Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 43 Memojokkan


__ADS_3

Kevin benar-benar sangat aneh. Kelakuannya memang di luar dugaan. Belum jadian aja sudah sebucin itu. Bagaimana jika jadian Semua pemberian Kiara akan di musiumkan Kevin.


Terbukti dengan cup Coffee yang tersusun rapi di dekat Tv. Kevin sampai harus menyimpan Cup itu. Kerena Kiara yang memberikannya coffee jadi tempatnya masih di simpannya. Kevin benar-benar mengkoleksi barang bekas.


Kevin membuka map itu sebentar dan kembali meletakkannya di tempat semula. Lalu Kevin langsung berjalan ke arah pintu terasnya dan keluar.


Ternyata Kiara masih ada di sana. Kiara pun melihat Kevin yang sudah berada di sana. Wajah Kiara berubah menjadi kesal.


" Dasar pria menyebalkan, aku kira dia berbeda. Tetapi sama saja. Dasar kutup es," desis Kiara yang terus melihat kearah Kevin.


Karena kesal Kiara memilih masuk dengan hentakan kaki yang kuat, dia akan semakin naik pitam jika terus melihat Kevin.


Kevin yang melihat dari jauh mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan meletakkannya di telinganya.


Kiara yang sudah berada di kamarnya, mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidur yang berdering.


" Siapa ini," batin Kiara bingung melihat nomor yang tidak di kenal. Tetapi Kiara langsung mengangkatnya.


📞" Hallo," sapa Kiara.


📞" Kenapa membatalkan kontrakmu?" tanya sang penelpon.


📞" Kevin," lirih Kiara pelan yang mengenali suara Kevin. Kiara langsung berjalan kearah teras dan melihat Kevin yang menelpon.


📞" Dari mana kau mendapat nomorku?" tanya Kiara ketus.


📞" Itu bukan jawaban dari pertayaanku," sahut Kevin. Mendengar ucapan Kevin Kiara yang adanya Kiara semakin kesal.


📞" Kau benar-benar tidak punya sopan santun, mencuri nomorku," ucap Kiara geram.


📞" Itu juga bulan jawaban dari pertanyaanku," sahut Kevin dengan santai. Kiara berdecak kesal mendengarnya.


📞" Kalau begitu, aku tidak punya alasan untuk menjawab pertanyaanmu. Karena aku sudah mengatakan sebelumnya. Aku tidak Sudi memberikan tenagaku pada perusahaan mu. Dan kita tidak ada urusan jangan menelponku lagi," cerocos Kiara tanpa rem dan langsung mematikan telpon.


Kevin hanya mendengarkan ocehan Kiara dengan mendengus. Sangat heran dengan wanita yang biasanya ceria dan sekarang malah marah-marah. Kiara bahkan mematikan telpon dengan sesukanya.


Kevin menurunkan telpon dari telinganya dan melihat ke arah kamar Kiara yang sekarang tirai kamar itu sudah di tutup dengan kasar.


" Karena sebuah tanda tangan dia semarah itu. Dia memang pintar membuat orang harus memikirkannya," gumam Kevin tersenyum miring, melihat lampu kamar Kiara yang sudah di matikan.


" Menyebalkan dari mana dia mendapatkan nomorku, setelah berbicara dengan sesukanya malah berani menelponku," oceh Kiara semakin kesal.


************


Perusahaan Lexus


" Apa kau sudah menemuinya?" tanya Kevin pada Arya yang berdiri di depannya.


" Sudah tuan. Tetapi nona Kiara tidak akan mengubah keputusannya. Bahkan saya juga sudah menambah honornya," jawab Arya dengan lemas.


" Kalau begitu cari saja penggantinya," ucap Kevin yang sibuk membolak-balikan berkasnya.


" Tuan, para klien sudah sangat menyukai nona Kiara, ya walau saya juga tidak tau apa yang mereka lihat dari gadis menyebalkan itu. Padahal dia sangat biasa saja," ucap Arya malah menjelek-jelekkan Kiara.


" Sepertinya masalahmu dengan dia belum selesai?" ucap Kevin dengan menyindir Membuat Arya tersenyum terpaksa.


