
Saras keluar dari kamar mandi. Melihat suaminya yang sudah berbaring di atas ranjang yang ingin tidur.
Alan memang menunggu sang istri yang sedari tadi berada di kamar mandi. Apa lagi jika bukan membersihkan dirinya. Istrinya itu memang kalau mandi sangat lama. Tetapi hasilnya memang terlihat.
Istrinya baru di depan kamar mandi saja sudah sangat begitu harum. Membuatnya semakin jatuh cinta saja. Alan menepuk ranjang di sampingnya memberi kode pada istrinya untuk segera naik.
Saras pun mengangguk dengan senyum di wajahnya lalu menghampiri suaminya yang sedari tadi menunggunya.
Saras memasukkan dirinya ke dalam selimut, Alan melentangkan tangannya di balik leher Saras dan membawa Saras kedalam pelukannya.
" Kamu menungguku?" tanya Saras.
" Iya dari tadi aku menunggumu. Kamu sangat lama," jawab Alan mencium kening Saras.
" Maaf," jawab Saras.
" Apa kamu kamu sangat lelah?" tanya Alan. Seperti memberi kode.
" Lumayan. Banyak pasien di rumah sakit. Makanya aku juga pulangnya lama," jawab Saras.
" Oh begitu," sahut Alan seperti sangat kecewa. Saras hanya tersenyum melihat raut wajah suaminya yang terlihat tidak semangat. Tiba-tiba Saras kepikiran sesuatu.
" Sayang, apa Kevin punya pacar?" tanya Saras yang mengganjal di pikirannya dan tidak puas jika tidak bertanya.
" Pacar! ucap Alan melihat Saras dengan heran.
" Iya kekasih," jawab Saras.
" Aku tidak tau, kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu melihatnya berkencan?" tanya Alan.
" Tidak, aku hanya penasaran saja, apa seorang Kevin bisa jatuh cinta dengan seorang wanita, soalnya selama ini aku tidak melihat dari wajahnya tanda-tanda tertarik untuk menjalin hubungan dengan wanita," sahut Saras yang masih terus mengganggu pikirannya.
" Mungkin sekarang tidak. Tetapi dulu mungkin iya," sahut Alan membuat Saras melihatnya.
" Dulu, apa dia punya mantan kekasih, atau dia juga tipe Pria yang banyak kekasih?" tanya Saras dengan rasa penasaran semakin tinggi.
" Kenapa sangat penasaran," sahut Alan heran.
" Aku hanya penasaran sayang," jawab saras.
" Aku juga tidak tau mereka pacaran atau tidak. Tetapi dulu Kevin punya teman wanita. Mereka sekolah di tempat yang sama dan bahkan kalau tidak salah sebelum Kevin ke luar Negri mereka pernah 1 kampus," jelas Alan mengingat-ingat.
" Kevin pernah kuliah di Indonesia?" tanya Saras baru mengetahui.
" Tidak lama. Hanya setahun setelah itu dia baru kuliah di Harvard," jawab Alan.
" Lalu wanita itu kemana?" tanya Saras penasaran.
" Aku juga tidak tau. Sekali Kevin membawanya kerumah. Setelah itu wanita itu tidak pernah muncul lagi. Entahlah kenapa pada akhirnya mereka berpisah dan berkomunikasih lagi. Aku juga tidak tau lagi selanjutnya," jelas Alan.
" Kapan mereka berpisahnya?" tanya Saras.
" 5 tahun lalu," jawab Alan.
" Oh begitu," sahut Saras.
" Dan sepertinya tidak mungkin Kevin memiliki kekasih dia sangat sibuk. Apa lagi kekasih yang di pilihnya juga harus tepat dan sesuai sama papa," jelas Alan.
" Sayang kamu kenal tetangga di depan rumah kita?" tanya Saras.
" Pak Danu manager di Perusahaan," jawab Alan.
" Anaknya kamu kenal?" tanya Saras.
" Tidak terlalu tau, aku hanya tau,"jawab Alan mengingat-ingat.
" Kalau Kiara anak Pak Danu kamu tau?" sahut Saras yang langsung memotong.
