Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 115 Terjebak.


__ADS_3

Clarissa yang berada memberhentikan mobilnya di depan hotel. Bukan Hotel milik keluarganya di bandingkan hotel lain. Yang tidak kalah mewah dengan hotel milik keluarganya.


Clarissa masih berada di dalam mobilnya. Dia sangat gelisah antara mau turun apa tidak. Sedari tadi dia terus membuang napasnya penuh keraguan. Dengan pemikirannya yang sama sekali tidak bisa di fokus kannya.


" Aku tidak punya pilihan. Selain menjalan semua ini. Ini sudah terlanjur. Aku harus mengikuti kemauannya. Aku tidak punya pilihan lain dari pada papa mengetahui semuanya," ucap Clarissa yang antara yakin dan tidak dengan keputusannya.


" Hanya 1 malam memberikan Pria sialan itu kepuasan maka setelah itu akan selesai. Aku akan terbebas darinya. Aku bisa menjalan kan hidupku dengan normal. Aku pasti bisa," Batinnya yang pasrah dengan semuanya.


Dia yang membuat semuanya terjadi. Jadi dua juga harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya. Karena semuanya adalah ulahnya. Yang suka bercinta 1 malam dengan Pria lain.


Setelah lama berpikir. Akhirnya Clarisa pun keluar dari mobilnya dengan penuh keyakinan. Dia akan melayani pria yang di ancamnya.


Clarissa tidak punya pilihan selain melaksanakan apa yang di inginkan pria itu. Dari pada Pria itu mengirim Vidio senonoh itu pada papanya yang mungkin akan akan membuat Mitra Winata murka dan Clarissa akan berakhir saat itu juga.


Saat memasuki Hotel Clarissa masih melihat ke sekelilingnya. Sangat takut ada yang melihatnya. Dia memang pergi sendirian tanpa ada yang menemani.


Jadi memang tidak ada mengawasinya. Jadi Clarissa lebih waspada. Takut jika ada anak buah papanya yang berkeliaran. Clarissa pun memasuki hotel dengan kewaspadaan.


Clarissa memasuki lift dan untungnya. Hanya ada dia sendiri yang ada di dalam lift tersebut. Dia sampai takut bertemu orang yang mengenalnya dan pasti akan banyak pertanyaan lagi setelah itu.


Tidak berapa lama. Clarissa sudah keluar dari dalam lift dengan lantai yang di tuju nya. Kepalanya masih tetap berkeliling melihat di sekitarnya ada apa tidak yang melihatnya.


Clarissa terus melangkah melewati koridor-koridor hotel. Sampai akhirnya kakinya yang panjang itu berhenti di depan sebuah kamar hotel. Wanita yang berusia 30 tahun itu terlihat menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.


" Tenang lah Clarissa. Kau hanya melakukan hal yang biasa dan setelah itu. Masalahmu akan selesai," batin Clarissa berusaha memenangkan dirinya kembali.


Setelah merasa yakin jika dia bisa melakukan semuanya. Jari telunjuknya memencet bel. Hanya sekali memencet bel. Akhirnya pintu hotel terbuka dan yang membukanya siapa lagi. Jika bukan pria yang mengancamnya.


Pria bertubuh kekar dengan wajah yang cukup menyeramkan. Dia tidak tau kenapa bisa terpikat oleh Pria itu untuk menemani malamnya. Jika lebih teliti seharusnya Dia tidak sampai seperti itu.


" Hay, baby, apa kabar sayang," sapa Pria itu tersenyum nakal dan menyoroti tubuh Clarissa dari bawah sampai atas.


Clarissa yang memakai kemeja hitam dengan rok di atas lututnya.

__ADS_1


" Seksi," desis pria itu. Clarissa tidak menanggapi dan hanya melihat penuh kebencian. Kepada pria yang sangat banyak bicara itu.


" Masuk sayang," ucap Pria itu lagi mengarahkan kepalanya kedalam kamar.


Clarissa kembali menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Clarissa melihat kebelakang nya dan melihat di sekitarnya. Sebelum dia memasuki kamar hotel itu.


Pria itu memberi jalan untuk wanita yang membuatnya berhasrat tinggi. Ketika Clarissa sudah masuk Pria itu langsung menutup pintu kamar.


Clarissa melihat di sekitar kamar yang tidak terlalu luas itu. Melihat ke atas meja ada 1 botol anggur dan 2 gelas yang masih kosong sementara 1 nya sudah bekas di isi dan mungkin Pria itu habis minum.


" Mari minum dulu," ucap Pria itu langsung menuangkan anggur kedalam gelas dengan menatap sinis Clarissa. Dan melangkah mendekati Clarissa.


" Minumlah!" ucap Pria itu menawarkan. Clarissa mengambilnya saja.


" Kau harus berjanji. Setelah ini semuanya akan selesai. Kau benar-benar tidak menggangguku dan akan menghapus semua Vidio itu," ucap Clarissa yang tidak ingin tertipu oleh Pria yang namanya dia saja memang tidak tau.


