Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 23 Insiden Di perpustakaan.


__ADS_3

Mata Kevin dan Kiara terus saling menatap dengan pemikiran masing-masing.


" Kenapa dia masih melihatku terus, apa yang aku lakukan membuatnya marah, apa aku harus benar-benar minta maaf. Tapi kan aku sudah menjelaskan semuanya," Kiara terus bergerutu di dalam hatinya kebingungan. Padahal Kevin santai saja. Kiara berpikir terlalu jauh.


" Arhgggggg, sudah lah," Kiara menggaruk-garuk kepalanya dengan 1 jarinya. Dia bisa stress jika terus memikirkan hal itu.


Kiara tidak mempedulikan Kevin dan mengarahkan pandangannya kelangit. Melihat indahnya langit malam dengan bulan dan bintang yang menemani.


Tetapi tidak dengan Kevin. Dia justru terus melihat ke arah Kiara. Bahkan ada senyum tipis di wajahnya.


Mungkin saja Kevin mengingat kejadian tadi pagi. Di mana wanita itu menciumnya. Tapi pasti dia tidak mempermasalahkan itu.


" Kau menyukainya?" terdengar suara tiba-tiba membuat Kevin kaget dan melihat kebelakang. Yang ternyata Evan kakaknya.


" Kak Evan," sahut Kevin bingung.


" Jadi dia yang bernama Kiara?" tanya Evan menghampiri Kevin dan berdiri di sampingnya.


" Dari jauh dia sangat cantik, aku juga mengetahui jika dia gadis yang pintar. Jadi wajar jika kau menyukainya," sahut Evan yang langsung membuat kesimpulan. Kevin mendengarnya mendengus.


" Kenapa kakak mengatakan itu?" tanya Kevin bingung.


" Aku bisa melihat dari matamu, ada perasaan yang lain terhadapnya," tebak Evan dengan ke-2 tangan berada di dalam saku celananya.


" Itu hanya penglihatan kakak saja. Aku tidak memikirkan hal sejauh itu," sahut Kevin.


" Benarkah!" tanya Evan memastikan. Kevin mengangguk yakin.


" Atau jangan-jangan kau takut jatuh cinta, atau kau takut jika jatuh cinta tidak akan bisa memilikinya. Atau justru kau takut cintamu di campuri papa," tebak Evan. Kevin tersenyum tipis mendengarkannya.


" Kakak sepertinya sedang membicarakan diri sendiri, apa sekarang masih aman?" sahut Kevin membuat Evan salah tingkah malah dia yang menjadi sasaran.


Kevin memang tidak suka mencampuri urusan kakaknya. Tetapi Kevin tau jika kakaknya menjalin hubungan dengan salah satu Pramugari pesawat milik keluarga mereka. Kevin hanya berpura-pura tidak tau. Makanya dia dan pacar kakaknya terlihat biasa saja.


" Kau ini," sahut Evan yang sekarang malah menjadi malu.


" Apa dia mengatakan sesuatu tentangku, sampai kakak bisa menebak jika aku menyukainya?" tanya Kevin.


Evan diam tidak bisa menjawab apa-apa. Karena memang benar dia mendapatkan informasi dari Shirin.


" Dia tidak mengatakan apa-apa," sahut Evan mengelak.


" Kak, Clarissa menempatkannya 1 pesawat denganku, karena kepulangannya di cancel. Hanya itu saja. Aku bahkan tidak mengenalnya," ucap Kevin menjelaskan.


" Yakin hanya itu saja," sahut Evan tidak percaya. Kevin menganggukkan matanya.


" Okelah hanya kamu yang tau bagaimana perasaan mu dengannya. Tetapi aku melihat tidak. Banyak hal yang berbeda atau mungkin saja kau berjodoh dengannya," sahut Evan memberi doa baik. Membuat Kevin mendengus.


" Berjodoh! bukannya keluarga ini jodoh di tangan papa," sahut Kevin. Membuat Evan tertawa. Dan menepuk bahu Kevin.


" Kau benar, jika jodoh ada ditangan tuhan maka tidak di keluarga ini jodoh di tangan papa ," ucap Evan setuju dengan ucapan adiknya.


" Lalu bagaimana jika akhirnya kau jatuh cinta kepadanya?" tanya Evan yang masih penasaran dengan perasaan adik kandungnya itu.


" Apa aku harus menjawabnya," sahut Kevin.


" Hmmmm, tidak di jawab aku sudah bisa melihatnya, dari memperhatikannya di dalam pesawat sudah jelas jika kau tertarik kepadanya," tebak Evan yang juga melihat ke arah Kiara. Kevin kembali tersenyum miring.


" Apa aku harus memecat Pramugari itu. Karena sepertinya dia hanya akan menjadi mata-mata saja," sahut Kevin menaikkan alisnya dengan nada bercandaan.


" Kau ini," desis Evan, " awas saja jika kau melakukan itu," ucap Evan yang sedikit takut.

__ADS_1


" Aku tidak akan melakukannya, jika dia tidak meta-mataiku," jawab Kevin.


" Dia tidak melakukan itu, aku hanya menebak-nebak apa yang terjadi," sahut Evan mencari alasan.


Kevin geleng-geleng dan kembali melihat ke arah Kiara. Melihat dengan penuh arti. Tidak tau apa tetapi dia sangat nyaman melihat Kiara.


Kevin hanya penasaran dengan wanita yang pernah di temuinya dan juga dengan Kiara yang memiliki banyak persamaan. Tetapi justru memang benar beberapa hari ini Kiara bisa mencuri perhatiannya.


