
Sore hari yang indah dengan senja yang sangat indah. Sehingga banyak orang beramai-ramai masih berada di sekitar pantai.
Tidak kecuali Kevin dan Kiara juga ada di bibir pantai, mereka duduk berdua, dengan Kiara menyandarkan kepalanya di bahu Kevin dan tangannya memeluk lengan Kevin. sementara 1 tangan Kevin memeluk pundak Kiara sembari mengusap-usapnya.
Mereka menikmati pemandangan indah itu, melihat senja yang indah dan gelombang air. Tetapi wajah keduanya tidak terlalu ceria. Malah menyimpan ke sedihan yang pasti mereka memang sedang di timpa masalah berat.
Tadi mereka sudah mengobrol dan Kiara juga sudah menceritakan kepada Kevin. Bahwa keluarganya sudah tau semuanya dan itu Winata yang memberitahu. Kevin juga yakin hal itu terjadi. Karena memang papanya pasti tidak tinggal diam.
" Kita pulang ya, sudah sore," ucap Kevin. Kiara menggeleng.
" Aku masih ingin di sini, aku ingin berlama-lama denganmu," jawab Kiara yang tidak ingin lepas dari Kevin.
" Tapi aku melihat cuaca mendung. Dan kemungkinanan akan turun hujan. Jika kita masih di sini kita akan terkena hujan, kamu bisa sakit kalau terkena hujan," ucap Kevin dengan lembut. Kiara mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kevin.
" Apa kita bisa selamanya seperti ini?" tanya Kiara yang ingin tau kelanjutan hubungan mereka. Kevin tersenyum mendengarkan kata-kata Kiara.
" Kita akan selamanya seperti ini. Kamu dan aku tidak akan berpisah selamanya. Tidak akan ada yang memisahkan kita berdua," ucap Kevin dengan lembut. Kevin memegang ke-2 pipi Kiara menatap Kiara dalam-dalam.
" Aku rela kehilangan apapun. Asalkan aku tidak kehilanganmu. Aku tidak peduli dengan apapum Asalkan kita bersama selamanya," ucap Kevin dengan menatap Kiara dalam-dalam. Dia selalu meyakinkan Kiara. Kalau dia tidak akan meninggalkan wanita itu.
" Lalu apa yang harus kita lakukan lagi?" tanya Kiara.
" Hmmm, Kiara papa ku jelas tidak setuju dengan hubungan kita. Tetapi berbeda dengan orang tuamu yang lebih mengutamakan kebahagianmu di bandingkan aku. Jadi aku pasti akan kehilangan semuanya. Karena aku sudah menentangnya. Tapi aku tidak masalah asal kamu terus di sisiku," ucap kevin.
" Lalu?" tanya Kiara.
" Jika papamu merestui kita. Aku akan menikah denganmu," ucap Kevin. Kiara mendengarnya kaget. Jika Kevin akan melamarnya dengan tuba-tiba.
" Aku tau ini sangat mendadak. Tetapi aku ingin selalu melindungimu. Aku ingin memulai semuanya dari nol bersamamu," ucap Kevin yang dengan wajah seriusnya.
Kiara hanya diam. Karena dia tidak tau haru memberi tanggapan apa. Tidak pernah terpikirkan olehnya akan menikah muda. Dan tiba-tiba Kevin sudah mengajaknya menikah.
" Apa yang kamu pikirkan?" tanya Kevin yang melihat Kiara diam seribu bahasa bahkan bengong.
" Kevin, aku kan masih kuliah dan baru saja maj melanjutkan kuliahku. Dan masa iya aku harus menikah denganmu," ucap Kiara pelan yang pasti masih penuh keraguan.
" Aku tau Kiara kamu sangat kamu masih saangat muda untuk dalam pemikiran pernikahan masih jauh di dalam hidup kamu. Tapi aku serius aku benar-benar ingin membahagiakan kamu," ucap Kevin.
" Lalu bagaimana dengan kuliahku?" tanya Kiara.
__ADS_1
" Tidak ada yang salah dengan kuliahmu. Kamu akan tetap kuliah seperti mana biasanya. Tidak akan ada masalah dalam kualiah. Karena aku akan juga akan menemanimu dalam menyelesaikan pendidikan mu," jawab Kevin.
" Apa kamu serius akan menikahimu?" Tanya Kiara yang memastikan lagi.
" Aku serius akan menikahimu. Aku tidak mungkin main-main," jawab Kevin. Kiara terdiam.
" Kenapa, kamu ragu menikah denganku?" tanya Kevin yang melihat keraguan di wajah Kiara.
" Aku takut, aku tidak bisa menjadi istri yang benar. Karena mengurus diriku sendiri saja. Aku juga tidak bisa. Apa lagi harus mengurusmu," ucap Kiara pelan.
