Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 39 akhirnya bertemu.


__ADS_3

" Selamat siang tuan," sapa sang penjaga Perpustakaan dan meraih buku dari tangan Kevin. Tetapi penjaga itu heran dengan Kevin sampai penjaga itu melihat Kevin benar apa tidak kevin meminjam buku itu.


" Apa orang seperti dia hobi membaca novel," batin Pria itu masih melihat heran ke arah Kevin dan menulis data buku itu.


Kevin memang asal ambil saja dia menarik salah satu buku novel dengan sampul senja dan dengan judul Senja yang harus di cintai.


" Apa ada wanita yang barusan ke luar dari sini?" tanya Kevin.


Alasannya meminjam buku hanya untuk menanyakan rasa penasarannya.


" Banyak tuan," jawab Pria itu memang kenyataannya.


" Oh, begitu," sahut Kevin.


" Apa tuan mencari seseorang?" tebak Pria itu.


Kevin menggelengkan kepalanya. Dia enggan melanjutkan pertanyaannya. Tidak mungkin dia harus menanyakan sedetail mungkin.


**************


Sementara di sisi lain. Kiara berada di dalam Coffee shopnya membaca buku. Rachel yang sedari tadi duduk di kasir sibuk menulis di buku panjang yang mungkin uang pemasukan.


Sementara Kiara duduk di daerah dalam kasir sambil membaca buku yang tadi di pinjamnya. Kiara duduk di lantai di bawah kaki Rachel dengan menyandarkan punggungnya di dingding meja dengan kaki yang di luruskan.


Sesekali Rachel pasti melihat ke adiknya yang begitu fokus membaca. Kiara yang membaca tetapi Rachel yang stres.


Rachel menutup buku yang sedari tadi di isinya dan membuka celemek khas coffee shop tersebut.


" Kiara," tegur Rachel.


" Hmmmm," jawab Kiara dengan deheman.


" Aku nggak enak badan. Kamu jagain ya, soalnya aku mau pulang mau istirahat," ucap Rachel dengan suara lemas. Kiara melihat arloji di tangannya masih jam 5 sore.


" Kenapa nggak tutup aja?" sahut Kiara kembali membaca bukunya.


" Nanti mama marah, sudah lah kamu jagain aja. Aku mau pulang, lagian juga mendung, jadi bentar lagi aja tutup," sahut Rachel.


Kiara mengangkat kepalanya melihat ke arah kakaknya. Rachel langsung pura-pura lemas. Kiara menatapnya curiga penuh bau-bau sandiwara.


" Sudahlah, kamu juga nggak ada kerjaan, aku balik dulu," ucap Rachel langsung mengambil tasnya. Dari pada Kiara semakin curiga kepadanya.


" Sejak kapan sakit kayak gitu dasar alasan," desis Kiara kesal melihat kakanya yang berlari keluar dengan buru-buru.


Kiara harus menutup bukunya, karena harus menggantikan kakaknya yang beralasan tidak enak badan.


Kiara menyusun bukunya ke dalam paper bag dan langsung berdiri. Kiara pun memakai celemek yang di letakkan kakaknya sembarangan.


" Selamat datang," ucap Kiara sibuk mengikat tali celemek kepinggangnya saat ada membuka pintu coffee shop dan Kiara mengangkat kepalanya dan kaget melihat orang yang masih memegang gagang pintu kaca tersebut.


" Kevin," lirih Kiara.


Kevin yang masih pada posisinya terus melihat Kiara. Yang sepertinya merindukan Kiara. Takut-takut Kevin khilaf langsung memeluk Kiara. Tapi untung itu tidak terjadi.


" Permisi, saya mau masuk," ucap salah seorang wanita yang di belakang Kevin yang merasa jalannya terhalangi. Karena Kevin asyik bengong melihat Kiara.


" Oh iya," jawab Kevin yang menjadi linglung. Sementara Kiara bingung dengan Kevin yang sudah seminggu tidak dilihatnya dan sekarang muncul tiba-tiba.


Kevin pun berjalan mendekati Kiara yang berdiri di meja kasir. Kevin berdiri di depan wanita yang memesan pada Kiara.


