
Pria yang tadi berbicara di dekat Kevin ada di depan Kiara. Duduk dengan meletakkan 1 kakinya di pahanya.
Dia terus menatap tubuh Kiara dengan penuh keinginan. Dia menuang Vodka kedalam gelas dan memasukkan sesuatu tanpa ada yang melihatnya.
" Kalau begitu terimalah pemberianku, nona," ucap pria tersebut dengan seriangi nakal di wajahnya.
" Tapi saya...." Kiara takut kebablasan minum terlalu banyak karena dia wanita yang tidak bisa di kendalikan.
" Apa kamu ingin menolaknya," sahut Pria tersebut menaikkan 1 alisnya.
Membuat Kiara tersenyum tipis dan mengambilnya lalu meminum kembali minuman beralkohol itu. Membuat senyum kemenangan di wajah pria tersebut.
" Kenapa aku bisa terjebak di sini, di mana Clarissa," batin Kiara yang kepanikan. Bahkan matanya berkeliling mencari keberadaan kakaknya dan juga papanya yang juga tidak terlihat sama sekali.
*********
" Sandy," panggil Clarissa. Sandy dan wanita yang di sampingnya yang ternyata Shirin menghentikan langkah mereka dan menoleh ke belakang.
" Kenapa nona Clarissa memanggilmu?" tanya Shirin bingung.
" Shirin nanti aku menemuimu, kamu duluan saja," jawab Sandy, menyuruh Shirin pergi. Dia tidak ingin Shirin mendengar ucapan Clarissa yang pasti tidak beres.
" Ya sudah, aku menemui yang lain dulu," ucap Shirin pergi dan menundukkan kepala ke pada Clarissa.
" Siapa wanita itu," batin Clarissa yang memang tidak mengenal Shirin yang bekerja sebagai Pramugari di pesawat Lexus.
Tidak ambil pusing, Clarissa pun menghampiri Sandy yang sudah sendirian.
" Ada apa?" tanya Sandy datar.
" Kamu di sini juga, kenapa tidak memberi tahuku, jika berada di sini," ucap Clarissa memegang lengan Sandy. Tetapi Sandy langsung menepisnya.
" Ini tempat umum, tolong jangan aneh-aneh," ucap Sandy mengingatkan.
" Kenapa, apa yang salah, aku juga tau ini tempat umum, kalau begitu ayo kita pesan kamar, aku akan membawamu ke kamar VVIP," ucap Clarissa dengan entengnya menggoda Sandy.
" Cukup Clarissa, aku muak mendengarmu, aku sudah katakan dari awal kepadamu, aku tidak tertarik dengan mu, jadi hentikan semua kekonyolanmu," tegas Sandy marah-marah. Tetapi Clarissa malah tersenyum.
" Aku juga tidak tertarik dengan orang-orang yang tidur dengan ku. Tetapi kami bisa melakukan hubungan panas di atas ranjang, jadi tidak ada bedanya dengan kita," goda Clarissa membelai wajah Sandy. Lagi dan lagi Sandy menepis tangan Clarissa.
" Hentikan! jangan samakan aku dengan kalian, aku minta kepadamu, berhenti menggangguku, aku bukan orang murahan," tegas Sandy.
" Apa kau mengatakan aku murahan?" tanya Clarissa.
" Kau jauh lebih murahan dari apa yang aku pikirkan, jika murahan sekali di tolak, maka akan pergi. Tetapi kau tidak. Jadi kata murahan masih terlalu tinggi untuk orang seperti mu?" jawab Sandy dengan pedas. Tanpa memikirkan perasaan Clarissa. Clarissa sampai mendengus.
" Tajam sekali mulutmu Sandy, kau tau siapa aku kan?" sahut Clarissa geram.
" Seperti itulah aku, jadi jangan pernah mengemis untuk ditiduri, meski kau punya uang banyak. Itu tidak bisa membeli tubuhku, untuk memuaskanmu. Jadi berhentilah melakukan sesuatu hal seperti wanita ******," kecam Sandy dengan wajah serius bahkan menunjuk Clarissa. Sandy yang tidak ingin berlama-lama pun akhirnya pergi.
