
Clarissa Duduk di ruangannya dan melihat beberapa laporan yang di berikan Santi kepadanya. Apa lagi jika tidak mengenai Shirin wanita yang bersama pria yang di sukainya yang di temuinya di pesta peresmian hotel Lexus.
Dan Santi masih berdiri di depannya, melihat Clarissa yang terus melihat data-data Shirin serius.
" Shirin Nur Afifah," gumam Clarissa membaca nama lengkap Shirin.
" Benar Bu," jawab Santi.
" Aku baru tau kalau dia bekerja di Pesawat Lexus," gumam Clarissa lagi.
" Kemarin ibu komunikasi dengannya, sewaktu menempatkan nona Kiara di pesawat Lexus," jelas Santi.
" Benarkah, jadi dia orangnya, apa dia punya pacar?" tanya Clarissa kepo. Santi menggedikkan bahunya.
" Apa harus saya cari tau," tanya Santi.
" Hmm tidak perlu aku tidak butuh itu," jawab Clarissa.
" Hmmmm, baik Bu," jawab Santi.
" Apa dia sudah lama menjadi Pramugari?" tanya Clarissa.
" 3 tahun Bu," jawab Santi.
" Lumayan lama," sahut Clarissa tidak menyangka.
" Siapa dia, apa memang benar dia pacar Sandy. Aku harus cari tau," batin Clarissa yang ingin tau dan sangat kepo.
" Aneh sekali kenapa dia sangat penasaran dengan Pramugari Lexus," batin Santi yang juga kepo.
**********
1 Minggu lebih setelah Acara pesta Hotel Lexus. Kiara harus menghadapi hari-harinya sebagai Brand Ambassador Hotel Lexus. Kiara kerap kali melakukan syuting iklan promo hotel.
Tetapi kiara tetap ikhlas menjalaninya. Karena Kiara memang butuh uang untuk kuliah. Kiara juga tidak bekerja lagi di Restaurannya. Karena waktunya yang sudah tidak terbagi lagi.
Hari ini Kiara menemui teman SMA-nya Shela di salah satu Cafe. Kiara sudah lama tidak menemui Shela yang kuliah di Australia.
Shela yang merupakan alumni Sma Lexus. Shela memang tidak ingin melanjutkan kuliah di Lexus, selain otaknya tidak sanggup.
Shela juga ingin mencari pengalaman baru. Makanya Kiara sangat iri dengan Shela yang bisa bebas memilih dan pasti bisa mendapat dukungan besar dari keluarganya tidak seperti dirinya yang orangtuanya masih menginginkan Kiara melanjutkan kuliah di Universitas Lexus.
Kerena Shela hari ini liburan ke Indonesia dan mengetahui temannya Kiara juga berada di Indonesia. Jadi mereka berkomunikasi dan memutuskan bertemu sekalian reunian.
" Jadi gimana rencana kamu selanjutnya? tanya Shela sambil memakan spageti pesanannya.
" Aku belum tau, rencananya sih mau kuliah secepatnya dan tidak perlu menunggu tahun depan atau tidak perlu mengulang lagi. Hhhhhh, tapi kayaknya tidak mungkin," jawab Kiara dengan lesu.
" Lalu, apa sudah dapat kampus yang di inginkan?" tanya Shela.
" Universitas pasti ada. Tetapi seperti yang aku katakan tidak memungkinkan untuk lolos," jawab Kiara mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan.
" Bukannya kamu pintar, jadi jelas tidak ada masalahkan," sahut Shela yang bingung jawaban Kiara.
" Itu dia masalahnya, aku tidak bisa di terima di kampus yang standartnya tinggi. Karena sudah mendapat kesan buruk dari Universitas sebelumnya. Universitas populer tidak akan menerima mahasiswi yang memiliki riwayat di deportasi dari Universitas sebelumnya," jelas Kiara.
__ADS_1
" Loh itu kan bisa aja Kiara, kalau pihak universitas sebelumnya mengeluarkan surat baik, dan nggak akan ada masalah setelah itu. Lagi pula jika mereka mengetes kamu. Maka mereka bisa memutuskannya," sahut Shela yang mengetahui prosedurnya.
