
Kiara keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Kiara sudah menggunakan piyamanya ingin tertidur berhubung sudah malam hari.
Kiara langsung menuju meja riasnya dan memakaikan lotion di kulit tangannya. Hal yang biasa yang di lakukannya Jika hendak tidur. Kiara menoleh ke arah ponselnya. Ketika ponsel itu mengeluarkan nada yang berarti pesan masuk
Baru melihat notif dari siapa. Wajahnya sudah tersenyum lebar. Dengan cepat tangannya langsung membuka pesan itu dan melihat isi wa dari Kevin.
..." Ke teras lah," tulis Kevin membuat Kiara menoleh ke arah jendelanya....
Dengan cepat Kiara langsung melangkah ke teras dan ternyata Kevin juga ada di teras kamarnya. Kevin mengangkat tangannya seakan menyapa Kiara. Kiara membalas dengan senyum lebarnya.
..." Aku pikir kamu tidak akan memberiku kabar," ucap Kiara mengirim pesan....
Kevin membacanya dan melihat ke arah Kiara yang tersenyum kepadanya.
..." Mana mungkin aku tidak mengabarimu. Aku tidak ingin membuatmu khawatir," tulis Kevin....
..." Kalau begitu ada apa. Kenapa menyuruhku keluar?" tanya Kiara....
..." Tidak ada. Aku hanya ingin melihatmu saja. Apa tidak boleh?" tanya Kevin. Kiara yang membacanya mendengus tersenyum dan melihat ke arah Kevin. Pasangan yang di mabuk asmara itu saling melihat. Meski dari jauh tetapi seakan sangat dekat....
..." Mari bertemu besok," ucap Kevin kembali mengirim pesan....
..." Memang tidak apa-apa?" tanya Kiara pasti khawatir akan ada sesuatu....
..." Tidak. Aku sudah mengatakan. Jangan khawatirkan hal itu," jawab Kevin....
..." Memang kita mau kemana?" tanya Kiara yang penasaran....
..." Besok kamu akan tau," jawab Kevin yang membuat penasaran saja. Kiara mengkerutkan dahinya karena sangat penasaran....
..." Bagaimana apa kamu mau?" tanya Kevin yang harus memastikan....
..." Baiklah. Kalau begitu. Tapi apa kamu tidak sibuk?" tanya Kiara....
..." Tidak," jawab Kevin....
..." Ya sudah besok aku akan ikut denganmu," sahut Kiara langsung setuju....
..." Aku akan menunggumu," jawab Kevin....
..." Oke," sahut Kiara....
..." Ya sudah. Sekarang kamu istirahat. Ini sudah malam, jangan lama-lama tidur," ucap Kevin....
..." Hmmm, kamu juga istirahat, kamu juga tidak boleh kecapean," ucap Kiara....
__ADS_1
..." Iya," jawab Kevin. Selamat malam," ucap Kevin mengirim pesan dan melihat ke arah Kiara....
..." Selamat malam," jawab Kiara yang juga kembali melihat Kevin. Kiara mengangkat tangannya, melambai pada Kevin. Kevin juga melakukan hal yang sama. Tetapi Kevin kembali mengetik sesuatu di ponselnya....
..." Masuklah!" ucap Kevin. Kiara hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melihat Kevin. Kevin geleng-geleng dengan Kiara yang di suruh masuk dan sekarang tidak jadi masuk. Kevin harus mengirim pesan lagi....
..." Aku mencintaimu," Kiara yang membukanya langsung berseri-seri mendapat ucapan cinta dari Kevin....
Dia bahkan ingin melompat-lompat. Tetapi malu di depan Kevin yang pada akhirnya Kiara memilih masuk dan lebih baik melompat di tempat tidurnya.
Sementara Kevin membuang napasnya perlahan. Wajahnya penuh kebahagian dengan apa yang di dapatkannya sekarang.
" Terima kasih Kiara kamu telah memberikanku kesempatan," batin Kevin tersenyum terus melihat ke arah kamar Kiara dan lampu kamar itu sekarang sudah di matikan.
*********
Mungkin akan menjadi kencan pertamanya setelah pacaran. Pagi-pagi sekali Kiara sudah sangat heboh. Dia sudah mandi berjam-jam yang mungkin Kiara sudah mandi dengan kembang 7 rupa. Bukan hanya itu saja.
Masih dengan baju mandinya. Kiara sibuk membongkar lemarinya mencari pakaian mana yang akan di pakainya untuk menemui Kevin.
" Yang mana ya, apa ini saja," gumamnya yang terus mencari pakaian yang akan di pakaianya. Sudah bolak balik. Kiara memakai, mengganti masih saja ada yang tidak cocok sampai akhirnya dia memakai dress berwarna Navy lengan pendek selututnya dengan belt putih di pinggangnya.
Kiara berputar-putar di depan cermin seperti seorang Cinderella. Dia juga memberi keriting bagian bawah rambutnya dan pasti polesan makeup yang simpel.
" Apa aku sudah cantik," batinnya melihat dirinya di cermin. Seakan membutuhkan jawaban dari cermin tersebut.
