Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 74 Reunian.


__ADS_3

Bicara Pria yang membuat Clarissa panik. Memang sepertinya tidak main-main, dia bahkan berbicara dengan nada yang menyimpan sesuatu rencana yang sangat mencurigakan.


" Katakan apa yang kau inginkan?" tanya Clarissa bicara dengan tenang. Menghadapi orang seperti itu dia memang harus bisa mengendalikan emosinya.


" Aku ingin bercinta kembali dengan mu," jawab pria itu membuat Clarissa kaget. Mata Clarisa melotot ingin keluar. Saat mendengarkan permintaan yang tidak masuk akal itu.


" Jangan mimpi kau. Aku tidak Sudi melakukannya," jawab Clarissa menolak dengan terang-terangan. Clarissa bisa mendengar tawa kecil dari Pria itu.


" Baiklah kalau kau tidak mau. Foto-foto itu akan sampai ketangan Winata," sahut Pria penuh ancaman membuat Clarissa membulatkan matanya sempurna.


" Kau mengancamku," Clarissa menekan suaranya.


" Terserah menganggapnya apa. Tetapi aku akan melakukannya. Jika kau tidak menurutiku. Aku menjauh darimu. Ketika kau bercinta semalaman denganku," ucap Pria itu dengan seriangi nakal di wajahnya.


Tut-tut-tut-tut. Pria yang bernama Ramon itu langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.


" Hallo," panggil Clarissa melihat layar ponsel itu. Yang ternyata sudah tidak terhubung sama sekali.


" Hallo. Sial," teriak Clarissa membanting ponselnya kelantai.


" Berani sekali dia mengancamku, Pria bajingan, brengsek," teriak Clarissa benar-benar emosi dengan Pria itu.


" Aaaaaaa," Clarissa berteriak sambil menyapu seluruh isi mejanya hingga semua yang ada di atasnya berjatuhan kelantai.


" Bajingan, tidak tau diri," desis Clarissa mengusap wajahnya kasar sampai kepucuknya kepalanya.


" Apa yang harus aku lakukan," ucap Clarissa dengan dadanya yang sesak. Clarissa bahkan tidak bisa bernapas lega. Karena mendengar ancaman dari laki-laki yang pernah tidur dengannya.


Jelas dia sangat takut. Jika memang benar-benar Pria itu melakukan apa yang di ancamnya. Clarissa bisa tammat. Hidupnya akan selesai.


Karena papanya tidak akan tinggal diam melihat kelakuannya. Bisa saja dia tidak akan seperti sekarang ini. Dia akan kehilangan semuanya demi hukuman yang tidak akan pernah di bayangkannya.


********


Paris


Kiara dan Kevin sudah sampai di Universitas Lexus. Tempat Kiara dulu kuliah dan di Do dari kampus itu karena ulahnya sendiri yang memang suka cari gara-gara.


Bagaimana tidak. Hanya ingin keluar dari kampus itu. Kiara harus melakukan hal bodoh. Dengan sengaja menurunkan nilai agar keluar dari kampus dan hasilnya memang berhasil. Tetapi efeknya sangat besar.


Jika tidak Kevin. Dia pasti tidak akan bisa mendaftar kuliah lagi. Memang Kiara ada-ada saja. Sangat banyak tingkah.


Sesampai di kampus mereka berpisah. Kevin seperti biasa harus kuliah. Dan Kiara menemui teman-temannya.


Seperti sekarang Kiara sudah menemui Bella teman 1 kamarnya. Mereka mengobrol heboh di taman. Sambil ketawa-ketawa seperti melepaskan rasa rindu.


" Aku tidak percaya kalau kamu akhirnya bisa juga mendaftarkan kuliah," ucap Bella sambil menikmati eskirim yang di belikan Kiara.


" Aku juga bilang apa. Kalau aku bisa kuliah di tempat lain selain Lexus," sahut Kiara sedikit menyombongkan diri.


" Hmmmm, mentang-mentang kata-katanya kenyataan," sahut Bella menaikkan ujung bibirnya.


" Becanda," sahut Kiara dengan kekehannya.

__ADS_1


" Oh iya kamu akan kuliah di mana?" tanya Bella.


" Kamu doain ya. Bulan depan aku akan mendaftar kuliah ke Harvard," jawab Kiara.


" Oh may God keren banget," sahut Bella sembari menutup mulutnya. Takjub dengan apa yang di katakan temannya barusan.


" Serius?" tanya Bella tidak percaya. Kiara mengangguk.


" Aku yakin kamu pasti lolos," sahut Bella dengan yakin.


" Amin," sahut Kiara menadahkan ke-2 tangannya kelangit.


" Hmmm, oh iya gimana kalau nanti malam kita jalan-jalan ke menara Eiffel. Kita sudah lama tidak Kesana," ucap Bella menawarkan.


" Hmmm, begitu ya, aduh maaf banget. Tapi aku tidak bisa soalnya nanti malam aku ada acara," jawab Kiara.


Nanti malam dia memang harus melaksanakan tugas terakhirnya menghadiri even yang di katakan Kevin. Jadi mana mungkin dia pergi kemana-mana.


" Ohhhh, begitu! Memang kamu mau kemana?" tanya Bella.


" Aku ada pertemuan dengan beberapa tamu-tamu yang berurusan dengan pekerjaanku," jawab Kiara.


" Pekerjaan. Memang kamu kerja apa. Oh iya aku juga tidak bertanya kenapa kamu datang ke Paris," ucap Bella.