__ADS_1
" Iya itu aku tau Kiara. Ya aku mengenalnya dulu waktu dia SMP, Aku mengurus beasiswa nya sebelum Clarissa jadi Ketua yayasan pendidikan," jelas Alan.
" Kiara mendapatkan beasiswa dari Lexus?" tanya Saras.
" Iya, dia SMP di Surabaya, SMA di Singapore dan kuliah di Paris, dan setauku dia sudah di Do dari Universitas Lexus di Paris dan Clarissa sedang berusaha membujuknya kembali ke Universitas Lexus," jelas Alan yang memang belakangan ini Clarissa sempat membicarakan hal itu dengannya.
" Membujuk, apakah dia sangat penting sampai harus di bujuk?" tanya Saras heran. Saras memang tidak pernah mengetahui apa-apa saja yang di bicarakan di keluarga itu. Karena dia juga sangat sibuk sebagai Dokter.
" Hmmm, dia salah satu murid pintar yang mengharumkan pendidikan Lexus," sahut Alan mengagumi.
" Kamu lihat saja di google namanya tercatat paling atas," ucap Alan.
" Hmmm, benarkah," sahut Saras.
" Memang kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Alan heran.
" Apa kamu percaya jika Kevin punya hubungan dengan Kiara," sahut Saras membuat Alan yang mendengar ucapan itu membuat Alan kaget.
" Kevin dan Kiara," ucap Alan merasa tidak mungkin. Saras mengangguk.
" Kenapa kamu bisa bilang begitu, apa kamu mengetahui sesuatu?" tanya Alan heran.
" Entahlah sayang, aku hanya melihat Kevin begitu perhatian dengan wanita itu. Hal yang biasa yang tidak mungkin di lakukannya. Tetapi itu mungkin hanya pemikiranmu saja," jelas Saras
" Sudah lah! Lupakan saja," sahut Saras yang akhirnya tidak ingin membahas masalah itu.
" Hmmm, walaupun iya, Kevin juga pasti sudah memikirkan hal itu matang-matang," sahut Alan.
" Ya sudah kita sebaiknya tidur," ucap Alan mencium kening Saras.
" Tapi aku belum mau tidur," ucap Saras mengusap pipi suaminya.
" Lalu?" tanya Alan.
" Aku mau bermesraan sama kamu," ucap Saras mengecup bibir suaminya. Alan mendengus tersenyum mendengarnya.
" Aku tidak lelah jika hanya untuk melayani kamu," ucap Saras menggoda suaminya.
Alan tersenyum dan meraih bibir istrinya langsung menyapunya dengan mulutnya. Saras memancingnya yang memang sedari tadi menginginkan hal itu. Tetapi mendengar Saras lelah. Alan mengundurkan niatnya.
Tetapi istrinya malah meminta hal itu. Jadi bukan salahnya jika sekarang ciumannya sudah sampai kemana-mana. Pasangan suami istri itu menghabiskan malam bersama.
*************
Seharian Kiara berada di kamarnya. Dia terus berada di depan laptop. Kiara sedang melihat-lihat universitas Harvard yang sepertinya akan menjadi tujuannya. Belum juga tau Kiara akan lulus ujian apa tidak. Tetapi dia mengkhayal-hayal aja dulu.
Ting Ting Kiara melihat ponselnya yang hidup.di samping laptop. Kiara mengambilnya dan melihat pesan yang masuk ternyata dari Kevin.
" Mari bertemu," pesan dari Kevin melalui wa sekalian share lokasi yang di kirim Kevin. Mata Kiara menoleh kearah jam yang menggantung di dingding jam 2 siang.
" Tumben amat," gumanya bingung.
Tanpa berpikir lama-lama Kiara mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi. Kiara memang belum mandi dari tadi pagi. Jadi Kiara ingin mandi dulu sebelum pergi.
Kiara sudah selesai mandi, Kiara memberi polesan make up sedikit di wajahnya. Rambutnya di gerai seperti biasa, dengan memakai Rajut pink dan rok lipat sepahanya Kiara tampak anggun dengan sendal tepleknya.
Kiara menyemprot parfum tubuhnya sebagai akhir dari riasannya. Kiara mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya.
" Mau kemana Kiara? tanya Sahila yang berpapasan dengan Kiara.
