Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 134 jujur


__ADS_3

Tidak berapa lama akhirnya apa yang di perintahkan Mitra Winata pada asistennya berjalan lancar. Tidak sampai 24 jam. Asisten Mitra Winata sudah berdiri di depannya dan pasti melaporkan apa yang sudah di dapatkannya. Memang tidak mudah baginya hanya untuk mencari informasi karena itu sudah sangat biasa.


Ada beberapa dokumen di atas meja Winata dan tangan Winata juga sudah membolak-balikan dokumen yang pasti berhubungan dengan Kiara.


" Jadi dia Kiara Ofelius Alatta Bramana," ucap Winata.


" Benar tuan dia putri ke- 3 dari Danu Bramana, Manager di perusahaan Lexus dan adik dari Rangga yang juga bekerja di perusahaan Lexus. Keluarga mereka tinggal di komplek perumahan yang sama dengan tuan dan tepatnya di depan rumah tuan," jelas sang asisten membuat Winata cukup terkejut sampai melihat sang Asisten seakan tidak percaya.


" Nona Kiara sendiri adalah salah satu murid dari Yayasan Lexus dengan beasiswa yang dia berikan Lexus dan juga pelajar paling pintar dan juga salah satu aset Lexus," lanjutnya lagi. Mitra Winata cukup kaget mendengar informasi yang di terimanya itu.


" Dia masih 19 tahun," ucap Winata yang melihat kelahiran Kiara.


" Benar tuan. Dia masih 19 tahun dan sudah kuliah semester 4 di Paris. Tetapi nona Kiara di do," jawab Asisten.


" Apa dia murid yang di tangani Clarissa?" tebak Winata.


" Benar tuan. Dia melakukan kesalahan yang di buatnya sendiri agar di do. Nona Kiara sengaja melakukan penurunan nilai agar di do," jawab Asisten menjelaskan.


" Dia melakukannya agar di do?" tanya Mitra Winata heran dengan pernyataan tersebut.


" Benar tuan. Beberapa informasi yang saya dapatkan. Nona Kiara sendiri. Tidak menyukai kuliah di universitas Lexus dan makanya segala usaha yang di lakukan nona Clarissa sia-sia. Dan dia sudah di terima di universitas Harvard," jelas Asisten tersebut lagi.


" Harvard," sahut Mitra Winata kaget.


" Benar tuan. Dalam bulan ini dia akan mengikuti ujian beasiswa dan 100 persen kemungkinan akan di terima.


" Wanita yang memiliki IQ tinggi. Wajar jika Kevin tertarik padanya," batin Winata harus mengakui sedikit mengagumi Kiara.


" Lalu sejak kapan mereka menjalin hubungan?" tanya Winata pada intinya.


" Mereka mulai dekat. Saat nona Kiara berada 1 pesawat Lexus dengan tuan Kevin. Nona Clarissa menempatkan nona Kiara di dalam ruangan pesawat tuan Kevin," jawab asisten tersebut.


" Tidak lama mereka dekat, mereka baru dekat," batin Winata yang kembali membolak-balikan lembaran dokumen tersebut.


" Wanita ini bukannya juga yang jadi barand ambasador di hotel Lexus?" tanya Wanita yang mengingat.


" Benar tuan," jawab Asistennya.


" Jadi dia anak dari Danu Baramana," batin Sinta yang pasti tidak habis pikir dengan hal itu.


" Baiklah jika begitu. Sekarang aku memerintahkan mu untuk mencari tau siapa yang mengirim foto ini kepada ku," ucap Winata yang kembali memerintah.


" Baik tuan," jawab Asistennya.


" Pergilah. Nanti aku akan memanggilmu. Jika membutuhkan sesuatu," ucap Mitra Winata.


" Baik tuan," jawab asistennya, menundukkan kepala dan langsung pergi.


" Kiara. Jadi Kiara namanya. Tinggal di depan rumah. Aku tidak percaya jika Kevin bisa berhubungan dengan gadis ini. Tapi dia memang menyukai gadis pintar," batin Winata yang masih membolak-balikan dokumen informasi lengkap tentang Kiara.


************


Kiara sudah sampai kerumahnya. Dia keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya yang cukup lengket. Kiara mengeringkan rambutnya dengan handuk putih dan duduk di pinggir ranjang.


