Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 71 makan bersama


__ADS_3

Paris


Akhirnya Kiara dan Kevin sampai ke Paris. Saat di Bandara Kevin langsung membawa Kiara menaiki mobil yang menjemput Kevin.


Sampai saatnya mobil itu berhenti di depan gedung Apartemen. Kiara sangat bingung saat Kevin membawanya ke dalam gedung Apartemen yang sangat mewah.


Langkah Kiara yang pelan memasuki gedung itu dengan kepalanya berkeliling mengabsen isi ruangan itu. Apartemen yang bertekstur Clasik Eropa. Dengan ruang tamu yang luas dan pasti apa yang di lihat Kiara cukup mencuci matanya.


" Kita ngapain di sini?" tanya Kiara bingung.


" Kau akan tinggal di sini," jawab Kevin membuat Kiara kaget dengan mata melebar sedikit.


" Ini Apertemen ku. Jika aku agak lama di Paris. Aku akan tinggal di sini. Jika hanya sebentar aku hanya tinggal di hotel," jelas Kevin sebelum Kiara bertanya.


" Itu berarti kau juga akan tinggal di sini?" tebak Kiara ragu. Kevin mengangguk.


" Dan aku juga," sahut Kiara. Kevin mengangguk lagi.


" Jangan berpikir yang aneh-aneh. Bukan cuma kau dan aku yang tinggal di sini. Arya dan 2 anak buahku yang ku perintahkan mengawasimu mereka akan sampai besok. Jadi mereka juga akan tinggal di sini. Jadi bukan kita berdua," jelas Kevin sejelas-jelasnya.


" Apa tidak sebaiknya aku di hotel saja," sahut Kiara merasa aneh jika tinggal di gedung Apertemen yang sama dengan Kevin.


" Kiara kau lebih aman di sini. Kau tidak perlu khawatir tidak akan ada yang mengganggumu," jelas Kevin meyakinkan, dia tau Kiara pasti gugup.


" Tetapi aku merasa risih tinggal 1 rumah dengan 3 Pria. Itu bukannya aneh," ucap Kiara pelan, dia jujur dengan ketakutannya dan pasti memang tidak nyaman.


" Tenanglah, aku sudah mengatakan tidak ada yang mengganggumu. Ayo kuantarkan kekamarmu," ucap Kevin. Kiara mengangguk ragu.


Ini sangat aneh baginya harus tinggal 1 rumah dengan 3 Pria. Walau dia juga yakin pria-pria itu tidak akan mengganggunya. Tetapi dia tetap merasa sangat tidak wajar.


Kiara dan Kevin menaiki anak tangga dengan koper Kiara yang di bawa Kevin. Mereka sudah tiba di depan kamar. Kevin membuka pintu kamar.


" Masuklah, bukannya kamu harus istirahat," ucap Kevin masih melihat keraguan di wajah Kiara.


" Benar ini tidak apa-apa?" tanya Kiara masih meragukan. Kevin menganggukkan matanya.


" Apa aku tidak di hotel saja," Kiara masih tetap bersih keras untuk tidur di hotel.


" Masuklah!" Kevin yang tidak mau mendengar terus menyuruh Kiara masuk dengan wajahnya mulai serius.


" Ya sudah aku masuk," ucap Kiara menyerah.

__ADS_1


" Kalau butuh sesuatu beritahu aku," ucap Kevin. Kiara mengangguk. Kiara tersenyum tidak ikhlas saat menutup pintu.


Setelah memastikan Kiara masuk kekamarnya. Kevin pun beranjak dari depan pintu kamar itu.


Kiara yang berada di dalam kamar. Duduk di atas ranjang dengan kepalanya berkeliling melihat seisi ruangan itu.


" Apa tidak apa-apa, aku 1 rumah dengannya. Memang hanya 3 hari berada di Paris. Tetapi tetap saja. Aku merasa canggung," gumam Kiara yang merasa tidak enak 1 kamar dengannya.


Kiara menjatuhkan dirinya di atas ranjang dengan menatap langit. Wajahnya seketika tersenyum kala mengingat bagaimana mereka berada di pesawat.


" Kenapa dia baik sekali. Apa dia sebaik itu kepada semua orang. Dia mengatakan. Dia mengkhawatirkanku. Mengejarku kedalam Class ekonomi hanya untuk melihat keadaanku. Kenapa aku sangat nyaman saat berada di dekatnya," Kiara mulai merasakan hal yang aneh dengan hatinya yang benar-benar membuatnya bingung.


