
Kiara masih tersenyum cengengesan di tempatnya mendapat perhatian kecil dari Kevin itu memang sangat manis untuknya.
" Astaga kenapa dia semakin manis," gumam Kiara dengan wajahnya yang berseri-seri.
" Astaga," pekik Kiara wajah senyumnya berubah menjadi schok, " Kamarku," pekiknya saat mengingat seperti apa tadi dia meninggalkan kamarnya.
" Tidak!" teriak Kiara yang langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berantakan. Sangat memalukan jika Kevin harus melihat kamarnya melebihi kapal pecah.
" Biar aku saja," ucap Kiara membuka pintu kamarnya dan melihat Kevin sudah berada di dalam.
Kiara langsung membuang napasnya panjang kedepan ketika melihat Kevin yang memang melihat semua kamarnya. Bahkan Kevin bengong di dalam kamar itu.
Kevin membalikkan tubuhnya dan melihat Kiara yang tampak lesu dan terlihat pasrah. Jujur Kevin juga kaget dengan suasana kamar yang tidak bisa digambarkan lagi berantakannya.
" Dia pasti menilaiku sangat buruk, kenapa jadi seperti ini," batin Kiara yang sudah tidak bersemangat.
" Maaf tadi aku buru-buru, jadi berantakan seperti ini," ucap Kiara yang langsung mencoba membereskan dengan tergesa-gesa. Agar dia terlalu malu. Kevin hanya mendengus tersenyum miring.
" Mau taruh di mana wajahku," batin Kiara yang memang malunya tidak bisa di gambarkan lagi.
" Aku tidak seperti ini. Biasanya, aku sangat rapi ini hanya sekali terjadi seumur hidupku," ucap Kiara lagi sebelum Kevin menilainya buruk.
Rapi dari mana Kiara bahkan memasukkan pakaiannya kedalam koper dengan menumpuk-numpuk dan bahkan handuknya bekas mandi pun ikut masuk kedalam koper sangking paniknya dan tidak tau mau berbuat apa.
" Kenapa juga aku harus membiarkannya masuk. Terakhirnya dia jadi melihat semua ini, pasti pikirannya sudah entah seperti apa," batin Kiara merasa dirinya sangat bodoh.
Dia sudah mempermalukan dirinya tadi dengan membuka pintu dengan penampilan seperti tarzan dan sekarang dia juga menampilkan kamarnya yang memang lebih layak di sebut tempat tinggal tarjan.
Apa lagi Kevin hanya diam saja. Kevin memang sangat shock melihat kamar itu lantai tempat tidur di penuhi pakaian.
Bahkan sampai saat ini matanya juga berkeliling melihat isi kamar itu. Dan matanya tiba-tiba berhenti pada kaki Kiara. Kiara yang melihat Kevin fokus sesuatu melihat kemana arah mata itu berada.
Sontak hal itu membuat Kiara kaget matanya langsung melotot saat melihat apa yang mencuri perhatian Kevin yang ternyata pembungkus aset berharganya Kiara berada di bawah kakinya.
Mata Kiara hampir mau keluar dengan menelan salavinanya. Mulutnya sampai menganga. Dengan buru-buru Kiara mengambil bra-nya tersebut dan buru-buru memasukkannya kedalam kopernya.
" Kenapa melihatnya," pekik Kiara kesal.
" Aku tidak melihatnya," sahut Kevin menahan membantah.
" Issssh, dasar mesum, kau jelas melihatnya," desis Kiara kesal dan tambah malu. Membuat Kevin tersenyum geleng-geleng.
" Ya sudah ayo kita pergi!" ajak Kevin. Yang melihat wajah Kiara sudah mengkerut.
Kevin mendekati Kiara lalu memasangkan mantel pada Kiara dan juga melilitkan salt di leher itu.
__ADS_1
" Jangan cemberut, ayo kita pergi, nanti saja kamarmu di bereskan," ucap Kevin lembut menggenggam tangan Kiara. Kiara tersenyum dan mengikuti pergi.
" Lupakan apa yang kamu lihat," bisik Kiara jinjit sedikit. Kevin menggeleng.
" Ishhhh, Kevin," geram Kiara. Kevin hanya tersenyum melihat Kiara yang kembali merengut dia memang sengaja membuat Kiara kesal.
***********
Mereka berdua sudah berjalan-jalan di sekitar menara Eiffel. Kiara dan Kevin berhenti didepan jualan cemilan. Kevin membeli roti crepy yang pernah di belinya pada Kiara.
" Mau isian stauberry atau yang pisang?" tanya Kevin.
" Pisang," jawab Kiara.
Kevin mengangguk. Setelah itu Kevin langsung menerima dari penjualnya Kevin memberikan pada Kiara. Tetapi Kiara malah membuka mulutnya kode untuk di suapi ke-2 tangan Kiara memang di masukkannya kedalam saku mantelnya.
Kevin mendengus melihat kelakukan Kiara. Kevin pun menyodorkan kemulutnya. Kiara tersenyum dan memakan ujungnya. Setelah itu Kevin pun memakan apa yang di makan Kiara. Kevin memang kaya tetapi membeli hanya 1 biar agak romantis.