" Kenapa perasaanku tidak enak," batinnya mengusap dadanya seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.


" Aduh Kiara kamu itu berlebihan. Lagian Kevin baru saja menelponmu. Jadi apa yang harus kamu pikirkan. Tidak apa-apa Kiara jangan memikirkan yang aneh-aneh," ucapnya mencoba menenagkan dirinya. Walau tetap tidak bisa tenang juga.

__ADS_1


Krekkkk


pintu kamarnya terbuka dan menampilkan Rachel.


" Ishhhh, kak Rachel ngapain sih. Pasti dia kepo sesuatu," batin Kiara yang tampak tidak suka melihat ke hadiran Kiara.


" Mau balikin hair dryer," ucap Raquel menunjukkan apa yang di bawanya dan langsung berjalan memasuki kamar Kiara tanpa di suruh masuk.


" Dia setau apa sih hubungan ku. Aku yakin dua tau banyak. Tapi Dari mana kak Rachel tau," batinnya yang gelisah dengan Rachel yang mengetahui banyak tentangnya.


" Sudah aku kembalikan. Daaaa," ucap Rachel yang tampak tidak banyak bicara dan malah pergi.


" Kak Rachel!" panggil Kiara. Rachel menghentikan langkahnya dan tersenyum. Lalu menghilangkan senyumnya ketika membalikkan tubuhnya kehadapan Kiara.


" Ada apa?" tanya Rachel tampak biasa.


" Aku ingin bicara," ucap Kiara.


" Tapi aku lagi buru-buru mau pergi," ucap Rachel yang tampak sok jual mahal.


" Udah deh nggak usah banyak cerita. Buruan sini," ucap Kiara kesal dengan Rachel yang terlalu banyak gaya.


" Baiklah. Jika kamu memaksa," sahut Rachel mendekati Kiara.


" Siapa juga yang memaksa," ucap Kiara yang mulai kesal. Rachel sudah duduk di samping Kiara.


" Ada apa?" tanya Rachel.


" Kakak tau apa tentangku?" tanya Kiara.


"ya banyak lah. Kamu kan adikku," lanjut Rachel.


" Bukan itu maksudku," sahut Kiara kesal.


" Lalu," sahut Rachel.


" Sudah deh. Nggak usah mendadak sok polos. Jawab aja apa yang kakak ketahui tentang aku belakangan ini," ucap Kiara menekan suaranya. Karena Rachel yang tampak bertele-tele.


" Kakak tau dari mana aku pacaran," ucap Kiara langsung to the point. Rachel mendengarnya tersenyum tipis.


" Kamu punya pacarnya," ucapnya berubah menjadi kaget. Kaget sandiwara.


" Isssssss, nggak usah drama. Kakak sudah tau juga sok-sokan kaget-kaget segala," ucap Kiara dengan kesal.


" Jadi benar kamu pacaran sama anak tetangga depan?" tanya Rachel yang mulai sudah serius.


" Hmmm," Kiara berdehem. Tidak tau itu jawaban apa.


" Kakak sejak kapan tau?" tanya Kiara lagi.


" Barusan. Kan kamu ngomong barusan," jawab Rachel.


" Aku serius kak," sahut Kiara kesal.


" Kakak tau dari kamu di antar sama dia. Sebelum dia pergi Ke Jerman dan untuk memastikannya kakak melihat dari cctv dan melihat kalian sering ngobrol di dalam kafe dan dia juga sering menunggu kamu," ucap Rachel yang kali ini bicara dengan serius.


" Kamu benar-benar berpacaran dengan dia. Atau hanya sekedar teman atau apa?" tanya Rachel yang memastikan sekali lagi.

__ADS_1


" Aku memang pacaran dengan Kevin," jawab Kiara jujur. Rachel terlihat senyum menggoda.


" Aku tau apa yang kakak pikirkan. Tapi aku minta sama kakak mama dan papa dan yang lainnya tidak boleh tau tentang itu," ucap Kiara yang langsung mengingatkan kakanya.


" Kenapa apa ada masalah?" tanya Kiara.


" Bukannya kakak sendiri yang bilang bagaimana berhubungan dengan keluarga Mitra Winata. Dan jika mama atau papa tau. Pasti mereka khawatir dan mikir aneh-aneh. Aku nggak mau mereka harus kepikiran dengan hubunganku," jelas Kiara.


