
Kiara berada di dalam kamarnya mondar-mandir. Dia benar-benar sangat terkejut dengan beberapa hal yang tadi dengarnya sewaktu sarapan.
Tidak pernah terpikir olehnya jika keluarganya langsung terlibat dengan hal itu. Kiara begitu resah memikirkan masalahnya dengan Kevin yang langsung berefek kemana-mana dan bahkan melibatkan keluarganya.
" Apa yang harus aku lakukan. Aku harus bagaimana, kenapa semuanya jadi seperti ini. Kenapa Om Winata harus menemui Ziva dan juga bahkan membuat kak Rangga tiba-tiba promosinya di batalkan," ucap Kiara dengan gelisah dengan dadanya sesak. Napasnya yang tida stabil.
Ceklek.
Pintu kamar langsung di buka oleh Rachel. Kiara sempat terkejut dengan kehadiran sang kakak yang tiba-tiba.
" Kiara apa yang terjadi?" tanya Rachel dengan panik langsung menghampiri adiknya.
" Kak," lirih Kiara memegang tangan Rachel. Rachel merasa tangan adiknya sangat dingin. Dan sudah bisa membaca dari eksperesi sang adik. Memang terjadi sesuatu.
" Om Mitra sudah tau hubungan kamu dan Kevin?" tanya Rachel memastikan. Kiara mengangguk jika apa yang di pikirkan kakaknya benar apa adanya.
Hhhhhh, suara napas berat Rachel terdengar dan Rachel langsung memegang kepalanya, duduk di pinggir ranjang dan bahkan lebih panik dari pada Kiara.
" Kak bagaimana ini?" tanya Kiara duduk di samping Rachel.
" Apa yang di katakannya kepada kamu. Apa dia dia langsung mengatakan. Jika kamu masih menjalin hubungan dengan Kevin. Maka dia melakukan hal yang tidak-tidak pada keluarga kita?" tanya Rachel langsung menebak. Karena biasanya orang kaya kebanyakan seperti itu.
Flashback
" Kamu berpacaran dengan Kevin?" tanya Winata.
Kiara terdiam dengan pertanyaan Winata. Dia tidak tau harus menjawab apa. Dia semakin memegang erat jarinya yang berada di atas pahanya. Sangat takut dengan pertanyaan Winata.
" Kevin. Apa yang harus aku lakukan. Aku harus menjawab apa," batin Kiara yang meminta saran dari pacarnya melalui hatinya.
" Tidak mungkin tidak. Jika di lihat dari semua ini. Jelas kalian memiliki hubungan yang istimewa," ucap Winata yang menunjukkan lembaran foto di atas meja.
Mata Kiara pun melihat beberapa lembaran foto itu dan melihat beberapa foto dirinya dan Kevin yang bermesraan, berpelukan dan bahkan berciuman hal pribadi yang seharusnya menjadi privasi Kevin dan Kiara.
" Om Winata sudah benar-benar tau semuanya. Apa lagi yang harus aku sembunyikan, bahkan dia punya semua waktu liburanku bersama Kevin," batin Kiara yang pasrah dengan apa selanjutnya.
" Ya dari foto- foto ini sudah menjelaskan semuanya hubungan kamu seperti apa dengannya," ucap Winata lagi. Kiara diam membisu.
" Kami masih terlalu muda dan banyak kesempatan untuk kamu melakukan hal yang positif ketimbang pacaran," ucap Winata.
" Jangan sampai kamu menyia-nyiakan masa muda kamu untuk masalah ini. Kamu harus memikirkan universitas yang kamu tuju. Kamu berjuang untuk universitas itu. Jangan sampai apa yang sudah kamu usahakan menjadi sia-sia," ucap Winata menegasakan.
" Karena bisa saja. Kamu kehilangan kesempatan itu. Karena hanya mengikuti hal-hal berpacaran yang tidak ada gunanya," ucap Winata lagi. Kiara langsung melihat Winata.
" Apa maksudnya. Kenapa dia bicara seperti itu?" tanya Kiara kebingungan.
__ADS_1
" Dan jangan sampai orang-orang yang sudah bekerja keras juga akan menanggung sesuatu yang tidak dia lakukan," lanjut Winata lagi semakin membuat Kiara kebingungan dan juga ketakutan dengan kata-kata Winata yang tampak tenang tetapi memiliki arti yang mendalam.
Flassaon.
" Dia hanya mengatakan itu?" tanya Rachel memastikan. Kiara mengangguk.
" Kata-katanya memang manis. Tetapi semua itu berupa ancaman," ucap Rachel yang bisa menebak.
" Lalu apa yang harus aku lakukan kak?" tanya Kiara yang kebingungan. Dia tidak tau lagi mau bertukar pikiran dengan siapa. Kecuali kepada sang kakak.
" Kevin sudah tau semua ini?" tanya Rachel. Kiara langsung menggeleng.