" Kiara. Aku mengajakmu menikah bukan untuk mengurusku. Tetapi untuk kebahagian kita bersama. Jadi jangan berpikiran terlalu jauh kesana," ucap Kevin.
" Iya sih," sahut Kiara yang bingung berekspresi seperti apa. Kevin mengusap lembut rambut pipi Kiara dan menyinggirkan anak rambut Kiara yang ada di wajahnya. Karena angin yang sepoi-sepoi.
" Kamu mau menikah dengan ku?" tanya Kevin memastikan. Kiara menganggukkan matanya dengan tersenyum tipis.
" Jika kita akan menikah. Itu berarti kamu akan minta izin pada papaku dan juga keluargaku?" tanya Kiara. Kevin tersenyum mengangguk.
" Iya kamu benar, aku akan minta izin pada papa kamu," ucap Kevin dengan jelas.
Kiara masih terdiam penuh keraguan. Karena memang usianya yang masih muda masa iya dia harus menikah itu sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.
" Kita belum mencobanya jadi kita belum tau jawabannya," ucap Kevin.
" Ya sudah. Terserah kamu saja. Aku hanya mengikut apa kata kamu. Yang penting kamu juga baik-baik saja," sahut Kiara yang hanya mengikuti Kevin saja.
" Ya sudah sekarang kita pulang. Kita harus pulang sebelum hujan turu," ucap Kevin.
" Sebentar lagi, beberapa menit lagi, kita pulang setelah senjanya sudah tidak ada lagi," ucap Kiara.
" Ya sudah kalau begitu," sahut Kevin yang tidak masalah untuk menurutinya. Kiara pun mengembalikan posisi dirinya. Di mana kepalanya berada kembali di bahu Aditya.
" Aku benar-benar berharap hubungan ku dan Kevin benar-benar bisa selamanya. Aku hanya ingin kami bisa menjalani semua ini dengan baik," batin Kiara yang selalu berharap banyak.
********
Kevin pun akhirnya mengantarkan Kiara pulang. Dan mereka berada di depan gerbang rumah Kiara.
" Kamu serius mau ikutan masuk?" tanya Kiara yang ragu. Jika Kevin benar-benar ingin menemui orang tuanya.
__ADS_1
" Iya aku ingin masuk. Bukannya aku sudah mengatakan sebelumnya, jika aku ingin bicara dengan orang tuamu," sahut Kevin.
Seharusnya Kevin yang dek-dekan. Tetapi malah Kiara yang dek-dekan.
" Kamu tidak menyuruhku untuk masuk?" tanya Kevin.
" Hmmm, ya sudah ayo kita masuk. Tetapi kalau papa ku bicara sesuatu yang sedikit kasar atau menyinggung. Kamu jangan masukin dalam hati ya," ucap Kiara yang tidak ingin Kevin Kenapa-napa. Kevin mendengarnya mendengus kasar.
" Kamu apa-apaan sih. Tampaknya papa sangat galak kalau di rumah. Sampai-sampai. Aku di beri saran terlebih dahulu," ucap Kevin.
" Aku cuma tidak ingin kau sampai sakit hati," sahut Kiara.
" Sudahlah Kiara. Jangan memikirkan apa-apa. Tidak akan ada yang terjadi," sahut Kevin.
" Ya sudah, sekarang ayo kita masuk," ucap Kiara yang akhirnya yakin. Kevin mengangguk menggengam tangan Kiara dan masuk kedalam rumah itu.
**********
Di Sisi lain ternyata Saras dari jendela kamarnya melihat Kevin memasuki rumah Kiara.
" Apa yang di lakukan Kevin?" tanyanya penasaran.
" Saras," tegur Alan.
" Mas," sahut Saras.
" Kamu sedang apa?" tanya Alan.
" Aku melihat Kevin masuk ke rumah Kiara," jawab Saras. " Aku tidak tau untuk apa Kevin ke sana?" tanyanya lagi bingung.
" Sudahlah Saras, biarkan saja. Biarkan itu urusan mereka. Mereka sudah dewasa dan Kevin juga pasti tau apa yang harus di lakukannya dan bagaimana dalam bertindak," ucap Alan.
" Iya sih mas, aku hanya ingin hubungan mereka tetap jalan," sahut Saras yang memang selalu mendukung hubungan Kevin dan Kiara.
" Aku tau perasaan kamu. Kita sebagai penonton hanya bisa melihat dan bisa mendoakan apa yang terbaik dan sisanya. Kita serahkan pada mereka," ucap Alan.
" Iya kamu benar," sahut Saras mengangguk-angguk.
Bersambung
__ADS_1