Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 60 Mawar putih


__ADS_3

Kiara masih menunggu jawaban Kevin yang masih diam tanpa bicara apa-apa.


Kemudian Kevin mengeluarkan kertas yang berlipat dari dalam jasnya. Lalu memberi pada Kiara.


" Apa ini?" tanya Kiara bingung.


" Kau tidak akan tau jika tidak melihatnya," sahut Kevin.


Kiara meletakkan semua yang di pegangnya di sampingnya, melap tangannya pada roknya dan mengambil kertas itu dari Kevin.


Kiara membuka lipatan kertas itu. Mata Kiara langsung terbuka lebar dengan mulutnya menganga dan langsung menutup dengan tangannya dan melihat kearah Kevin.


" Aku lulus," sahut Kiara. Kevin menganggukkan matanya.


" Ha- ha, astaga, itu berarti aku bisa daftar kuliah?" tanya Kiara memastikan dengan napasnya yang sesak.


Dia sangat sulit bernapas. Karena tidak percaya akan melanjutkan kuliah.


" Iya kau akan kuliah, aku harus mengakui jika kau sangat pintar dan tidak pantas di DO dari kampus. Karena penurunan nilai," ucap Kevin yang seakan bangga dengan Kiara.


Bagaimana mungkin 100 soal Kiara hanya salah 2 dan siapa yang tidak memuji kepintarannya dan hari ini juga Kevin bisa menyaksikan sendiri IQ Kiara yang benar-benar di atas rata-rata.


" Ya ampun aku tidak percaya bisa kuliah lagi," sahut Kiara yang terharu dan kembali meneguk minumannya.


" Hmmm, selamat untukmu," ucap Kevin. Kiara mengangguk cepat dengan wajahnya yang terus tersenyum.


" Terima kasih sudah memberiku kesempatan, aku tidak percaya bisa mendapat kesempatan sebesar itu.


" Terima kasih sekali lagi," ucap Kiara dengan matanya berkaca-kaca. Kevin hanya tersenyum melihat kebahagian Kiara.


Kevin membuang napas perlahan kedepan dan menatap lurus kedepan.


" Kau berhak kuliah di tempat yang kau mau dan bukan hanya di Lexus," ucap Kevin. Kiara melihat kearahnya.


" Iya kau benar. Cuma kau yang mengatakan itu. Tidak ada satupun yang mengatakan itu selain diriku sendiri, dan hari ini orang ke-2 mengatakan itu," sahut Kiara yang secara tidak langsung Kevin adalah orang yang mendukungnya.


" Bagaimana persiapan keberangkatanmu ke Paris?" tanya Kevin. Kiara melipat kertas tersebut dan memasukkan ke dalam tasnya.


" Aku sudah mempersiapkan semuanya. Tidak terasa 2 hari lagi, aku akan melaksanakan syarat terakhirku," jawab Kiara sembari memakan eskrimnya.


" Siapa yang akan kau ajak menemanimu?" tanya Kevin.

__ADS_1


" Kak Rachel, dia akan menemaniku," jawab Kiara.


" Hmmm, baguslah, aku akan menyuruh bodyguard ku untuk mengawasi kalian," ucap Kevin.


" Iya," jawab Kiara yang sebenarnya sangat berharap Kevin bisa pergi bersamanya. Karena dia benar-benar takut jika tidak ada Kevin di sisinya.


" Kau sangat terlihat bahagia?" tanya Kevin.


" Ya iyalah, ini hari paling bahagia di dalam hidupku. Aku tidak tau apakah aku akan mendapat kebahagian lagi setelah hari ini atau tidak. Tetapi ini hari paling bahagia untukku," ucap Kiara terus menyesap eskrim nya.


Kevin melihat kearah Kiara mendengus ternyum namun bibir Kiara menjadi pusat perhatian Kevin yang menyesap eskrim dengan nikmat.


" Semua ini karena kebesaran hatimu memberiku kesempatan," ucap Kiara melihat ke arah Kevin.


Reflex Kevin memegang ujung bibir Kiara dengan ujung jarinya. Kiara merasa jantungnya akan copot saat wajah Kevin begitu dekat dengannya.


" Kau seperti anak kecil makan eskrim belepotan," ucap Kevin dengan suara lembut mengusap noda di ujung bibir Kiara.