" Terima kasih mbak, silahkan di tunggu," ucap Kiara ramah menyatukan ke-2 telapak tangannya. Customer itu hanya mengangguk dengan tersenyum.

__ADS_1


Sampai akhirnya Kevin sudah berdiri di depan wanita yang mengganggu pikirannya itu.


" Kamu mau pesan apa?" tanya Kiara dengan santai.


" Hmmm," Kevin tidak tau harus menjawab apa. Karena dia hanya asal datang dan tidak menyangka langsung menemui Kiara.


" Hey," tegur Kiara melambaikan tangannya di wajah Kevin yang malah melamun.


" Hmmm, apa yang kamu berikan kemarin," jawab Kevin.


" Oh, begitu," sahut Kiara langsung menekan layar monitor dengan jarinya seakan tau apa yang di inginkan Kevin.


" 38.000," ucap Kiara mengatakan Billnya.


Kevin mengeluarkan dompet dari sakunya, mengambil kartu dan memberinya pada Kiara. Kiara langsung mengambilnya dan melakukan trans saksi bayar dan memberi bon dan kartu pada Kevin.


" Silahkan di tunggu," ucap Kiara dengan ramah. Kevin hanya mengangguk dan mencari tempat duduk.


Pesanan untuk Kevin. Kiara sendiri yang membuatnya. Karena kemarin Kiara yang membuatnya. Jadi agar rasanya tidak berbeda. Padahal sama saja. Mungkin bagi Kevin berbeda. Racikan Kiara jauh lebih enak.


Kevin yang duduk di salah satu bangku, terus melihat ke arah Kiara yang sibuk meracik pesanannya. Kiara juga beberapa kali melihat ke arah Kevin yang terus melihatnya. Membuat Kiara malah heran dan kurang nyaman.


" Ini, silahkan di nikmati," ucap Kiara yang meletakkan pesanan Kevin di mejanya.


"'Terima kasih," jawab Kevin. Kiara mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.


Hari semakin larut dan bahkan sudah jam 9. Barista juga sudah membalikan tulisan di depan pintu dengan close yang berarti coffee shop sudah tutup.


Sementara Kevin yang memang tidak punya kerjaan masih berada di dalam dengan tempat yang sama, menyilangkan kaki dan terus melihat Kiara. Sedari tadi matanya memang tidak lepas dengan apa yang di lakukan wanita itu.


" Kiara kita pulang ya," ucap salah satu Barista yang memang sudah waktunya pulang.


" Buruan Kiara, jangan lama-lama. Kasian pacar kamu dari tadi nungguin dia sangat setia menunggumu," sahut barista yang satunya lagi. Sampai Kiara melihat ke arah Kevin yang masih setia menunggu.


" Pacar dari mana?" batin Kiara mendengus.


Tempat itu sudah kosong dan hanya ada Kiara dan Kevin. Kiara yang sudah merasa beres dengan pekerjaannya membuka celemeknya dan menghampiri tempat duduk Kevin dengan membawa coffee dan roti yang sama.


" Punya mu sudah habis," ucap Kiara meletakkan di meja Kevin. Kevin mengeluarkan kembali kartu limitnya dan memberinya pada Kiara.


" Aku sudah tutup. Tidak menerima pembayaran," sahut Kiara duduk di depan Kevin.


" Benarkah, lalu kenapa memberikan ku ini," tanya Kevin.


" Aku rasa tenggorokan mu kering dan perutmu keroncongan, makanya aku memberimu," jawab Kiara.


" Kenapa kau masih di sini, apa kau tidak punya kerjaan?" tanya Kiara.


" Aku habis dari perpustakaan dan ingin mampir," jawab Kevin.


Kiara melihat paper bag yang di atas meja. Memang benar Kevin habis dari perpustakaan yang ada di depan coffee shopnya.


" Kau meminjam buku?" tanya Kiara. Kevin mengangguk.


" Buku apa?" tanya Kiara yang dengan jahil langsung membuka isi papar bag itu ingin melihat buku yang di pinjam Kevin.


Tetapi mata Kiara malah membulat dan melihat ke arah Kevin. Melihat dengan tidak percaya.


