakan semuanya untuk menyadarkan Haria. Tetapi Clarissa baru menyesalinya sekarang. Seharusnya dia tidak memberitahu kan masalah pribadi adiknya itu.
" Apa lagi yang akan di lakukan wanita itu selanjutnya?" tanyanya penasaran.
" Dia memang sangat nekat. Dia segila itu dengan Kevin. Bahkan dia sama sekali tidak takut dengan papa. Dia sangat santai. Cintanya membuatnya benar-benar kehilangan akal,"
" Apa yang harus aku lakukan. Apa aku kasih tau papa dengan niatnya itu. Tapi tidak mungkin aku memberitahu papa. Lalu bagaimana ini,"
" Kevin juga ngapain sih pake menyusul Kiara segala. Malah bawa ke Amerika lagi. Kevin juga sama. Sama-sama nekat," Clarissa terus bergerutu pusing memikirkan masalah yang ada di rumahnya.
__ADS_1
Sebenarnya Clarissa bukan tipe yang suka ikut-ikutan. Tetapi dia mau saja hari ini ikut-ikutan.
Bersambung.....