" Oh benarkah," Kiara menepis tangan Kevin cepat, Kiara sangat gugup dengan apa yang di lakukan Kevin.


" Maaf," sahut Kevin.


" Tidak apa-apa, aku mungkin kesenangan sampai makan belepotan," sahut Kiara gugup. Dengan pipinya yang merah.


" Hmmm, ya sudah aku mengajakmu bertemu hanya untuk memberi itu, aku harus kembali kekantor," ucap Kevin merapikan jasnya lalu berdiri.


" Hmmm, iya, terima kasih waktunya," ucap Kiara mengangkat kepalanya.


" Aku pergi dulu," ucap Kevin berpamitan. Kiara menganggu.


" Kevin tunggu!" cegah Kiara. Saat Kevin ingin membalikkan tubuhnya.


" Hmmm, iya kenapa?" tanya Kevin. Kiara berdiri.


" Ambil lah! ucap Kiara memberikan mawar putih yang di belinya.


" Kau memberiku bunga, apa lagi ini," sahut Kevin menaikkan alisnya.


" Aku menyukai mawar putih, menurutku setiap aku memegangnya akan dapat keberuntungan datang. Dan hari ini keberuntungan itu datang lagi saat aku memegangnya. Aku memberimu, sebagai ucapan terima kasih, sudah membantuku,"


" Kau memberiku kesempatan yang mungkin aku tidak pernah mendapatkannya dari manapun Dan menjadi satu-satunya orang yang mengatakan aku berhak kuliah di manapun. Jadi ambillah semoga harimu beruntung," ucap Kiara dengan beribu penjelasannya.

__ADS_1


" Apa aku harus menerimanya?" tanya Kevin. Kiara mengangguk dengan mawar yang di pegangnya yang tak kunjung di ambil Kevin.


" Baiklah," sahut Kevin mengambil nawarnya. Membuat Kiara tersenyum.


" Seperti katamu, semoga hari ku beruntung," ucap Kevin.


" Dan hariku sudah berutung tanpa mawar ini. Dan karena dirimu," ucap Kevin di dalam hatinya yang mulai mengakui perasaannya.


" Hmm, aku pergi dulu," ucap Kevin pamit sekali lagi.


" Hmmm, terima kasih untuk waktunya," sahut Kiara. Kevin mengangguk dan pergi. Kiara tersenyum dan kembali duduk, meneguk minumannya lagi dan menyesap eskrimnya.


Kevin menghampiri mobilnya dengan tersenyum mendengus melihat mawar pemberian Kiara. Kevin memasuki mobilnya dan meletakkan mawar itu di depannya.


" Aku berharap dia selalu sadar dengan apa yang dia lakukan," ucap Kevin memakai sabuk pengamannya. Mata Kevin melihat kedepan melihat kerumunan orang-orang mencuri perhatiannya.


" Ada apa itu?" tanya Kevin penasaran dan keluar dari mobilnya. Kevin yang penasaran menghampiri kerumunan.


" Ada apa ini?" tanya Kevin pada salah seorang ibu.


" Keracunan nak, anak ibu itu keracunan," sahut sang wanita. Kevin melihat anak yang di pangku ibunya sudah tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa.


" Ayo bawa kerumah sakit," ucap Kevin berjongkok di depan anak itu.


" Tolong anak saya, dia pasti keracunan setelah meminum itu," ucap ibu tersebut dengan tangisnya. Kevin melihat minuman yang di maksud itu minuman yang sama dengan Kiara. Kevin langsung mengingat Kiara.


" Kiara," lirih Kevin langsung berdiri dan pergi Dia langsung mengingat Kiara yang juga meminum minuman itu.


Kevin berlari ketempat di mana dia meninggalkan Kiara. Saat berlari Kevin berpapasan dengan orang-orang yang berlarian menggendong anak dengan mulut berbusa.


Kevin semakin panik dan terus berlari. Pada akhirnya Kevin sampai di tempat mereka duduk dan melihat eskrim dan minuman Kiara berada di bangku di tempat mereka tadi. Tetapi tidak menemukan Kiara.


" Di mana dia," ucap Kevin panik mengacak rambutnya. Kevin mengambil ponselnya dan langsung menelpon Kiara.


" Angkat Kiara, angkat," ucap Kevin yang kepanikan dengan matanya yang memerah.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2