" Mau, keluar sebentar ma," sahut Kiara mencium punggung tangan mamanya.
" Kiara kamu makan dulu," ucap Sahila.
" Entar aja ma, bye mama," sahut Kiara yang langsung pergi. Sahila hanya geleng-geleng melihat Kiara anaknya yang keluar buru-buru.
Kiara mendorong pintu pagar rumahnya dengan sekuat tenaga. Namun tiba-tiba Kiara memengang kepalanya yang tiba-tiba berat sampai Kiara mengerjapkan matanya.
__ADS_1
" Kok pusing ya," gumamnya dengan terus mendorong pintu pagar rumahnya sampai terdorong dan akhirnya terbuka.
Kiara tidak peduli dengan dirinya dan berlari ke luar dari komplek perumahan Kiara.
Akhirnya Kiara sampai di tempat yang di beritahu Kevin. Di sebuah taman. Banyak anak-anak yang berlarian.
Orang-orang dewasa yang berjalan dengan menggandeng anak mereka. Ada juga beberapa para remaja yang duduk sambil melihat pancuran air yang indah.
" Di mana Kevin, tumben amat dia mau ketempat seperti ini," batin Kiara yang sepertinya mulai hafal dengan sifat Kevin.
Di sela-sela menunggu Kevin, mata Kiara tertuju pada penjual eskirim yang banyak orang antri untuk membelinya.
Melihat eskrim tenggorokannya sepertinya meminta ingin melahap eskrim tersebut. Tanpa berpikir lama-lama Kiara langsung menghampiri penjual eskrim tersebut.
Kiara harus mengantri seperti yang lainnya. Untung Kiara ada di barisan ke-3 jadi sebentar lagi gilirannya. Wajahnya menjadi ceria saat dia berada di depan penjual.
" 2 pak," ucap Kiara. Penjual membuatkan dan memberikan pada Kiara.
" Makasih Pak," ucap Kiara tersenyum.
Kepala Kiara berkeliling melihat di sekitarnya. Dia tidak menemukan juga di mana Kevin.
" Apa dia belum datang," ucap Kiara terus mencari Kevin.
" Kak beli kak," Kiara dikejutkan penjual minuman yang memakai cup.
" Hmmm, boleh," sahut Kiara, anak-anak tersebut memberi minumannya yang berwarna orens tersebut.
" Makasih," sahut Kiara setelah memberikan uang.
" Aiss, kenapa dia lama sekali," ucap Kiara meneguk minumannya, sampai mengkerutkan dahinya merasa minuman itu aneh rasanya.
" Aneh sekali rasanya," protes Kiara tetapi kembali meneguk karena kehausan. Kiara terus berjalan.
Kali ini ada yang mencuri perhatian matanya penjual mawar tangkai yang di beri plastik. Kiara menghampiri penjual mawar tersebut.
" Kiara memilih mawar Putih dan membeli 1 tangkai.
" Kau sudah lama menunggu?" Kiara di kagetkan dengan suara yang khas di dengarnya. Kiara langsung membalikkan badannya.
" Ishhh, bikin kaget saja," sahut Kiara mengelus dadanya. Kevin melihat tangan Kiara sudah penuh semua.
" Apa sebegitu lamanya, sampai semua apa yang berada di sini kau beli," ucap Kevin benar-benar heran melihat tingkah Kiara.
" Iya kau sangat lama," sahut Kiara kesal.
Kiara berjalan terlebih dahulu dan menduduki salah satu bangku.
" Nih," Kiara memberi eskrim pada Kevin.
" Aku bukan anak kecil, harus memakan eskrim," jawab Kevin menolak.
" Ambillah aku sudah beli 2,"desak Kiara, " yang makan eskrim bukan hanya anak kecil saja," lanjut Kiara menjelaskan.
Kevin menarik napasnya panjang dan membuang perlahan lalu mengambilnya. Kiara tersenyum tipis saat makanan itu sudah di tangan Kevin.
Kiara kembali meenguk minumannya yang rasanya tidak enak.
" Kenapa mengajakku bertemu?" tanya Kiara sembari meletakkan mawar putihnya di sampingnya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...