" Hmmmm, kamu benar, tetapi itu tidak berlaku pada Lexus dan juga padaku." Sahut Kiara tertawa kecil.
" Maksudnya?" tanya Shela bingung.
" Shela, Yayasan Lexus itu. Tidak akan mengeluarkan surat baik untukku. Mereka sengaja melakukan itu. Aku sudah mengatakan Yayasan Lexus tidak akan melepaskanku. Jadi percuma Clarissa tidak akan memberikan itu. Jika dia memberikannya sama saja untuknya," jelas Kiara dengan kesal jika harus membahas Clarissa.
" Memang kamu sudah coba minta pada siapa aja? tanya Shela.
" Ya sama ketua Yayasan langsung. Nona Clarissa yang menyebalkan itu. Aku sangat mengenal pimpinan Yayasan dan dia tidak akan memberikan itu," jawab Kiara yang sudah tau apa selanjutnya.
" Hanya kepadanya saja?" tanya Shela. Kiara mengangguk.
" Tidak kepada yang lain?" tanya Shela.
" Memang bisa?" tanya Kiara heran.
" Ya bisalah. Jika tidak mendapatkan tanda tangannya kau kan bisa minta pada yang lain," jawab Shella membuat Kiara menatap Shela serius.
" Maksudmu. Surat baik itu tidak harus Clarisa yang memberikannya?" tanya Kiara memastikan.
" Ya nggak juga. Harus berhubungan dengan Lexus juga. Tanda tangan surat baik itu bisa di berikan orang-orang yang ikut bertanggung jawab pada Yayasan Lexus. Dan bukan hanya Bu Clarissa. Kan banyak ada yang lain juga. Bu Clarissa hanya pimpinan," jelas Shela.
" Kau tau dari mana?" tanya Kiara yang tidak percaya.
" Aku juga punya teman yang yang ingin keluar dari Universitas Lexus. Karena dia ikut orang tuanya ke Luar Negri. Di mana tidak ada universitas Lexus. Mau tidak mau dia harus pindah kuliah. Tetapi dia bermasalah dengan Bu Clarissa. Karena kesal. Bu Clarissa tidak mengeluarkan surat baik untuk memudahkannya memasuki universitas yang terbaik. Tetapi Dia langsung menemui salah satu Ceo dari Grup Lexus dan dia mendapatkan tanda tangan itu. Dan selesai semuanya berjalan dengan lancar dan dia bisa kuliah di tempat yang terbaik tanpa mengulang lagi," jelas Shela menceritakan pengalaman temannya.
" Benarkah bisa seperti itu?" tanya Kiara yang masih tidak percaya.
" Benar, kau hanya menyiapkan berkasnya dengan baik dan hanya minta tanda tangan dan semuanya selesai," jawab Shela dengan yakin.
" Iya sih, benar juga," sahut Kiara.
" Kiara kau bahkan bisa langsung meminta tanda tangan pada perusahaan Lexus. Dan CEO Perusahaan itu juga bagian yayasan Lexus," jelas Shela lagi.
" Benar apa kata Shela, Kevin berarti punya kuasa atas hal ini," batin Kiara yang baru kepikiran.
" Jika kau benar-benar di butuhkan di Perusahaan itu. Aku rasa Ceo-nya akan memberikan surat baik untukmu," lanjut Shela memberi Kiara masukan.
" Benarkah bisa seperti itu?" tanya Kiara seakan mendapat peluang besar.
" Iya cobalah, minta pada Ceo-nya. Kalau perlu taruhkan pekerjaanmu, bukannya menjadi Brand Ambassador di Lexus. Tidak keinginanmu. Jadi jika kau mempertaruhkannya. Aku rasa tidak akan ada masalah," sahut Shela lagi.
" Benar juga apa kata Shella, kenapa aku tidak kepikiran tentang hal ini dari awal. Jika Clarissa tidak bisa memberikanku surat baik. Aku bisa memintanya pada Kevin dengan mengandalkan diriku sebagai Brand Ambassador. Hanya dengan surat baik itu. Universitas lain akan menerimaku. Bahkan aku kembali mendapat beasiswa," batin Kiara yang merasa bahagia mendapat masukan dari temannya.