" Kau menyukai novel," tanya Kiara tidak percaya.


Tetapi Kevin malah heran dengan apa yang di katakan Kiara dan dengan cepat. Kevin menarik buku tersebut dari tangan Kiara.

__ADS_1


Kevin baru menyadari sekarang. Jika buku yang di ambilnya sembarangan adalah novel dan malah judulnya sangat norak di dalam pikirannya.


" Kenapa aku bodoh sekali? desis Kevin pelan dengan memejamkan matanya. Mungkin malu di Dedap Kiara.


" Aku tidak percaya kau menyukainya," ucap Kiara yang sekarang tersenyum. Senyum antara tidak percaya atau senyum mengejek.


" Ehmmm, itu pasti ketukar," sahut Kevin gugup dan berusaha mengelak.


" Ohhhh, benarkah aku pikir kau salah satu para readers ku," sahut Kiara membuat Kevin bingungnya.


" Maksudnya?" tanya Kevin.


Kiara meraih buku tersebut dari tangan Kevin dan memperlihatkan sampul bagian paling belakangnya. Mata Kevin langsung berpindah pada apa yang di lihatkan Kiara.


Kevin melihat foto Kiara ber-ukuran 3x4 dan melihat penerbit dengan nama lengkap Kiara.


" Kau," ucap Kevin benar-benar shock mengetahui Kiara adalah penerbit buku yang di pinjamnya dengan asal. Kiara menganggukkan kepalanya membenarkan pikiran Kevin.


" Kau seorang penulis juga?" tanya Kevin tidak percaya.


" Ya seperti yang kau liat," jawab Kiara. Kevin hanya melihat Kiara dengan tatapan takjub. Bagaimana tidak pikirannya di buat melayang oleh Kiara. Sekarang dia mengetahui 1 lagi keunggulan Kiara. Sudah lah, cantik, pintar, bahkan seorang penulis yang masih muda.


" Tapi aku tidak menyukai novel," ucap Kevin menarik buku tersebut dari tangan Kiara dan memasukkannya ke dalam tempatnya, " ini pasti ketukar," lanjut Kevin lagi dengan beribu alasan.


" Ohhhh begitu, ya aku rasa juga begitu. Oh ya sudah aku mau pulang, kau masih mau tetap di sini, aku harus menutup Cafe ini," ucap Kiara. Kiara.


" Iya aku juga mau pulang," sahut Kevin yang langsung berdiri.


" Oh begitu," Kiara juga berdiri.


" Kau tidak akan membawanya?" tanya Kiara melihat minuman dan makanan yang di berikannya barusan malah di anggurin Kevin.


" Iya aku bawa," sahut Kevin gugup dan memasukkan semua kedalam paperbag. Bergabung dengan buku tersebut. Kiara yang merasa kevin sangat aneh hanya mengangguk-angguk saja.


Sampai akhirnya Kiara dan Kevin sudah berada di luar. Kevin malah menunggu Kiara menutup coffee tersebut. Kiara yang selesai melakukan pekerjaannya melihat ke arah Kevin yang masih berdiri.


" Mana supir dan para bodyguard mu?" tanya Kiara yang melihat ke jalanan.


" Masih di jalan," jawab Kevin bohong. Padahal Kevin sudah menyuruh pulang.


" Ohhh," sahut Kiara dengan santai dan berjalan.


Akhirnya Kiara dan Kevin sama-sama berjalan di pinggir jalan raya yang tidak lumayan sepi. Entah sejak kapan Kevin melakukan itu.


" Mereka belum datang juga?" tanya Kiara. Kevin menggeleng.


" Kau pulang naik apa?" tanya Kevin.


" Naik bus," jawab Kiara yang berjalan sejajar dengan Kevin. Di tengah perjalanan mereka. Langit yang memang sedari tadi mendung langsung menumpahkan hujan.


" Aiss hujan," ucap Kiara melihat kearah langit, " ayo Kesana," ajak Kiara yang langsung menarik tangan Kevin dan berlari dengan menggengam tangan Kevin dan satu tangannya menutup kepalanya dan Kevin hanya mengikuti Kiara saja tanpa menolak.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2