" Aku belum memberitahunya dan sepertinya. Om Winata juga belum mengatakan apa-apa kepadanya. Karena tadi malam. Kevin masih menelponku dan dia masih terlihat biasa," jawab Kiara.
" Lalu kenapa tidak memberitahunya. Kalian harus mencari solusi sama-sama," ucap Rachel dengan tegas.
" Dia masih bekerja kak. Mungkin aku akan memberitahunya. Ketika dia sudah pulang," jawab Kiara.
" Kenapa semuanya cepat sekali menyebar," ucap Rachel yang sudah mulai memijat kepalanya.
" Aku juga tidak tau akhirnya semuanya benar-benar ketahuan. Aku tidak percaya dengan hal ini. Ternyata hubunganku ada juga akhirnya, bahkan om Winata sudah mulai mengait-ngaitkan dengan keluarga kita," ucap Kiara yang terlihat pasrah.
" Kiara sudahlah. Kamu tenang dulu. Kamu jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Kamu harus tenagin pikiran kamu. Supaya kita berpikir jernih," ucap Rachel memberi saran adiknya. Agar tenang dan mereka bisa sama-sama berpikir jernih.
Ceklek.
" Mama," ucap mereka serentak dengan sedikit panik dan serentak juga berdiri.
" Kalian tumben berduaan di kamar. Tumben akur," ucap Sahila yang heran dengan anaknya yang tiba-tiba akrab.
" Hmmm, tidak ma. Aku tadi meminjam charger Kiara," ucap Rachel memberikan alasannya. Kenapa dia ada di kamar itu.
" Iya ma benar," jawab Kiara yang gugup langsung menjawab dengan cepat. " Mama ngapain kemari?" tanya Kiara heran.
" Ini mama ngasih undangan untuk kamu," ucap Sahila langsung memberi pada Kiara.
" Undangan," sahut Kiara mengkerutkan dahinya. Heran tiba-tiba dia mendapat undangan.
" Dari mana?" tanya Kiara mengambil undangan itu.
" Kamu baca saja. Mama mana tau," Jawa Sahila. Ya sudah mama pergi dulu. Banyak kerjaan di dapur," ucap Sahila pamit.
" Iya ma," jawab mereka serentak. Sahila pun akhirnya pergi dan Kiara langsung membuka undangan itu dan membacanya.
Wajah Kiara terkejut dengan undangan yang di terimanya.
__ADS_1
" Kenapa Kiara?" tanya Rachel penasaran melihat ekspresi wajah adiknya dan dengan cepat Rachel menarik dari tangan Kiara dan langsung membacanya dan Rachel lebih terkejut lagi dengan undangan itu.
..." Makan malam di rumah mitra Winata," baca Rachel isi dari inti undangan itu....
" Dia mengundang kamu," ucap Rachel kaget.
" Kenapa dia mengundangku makan di rumahnya," tanya Kiara pelan kebingungan dengan undangan Winata.
" Pasti ada yang tidak beres ini. Sudah Kiara. Kamu tidak perlu datang itu tidak penting," ucap Rachel yang langsung memberi saran adiknya untuk tidak datang.
" Apa lagi yang ingin di bicarakan Om Winata. Kenapa dia tiba-tiba harus mengundangku kerumahnya. Apa yang ingin di sampaikannya lagi," batin Kiara yang semakin gelisah.
Dia sangat bingung dengan undangan Winata yang tiba-tiba. Mengundangnya makan malam di rumahnya dan paling parah nanti malam. Tidak ada cela untuk Kiara mendapat ketenangan.
Semalam dia menemui Winata dan Winata bicara panjang lebar dengannya. Malamnya Kevin menelponnya dan mengatakan ada pekerjaan mendadak yang di berikan papanya. Sehingga tidak bisa pulang.
Tadi pagi. Kiara juga di kejutkan dengan pernyataan Ziva dan lebih parahnya sang kakak yang promosi naik jabatannya di tunda. Tidak berhenti di situ saja. Sekarang dia di undang makan malam di rumah Winata.
Kiara tidak tau lagi bagaimana menghadapi situasi yang berat itu. hubungannya dengan Kevin memang tidak semudah itu.
***********
Rumah Mitra Winata
Saras yang baru pulang dari rumah sakit langsung menghampiri dapur karena tenggorokannya yang serat dan harus minum dulu.
Sesampainya di dapur Saras di kejutkan dengan para pelayan yang tampak sibuk membuatnya bertanya-tanya.
" Apa ada tamu yang datang?" tanya Saras pada salah satu pelayan.
" Mungkin iya Bu soalnya tuan menyuruh kami menyiapkan makanan yang banyak," jawab pelan.
" Siapa tamu papa," batin Saras penasaran sedikit melihat tamu sang papa.
" Begitu rupanya," sahut Saras. Pelayan mengangguk.
" Ya sudah. Kalian lanjutkan lagi memasaknya," ucap Saras yang langsung mengambil air putih dan langsung pergi.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...