" Sandy!" teriak Clarissa.
" Sial, dia pikir siapa dia, menghinaku, apa dia sudah merasa paling sok suci," ucap Clarissa kesal dengan Sandy yang menghinanya terus-menerus.
" Sial," teriak Clarissa.
*************
Shirin berjalan koridor hotel dengan langkahnya yang cantik. Tiba-tiba tangan Shirin tertarik.
__ADS_1
" Auhhhhhhh ," pekik Shirin saat tubuhnya sudah di himpit ke ding-ding.
" Evan," geram Shirin memukul lengan Evan.
" Maaf mengangetkanmu," sahut Evan tersenyum. Sementara Shirin masih jantungan dengan perbuatan Evan yang mengangetkannya.
" Kamu jantungku hampir saja copot," sahut Shirin masih kesal.
" Maaf sayang, kamu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Evan yang masih di himpit Evan.
" Kami para pramugari mendapat undangan juga," jawab Shirin.
" Oh begitu rupanya," jawab Evan.
" Ya sudah aku pergi dulu, kamu jangan kayak gini lagi, aku sampai terkejut," ucap Shirin.
" Iya sayang, aku hanya melihatmu, dan ingin menyapamu, kamu nikmati ya acaranya, maaf aku tidak bisa menemanimu," ucap Evan merasa bersalah.
" Nggak apa-apa kok, aku juga cuma bentar doang, ya sudah aku pergi ya," ucap Shirin pamit. Evan menahan tangannya saat Shirin ingin pergi.
" Ada apa?" tanya Shirin. Evan memegang pipinya dengan jarinya.
" Nanti ada yang melihat," jawab Shirin yang tidak ingin ambil resiko. Evan menggeleng manja ingin di cium sebelum kekasihnya pergi.
Shirin menarik napasnya panjang dan melihat di sekitarnya lalu mencium pipi Evan. Tetapi Evan sangat jahil, memiringkan pipinya sehingga Shirin mencium bibirnya.
" Kamu," pekik Shirin kesal. Evan tersenyum dan kembali mencium Shirin dengan dalam. Menghimpit tubuh Shirin ke tembok. Memperdalam ciumannya pada kekasihnya.
**********
Kevin berjongkok di makam mamanya. Dengan boucket bunga yang di bawanya. Kevin mungkin sudah banyak bercerita dari hati- kehati.
Tiba-tiba Kevin teringat dengan Kiara. Kiara yang dia yang tadi di tinggalkannya bersama orang-orang yang ingin berniat jahat pada Kiara.
" Ayo!" ucap Kevin yang ingin buru-buru kembali ke hotel.
" Baik tuan," sahut Arya menutup pintu mobil.
Setelah melakukan perjalanan dari pemakaman sampai ke hotel akhirnya mobil yang di naiki Kevin tiba di depan Hotel.
Belum sempat Arya membuka pintu mobil. Kevin sudah ke luar terlebih dahulu. Membuat Arya bingung.
" Kenapa tuan Kevin buru-buru sekali?" tanya Arya bingung menggaruk-garuk kepalanya.
Kevin memasuki kembali acara pesta. Kepalanya berkeliling-liling mencari keberadaan Kiara di tengah keramaian para tamu-tamu. Tetapi tidak menemukan Kiara sama sekali.
Kevin terus berjalan dan mencari Kiara. Bahkan beberapa rekan bisnisnya menyapanya. Tetapi Kevin tidak peduli dan fokus mencari Kiara.
" Apa dia sudah pulang," gumam Kevin yang tidak juga menemukan Kiara. Kevin melihat kakaknya Kiara dan papanya masih ada.
" Dia belum pulang," ucapnya panik dan kembali mencari.
Kevin melihat kakaknya yang mengobrol dengan tamu dan tidak melihat Kiara bersamanya.
" Di mana dia," batin Kevin gelisah.
Ada rasa keinginan Kevin menghampirinya dan bertanya tentang keberadaan Kiara mengingat Kiara sedari tadi bersama kakaknya.
Tetapi dia tidak melanjutkan niatnya karena akan mendapat banyak pertanyaan dari kakaknya. Kevin pun kembali mencari di mana keberadaan Kiara.