" Sebenarnya. Aku itu jadi brand ambassador Hotel terbaru Lexus," sahut Kiara dengan pelan. Seakan ragu untuk mengatakannya.


" Serius!" Sahut Bella tidak percaya. Kiara mengangguk.


" Aku tidak salah dengar kalau kalau kamu pada akhirnya bekerja untuk Group Lexus," ucap Bella lagi yang terus menerus tertawa puas melihat Kiara.


Dia sangat tau Kiara sangat membenci Lexus dan sekarang malah bekerja untuk Lexus. Bagaimana dia tidak tertawa terbahak-bahak. Dengan temannya yang menjilat ludahnya sendiri.


" Bella sudah jangan tertawa terus. Aku juga kerja di jebak," sahut Kiara kesal dengan wajah Bella yang benar-benar puas mengejeknya.


" Aku tau kau memang pasti mengatakan itu. Di jebak, apa lah, kau memang selalu mengatakan hal itu terus," ucap Bella sudah hafal dengan Kiara.


" Terserah kalau tidak percaya," geram Kiara dengan kesal. Wajahnya jadi cemberut melihat temannya yang terus menerus mengejeknya.


" Aku menyesal memberitahunya," gerutu Kiara di dalam hatinya. Wajah cantik itu merengut dengan Bella yang masih terus menertawakannya.


Ternyata di sisi lain Kevin yang sedang berada di dalam ruangan yang di dinding kaca. Melihat ke arah Kiara.


Kevin tersenyum terus memandangi Kiara. Terkadang Kiara tertawa dan sekarang wajah itu merengut dan itu sangat menggemaskan. Bagaimana Kevin tidak menggemaskan untuk Kevin.


Sampai Kevin tidak bisa fokus belajar hanya karena Kiara yang benar-benar mencuri perhatiannya bukan hanya perhatian nya tetapi juga hatinya.


Kevin mengalihkan pandangannya ke arah buku yang sedari tadi terbuka. Dan ternyata tanpa di sadarinya dia telah menuliskan nama Kiara buku itu.


Kevin mendengus dengan senyuman ketika melihat kebodohannya. Kevin geleng-geleng geli sendiri dengan kelakuannya.


" Dia pasti sama dengan wanita 1 tahun lalu yang bersama ku dulu," ucap Kevin di dalam hatinya.


Meski meyakini 💯% tetapi dia masih kurang yakin jika tidak melihat langsung. Karena Kevin sedang menunggu cctv di sekitar acara party yang masih di cari Arya dan sampai sekarang Arya belum menyerahkan pekerjaan itu.

__ADS_1


********


Kiara harus terpisah kembali dengan Bella. Karena ada Bella sedang ada kuliah. Kiara pun berdiri di depan Mading, melihat beberapa tulisan-tulisan yang dibuatnya dengan motivasi-motivasi.


Bahkan sampai sekarang tidak ada yang menimpa atau membuang motivasi-motivasi tersebut membuat Kiara tersenyum tipis mengusap lembut tulisannya itu.


" Sedang apa?" tiba-tiba terdengar suara membuat Kiara tersentak kaget dan menoleh kebelakang.


" Kevin," sahut Kiara melihat sebentar.


" Kau sedang apa?" tanya Kevin.


" Aku hanya melihat-lihat saja, mereka belum membuangnya," jawab Kiara dengan senyum di wajahnya. Kevin pun membaca beberapa motivasi yang bertulisan bahasa inggris itu. Dia juga tersenyum membaca motivasi tersebut.


" Mereka sangat kehilanganmu. Sangat di sayangkan jika kau tidak ada di kampus ini. Makanya mereka tidak menghapusnya," ucap Kevin.


" Benarkah!" sahut Kiara. Kevin menggangguk.


" Kiara," tiba-tiba terdengar suara seorang pria memanggil Kiara membuat Kiara menengok kebelakang.


" Mr, Robert," sahut Kiara kaget tidak percaya bertemu lagi. Sampai dia harus menutup mulutnya. Kiara langsung menghampiri Robert dengan berlari dan memeluknya.


Hal itu membuat Kevin sedikit aneh atau lebih tidak sukanya. Jika Kiara dengan sembarangan berpelukan.


" Aku kangen banget," ucap Kiara dengan gemas.


" Kau apa kabar?" tanya Robert yang sudah melepas pelukannya.


" Baik-baik saja," sahut Kiara.


" Kau datang bersama siapa?" tanya Robert.


Belum menjawab Robert melihat Pria yang berada di belakang Kiara. Robert langsung menundukkan kepalanya.


" Tuan Kevin," sapa Robert menjadi gagap. Kevin pun menghampiri 2 orang yang melepas rindu itu.


" Ayo kita pergi!" ucap Kevin.


" Oh, secepat itu," sahut Kiara yang malah gugup. Kevin menganggukkan matanya.


" Ya sudah Robert aku pergi dulu. Nanti aku telpon kita harus makan. Banyak yang ingin aku ceritakan," ucap Kiara yang tidak sabaran bercerita banyak.


" Oke aku tunggu," sahut Robert dengan senang hati. Kevin semakin tidak suka dengan situasi itu dan pergi terlebih dahulu.


" Aku pergi ya, Daaaaa," ucap Kiara melambaikan tangannya dan mengejar Kevin.


Robert membalas lambaian tangan dan melihat Kiara yang pergi bersama Kevin membuatnya bingung.


" Apa dia datang bersama Tuan Kevin," gumamnya menerka-nerka dengan menggaruk kepalanya dengan 1 jarinya.


" Ahhhhh, entahlah," gumamnya pergi dari tempat itu.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2