Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Eps 89 Saling meminta maaf


__ADS_3

Kiara terus mengoceh sambil memasukkan semua barang-barang nya kedalam koper.


Tok-tok-tok


ketukan pintu 3 kali membuat Kiara menoleh kearah pintu dan menghentikan pekerjaannya.


" Mau ngapain lagi dia," batin Kiara seakan tau jika itu adalah Kevin.


Kiara tidak mempedulikan ketukan pintu itu dan tetap melanjutkan pekerjaannya memasukkan barang-barangnya kedalam koper.


tok-tok-tok-tok pintu kembali di ketuk. Karena tidak kunjung di buka.


" Issssss," desis Kiara. Langsung berdiri dengan terpaksa.


Kiara akhirnya berjalan menuju pintu dengan penuh kemarahan dan kekesalan yang besar. Sampai di depan pintu Kiara langsung membuka pintu dengan kasar. Dugaannya memang benar jika Kevin yang datang. Kevin berdiri di depan Kiara.


" Ada apa," tanya Kiara ketus tanpa melihat wajah Kevin dengan ke-2 tangannya di lipatkan di dadanya.


Kevin bisa melihat. Jika Kiara sangat marah dengan apa yang terjadi barusan.


" Kamu belum menyelesaikan sarapanmu. Ayo kembali sarapan," ajak Kevin dengan lembut berusaha membujuk Kiara.


Dia memang tidak ingin masalahnya dengan Kiara. Semakin berlarut-larut. Masalah yang harus di selesaikan secara cepat dan pasti Kevin tidak akan membiarkan Kiara pulang sendirian.


" Aku sudah kenyang. Pergilah!" sahut Kiara dengan ketus. Begitulah jika dia benar-benar marah. Moodnya sudah hilang semua.


" Kiara," lirih Kevin dengan lembut.


" Pergilah, aku sedang menyiapkan barang-barang ku. Jangan membuang waktuku," ucap Kiara dengan tegas yang benar-benar tidak mau bicara dengan Kevin.


" Maafkan aku," ucap Kevin langsung to the point.


Dia tau mungkin kalimatnya tidak masuk untuk Kiara dan hanya akan membuat Kiara tersinggung. Jadi lebih baik dia mengalah dan meminta maaf agar masalah cepat selesai dan Kiara mengurungkan niatnya untuk kembali sendirian.


" Kenapa harus minta maaf. Memang kamu salah apa," sahut Kiara masih tetap ketus. Bahkan Kevin sudah meminta maaf.


" Kiara aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu. Aku hanya kecewa jika kamu pergi tanpa berpamitan. Itu tidak baik. Aku tau kamu sering pergi sendirian. Tetapi hal itu di ketahui orang tua kamu. Sebelum kamu pergi. Kamu minta izin terlebih dahulu. Tetapi kamu pergi sembarangan," jelas Kevin memberi Kiara pengertian agar Kiara tidak salah paham.


" Tapi kau yang mengajakku. Lalu kenapa menyalahkanku. Kalau kau merasa dewasa. Seharusnya kau yang minta izin kepada orang tuaku," sahut Kiara marah-marah.


" Baik, aku mengakui salah. Karena mengajakmu tiba-tiba. Maafkan aku," sahut Kevin dengan berbesar hati kembali meminta maaf.


" Kiara aku tidak mau kau berubah ketika dekat denganku," ucap Kevin membuat Kiara mengkerutkan dahinya.


" Apa maksudmu?" tanya Kiara.


" Kau sangat berubah ketika hubungan kita lebih dekat," jawab Kevin.


" Aku tidak berubah Kevin. Aku hanya...,"


" Kiara aku melihat kamu berusaha menjadi dewasa dari pada usia kamu. Kamu bukan seperti Kiara yang aku kenal awalnya. Kamu seperti bukan diri kamu. Kamu seakan ingin menjadi orang lain saat bersamaku belakangan ini," ujar Kevin menjelaskan perubahan Kiara.


" Kevin aku tidak mengubah apapun. Soal kedewasaan aku tidak perlu harus menjadi dewasa untuk mengimbangi. Caramu berpikir dan berprilaku," sahut Kiara membantah pikiran Kevin terhadapnya.


" Tapi aku bisa melihatnya. Mungkin kamu tidak menyadarinya," sahut Kevin.


" Kiara aku justru lebih nyaman melihat kamu apa adanya. Tidak berusaha menjadi orang lain," jelas Kevin lagi.

