
Kevin membawa Kiara kedalam salah satu kamar hotel kamar 808. Di lantai 16 kamar yang memang kamar untuk Kevin.Jadi Kevin tidak perlu meminta kartu untuk membuka kamar itu lagi.
Kamar itu juga kamar yang dulu pernah Kiara salah masuk saat ingin mencari kakaknya dan malah jatuh kepelukan Kevin dan malah mencium Kevin. Sampai sekarang hal itu pasti masih di ingat Kiara maupun Kevin.
Kiara masih terus meracau di dalam gendongannya dengan matanya yang terpejam. Dia benar-benar mabuk berat. Jika tadi Kevin tidak datang mungkin Pria yang sedari tadi mengincarnya sudah membawanya kekamar lain dan melakuka niat jahatnya.
Setelah memasuki kamar yang sangat luas tersebut. Kevin merebahkan Kiara di atas tempat tidur dengan lembut. Kiara masih terus gelisah dengan suhu tubuhnya yang berbeda. Kiara terus merasa kepanasan dan beberapa kali ingin membuka dressnya.
" Apa dia minum terlalu banyak," gumam Kevin sambil memperbaiki posisi kepala Kiara agar nyaman untuk tidur.
Tetapi Kiara merasakan hembusan napas di wajahnya. Langsung mengalungkan tangannya kembali ke leher Kevin dan menarik Kevin lebih dekat lagi kepadanya. Sehingga wajah mereka bertemu. Kevin semakin mencium aroma alkohol yang sangat menyekat. Kevin terus melihat wajah Kiara yang penuh kegelisahan.
" Tolong aku, aku mohon," ucap Kiara dengan suara seraknya yang menginginkan sesuatu yang lebih.
Dia hanya merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya dan membutuhkan seseorang untuk membantunya. Kiara seperti cacing kepanasan yang terus menggeliat. Deru napas Kiara terus naik turun, membuat Kevin yang berada di depannya tidak nyaman dan yang adanya Kevin kecanduan kepanasan.
Terbukti sedari tadi Kevin menelan salavinanya. Kiara yang benar-benar tidak sadarkan diri mengangkat tubuhnya dan memeluk Kevin dengan erat. Pelukan itu membuat darah Kevin berdesis tidak menentu.
Belum lagi Kiara memeluk dengan mungas-ngusapkan wajahnya di pundak Kevin. Kiara tidak tau saja apa yang di kerjakannya hanya membuat Kevin merasa panas.
Tetapi saat memeluk Kiara Kevin kembali lagi pelukan itu mengingatkannya kepada seseorang. Tidak tau kenapa debaran jantung Kevin semakin tidak beraturan seperti bendara mau perang. Dia semakin tidak mengerti dengan dirinya ada rasa yang aneh padanya.
" Tetaplah di sini," suara manja yang serak itu terus memohon pada Kevin. Kevin melepas pelukannya dari Kiara. Dia bisa gila jika lama-lama berada di dalam pelukan itu. Kevin kembali merebahkan Kiara.
" Kenapa pergi, aku sudah katakan jangan pergi, kenapa kamu jahat sekali, kenapa? Kiara malah mengoceh kesal. Bagaimana tidak kesal sudah di beri kenyamanan tiba-tiba malah di tinggalkan. Kiara hanya bisa *******-***** seprai.
Menjauh dari Kevin hanya membuat Kiara semakin gelisah tidak menentu seakan ada yang pergi darinya. Kevin berdiri menarik selimut ke tubuh Kiara.
Tetapi Kiara semakin menjadi-jadi dan menggeser-geserkan selimut tersebut Samapi benar-benar tidak berada di tubuhnya lagi. Kevin hanya melihat dengan pasrah.
Kiara menggeliat kepanasan di atas tempat tidur, tangannya beberapa kali ingin membuka dressnya, menggaruk-garuk kulitnya karena rasa aneh ditubuhnya.
Tidak ada yang bisa di lakukan Kevin selain hanya hanya melihat dan terus menelan salavinanya. Kevin yang tidak tega akhirnya kembali duduk dan mencoba menghentikan Kiara yang mencoba menyakiti dirinya.