__ADS_1
Setelah lama mencari akhirnya Kevin menemukan kiara. melihat Kiara dengan beberapa rekan bisnis dari perusahaan Lexus sedang minum-minum bersama.
Pria yang tadi di dekat Kevin dan mempunyai niat nakal dengan kiara juga ada di sana. Kevin juga bisa melihat Kiara sudah setengah sadar.
Tetapi para beberapa pria itu terus memaksa Kiara untuk minum. Menuangkan dan meminumkan kepada Kiara. Membuat Kevin mengepal tangannya.
Kevin melangkahkan kakinya ingin membawa Kiara pergi dari sana. Mengingat kondisi Kiara yang benar-benar berantakan.
Tetapi dia menghentikannya. Karena jika dia melakukannya akan terlihat sangat tidak sopan karena mencampuri urusan mereka.
Karena Kiara juga tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Kevin juga tidak ingin membuat masalah yang ada semakin memperburuk suasana.
Kevin jadi panik sendiri bingung harus berbuat apa. Jujur dia sangat mencemaskan Kiara yang benar-benar setengah sadar.
Kevin ingin keluar kembali dari ruangan itu dan Memanggil Rangga dan Danu yang mungkin jalan satu-satunya untuk membebaskan Kiara dari sana.
Tetapi ada rasa ketakutan dalam dirinya saat harus meninggal kan Kiara sendirian dan takut jika dia kembali Kiara sudah tidak ada di sana lagi.
" Kepala ku sakit sekali di mana kak Rangga," batin Kiara memegang kepalanya yang begitu berat.
Dia tidak minum terlalu banyak. Tapi juga namanya Pria hidung belang yang memiliki niat jahat kepadanya dan memberikannya obat perangsang yang juga membuat kepalanya tambah sakit dan tubuhnya panas. Kiara berdiri mengambil tasnya.
" Mau kemana cantik?" tanya Pria tersebut yang menahan tangan Kiara.
" Aku ingin ke toilet," jawab Kiara yang terus memijat kepalanya.
" Biar aku antarkan," ucap Pria itu dengan seriangi licik di wajahnya lalu berdiri.
Tanpa Kiara mengiyakan Pria itu meletakkan lengan Kiara di lehernya dan membopong tubuh Kiara yang berjalan dengan kesulitan. Kevin semakin panik saat melihat Pria itu membawa Kiara pergi.
" Mau kemana mereka," batin Kevin semakin khawatir dan memutuskan menyusul Kiara dan Pria itu.
Kiara dan pria itu berada di depan toilet, Kiara benar-benar merasa tubuhnya sangat panas dan begitu gelisah dengan apa yang terjadi
Kiara ingin masuk kedalam toilet di tahan Pria itu.
" Toiletnya di sana," ucap Pria tersebut yang menuntut Kiara mendekati sebuah kamar.
" Bukannya toiletnya itu?" tunjuk Kiara yang melihat dengan pandangan tidak jelas.
" Tidak sayang, toiletnya di sini, ayo," pria itu semakin membawa Kiara mendekati kamar itu.
Dratttt ponsel pria itu berbunyi saat ingin membuka salah satu pintu kamar.
" Sial, siapa lagi ini," desisnya kesal melepas genggamannya dari Kiara dan mengangkat telpon yang mungkin sangat penting. Sementara Kiara yang memang sudah sangat lemah hanya menyandarkan tubuhnya pada tembok.
Kevin melihat itu mengambil kesempatan membawa Kiara pergi. Sebelum Pria itu melihat Kevin membawa Kiara. Kevin menggendong Kiara ala bridal style. Kiara meracau dengan tangannya yang mengalung di leher Kevin.
Kevin menekan tombol lift dan membawa masuk Kiara kedalam lift.
" Kepala ku sakit sekali, Hahhhhhh tubuhku sangat panas, apa di sini tidak AC," Kiara meracau dengan semua yang di keluhannya.
" Apa aku sedang terbang," ucap Kiara yang merasa melayang-layang. Kevin tidak peduli dengan racuan Kiara yang penting membawa Kiara pergi dari orang-orang tersebut.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...