__ADS_1


Dia memang bisa merasakan perubahan Kiara selama di Paris dan juga di Amerika. Dia merasa Kiara yang seperti biasa polos dan apa adanya.


Seakan berubah menjadi dewasa untuk mengimbangi cara mereka bercerita demi menciptakan kenyamanan dan terlihat seperti ada keterpaksaan.


" Kevin, aku tidak seperti itu," lirih Kiara terus membantah.


" Sudahlah Kiara Aku tidak ingin berdebat denganmu. Jangan seperti itu itu lagi. Jangan berusaha menjadi orang lain. Jadi lah diri kamu yang apa adanya yang sembarangan dan tidak dibuat-buat. Jika kamu Kiara yang aku kenal. Kamu juga pasti berpamitan kepada orang tuamu," ucap Kevin menatap Kiara dalam-dalam.


Kiara terdiam. Terkadang bicara Kevin memang benar. Ketika menyadari perasaannya kepada Kevin memang membuat Kiara seakan ingin menyamakan usianya dengan Kevin.


Bahkan pergi bersama Kevin pun pergi tanpa memberitahu orang tuanya. Hal yang tidak pernah diakukannya seumur hidupnya.


Kiara juga seakan berpenampilan yang berlebihan. Dia memang kehilangan jati dirinya. Hanya karena ingin di lihat berbeda oleh Kevin.


" Hey, jangan diam terus," tegur Kevin dengan lembut memegang lengan Kiara


" Aku minta maaf," sahut Kiara yang mengakui kesalahannya. Dia memang harus menyadari sikafnya yang tidak pantas seperti itu.


Kevin tersenyum mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Kiara.


" Aku yang minta maaf, sudah membuatmu marah," sahut Kevin mengusap pucuk kepala Kiara.


" Kamu memaafkanku?" tanya Kevin memastikan. Kiara mengangguk pelan.


" Tapi aku juga minta maaf," ucap Kiara dengan pelan.


" Iya, aku memaafkanmu," sahut Kevin tersenyum. " Ya sudah kita sarapan lagi," ajak Kevin.


" Tapi aku benar-benar sudah kenyang," sahut Kiara yang memang pasti sudah tidak ingin makan lagi.


" Ya sudah kalau begitu, kamu bersiapalah. Kita akan pulang hari ini," ucap Kevin yang memang tidak akan mengubah keputusannya. Kiara menganggukan kepalanya.


" Baguslah, kamu pergi bersama ku dan harus pulang bersamaku juga," sahut Kevin.


" Iya," jawab Kiara.


" Ya sudah. Aku masuk dulu," ucap Kiara. Kevin mengangguk. Kiarapun menutup pintu dan masuk kembali.


Kevin merasa lega. Akhirnya masalahnya dengan Kiara selesai. Dia memang harus menyampaikan itu. Karena dia tidak ingin Kiara mengubah dirinya hanya karena dirinya.


*******


Akhirnya setelah selesai packing. Kiara dan Kevin pun keluar dari hotel. Mereka memang memutuskan cekout sekarang. Padahal baru 1 hari di Amerika.


Kiara adalah tanggung jawab Kevin. Dia tidak ingin Kiara melewati batasnya hanya karena sesuatu yang di paksakan.


Kevin membantu supir taxi memasukkan koper mereka kedalam bagasi Taxi. Kiara sudah berada di dalam Taxi. Setelah selesai Kevin pun memasuki Taxi dan duduk di samping Kiara dengan tersenyum.


" Kamu kecewa. Kita pulang lebih cepat?" tanya Kevin yang memang melihat Kiara tampak lesu.


" Tidak aku memang salah. Seharusnya meminta izin dulu baru pergi. Jadi kejadiannya tidak akan seperti ini," sahut Kiara.


" Sudahlah, kita lupakan semuanya," ucap Kevin. Kiara mengangguk.


**********


Tidak berapa lama Kiara dan Kevin sudah tiba di Bandara. Seperti biasa Kevin kembali mengurus kepulangan mereka. Pulang dalam keadaan mendadak membuat Kevin sedikit repot.

__ADS_1


Kevin harus membeli ticket. Untung saja ada ticket pesawat. Jadi Kevin dan Kiara tidak perlu menunggu lama untuk melanjutkan penerbangan mereka.


