
Setelah menyelesaikan pekerjaannya di Universitas Lexus. Clarissa pun buru-buru keluar dari ruang kerjanya. Karena dia sudah kemalaman.
" Kenapa aku pulang sampai kemalaman seperti ini," gerutu Clarissa yang berjalan dengan langkah yang buru-buru sambil terus melihat jam tangannya.
Suasana kampus memang sangat sepi Karena memang tidak ada orang sama sekali berada di kampus itu. Karena kuliah malam juga sudah berakhir.
Di tengah buru-burunya. Langkah berhenti ketika melihat Pria tinggi dengan badan kekar berdiri dengan jarak 4 meter di depannya. Pria itu tersenyum miring melihat Clarissa.
" Kau," lirih Clarissa saat mengetahui siapa Pria itu. Salah satu Pria yang pernah tidur dengannya.
" Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Clarissa dengan wajahnya yang panik.
" Bukannya kau sedang mencariku," sahut Pria itu dengan menyunggingkan senyumnya.
" Apa maksud mu. Jangan bilang. Jika kau...." ucap Clarissa menebak- nebak. Jika Pria itu adalah laki-laki yang menerornya belakangan ini.
" Kau memang sangat pintar. Cepat sekali menangkap," sahut Pria itu tersenyum dan memajukan langkahnya dengan perlahan.
" Brengsek, jadi kau mengancamku. Kau pikir aku takut kepadamu," teriak Clarissa yang di penuhi kemarahan.
Ketika tau siapa orang yang menerornya belakangan ini. Pria itu tersenyum miring saat mendengar teriakan Clarissa bahkan tidak takut sama sekali.
" Jangan mendekatiku. Pergi dari sini! usir Clarissa dengan tegas mundur 1 langkah.
" Aku tau kau memang tidak takut dengan ku. Tetapi aku merasa kau akan takut dengan ini," ucap Pria itu yang yang terus maju dan menunjukkan ponselnya dan langsung mengirim kepada Clarissa.
Ponsel Clarissa yang berdering membuatnya langsung melihatnya. Dan betapa terkejutnya Clarissa saat melihat Vidio rekaman saat dirinya bercinta dengan Pria yang di depannya.
" Apa kau juga tidak takut. Jika aku akan mengirimnya ke pada Mitra Winata," ucap Pria itu dengan santai mengancam Clarissa. Membuat Clarissa mengepal tangannya yang mendapatkan ancaman itu.
" Hanya sekali tekan. Maka akan sampai," sahutnya lagi seakan memperingatinya.
" Apa maumu?" tanya Clarissa yang memang harus pasrah dengan Pria itu. Dia tidak ingin habis di tangan papanya.
" Bukannya kau sudah tau apa mauku," sahut Pria itu dengan seriangi nakal di wajahnya yang sudah berada di depan Clarissa.
" Aku jelas menginginkanmu," ucap Pria itu membelai rambut Clarissa membuat Clarissa menepis tangannya.
" Kau sangat cantik jika terlihat marah," ucapnya lagi yang benar-benar puas membuat Clarissa tidak bisa berbuat apa-apa.
" Sampai kapan?" tanya Clarissa menatap tajam Pria itu.
" Tidak ada batasan kapan pun aku mau. Karena aku ketagihan dengan tubuhmu," ucapnya dengan menyoroti nakal tubuh Clarissa.
" Itu tidak adil. Aku tidak mau terikat denganmu," Clarissa langsung memprotes.
" Baiklah sayang. Aku hanya bercanda. Lagi pula aku akan ke Luar Negri Minggu depan. Bagaiman jika dalam seminggu ini. Kau menemani ranjangku. Dan aku akan menghapus Vidio itu," ucap Pria itu melakukan penawaran.
" Bagaiman mungkin aku percaya kepadamu?" tanya Clarissa.
" Kau Kau harus percaya. Setelah kita melakukan permainan pertama," sahut Pria itu sinis.
" Apa maksudmu?" tanya Felly.
__ADS_1
" Semuanya di mulai malam ini. Aku akan menghapus Vidionya dan aku tidak akan mengganggumu lagi," ucap Pria itu.
" Dan semuanya kita mulai saat ini," bisik nya langsung mendorong tubuh Clarissa masuk kedalam ruangan yang berada di samping Clarissa membuat Clarissa kaget ketika dirinya sudah berada di dalam 1 ruangan kelas yang sepi.
" Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Clarissa panik.
" Bukannya aku sudah mengatakan kita mulai malam ini.Mari bercinta," ucap Pria itu langsung menghimpit tubuh Clarissa ke dinding. Pria itu membuat Clarissa tidak bisa bergerak sama sekali.
" Kenapa aku terjebak dalam hal in," batin Clarissa yang tidak bisa melakukan apa-apa dan bahkan dia pasrah.
Sementara pria itu sudah mulai melaksanakan aksi yang mulai menciumnya.
" Clarissa kau di dalam," panggilan suara itu membuat Pria itu menghentikan aksinya.
" Sandy," batin Clarissa mengenali suara itu. Clarissa langsung mendorong dada Pria itu.
" Ini bukan tempat yang cocok. Kau juga bisa kena masalah. Jika ada yang tau," ucap Clarissa langsung pergi.
" Sial, kenapa harus ada pengganggu," desis Pria itu kesal. Karena gagal menjalankan aksinya.
Clarissa keluar dari ruangan itu dan memang benar Sandy ada di depan pintu itu.
" Sandy," lirih Clarissa.
" Sedang apa kau di sini?" tanya Sandy.
" Tidak apa-apa, ayo pergi," jawab Clarissa langsung membawa Sandy pergi. Sebelum Sandy melihat pria yang mengganggunya.
Mobil Kevin sampai kerumahnya pada malam hari. Ternyata pertemuannya dengan kliennya berujung panjang dan membuatnya harus kembali kerumah pada malam hari yang begitu larut.
Kevin keluar dari mobilnya dan langsung melihat ke arah rumah Kiara. Kevin tersenyum melihat rumah itu. Ya sekarang sangat berbeda. Rumah yang berada di depan rumahnya. Adalah rumah wanita yang di cintainya. Dan mungkin itu yang di katakan pacar 5 langkah
berbicara mengenai pacar. Sebenarnya Kevin masih bingung. Dia dan Kiara apa pacaran. Tetapi apa perlu Kevin mengajaknya berpacaran.
Sementara Kiara sendiri pasti sudah tau mengenai hubungan mereka dan sepertinya tidak perlu mengajak pacaran. Karena Kevin bukan anak belasan tahun lagi yang pakek Acara tembak-tembakan.
Kevin geleng-geleng jika harus memikirkan hal itu dengan wajahnya yang senyum berseri-seri dan pasti itu dorongan dari hatinya yang berbunga-bunga.
Lama melihat rumah sang pujaan hati Kevin memasuki rumahnya. Meski sangat lelah tetapi wajahnya terlihat ceria. Kevin mengeluarkan ponselnya dari sakunya.
" Aku belum menelponnya," gumam Kevin mengingat yang belum menghubungi Kiara dan tadi berjanji menelponnya.
Kevin juga harus menjelaskan dengan kejadian tadi. Karena dia tidak ingin Kiara salah paham dan pasti membuat Kiara kepikiran.
" Kevin," tegur Winata yang ternyata berada di ruang tamu menghentikan langkah Kevin dan Kevin yang sudah ingin memencet kontak Kiara mengurungkan niatnya.
" Pa," tegur Kevin menundukkan sedikit kepalanya.
" Bagaiman perjalanan bisnis kamu, apa lancar?" tanya Winata dengan suara dingin.
" Iya pa lancar," jawab Kevin. Winata berdiri.
" Ikut keruangan ku," ujar Winata yang langsung berjalan menuju ruang kerjanya. Tanpa banyak bertanya Kevin pun mengikuti papanya memasuki ruangan kerja itu.
__ADS_1
Saat memasuki ruangan Winata sudah duduk di kursi kerjanya dan Kevin berdiri di depannya.
" Ada apa pa?" tanya Kevin. Winata berdiri dan membuka laci. Winata mengeluarkan beberapa foto dan meletakkan kasar di atas meja.
Mata Kevin langsung melihat foto-foto yang berserakan di atas meja. Betapa terkejutnya Kevin saat melihat foto-foto dia dan Kiara.
foto saat dia bersama Kiara di Paris dan Amerika. Bahkan foto dia dan Kiara saat berciuman di atas kapal juga ada. Debaran jantung Kevin berdetak tidak menentu. Saat tanpa dia sadari ada yang mengawasinya bersama Kiara.