" Santai saja sayang, semuanya akan beres. Kau tinggal melayaniku saja sampai aku benar-benar mengatakan cukup. Maka hubungan dan urusan kita akan selesai," sahut Pria itu tersenyum nakal dengan memebelai pipi Clarissa.


Clarissa memeringkan kepalanya. Merasa jijik mendapat sentuhan dari Pria itu. Tetapi penolakan Clarissa membuat Pria itu tertawa kecil.


" Aku tidak mau minum. Kita langsung saja," sahut Clarissa yang tidak suka basa-basi. Dia sungguh muak dengan laki-laki yang gila di hadapannya. Yang adanya dia akan murka dengan laki-laki tersebut.


Mendengar ucapan Clarissa mengundang tawa untuk Pria itu.


" Ha-ha-ha-ha-ha, kau ternyata sudah tidak sabaran," ucap Pria itu mencolek dagu Clarissa. Lagi dan lagi. Clarissa tidak bisa berbuat apa-apa dan seakan pasrah dengan keadaannya yang memang terjadi. Karena ulahnya sendiri.


Pria itu langsung mengambil gelas di tangan Clarissa dan meletakkan di atas meja. Lalu Pria itu terlihat kedalam lemari. Mata Clarisa hanya mengikuti langkah pria itu.


Pria itu mengambil baju berwarna merah mencolok yang tak lain adalah sebuah piyama dan pasti piyama itu terlihat seksi.


" Ganti pakaian mu!" perintah Pria itu dengan menyunggingkan senyumnya.


" Apa aku harus ganti pakaian segala?" tanya Clarissa merasa berlebihan.

__ADS_1


" Cepat! jangan banyak protes," tegas Pria itu. Clarissa terlihat membuang napasnya perlahan kedepan dan meraih pakaian itu dari tangan Pria yang akan di layani nya. Clarissa langsung menuju kamar mandi.


" Benar-benar sial," umpat Clarissa yang tidak bisa melakukan apa-apa. Dia sudah terlanjur masuk kedalam kamar hotel itu dan memang tidak ada yang akan mengubah apapun. Dia memang akan tetap di bawah kendali Pria yang sakit jiwa itu.


Tidak berapa lama. Akhirnya Clarissa keluar dari kamar mandi dengan piyama lengan pendek dan panjangnya hanya sepahanya yang membuatnya sangat seksi.


Pria itu yang melihat Clarissa bertambah bernafsu. Dia langsung meneguk habis 1 gelas anggur dan melangkah mendekati Clarissa yang berdiri di pinggir ranjang.


" Kau sangat cantik!" puji Pria itu membelai pipi Clarissa.


" Jangan membuang waktu. Lakukan apa yang akan kau lakukan," ucap Clarissa yang memang ingin semuanya cepat selesai.


" Baik sayang, kau memang benar-benar sudah tidak sabaran. Jika itu maumu maka aku akan menurutinya," sahut Pria itu tersenyum lebar dan langsung mendorong Clarissa ke atas ranjang dan Clarissa langsung terhempas berbaring.


" Sial apa dia ingin bermain kasar," batin Clarissa merasa harga dirinya di injak-injak.


Setelah itu Pria itu langsung merangkak ke atas tempat tidur dengan menyanggah kan ke-2 lutunya di antara tubuh Clarissa. Dan tangan Pria itu langsung mengambil tangan Clarissa dan mengikatnya yang ternyata sudah ada 2 tali terpasang tanpa Clarissa sadari.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Clarissa kaget dengan tindakan Pria itu.


" Diamlah! jangan membantah malam ini. Kau hanya akan menuruti apa kataku," sahut Pria itu tersenyum penuh kemenangan.


" Tapi aku tidak suka. Jika harus seperti ini. Kau tidak perlu mengikatku," protes Clarissa yang ke-2 tangannya sudah di ikat. Pria itu tidak menanggapi dan hanya tersenyum lalu bangkit dari ranjang dan berdiri di depan Clarissa melihat tubuh Clarissa dari atas dari bawah.


" Kau tidak perlu galak-galak. Karena malam ini kau hanya akan memberikan kami servies terbaik," ucap Pria itu dengan sinis.


Clarissa mengkerutkan keningnya sepertinya dia salah dengar atau bagaimana dia pun tidak mengerti.


" Apa yang kau katakan apa maksud mu dengan kata kami?" tanya Clarissa kebingungan. Pria itu tersenyum lebar dan tidak menjawab.


Tetapi pertanyaan Clarissa langsung terjawab saat pintu kamar terbuka dan menampilkan 1 Pria lagi. Clarissa kaget- sekaget nya. Sampai matanya melebar sempurna dengan apa yang di lihatnya.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Clarisa menekan suaranya. Clarissa sudah punya firasat buruk dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


" Jangan bilang dia ingin aku...." batin Clarissa dengan tebakan yang sangat di takutkannya.


Bersambung.......


__ADS_2