Setelah selesai melakukan prosedur dan yang lainnya. Kiara dan Kevin pun menaiki pesawat. Seperti biasa mereka akan berda di dalam pesawat Buisnis Class. Kevin menoleh kearah Kiara yang disebelahnya.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin.


" Tidak, memang aku kenapa," sahut Kiara heran.


" Kau pasti tidak puas berada di Amerika?" tebak Kevin yang melihat kemurungan di wajah Kiara.


" Tidak Kevin. Lagi pula sebentar lagi bukannya aku akan tinggal di Amerika. Yang jelas. Aku sudah melihat kampus yang akan aku tuju. Dan kamu juga sudah mengurus beberapa hal. Bulan depan bukannya aku juga akan kembali ke Amerika untuk melakukan pendaftaran ulang. Jadi tidak ada yang di permasalahkan atau di kesalkan," ucap Kiara menjelaskan agar Kevin tidak merasa bersalah.


" Aku akan menemanimu. Ketika kamu akan daftar ulang nanti," ucap Kevin berjanji.


" Memang kamu tidak sibuk?" tanya Kiara.


" Tidak. Aku akan meluangkan waktu untukmu," ucap Kevin yakin.


" Baiklah, jika seperti itu. Aku pasti lebih mudah melakukan sesuatu kalau kamu ada di sampingku," ucap Kiara merasa lega.


" Tapi kamu harus meminta izin pada orang tuamu," ucap Kevin.


" Hmm, aku akan minta izin. Lagi pula aku harus memberitahu mereka. Jika aku bisa mendaftar kuliah di universitas Harvard dan sebentar lagi akan jadi mahasiswi di sana," sahut Kiara.


" Hmmm, semoga semuanya lancar," ucap Kevin penuh harapan.


" Iya, aku akan belajar dengan


giat. Supaya aku bisa lulus menjadi mahasiswa di Universitas Harvard dan bisa mendapatkan beasiswa," ucap Kiara.


" Amin," sahut Kevin tersenyum.


" Kiara," tegur Kevin.


" Iya," sahut Kiara.


" Jangan terlalu lelah jika belajar. Pikirkan kesehatan mu. Jaga pola makanmu. Sesuaikan waktu yang tepat. Jangan makan sambil belajar. Tapi jika waktunya makan berhenti dulu belajar. Kamu harus makan dulu, setelah itu baru belajar," ucap Kevin memberi saran Kiara.


" Aku tidak mau kamu sampai masuk rumah sakit. Hanya karena lelah," lanjut Kevin mengingat Kiara yang pernah masuk rumah sakit karena terlalu di paksakan untuk belajar.


" Apa kamu mengerti?" tanya Kevin.


" Iya, aku mengerti. Aku akan melakukan apapun yang kamu katakan. Aku tidak akan membuatmu khawatir seperti yang sebelum-sebelumnya," ucap Kiara berjanji pada Kevin.


" Bagus kalau begitu," sahut Kevin. Kiara tersenyum mengangguk.


*********


Di dalam pesawat seperti biasa mereka akan mengobrol panjang lebar. Untung saja masalah mereka cepat selesai. Jadi tidak ada lagi selisih paham di antara keduanya.


Kevin memang harus belajar mengenal Kiara lebih dalam lagi. Begitu juga dengan Kiara yang harus paham dengan Kevin.


Selain mengobrol di dalam Pesawat mereka juga menonton televisi dengan serius. Meraka juga menikmati hidangan di dalam pesawat. Makan dengan lahap.


Sampai akhirnya. Kiara dan Kevin sudah tertidur. Kepala Kiara di sandarkan ke bahu Kevin dan Kevin juga menimpa kepala Kiara. Sehingga kepala mereka saling menimpa. Dengan ke-2 tangan Kiara yang memeluk lengan Kevin.


Mereka tertidur dengan nyaman di dalam pesawat. Tanpa ada yang mengganggu sama sekali. Walau akhirnya mereka pulang mendadak dan sebenarnya pasti banyak lagi yang ingin mereka lakukan bersama-sama. Tetapi harus terbengkalai hanya karena masalah kecil.

__ADS_1


Mungkin bagi Kiara biasa. Tetapi bagi Kevin itu sangat tidak pantas. Kesannya dia sedang membawa anak orang pergi. Dan dia juga tidak ingin Kiara menjadi kebiasaan dengan hal yang mungkin sangat spele.


Bersambung....


__ADS_2