" Apa ini," lirihnya di dalam hatinya dengan matanya yang terus melihat foto-foto di atas meja itu.
" Kau sudah cukup bersenang dengan liburan bersama gadis itu. Aku mengampunimu kali ini. Karena aku rasa kau butuh hiburan," sahut Winata sinis yang langsung pada intinya. Atau basa-basi bertanya siapa wanita yang ada di foto itu.
" Selesaikan urusan mu dengan gadis itu. Sebelum aku mencari tau apa dia memang penting atau memang hanya untuk hiburan semata bagimu," ucap Winata membuat Kevin kaget. Kevin bahkan diam tanpa bisa berbicara.
" Aku berharap bukan wanita itu penyebab fokus mu hilang selama bekerja. Menjadi tidak menentu. Kau mengejarnya sampai ke Paris dan meninggalkan pekerjaan mu. Kau membawanya tinggal di Apertemen mu. Kau juga membawanya ke Amerika," Winata benar-benar tau apa yang di lakukan Kevin belakangan ini.
" Jadi aku memintamu selesaikan secepatnya. Sebelum aku tau lebih banyak siapa dia dan kau tau jika aku harus turun tangan tidak berarti sama sekali. Aku tidak ingin reputasi mu berantakan hanya karena seorang wanita," jelas Winata penuh penegasan dan penekanan.
Winata mendekati Kevin yang masih diam mematung dengan wajah schok nya. Winata menepuk bahu Kevin.
" Bereskan sebelum media menyorotinya dan sebelum aku yang membereskannya dengan tangan ku sendiri," ucap Winata dengan nada ancaman. Lalu pergi meninggalkan Kevin di ruangan itu.
Wajah dan mata Kevin memerah dengan apa yang terjadi barusan. Matanya masih melihat foto-foto yang berserakan itu.
Foto saat berjalan-jalan bersama Kiara. Berciuman. Di dalam pesawat. Foto-foto romantis yang seharusnya menjadi privasi nya.
Kevin tidak pernah kepikiran dengan hal itu. Makanya dia tidak waspada dan terang-terangan melakukan apapun kepada Kiara tanpa menyadari jika ada yang .
mengawasinya
Ternyata Haria yang kebetulan lewat dari ruangan Winata mendengarkan hal itu. Haria tersenyum tipis dengan apa yang di dengarnya.
" Jadi hubungan Kevin dan wanita itu juga sebenarnya tidak di ketahui. Kasian sekali wanita itu. Dia hanya akan menjadi korban. Nasibmu akan sama seperti ku. Tidak akan berbeda. Karena aku masih akan tetap berusaha untuk membuat Kevin kembali kepadaku.
" Untung saja Om Winata mengetahui hubungan Kevin dan wanita itu. Jadi Kevin bisa benar-benar berpisah dengannya dan aku akan bersamanya," ucap Haria di dalam hatinya. Dia benar-benar mengambil keuntungan dalam situasi sulit yang menimpa Kevin.
Meski tadi sempat marah dengan apa yang di lakukan Kevin. Tetapi Haria kembali bahagia dengan kabar bahagia itu. Karena Haria tau Winata bukan orang sembarangan.
*********
Dengan tidak bersemangat Kevin memasuki kamarnya. Kata-kata penyelesaian yang di ucapkan papanya terus terdengar di telinganya. Kevin duduk di pinggir ranjangnya dengan memijat kepalanya.
" Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya benar-benar bingung dengan hembusan napasnya.
Baru saja jatuh cinta tetapi semua rencana dan kebahagian yang dirasakan akan dirinya. Kevin memang terlalu berani untuk jatuh cinta.
Padahal dia sudah tau apa resikonya. Tetapi dia nekat memperdalam perasaanya dan bahkan sudah menjalin hubungan sangat dekat dengan Kiara. Pada akhirnya semuanya akan selesai.
Menjadi anak dari Mitra winata sangat tidak mudah bahkan jatuh cinta juga tidak ada gunanya. Itu hanya akan menyia-nyiakan waktu dan membuat luka di hati. Tidak dengan Kiara maupun dia.
Tidak menyangka Kevin akan di posisi itu. Hubungan yang akan di larang dan harus membuat keputusan yang pasti akan menimbulkan luka yang tidak bisa di ucapkan.
Bersambung.....
__ADS_1