Benda yang di letakkannya memang menambah kecantikan di wajahnya. Dia terlihat sangat manis dengan apa yang di pakainya.
" Sepertinya sudah cukup," gumamnya melihat jam yang menggantung di dinding sudah pukul 7:30.
Kiara mengambil tasnya dan ponselnya. Kiara langsung keluar dari kamarnya dengan cepat. Yang pasti dengan wajahnya yang sangat ceria.
Saat menuruni anak tangga Kiara harus bertemu dengan kakaknya dan pasti itu akan membuat kakaknya heran.
" Mau kemana cantik amat?" puji Rachel yang harus mengakui adiknya itu sangat cantik.
" Ada deh," sahut Kiara. Membuat Rachel mengkerutkan keningnya.
" Oh, ceritanya main rahasia-rahasian," sahut Rachel.
" Ishhh, sudah lah. Kakak nggak usah kepo. Aku pergi dulu. Daaa," Kiara langsung pamit tanpa ingin memberi tahu kakaknya. Dia ingin kemana.
" Aneh sekali. Dia seperti melakukan kencan pertama saja," gumam Rachel yang geleng-geleng dengan tingkah adiknya.
" Atau jangan-jangan memang benar. Dia sedang melakukan kencan pertama," ucap Raquel menerka-nerka.
__ADS_1
***********
Kevin menjemput Kiara di depan perpustakaan salah satu tempat yang menjadikan mereka beberapa kali bertemu.
Kiara turun dari taxi dan langsung menghampiri Kevin yang berada di dalam mobil. Tetapi Kiara melihat 2 bodyguard Kevin dan juga Arya yang ada di dalam Kevin.
" Apa Kevin memang benar-benar mengajak bertemu," batin Kiara kebingungan melihat orang-orang yang sering bersama Kevin.
Begitu melihat Kiara Kevin langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Kiara tampak bingung.
" Kiara," tegur Kevin memegang lengan Kiara. Membuat Kiara sedikit kaget.
" Ha iya," jawab Kiara.
" Kenapa dia. Ayo masuk mobil!" ucap Kevin. Kiara mengangguk pelan. Tetapi masih banyak pertanyaan di kepalanya. Saat Kevin melangkah dengan menggandeng tangannya. Kiara menghentikannya. Membuat Kevin heran.
" Apa mereka akan ikut?" tanya Kiara. Kevin mengangguk.
" Aku membutuhkan mereka. Untuk mengawasi kita. Supaya. Tidak ada orang yang mengawasi kita," ucap Kevin memberi alasannya. Kenapa para bodyguardnya itu harus ikut. Padahal mereka sedang pacaran.
" Apa kamu risih. Kalau mereka ikut?" tanya Kevin. Kiara menggeleng cepat.
" Tidak. Justru aku yang harus bertanya. Apa mereka tidak akan masalah. Jika terus mengikuti kita?" tanya Kiara. Yang benar saja orang-orang itu akan menjadi obat nyamuk.
" Tidak akan. Sudah. Ayo pergi," jawab Kevin. Kiara mengangguk dan akhirnya Kevin menggandeng tangannya dan membawanya memasuki mobil. Kevin membukakan pintu mobil untuk Kiara.
Kiara tersenyum mengangguk dan memasuki mobil. Ternyata tidak sampai di situ. Kevin memasangkan sabuk pengaman kepadanya. Membuatnya benar-benar terkejut.
Sampai Kiara harus menahan napasnya dengan wajah Kevin yang sangat dekat di depannya. Membuat jantungnya berdetak tidak beraturan. Bahkan Kiara beberapa kali menelan salavinanya.
" Astaga kenapa Kevin harus melakukan ini," batin Kiara dek-dekan.
Sesai memasangkan sang kekasih seat belt. Ternyata Kevin tidak langsung pergi dan malah bertahan dengan menatap wajah Kiara yang hanya berjarak 1 cm saja.
Sehingga mereka bisa merasakan terpaan napas masing-masing. Dan mata yang saling menatap. Tatapan Kevin yang sangat dalam membuat Kiara benar-benar tidak bisa berbicara apapun.
" Kamu cantik sekali," ucap Kevin baru memuji penampilan pacarnya.
Mendengar pujian itu membuat Kiara ingin melayang-melayang. Puas membuat wajah kekasihnya merah merona. Barulah Kevin berlalu dari hadapan Kiara.
Kepergian Kevin membuat Kiara membuang napasnya. Dia baru bisa bernapas setelah Kevin pergi. Dan Kevin langsung memasuki mobil duduk di samping Kiara. Kiara mencoba untuk tenang. Dia tidak ingin gugup di depan Kevin.
" Kita sudah bisa pergi?" tanya Kevin.
" Kiara hanya mengangguk pelan, Kevin tersenyum dan melajukan mobilnya dengan kecepatan santai. Dua bodyguard dan Arya pun menyusul. Mengintili atasannya yang sedang berpacaran.
__ADS_1
Bersambung.