
" Apa aku salah bicara?" tanya Kiara yang melihat Kevin hanya diam saja.
" Tidak. Kau benar, mereka dari kecil memperlakukan ku dengan kakakku sama seperti anak-anak mereka, jadi itu sama saja," jawab Kevin.
" Clarissa maksudmu?" Tanya Kiara melihat kearah Kevin.
" Tidak, kak Clarissa bukan kakak kandungku, dia anak dari istri ke-3 papaku, aku memiliki kakak laki-laki bernama Evan," jelas Kevin.
" Evan, seperti pernah mendengar namanya," batin Kiara mencoba mengingat-ingat.
" Aku anak bersaudara kandung hanya dengan kak Evan," lanjut Kevin menjelaskan.
" Lalu Alana?" tanya Kiara.
" Kau mengenal Alana?" tanya Kevin.
" Hmmm, iya aku mengenalnya, aku baru baru pertama kali bertemu dengannya," jawab Kiara.
" Alana 1 ibu dengan kak Clarissa," jelas Kevin yang tidak keberatan membicarakan keluarganya.
" Sejak kapan kau mengenal Alana?" tanya Kevin.
" Aku tidak sengaja bertemu dengannya di halte bus. Dia bahkan mengenalkan dan katanya dia mengidolakanku," jawab Kiara membanggakan dirinya.
" Hanya saja...." lanjut Kiara tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
" Kenapa?" tanya Kevin merasa tergantung.
" Tidak, dia sepertinya anak yang giat, dia belajar terus, sampai tidak mengenal waktu," sahut Kiara mengingat Alana yang tertidur.
" Iya memang seperti itu seharusnya," sahut Kevin.
" Lalu bagaimana denganmu, kapan kakkekmu meninggal?" tanya Kevin.
" Saat usiaku 10 tahun, kakek meninggal karena gagal jantung," jawab Kiara mengingat kakeknya akan sedih.
" Kau sering mengunjunginya?" tanya Kevin.
" Kalau aku pulang, aku pasti selalu mengunjunginya, sekedar bercerita dan meluapkan rasa rindu," jawab Kiara.
" Dan hari ini kau tidak bercerita kepadanya," sahut Kevin. Kiara menghadap Kevin dengan mengkerutkan dahinya.
" Aku sudah mengatakan, karena ada kau makanya aku tidak bercerita kepadanya," jawab Kiara dengan enteng.
Tiba-tiba di tengah pembicaraan mereka. Di pagi yang cerah turun hujan membuat Kevin dan Kiara melihat keatas.
" Astaga kenapa hujan tiba-tiba," decak Kiara langsung lari.
Kevin pun mengikutinya. Akhirnya Kiara dan Kevin duduk di salah satu pondok yang ada di pemakaman itu dengan ke-2 kaki mengayun-ayunkan.
" Kau kenapa tidak lari kemobilmu?" tanya Kiara.
" Tidak apa-apa," jawab Kevin.
" Apa kau berangkat sendirian atau bersama dayang-dayang mu?" tanya Kiara.
" Aku berangkat sendirian, kenapa?" kau mau menumpang kemobil ku," tebak Kevin.
" Tidak, kau langsung berpikiran buruk. Kemari sudah cukup. Aku sudah mengambil waktumu.1 hari itu sudah cukup," ucap Kiara.
" Dan iya satu lagi, aku harus menjelaskan tiket itu pemberian teman adikku bukan adikku. Aku juga sudah memarahinya. Karena pertama dia mengerjaiku, membohongiku dan membuatku malu. Jadi aku menjewer nya," jelas Kiara yang masih mengingat hal itu. Kevin mendengarnya mendengus tersenyum.
" Kau sengaja menjelaskannya, agar mengingat kembali," sahut Kevin.
" Bukan seperti itu," sahut Kiara mengkerutkan dahinya, " aku tau kau pasti berpikiran buruk," tebak Kiara.
" Aku tidak memikirkan apapun, bahkan aku tidak mengingat film itu. Tetapi karena kau menyinggungnya aku jadi mengingatnya," ucap Kevin.
" Isssss kau ini. Sudah lupakan masalah film itu," sahut Kiara kesal.
" Bagaimana dengan persiapanku?" tanya Kevin mengalihkan pembicaraan.