" Apa itu artinya hal ini juga tidak di ketahui Mitra Winata?" tanya Rachel. Menebak.


" Iya. Awalnya papanya tau. Sewaktu aku dan Kevin belum jelas statusnya dan Kevin mencoba menghindariku dan pada akhirnya dia memutuskan untuk menjalin hubungan dengan sembunyi-sembunyi," jelas Kiara yang tampak percaya dengan dan mengatakan apa adanya.


" Jadi kalian sempat ketahuan," sahut Rachel kaget. Kiara mengangguk.


" Jika sudah ketauan dan Mitra Winata tidak setuju. Lalu ngapain di lanjutin yang ujung-ujungnya juga tidak akan ada akhirnya," ucap Rachel.


" Kita ingin menjalani dulu dan aku juga tidak tau sampai kapan dan apakah ada akhirnya," sahut Kiara.


" Aku sudah menebak sih. Keluarga itu memang tidak akan muda memberikan izin anaknya untuk berpacaran. Apa lagi orang biasa seperti Kiara," batin Rachel.


" Kamu yakin Kiara akan menjalani semua ini?" tanya Rachel memastikan. Dia juga pasti khawatir dengan adiknya itu.


" Hmmmm, aku yakin akan menjalani semuanya dan aku hanya berharap semuanya bisa baik-baik saja," sahut Kiara.


" Tapi Kiara. Kamu sudah tau kan resikonya. Jika akhirnya semuanya ketauhan," ucap Rachel.


" Aku tau kak. Tapi aku tidak punya pilihan dan aku juga ingin melihat apa yang terjadi kedepannya. Jadi biarkan saja seperti ini," ucap Kiara yang sangat yakin dengan hubungannya dengan Kevin.


" Aku sama Kevin sama-sama memikirkan cara untuk hubungan kedepannya," lanjut Kiara lagi.


" Aku hanya meminta tolong sama kakak. Jangan memberi tahu siapaun masalah ini. Aku pasti memberi tahu mereka. Tetapi ketika mendapat waktu yang tepat," ucap Kiara dengan wajahnya yang lesu.


" Hmmmm, ya sudah lah. Kamu kok yang menjalani semua ini. Kakak cuma bisa mengingatkan kamu dan kamu juga harus hati-hati. Ingat Kiara siapa yang kamu hadapi dan terlebih lagi. Kamu juga masih muda. Kamu masih banyak waktu dan tidak perlu mengalami hal berat apapun," ucap Rachel memberi saran pada adiknya.


" Iya kak, aku mengerti. Makasih untuk semuanya," ucap Kiara.


" Aissss, kamu apaan sih. Nggak usah lebay. Kamu jadi sweet gini apa ini efek pacaran yang kamu dapat," ucap Rachel menggoda adiknya.


" Tuh kan mulai deh," sahut Kiara kesal.


" Iya sorry deh," sahut Rachel.


" Ya sudah sana keluar. Aku mau istirahat," ucap Kiara yang langsung mengusir.


" Iya ini juga mau keluar. Ingat ya pacaran- pacaran tapi jaga diri," ucap Rachel menegaskan memberi ingat lada sang adik.


" Iya," sahut Kiara. Rachel pun langsung keluar dari kamar adiknya. Dia tidak percaya sih. Jika sang adik akhirnya jujur kepadanya.


Melihat selama ini Kiara orang yang tidak terbuka dan tiba-tiba mempercayainya. Ya jika dia sudah taukan bisa menegur adiknya dan memberi saran adiknya kedepannya.


" Hhhhhhh," Kiara menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Biarlah kak Rachel tau. Aku butuh masukan dari dia. Dan aku juga tidak bisa menyimpan ini sendirian," batin Kiara yang jauh lebih lega setelah sang kakak mengetahui. Seketika hatinya langsung plong begitu saja.


Dalam masalah besar yang iya hadapi memang membutuhkan Rachel yang mungkin lebih berpengalaman. Dan mungkin Rachel juga bisa membatunya. Jika ada sesuatu. Walau sering bertengkar. Tetapi mereka bisa menjadi sohib yang cocok juga.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2