Setelah itu mereka kembali berjalan sambil tangan saling menggenggam. Mereka memang seperti orang pacaran. Tapi tidak tau mereka pacaran atau tidak. Tetapi memang iya. Karena ke-2 nya sudah saling mengetahui perasaan masing-masing lewat sebuah ciuman.
Mereka melanjutkan menghampiri tempat para pasangan bucin yang di mabuk asmara yaitu jembatan gembok cinta.
" Ngapain kita kemari?" tanya Kevin melihat di sekelilingnya. Kiara memang merekomendasikan tempat itu. Tempat favorite para pasangan.
" Memang apa yang mereka lakukan?" tanya Kevin yang terus melihat disekelilingnya. Kevin melihat orang-orang mengantungkan gembok dan di kawat dan membuang kuncinya kesungai.
" Katanya ini janji cinta," ucap Kiara memberikan Kevin 1 gembok dan spidol kepada Kevin.
" Kau mempercayainya?" tanya Kevin.
" Mau tidak mau," sahut Kiara tersenyum.
" Tulislah sesuatu atau nama di gembok itu dan buang kuncinya kesungai itu," tunjuk Kiara pada sungai.
Kevin meraihnya dari tangan Kiara dan Kiara sudah mulai menulis sambil menutupi tidak ingin di lihat Kevin.
" Aku selesai," ucap Kiara langsung menghampiri gantungan pagar kawat dan mencantolkan gemboknya seperti yang di lakukan orang-orang.
Tidak berapa lama Kevin juga melakukan hal yang sama dan menggantungkannya tanpa Kiara lihat.
Kiara dan Kevin sama-sama berdiri didepan jembatan dan saling melihat dan sama-sama membuang kunci itu kedalam sungai dengan senyum di wajah mereka.
Percaya tidak percaya Kevin hanya mengikuti saja. Memang lumayan mengasyikkan melakukan hal yang belum pernah di lakukannya.
Setelah itu Kevin kembali menggenggam tangannya.
__ADS_1
" Ayo!" ajak Kevin. Kiara mengangguk dan mereka pergi dari tempat itu.
...Gembok yang ditulis Kiara. Kiarađź’ť Kevin...
...Sementara Kevin....
...Terimakasih sudah hadir dalam hidupku Kiara....
Kiara dan Kevin sekarang berada di dalam toko bunga-bunga yang indah. Kiara mengajaknya Kesana untuk mencuci mata melihat bunga-bunga yang indah.
Mata Kiara berbinar dengan tubuhnya sedikit membungkuk menghirup aroma bunga yang sangat indah yang dia juga tidak tau apa-apa saja nama bunga itu. Karena pasti ada beberapa bunga yang berbeda dengan negaranya.
" Kau ingin yang mana?" tanya Kevin menawarkan.
" Tidak, aku hanya ingin menghirup wanginya saja. Tidak berniat membelinya," sahut Kiara yang memang tidak ingin membeli bunga.
" Katakan kau suka yang mana aku akan memberikannya padamu," ucap Kevin yang memang tidak tau Kiara menyukai bunga yang mana. Tetapi dia ingin memberikan Kiara bunga. Kiara berdiri lurus dan menoleh kearah Kevin.
" Kau ingin membelikanku bunga?" tanya Kiara. Kevin mengangguk.
" Kalau begitu pilih lah untukku," sahut Kiara.
" Kau akan menyukainya?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.
" Hmmmm, aku menyukai semua bunga. Jadi pilih saja aku pasti akan menyukainya," sahut Kiara menantang.
" Baiklah!" Kevin mengangguk dan meninggalkan Kiara yang masih sibuk menghirup aroma bunga.
Tidak berapa lama Kevin sudah kembali. Dan berdiri di belakang Kiara dengan membawa boucket bunga besar.
" Kiara," tegur Kevin Kiara langsung berbalik badan. Betapa terkejutnya Kiara saat melihat Kevin menggengam Boucket bunga yang indah.
" Ini untukku?" tanya Kiara dengan matanya berbinar. Kevin mengangguk.
" Ya ampun cantik sekali," Kiara langsung mengambil bunga itu dari tangan Kevin memeluk dengan senyum di wajahnya dan menghirup aromanya yang benar-benar wangi.
" Kau menyukainya?" tanya Kevin. Kiara mengangguk dengan cepat.
" Terima kasih ini sangat cantik," ucap Kiara yang terus memandangi bunga tersebut.
Kiara dan Kevin terus berjalan-jalan sampai tidak terasa malam hari sudah tiba. Kiara dan Mereka sudah banyak mengunjungi tempat-tempat yang indah. Makan-makanan ringan dan melakukan hal-hal yang lainnya yang jarang mungkin ada beberapa tidak pernah di lakukan.
Apa lagi tadi mereka bermain Iceketing bersama-sama sambil jatuh- jatuh, saling dorong, saling kejar-kejaran seperti anak kecil.
Bersambung.....
__ADS_1