*************


Pagi hari seperti biasa Kiara akan menaiki bus untuk menuju Restauran tempatnya bekerja. Kiara sudah berada di dalam bus di pinggir jendela sambil membaca buku.


Tiba-tiba Sandy yang juga menaiki bus itu saat berhenti berjalan mencari tempat duduk. Dia melihat di sebelah Kiara sedang kosong dan duduk di samping Kiara.


Tetapi Kiara tetap fokus pada buku yang di bacanya. Sandy melihat Kiara yang tampak serius.


" Apa kau Kiara?" Tanya Sandy membuat Kiara langsung menoleh.


" Kau mengenalku?" tanya Kiara.


" Iya, aku pernah melihat bio mu dan aku rasa. Aku tidak salah. Jika kau Kiara," jawab Sandy.


" Aku Sandy," sahut Sandy mengulurkan tangannya berkenalan ramah.


" Kiara," jawab Kiara tanpa menjabat tangan Sandy, Sandy tersenyum melihat tangannya yang di acuhkan.


" Aku Dosen bahasa Inggris dari universitas Lexus di Jakarta," ucap Sandy tanpa di tanya membuat Kiara tersenyum curiga.


" Jadi karena itu makanya kau mengenalku," tebak Kiara.


" Awalnya tidak, tetapi keadaan harus membuatku untuk melihat bio mu, sangat menarik jika akhirnya aku jelas melihat wanita kesayangan Lexus," ucap Sandy. Hal itu justru membuat Kiara kesal.


" Benar kata Clarissa, kau punya dendam pribadi dengan Lexus," sahut Rangga. Membuat Kiara menatapnya.


" Clarissa, apa dia menyuruhmu untuk membujukku masuk ke kampus itu?" tebak Kiara yang sudah tau.


" Jangan salah paham, justru aku tidak peduli dengan hal itu. Aku juga tidak ada niat untuk membujukmu. Kau punya kebebasan sendiri untuk memilih jalanmu. Kenapa aku harus repot," ucap Rangga.


" Lalu," sahut Kiara.


" Aku hanya salut denganmu, bisa membuat Clarissa stress memikirkanmu, dan aku boleh tau apa alasanmu tidak ingin melanjutkan kuliah di Lexus?" tanya Sandy yang pasti penasaran.


" Pak berhenti!" teriak Kiara. Kiara langsung berdiri.


" Tujuanku sudah sampai, permisi!" ucap Kiara melewati Sandy tanpa menjawab omongan Sandy. Membuat Sandy mendegus tersenyum.


" Paling tidak dia berani dalam keputusannya," batin Sandy salut dengan Kiara.


****************


Setelah pulang bekerja Kiara mengunjungi perpustakaan yang dekat dengan Coffee shop milik keluarganya. Dia memang memilih membaca buku di perpustakaan dari pada harus pulang.


Kiara duduk di lantai menyandarkan tubuhnya di rak buku. Dengan kaki yang di luruskan. Kiara membaca buku begitu serius sampai tidak tau sudah jam berapa karena dia dari siang sudah di sana dan mungkin sekarang sudah sore tanpa di sadari nya.


Dia memang harus membaca sampai habis, baru pulang dan mungkin tinggal seperempat halaman lagi akan selesai di bacanya.


Kiara memang lebih suka membaca di perpustakaan dari pada di rumah. Jika di rumah banyak yang mengganggunya dan tidak konsen.


Di perpustakaan yang sama. Ternyata Kevin juga sedang mencari buku yang pasti tentang bisnis. Kevin juga sering mengunjungi perpustakaan itu untuk meminjam buku. Kevin berdiri yang berada di lorong rak di belakang Kiara.


Tangan Kevin mengambil buku bagian atas, karena kesulitan mengbilnya. Buku itu jatuh kebelakang.

__ADS_1


" Auhhhhhhh," lirih Kiara yang ternyata buku itu jatuh ke kepalanya dan mengenai dahinya. Kevin mendengar suara itu langsung. Melihat kelorong di mana suara itu berasal.


Kevin melihat wanita yang menunduk memegang kepalanya


" Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin cemas yang berdiri di depan Kiara. Kiara mengangkat kepalanya dan kaget melihat Pria yang berdiri di depannya.


" Kau," lirih Kiara masih mengusap-usap dahinya yang perih.


" Kenapa dia ada disini. Kenapa buku itu tidak jatuh ke kepalanya saja, agar dia lupa ingatan dan melupakan kejadian itu," batin Kiara yang menyumpahkan Kevin.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin. Kiara pun berdiri.


" Tidak apa-apa?" jawab Kiara bohong, padahal sangat sakit. Jelas sakit sampai dahinya robek karena siku buku yang tajam mengenai dahinya.


" Dahimu berdarah," ucap Kevin yang ingin memegang dahi Kiara. Tetapi Kiara menghindar.


" Oh, tidak aku tidak apa-apa, hanya luka kecil," jawab Kiara.


Dia sepertinya tidak ingin berurusan dengan Kevin sampai harus menghindar. Mungkin karena dia melakukan kebodohannya di depan Kevin.


" Ya sudah aku pergi, maaf untuk sebelum-sebelumnya," ucap Kiara langsung pergi.Tetapi tangannya di tahan Kevin.


" Kau terluka dan itu karena kecerobohanku, jadi aku harus bertanggung jawab," ucap Kevin dengan suara dingin. Tetapi wajahnya begitu serius. Membuat Kiara bengong.



...Alan Raharja...



...Saras Anindita...



...Evan Mahendra Winata...



...Shrin Nur afifah...



...Ziva Zelina Bramana...



...Zavier Zelin Bramana ...



...Alana Elmira Winata...


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2