" Bukan begitu tuan, saya hanya bingung dan kehabisan pikiran menghadapinya. Saya juga sudah minta tolong pada Pak Danu. Tetapi mereka tidak ingin mencampuri masalah anaknya," jelas Arya yang benar-benar lesu. Sudah melakukan banyak cara tetapi tetap tidak bisa membujuk Kiara.

__ADS_1


" Kalau begitu kita tidak ada pilihan harus tetap dia yang melanjutkannya," ucap Kevin menutup berkas yang sedari tadi di bukanya lalu berdiri.


" Maksud tuan?" tanya Arya bingung. Kevin malah meninggalkannya.


" Tuan!" Panggil Arya yang mengikuti Kevin keluar dari kamar.


*********


Malam hari Kiara berselonjoran di sofa ruang keluarga dengan melihat ponselnya. Sementara Ziva dan Zavier menonton tv duduk di lantai yang sedari tadi rebutan remote.


" Ih, jangan diganggu!" Oceh Ziva memukul kepala Zavier dengan bantal.


" Resek banget sih, aku duluan yang nonton," sahut Zavier menarik remote TV dengan paksa.


" Kalian berdua ya, apa tidak bisa nonton yang benar," ujar Sahila yang sedari tadi mijat kaki suaminya.


" Dia duluan mama," sahut Ziva mengadu.


" Enak aja," sahut Zavier.


" Sudah jangan berantam terus, menonton yang benar," ucap Danu.


" Tau, berisik banget," sambar Kiara.


" Kita pulang," sahut Rangga yang pulang bersama Rachel.


" Coffee shop sudah di tutup?" tanya Sahila.


" Sudah ma," jawab Rachel duduk dengan lemas di bawah kaki Kiara.


" Baru jam 8 kok sudah di tutup aja," Sahut Ziva.


" Alasan," sambat Kiara, mengingat kemarin Rachel juga seperti itu.


" Ishhhh," desis Rachel.


" Kalau tidak enak badan istirahat, jangan sudah tidak enak badan malah keluyuran," sambar Rangga.


" Apaan sih, kapan aku keluyuran," sahut Rachel kesal.


" Benar, jangan jadikan alasan untuk tidak bekerja," sahut Kiara lagi.


" He, kamu apa kabar. Kamu juga tidak bekerja. Malah di rumah-rumah aja. Punya kerjaan malah di sia-siain, malah pake di balikin lagi honornya," sahut Rachel sewot yang malah melempar pada Kiara.


" Serius kak Kiara, jadi kakak benar-benar sudah berhenti jadi Brand Ambassador Lexus dan honornya kakak balikin," sahut Zavier yang tidak percaya.


" Namanya juga bodoh," sambar Rangga.


" Enak aja sembarangan bilang bodoh. He aku itu bisa jadi model di Hotel itu gara-gara di jebak sama kakak," sahut Kiara kesal dengan Rangga.


" Itu namanya keberuntungan," sahut Rangga menekankan, " Kamu di kenal orang, dan banyak uang, mana ada di jebak seperti itu," lanjut Rangga lagi.


" Apa gunanya kalau hanya menjadi budak Lexus," sambar Kiara yang sudah duduk.


Emosinya hanya akan terpancing kalau berurusan dengan Lexus dan di tambah kakanya yang memanas-manasinya.


" Apaan sih kak Kiara, selalu aja ngomongi budak Lexus. Papa itu kerja di situ, kakak nggak bisa apa hargai kerjaan papa," sahut Ziva ikut-ikutan.

__ADS_1


" Dengar tuh," sahut Rachel lagi.


" Sudah, kalian kok malah bertengkar," sahut Sahila yang mencegah pertengkaran anak-anak nya.


" Kiara nih, selalu aja bilang orang-orang yang bekerja di Lexus sebagai budak. Ya namanya kerja ya kan makan gaji," ucap Rachel lagi.