" Hmmm, ya seperti biasa lancar-lancar saja, aku terus berusaha, oh iya aku ingin bertanya sesuatu," ucap Kiara.
" Apa?" sahut Kevin
__ADS_1
" Siapa yang membuat soal ujianku?" tanya Kiara.
" Untuk apa kau mengetahuinya," sahut Kevin.
" Jika kau yang membuatnya, apa salahnya kau memberiku sedikit bocoran," ucap Kiara menyipitkan matanya tersenyum melihat Kevin.
" Kau ingin berbuat jurang?" tebak Kevin menaikkan 1 alisnya.
" Tidak aku hanya bercanda, jangan sampai omonganku merubah pikiranmu," sahut Kiara dengan cepat. Kevin mendengus.
" Kalau begitu gunakan kesempatan dengan baik. Karena kau tidak akan mendapat kesempatan apa-apa lagi," ucap Kevin dengan tegas.
" Baik Tuan," sahut Kiara memberi hormat.
" Oh iya aku penasaran apa dulu mamamu suka memasakkanmu?" tanya Kiara kembali membasah ibunya Kevin.
" Iya, dia sama seperti mamamu suka memasak dan suka memasakkan," jawab Kevin.
" Lalu bagaimana dengan ibu tirimu apa mereka juga suka memasak?" tanya Kiara lagi.
" Tidak, karena sudah terbiasa ada pelayan yang menyiapkannya, jadi mereka tidak memasak," jawab Kevin.
" Apa makanan favorit mu?" tanya Kiara.
" Kenapa? kau ingin membuatnya," sahut Kevin.
" Tidak. siapa bilang, aku hanya penasaran, kira-kira orang sepertimu akan menyukai makanan yang seperti apa," ucap Kiara.
" Aku tidak memiliki makanan favorite," jawab Kevin singkat. Mendengarnya Kiara tersenyum.
" Apa ada yang lucu?" tanya Kevin.
" Iya karena makanan favorite mu adalah apa yang aku berikan," sahut Kiara dengan santai. Membuat Kevin terdiam dan seakan tebakan Kiara benar. Memang setiap makanan yang di berikan Kiara akan menjadi enak untuknya.
" Benar tidak?" tanya Kiara melihat Kevin yang melihatnya dengan dalam.
" Aku berharap kau bertanggung jawab dalam setiap kata-kata mu," ucap Kevin membuat Kiara bingung.
" Apa?" tanya Kiara heran dengan Kevin yang terus menatapnya. Ternyata tatapan Kevin berhenti saat hujan reda dan Kiara langsung memandang lurus kedepan.
" Akhirnya reda juga, biasanya kalau hujan di hari yang cerah akan ada pelangi," ucap Kiara mencari-cari pelangi.
" Lihat lah ada pelangi," ucap Kiara melihat kearah Kevin yang melihati dirinya dari tadi.
" Cantik," lirih Kevin pelan menatap Kiara dalam.
" Hah! Maksudnya tanya Kiara bingung dia bisa mendengar 1 kata itu.
Kevin mengalihkan pandangannya dan membuang napasnya kedepan. Bisa-bisanya kata-kata itu keluar dari mulutnya.
" Aku masih ada pekerjaan," ucap Kevin salah tinggkah berdiri dan langsung pergi.
" Kevin!" panggil Kiara, Kevin sama sekali tidak menengok dan berjalan buru-buru.
" Aneh sekali, apa yang dia katakan barusan, Cantik, ya memang pelanginya cantik. Tetapi dia tidak melihatnya sama sekali," gerutu Kiara merasa aneh.
***********
Kiara keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang lemas dan perutnya yang sakit.
" Apa aku salah makan," ucap Kiara terus mengusap-usap perutnya.
Sedari tadi Kiara terus muntah-muntah, dia juga beberapa kali bab sehingga isi perutnya kosong dan tubuhnya sangat lemas.
" Jangan manja Kiara, besok kamu akan ujian," ucap Kiara yang berjalan ke meja belajarnya, tetapi karena memang lemas. Akhirnya Kiara pingsan di lantai.
Rumah sakit.
Untungnya Ziva kekamar Kiara dan menemukan Kiara yang terkapar di lantai. Dan akhirnya keluarganya membawanya kerumah sakit.
Kiara sudah terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang impus. Kiara memang harus di impus agar memiliki tenaga.