" Ehemmm, malah bengong, apa saran yang kuberikan sangat sulit?" tanya Shella.
" Tidak Shella, justru saranmu sangat baik. Aku jadi punya semangat lagi, aku sudah tidak sabar untuk kuliah kembali," ucap Kiara dengan wajah cerianya.
" Begitu, baguslah kalau begitu, kau bisa kuliah, tanpa mengulang dan bahkan bisa mendapat beasiswa. Apalagi kan kau sangat pintar, jadi pasti beasiswa itu akan kau dapatkan," ucap Shela yang tidak meragukan kemampuan temannya.
" Kau bisa aja," sahut Kiara malu mendapat pujian.
" Astaga, Kiara aku kelupaan sesuatu," ucap Shela menepuk jidatnya.
__ADS_1
" Apa?" tanya Kiara.
" Aku ingin menunjukkan mu. Album kita semasa sekolah dan bahkan foto-foto saat Party kelulusan, eh malah ketinggalan," jawab Shela yang mempunyai penyakit lupa tingkat dewa.
" Benarkah, sayang sekali," sahut Kiara yang juga ingin melihat foto-foto mereka sewaktu dulu.
" Ya lain kali saja, atau nanti aku kirim kerumahmu," ucap Shela.
" Ide bagus, aku akan tunggu, tenang aja ongkos kirimnya akan aku bayar," sahut Kiara mengedipkan 1 matanya.
" Mentang-mentang sudah banyak duit," sahut Shela tersenyum miring.
" Lumayan lah," sahut Kiara menyombongkan diri. Membuat mereka saling tertawa.
**********
" Apa dia tidak bekerja di sini lagi?" tanya Kevin pada salah satu karyawan Restauran.
" Benar Pak, Kiara sudah hampir seminggu tidak bekerja di Restauran ini, dia memilih berhenti," jawab pelayan pria itu.
" Kenapa dia berhenti bekerja," batin Kevin.
" Hmmmm, ya sudah terima kasih," ucap Kevin pamit. Pria itu hanya mengangguk.
Kevin memang tidak pernah bertemu Kiara. Terakhir dia bertemu sewaktu mengantar Kiara pulang.
Padahal Kiara sudah bolak-balik ke hotel Lexus untuk melakukan pemotretan dan syuting promosi.
Kevin juga sangat sibuk di perusahan dan juga beberapa kali ke Luar kota. Sampai tidak sempat ke Hotel. Saat pulang pun Kevin tidak pernah berpapasan atau melihat Kiara di balkon kamarnya.
Saat menemui Kliennya di Restauran tempat Kiara bekerja. Fokus Kevin hanya mencari-cari Kiara. Setelah meeting selesai Kevin akhirnya bertanya karena memang penasaran dan ternyata Kiara sudah tidak bekerja di Restauran itu lagi.
Sepertinya Kevin sudah merindukan Kiara. Sampai-sampai Kevin menyuruh supirnya berhenti di depan Coffee shop yang pernah di masuki Kiara.
Tidak tau kenapa Kevin ingin Kesana saja. Setelah tidak menemukan Kiara di Restauran. Mungkin Kevin berharap bisa menemui Kiara di Restauran itu.
" Kenapa tuan Kevin ingin kemari," batin Arya bingung yang duduk di samping supir dan melihat tuannya dari kaca spion. Di mana Kevin yang terus melihat ke arah coffee Shop tersebut.
" Tuan mau minum coffee?" tanya Arya.
" Tidak," jawab Kevin.
" Lalu kenapa kita berhenti di sini?" tanya Arya pelan.
" Entahlah, jalan saja," ucap Kevin yang memang tidak tau harus menjawab apa. Hatinya menyuruhnya ketempat itu.
Arya memberi arahan pada supir dan supir menjalankan mobilnya.
" Apa yang aku pikirkan, kenapa wanita itu merasuki pikiranku," batin Kevin memijat kepalanya. Bisa-bisanya seorang Kiara memenuhi isi otak Kevin yang terbiasa dengan wacana pekerjaan.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...