" Ahhhh sebaiknya aku mandi," gumam Kiara yang langsung berdiri. Merasa tubuhnya sangat lengket dan harus di bersihkan sebelum dia tidur. Agar tidurnya nyenyak.


**********


Tidak butuh waktu lama. Akhirnya Kiara keluar dari kamar mandi menggunakan piyama lengan pendek selututnya. Kiara menghampiri meja rias dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


Kiara memegang perutnya, seperti ada peperangan di dalam sana. Apa Kiara belum menciptakan kedamaian di sana.


" Apa kurang makan," gumamnya merasa lapar. Memang kapan dia makan. Dia hanya mengingat memakan buah yang di berikan mamanya. Apa itu cukup untuk peliharaannya di dalam sana.


Tok-tok-tok.


" Kau mau makan apa?" tanya Kevin. Tau saja jika dia lapar.


" Tidak usah aku mau istirahat saja," jawab Kiara malu-malu kucing.


" Kenapa aku menolaknya, aku memang sangat lapar. Kenapa mulutku ini sangat tidak bersahabat," batin Kiara menyesal mengatakan itu.


" Hmmm, tapi memang kau punya makanan?" tanya Kiara basa-basi. Dia memang lapar tetapi sudah menolak. Dan harus mendapatkan kembali tawaran itu.


" Tidak ada. Tetapi kalau kau mau makan. Kita bisa pesan," ucap Kevin.


" Apa tidak merepotkan," ucap Kiara pelan. Kevin menyembunyikan senyumnya. Dia tau sebenarnya Kiara sangat lapar hanya Kiara gengsi mengatakannya.


" Turunlah, kita akan cari makan!" ucap Kevin.


" Kita akan keluar?" tanya Kiara. Kevin menganggukkan matanya.


" Berarti aku harus ganti baju lagi," ucap Kiara dengan lesu dia memang tidak mungkin keluar menggunakan piyama. Sementara di luar sedang musim dingin.

__ADS_1


" Pakai mantel panjang saja," Saran Kevin.


" Hmmm, baiklah! tunggu sebentar," ucap Kiara kembali masuk.


Tanpa menutup pintu. Kevin menunggu di depan pintu dengan menyandarkan dirinya dingding. Melihat sedikit kearah dalam kamar melihat Kiara yang buru-buru mengambil jaketnya.


Kevin juga melihat Kiara menyemprotkan parfum. Kevin tersenyum saat melihat botol parfum itu adalah pemberian darinya.


" Ayo berangkat," ucap Kiara dengan semangat 45 Kevin mengangguk. Lalu mereka langsung pergi.


*********


Kevin dan Kiara makan di salah satu Restaurant yang mana biasa di kunjungi Kiara. Memang Kevin menyerahkan kepada Kiara.


Di mana tempat yang diinginkan Kiara untuk makan. Karena Kiara memang sudah 2 tahun tinggal di Paris. Jadi dia sudah tau di mana yang tempat paling enak untuk memanjakan perut.


Mereka sudah duduk berhadapan dengan makanan di depan mereka yang asapnya sampai kemana-mana.


Kiara memesan Ramen kesukaannya dan lebih tepatnya sering di makannya saat berada di Paris. Dia dan teman-temannya memang akan memakan makanan itu kalau sedang senggang.


" Kau sering datang ketempat ini?" Tanya Kevin.


" Iya aku sering makan di sini dan sudah hampir 3 bulan aku tidak kemari. Jadi aku sangat merindukannya," jawab Kiara sambil meniup-niup kuah yang menggugah selera itu.


" Oh iya Kevin, kapan pertemuan dengan kliennya?" tanya Kiara.


" Besok malam," jawab Kevin, " Bukannya seharusnya kamu sudah tau," ucap Kevin.


" Siapa tau berubah jadwalnya," sahut Kiara.


" Tidak akan berubah," sahut Kevin.


" Kau ikut bersamaku kan!" celetuk Kiara yang memang ketergantungan dengan Kevin. Kevin menganggukkan matanya.


" Aku juga menemui klien di sana," jawab Kevin.


" Kalau besok malam. Berarti masih ada pagi waktu kosong sampai sore. Apa aku boleh ke Universitas Lexus?" tanya Kiara meminta ijin.


" Kau merindukan tempat itu?" tanya Kevin.


" Aku hanya ingin menemui beberapa teman-temanku. Dan ingin melihat tempat itu apakan ada perubahan. Juga ingin melihat apa orang-orang di sana masih mengingatku," jawab Kiara.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2