" Kiara, tenanglah," ucap Kevin dengan lembut. Kiara yang merasakan sentuhan itu kembali bangkit dan memeluk Kevin.
Kevin sih memancing jadi tau sendiri. Harus benar-benar sabar dalam menahan godaan wanita cantik.
" Aku sudah katakan jangan pergi, tolong aku, aku mohon," ucap Kiara yang terus meracau. Kevin pun membiarkan Kiara terus memeluknya dengan erat.
" Tolong aku, tolong aku kepanasan, hidupkan AC-nya, aku mohon pliss," rengek Kiara yang terus memeluk dengan erat.
Kevin mengetahui tubuh Kiara seperti itu karena reaksi obat yang di berikan Pria itu yang mungkin sejenis obat perangsang. Sehingga membuat tubuh Kiara semakin tidak normal.
Dan Kevin tidak mungkin menuruti Kiara. Dia masih waras dia bukan laki-laki pengecut yang memanfaatkan situasi.
**********
__ADS_1
Acara pesta masih berlanjut tidak tau jam berapa akan selesai. Tetapi Danu dan Rangga sedari tadi gelisah kerena tidak menemukan Kiara setelah mencari-cari kemana-mana.
Rangga juga menelpon berkali-kali tetapi tidak bisa. Ayah dan anak itu sangat khawatir dengan Kiara mengingat mereka sudah tau sejauh apa resiko yang di ambil Kiara.
" Bagaimana?" tanya Danu yang cemas.
" Belum pa, ponselnya mati," jawab Rangga yang terus menelpon tetapi jawaban tetap sama kalau no yang dituju sesak berada di luar jangkauan.
" Apa dia sudah pulang," ucap Danu mencoba berfikir positif.
" Aku akan pastikan, aku akan telpon mama," sahut Rangga mengalihkan panggilannya menelpon mamanya Danu mengangguk.
Danu dan Rangga sibuk menghubungi Kiara yang menunggu di luar hotel. Mereka memang bisa-bisanya silap saat Kiara di ajak orang-orang tersebut. Sekarang mereka harus kelimpungan mencari Kiara.
Bukan hanya Danu dan Rangga yang mencari keberadaan Kiara. Tetapi hal yang sama juga di lakukan Clarissa yang tidak menemukan Kiara sampai detik ini.
Karena tadi bertemu Sandy dan sempat kesal dengan Sandy membuat Clarissa sedih dan memilih sendiri bahkan meneguk beberapa gelas Alkohol untuk menghilangkan perkataan Sandy kepadanya.
Tetapi tiba-tiba Clarissa mengingat Kiara dan baru kepikiran untuk mencari wanita yang di beri kepercayaan untuk menjaganya.
" Di mana anak itu, kenapa dia tidak terlihat sama sekali, Aisss menyusahkan saja," Ocehnya yang juga sedari tadi menghubungi Kiara tetapi ponselnya tidak aktif.
" Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya," tanpa sadar Clarissa juga sangat cemas dengan Kiara. Karena bagaimana tidak Danu meminta tolong kepadanya untuk menjaga Kiara tetapi malah meninggalkanya.
" Apa yang harus aku katakan pada Pak Danu, ini semua gara-gara Sandy. Dia pikir siapa dia gara-gara dia fokus mu jadi hilang," batin Clarissa menyalahkan Sandy.
Tredd tredddd.
" Kevin," gumamnya setelah melihat panggilan telepon. Clarissa pun langsung mengangkatnya.
" Dia bersamaku dan tidak mungkin pulang, dia terlalu banyak minum alkohol, carilah alasan untuk orang tuanya agar orang tuanya tidak khawatir," ucap Kevin yang jauh di ujung sana. Langsung to the point.
Clarissa yang mendengarnya malah bingung. Tidak mengerti apa yang di katakan Kevin.
" La....," tet-tet-tet.
Belum sempat Clarissa berbicara Kevin sudah mematikan telponnya.
" Ishhhh, anak ini, beraninya mematikan telponku," desis Clarissa kesal melihat layar ponselnya.