" He Kiara. Kamu itu sudah bagus menjadi salah satu orang yang penting di Lexus. Bahkan kamu sangat di kenal orang dengan prestasi. Grup Lexus juga selalu memberikan mu ke istimewaan. Seharunya kamu berterimah kasih. Bukan terus-terusan mengatakan jika kamu. Atau orang-orang yang ada bekerja di Lexus itu sebagai budak. Orang-orang juga mati-matian belajar agar bisa sekolah di Lexus. Bahkan para orang tua mati-matian mencari uang agar anaknya bisa keluar sebagai alumni Lexus. Mereka juga bekerja di Group itu untuk mengisi perut," tegas Rangga membuat Kiara terdiam.


" Dengar tuh Kiara. Kamu itu seharunya malu di keluarkan dari Universitas Lexus. Memang orang lain perlu alasan kamu. Yang mereka tau kamu di Do dan tidak bisa masuk kampus manapun. Apa kamu tidak malu yang tiba-tiba di berita kamu yang di kenal sebagai anak emasnya Lexus tiba-tiba berhenti kuliah hanya karena nilai turun dan malah menjadi pelayan di Restaurant. Orang-orang akan mengatakan seketika orang pintar dengan orang paling bodoh sekalipun tidak ada gunanya," lanjut Rachel lagi seakan memojokkan Kiara.


" Kak Kiara mungkin bilang gitu. Karena dia sangat pintar dan pasti bisa dalam hal apapun. Jika dia benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Pasti akan kembali ke kampus Lexus. Dan pasti iya universitas itu menerimanya. Jadi semua itu membuat kak Kiara anggap remeh," sahut Ziva yang tambah memojokkan Kiara.


Kiara mengepal tangannya dengan omongan pedas saudara-saudaranya.


" Kalian ngomong kayak gitu. Karena kalian tidak tau apa yang aku rasakan, kalian selalu saja memojokkanku," ucap Kiara sedikit berteriak dengan matanya bergenang menahan air matanya.


" Sudah kenapa kalian jadi ribut. Apa-apaan sih, hal kecil jadi hal besar," sahut Sahila mencegah keributan.


" Kiara tuh ma, selalu sok-sokan," sahut Rachel.


" Tau, tuh," sambar Ziva. Mendengarnya Kiara semakin emosi.


" Iya memang aku. Aku juga lupa jika aku memang bukan bagian keluarga ini. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah hidup lama dengan kalian. Dan sekarang aku pulang. Bahkan sudah hampir 2 bulan di sini. Kalian pasti bosan, makanya kalian bicara seperti itu. Memang aku hanya tamu di rumah ini," ucap Kiara semakin kesal.


" Kiara apa yang kamu bicarakan," sahut Danu yang harus turun tangan.


" Kalian semua sama saja. Seharusnya aku tidak pulang. Tidak ada satupun yang mendukungku, tidak ada yang mengerti bagaimana aku," ucap Kiara yang berdiri dengan kesal.


" Semuanya menyebalkan," ucap Kiara lalu pergi.


" Kiara mau kemana kamu," teriak Sahila.


" Pergi!" Teriak Kiara yang benar-benar marah dengan ucapan saudara-saudaranya yang tidak mengerti perasaannya.


" Rangga kamu sadar tidak apa yang kamu katakan sama Kiara tadi," ucap Sahila yang langsung menegur Kiara.


" Maaf ma, Kiara juga nggak biasanya kayak gitu," sahut Rangga mengakui kesalahannya.


" Kalian semua ini benar-benar, mama sudah berkali-kali mengatakan. Jika Kiara kembali jangan mengungkit universitasnya," ucap Sahila memijat kepalanya.


" Iya mah, namanya dia juga suka bicara yang menyakitkan," sahut Rachel.


" Sudah, jangan terus mencari pembelaan," sahut Sahila tidak mendengarkan alasan anak-anaknya.


Danu hanya diam dan memilih pergi dari ruang tamu. Wajah Danu pasti murung dengan kemarahan Kiara yang menganggap tidak di pedulikan.


" Lihat papa kalian, ini semua gara-gara kalian," ucap Sahila yang pergi menyusul suaminya.


" Tidur ah," sahut Zavier yang sudah tidak mood .


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2