Dokter mengatakan Kiara tidak teratur makan, makanya menyebabkan mual dan diare. Mungkin karena belajar, Kiara tidak memikirkan pola makannya, makan sembarangan dan akhirnya lemas.
" Mama sama yang lainnya pulang aja, biar Rangga yang jagain kiara," ucap Rangga mengambil alih.
__ADS_1
" Ya sudah kamu jagain adik kamu," ucap Sahila mengusap pucuk kepala Kiara.
" Iya ma," jawab Rangga.
" Jangan di tinggal-tinggal ya Rangga," ucap Danu memberi pesan.
" Pasti pa,"
" Ya sudah ma, yuk kita pulang," ajak Ziva.
" Iya," jawab Sahila. Mencium kening Kiara dan pulang.
Danu juga melakukan hal yang sama seperti istrinya. Ziva hanya memegang tangan kakaknya.
Setelah kepergian mama, papa dan adiknya. Rangga menarik selimut sampai kedada Kiara. Melihat wajah Kiara yang pucat dan ketingat dingin.
" Kiara kakak tinggal bentar ya mau cari makan, soalnya lapar," ucap Rangga mengusa perutnya
Rangga pun akhirnya keluar dan mencari makanan. Rangga memegang ponselnya, berjalan melewati koridor-koridor rumah sakit. Karena fokus pada ponselnya. Rangga langsung bersenggolan bahu.
" Maaf," ujar Rangga melihat orang yang bersenggolan dengannya.
" Pak Kevin," ucap Rangga menundukkan kepalanya.
" Pak Arya," sapa Rangga pada Arya yang berada di samping Kevin.
" Maaf Pak, saya tidak sengaja tadi," ucap Rangga merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa, saya juga salah," sahut Kevin dengan santai.
" Rangga kamu ngapain di sini?" tanya Arya.
" Oh, saya sedang menemani adik saya yang masuk rumah sakit," jawab Rangga membuat Kevin melihatnya.
" Adik, siapa?" tanya Arya yang mewakilkan pertanyaan Kevin. Dia juga ingin menanyakan hal itu.
" Kiara," jawab Rangga. Hal itu membuat Kevin kaget.
" Apa yang terjadi kepadanya?" tanya Kevin spontan seakan sangat khawatir membuat Rangga dan Arya bingung. Kevin menyadari sikapnya yang berlebihan.
" Maksudnya, kenapa dia masuk rumah sakit," tanya Kevin dengan santai menyembunyikan rasa khawatir nya.
" Ohhh, Kiara telat makan dan juga salah makan. Tapi keadaanya sudah membaik, tetapi Dokter menyarankan untuk menginap di rumah sakit," jelas Rangga.
" Bukannya tadi pagi dia baik-baik saja," batin Kevin dengan wajah khawatirnya.
" Hmmm, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Rangga pamit.
Kevin mengangguk dan membiarkan Rangga pergi. Arya melihat Kevin malah diam mematung.
" Tuan, silahkan!" ucap Arya.
" Kau pulanglah, aku ada urusan!" ucap Kevin.
" Bukannya kita ada meeting 15 menit lagi," sahut Arya yang melihat hampir jam 10.
" Batalkan, aku ada keperluan dengan kak Saras," jawab Kevin langsung pergi.
" Aneh," ucap Arya menepuk jidatnya melihat kepergian Kevin.
Ternyata Kevin langsung menemui Kiara. Dengan mudah kevin menemukan ruangan perawatan Kiara. Kevin sudah berdiri di samping Kiara yang masih tertidur dengan selang infus di punggung tangannya.
" Tadi pagi dia masih baik-baik saja, sekarang dia malah terbaring, apa dia terlalu banyak belajar, sampai dia melupakan kesehatannya. Besok dia akan ujian aku yakin pasti dia kebanyakan memikirkan hal itu sampai lupa segalanya," batin Kevin yang tampak cemas dengan Kiara yang diam tanpa berbicara.
" Kevin," tegur Saras yang memasuki ruang perawatan Kiara dengan pakaian Dokternya.
" Kak Saras," sapa Kevin.
" Kau mengenalnya?" tanya Saras berdiri di samping Kiara dihadapan Kevin. Memeriksa infus Kiara. Kevin diam seakan tidak punya jawaban.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...