" Apa yang dia katakan. Kiara, iya benar dia sedang memberitahu. Jika Kiara ada bersamanya. Lalu jika Kiara bersamanya, apa yang akan dilakukannya. Bukannya dia menyukai Kiara. Apa dia akan bermain-main dengan wanita itu," gumam Clarissa malah tersenyum memikirkan pikiran kotornya.
" Hmmmm, Aku rasa Kevin harus sadar jika Kiara masih sangat muda. Tetapi jika iya juga bukannya itu tidak apa-apa," Clarissa mah tersenyum geli dengan pemikirannya yang kejauhan.
" Aisss, sudahlah apa yang aku pikirkan," Clarissa memukul jidatnya sadar dengan kebodohannya.
" Ahhhh, sudahlah, terserahnya saja mau berbuat apa kepada bocah itu, sebaiknya aku temui orang tuanya, Argggghhh buat kerjaan saja aku harus cari alasan apa," Ocehnya yang langsung pergi mencari orang tua Kiara dan kakanya.
__ADS_1
Setelah bertanya kepada beberapa orang yang mengenal Danu. Akhirnya Clarissa menemukan Danu dan Rangga di luar pesta yang masih gelisah.
" Pak Danu," panggil Clarissa yang langsung berjalan cepat menghampiri. Danu dan Rangga langsung menundukkan kepala sedikit ketika Clarissa berdiri di depan mereka.
" Bu Clarissa," ucap Danu dengan wajah cemasnya.
" Soal kiara jangan khawatir dia bersamaku," ucap Clarissa. Danu dan Rangga merasa lega mendengar pernyataan Clarissa.
" Apa dia baik-baik saja?" tanya Danu cemas. Clarissa menagangguk senyum.
" Bu Clarissa ini sudah sangat larut, kami harus membawanya pulang," ucap Danu yang melihat sudah hampir jam 12 malam.
" Aisss, bagaimana ini apa iya aku bilang anaknya mabuk dan sekarang bersama Kevin," batin Clarissa bingung.
" Benar Bu," sahut Rangga lagi.
" Hmmmm, begini saya ingin berbincang banyak dengan Kiara. Saya sudah menyiapkan kamar di sini untuk kami mengobrol. Saya ingin membujuknya untuk kembali ke universitas Lexus, saya rasa ini waktu yang tepat dan jika besok-besok waktu saya sangat padat. Jadi saya minta izin bersamanya malam ini," jelas Clarissa yang mengarang cerita.
Mesti sedang memiliki suasana hati yang buruk. Tetapi otaknya masih berfungsi baik sehingga dengan cepat menemukan ide. Rangga dan Danu saling melihat seakan ragu.
" Pak Danu jangan khawatir Kiara akan baik-baik saja. Saya dan dia juga akan segera masuk kamar dan tidak berada di lokasi pesta lagi. Saya besok akan mengantarkan dia pulang," ucap Clarissa meyakinkan yang melihat Danu sangat ragu.
" Tapi apa saya bisa percaya pada ibu?" tanya Danu ragu. Clarissa tersenyum.
" Percayalah Kiara akan baik-baik saja, saya hanya ingin membahas masalah pendidikan," jawab Clarissa yang terus meyakinkan.
" Baiklah jika begitu, kalau begitu saya titip Kiara," sahut Danu yang memberi kepercayaan kepada Clarissa.
" Iya pasti," sahut Clarissa.
" Kalau begitu kami pulang dulu, mari," ucap Danu berpamitan Clarissa mengangguk. Sebelum kembali danu dan Rangga menundukkan kepala dan masuk mobil.
" Ahhhh, Syukurlah Pak Danu tidak banyak tanya," ucapnya bernapas lega.
Clarissa membalikkan badannya. Matanya langsung tertuju pada Sandy dan
wanita yang tadi datang bersama Sandy dan sekarang mereka berjalan sambil mengobrol.
" Kau yakin ingin pulang, tidak ingin menikmati pestanya dulu?" tanya Shirin.
" Aku tidak terbiasa berada di pesta orang kaya," jawab Sandy terkekeh membuat Shirin ikut tertawa. Wajah Clarissa begitu kesal dengan Sandy yang sangat bahagia dan tertawa puas. Setelah menyakiti hatinya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...