
Perpisahan yang terjadi di antara ke-2nya jelas membuat mereka sangat sedih padahal hubungan itu baru saja sesat.
Tetapi perpisahan sudah terjadi saja karena restu yang tidak bisa di dapatkan. Restu yang benar-benar terhalang oleh orang tua dan karena perbedaan kasta, materi, sosial dan lainnya.
Kiara di dalam kamarnya yang menyusun pakaiannya kedalam koper, sebentar-sebentar menyeka air matanya. Walau hubungan itu berakhir. Danu dan istrinya memang memutuskan untuk tidak tinggal di rumah itu lagi dan kembali ke perusahaan tempatnya mengabdi selama ini.
Dia masih menjaga harga dirinya dan semua yang di lakukannya demi kebahagian putrinya dan memang mereka benar-benar akan pergi. Mereka benar-benar akan melepaskan diri dari ikatan Lexus.
Tidak akan berhubungan dengan perusahaan itu atau lagi dan itu juga berarti akan ke luar dari komplek itu.
Kiara memegang lehernya yang terdapat kalung pemberian Kevin. Kiara menarik kalung itu dari lehernya dan menjatuhkan sembarang di dalam kopernya dengan Isak tangisnya yang tak terbendung lagi.
Dan melanjutkan membereskan apa-apa saja yang ada di dalam kamar itu. Memasuki kedalam koper dan kotak-kotak yang sudah di sediakan untuk memasuki barang-barangnya.
Tidak hanya Kiara, yang lain juga melakukan hal yang sama. Mereka juga menyusun barang-barang mereka kedalam koper. Mereka pasti tau apa yang terjadi. Jadi Rachel, Rangga, Ziva dan Zavier hanya mengikut saja keputusan dari kepala rumah tangga.
Sekolah Zavier dan Ziva memang terbengkalai. Padahal Danu bersusah payah untuk biaya sekolah itu. Agar anaknya mendapat pendidikan yang baik. Tetapi Winata seenak jidatnya mengeluarkan Ziva dan Zavier dari sekolah tersebut.
Tetapi Winata sudah berjanji pada 2 anaknya itu akan memberikan sekolah yang jauh lebih baik. Dan untungnya anak kembarnya itu tidak rewel dan menurut saja apa yang di katakan papanya.
Karena mereka tau apa yang di katakan papanya memang itulah yang terbaik dan sebagai anak mereka hanya menurut dan tidak mau menambah beban sang papa.
Di sisi lain Clarissa sedang berada di kamar Alana dan Clarissa kaget mendengar cerita dari Alana adik bungsunya itu.
" Jadi adiknya Kiara, di keluarkan dari sekolah?" tanya Clarissa tidak percaya dengan wajah kagetnya.
" Benar kak, aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba," sahut Alana.
" Papa benar-benar melakukan semua itu," ucap Clarisa pelan yang tidak menyangka jika apa yang di katakan adiknya adalah kebenarannya.
" Apa itu ada hubungannya dengan kak Kevin dan kak Kiara kak?" tanya Alana menebak-nebak.
" Iya, kamu benar, itu pasti ada hubungannya dengan mereka," jawab Clarissa.
" Tetapi kenapa harus di lakukan dengan Ziva dan Zavier kak?" tanya Alana heran.
__ADS_1
" Alana, kamu tau sendiri bagaimana pala dan pasti papa sengaja melakukan itu. Agar Kevin menjauhi Kiara," ucap Clarissa menjelaskan pada adiknya.
" Kasihan Zavier dan Ziva. Mereka tidak tau apa-apa. Tetapi mereka harus ikut-ikutan. Padahal itu berhubungan dengan pendidikan mereka," ucap Alana.
" Kamu benar. Mereka tidak tau apa-apa dan papa tidak peduli dengan hal itu. Papa hanya akan melakukan banyak cara agar apa yang tidak di kusukainya benar-benar musnah dalam hidupnya. Termasuk hubungan yang Kevin dan Kiara jalani," ucap Clarissa.
" Aku juga akan berhasil seperti ini. Papa juga akan melakukan hal yang lebih parah. Jika papa tau hubunganku dan Sandy," batin Clarissa yang sudah merasa cemas.
***********
Selesai berkemas semua anak-anak Danu berkumpul di ruang tamu dengan koper dan barang-barang yang sudah bertumpukan. Tidak ketercuali Kiara yang juga ada di sana dan Kiara sudah tidak menangis lagi. Dia tidak ingin orang-orang yang ada di sana melihatnya sedih seakan paling berat meninggalkan rumah itu.
" Apa kalian sudah siap semuanya?" tanya Danu.
" Sudah pa," jawab mereka dengan serentak.
" Tidak ada yang ketinggalan lagi kan?" tanya Sahila.
" Tidak ma, semuanya sudah aman," sahut Rachel.
" Baiklah, kita meninggalkan rumah ini. Karena memang rumah ini bukan milik kita. Papa sudah menyiapkan istana yang nyaman untuk kalian," ucap Danu tersenyum.
" Kiara. Mama sudah mengatakan jangan menyalahkan diri sendiri. Karena tidak ada yang salah sayang," ucap Sahila memegang pundak Kiara.
" Benar kata mama kamu. Memang sudah waktunya untuk kita meninggalkan tempat ini dan papa juga tidak mau lagi harus terikat dengan Group Lexus," sahut Danu.
" Benar, kakak juga tidak ingin bekerja di bawah naungan Lexus," sahut Rangga dengan santai.
" Tuh, Kiara dengar sendiri. Jika memang tidak ada orang yang mau terikat dengan grup Lexus. Jadi itu bukan salah kamu," sahut Rachel.
" Lagian ngapain, mau jadi babunya Lexus," sahut Ziva dengan julid.
" Benar, ngapain mau jadi babunya Lexus, nggak penting amat," sambung Zavier menambahi membuat mereka tersenyum dan Kiara juga tersenyum tipis yang pasti senyum itu juga palsu.
" Ya sudah, sekarang kita pergi. Tidak ada gunanya kita berlama-lama di sini. Auranya tidak baik," ucap Danu. Yang lainnya mengangguk dan mulai keluar dari rumah itu.
__ADS_1
Di depan pagar rumah mereka sudah ada mini bus kecil yang akan membawa mereka dan barang-barang mereka menuju istana baru mereka.
Rangga sudah mulai memasukkan kardus-kardus dan juga yang lainnya sudah mulai membantu memasukkan kedalam bis tersebut.
" Ayo Kiara naik," ucap Danu. Kiara mengangguk. Sebelum melangkahkan kakinya kedalam bis tersebut. Kiara menadahkan kepalanya ke atas yang ternyata melihat kamar Kevin.
" Tidak ada yang salah dalam pertemuan kita dan juga hubungan kita. Aku tidak pernah menyesal Kevin pernah bertemu denganmu dan pernah mencintaimu. Tetapi takdir memang tidak menginginkan kita untuk bersama,"
" Aku tidak mengharapkan takdir akan mempertemukan kita lagi. Tetapi aku mengharapkan kamu bisa hidup bahagia dengan wanita yang bisa di terima keluargamu dan biarlah mencintaimu adalah sejarah dalam hidupku," batin Kiara dengan meneteskan air matanya dan langkah kakinya pun memasuki bis tersebut.
Langkah yang menuju tempat baru dan berusaha belajar melupakan kenangan manis bersama Kevin.
Ternyata di sisi lain Kevin yang berada di kamarnya di jendela kamarnya melihat Kiara. Air matanya menetes. Saat menyaksikan orang yang di cintainya benar-benar akan pergi dan dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
" Maaf kan aku Kiara. Jika kedekatan mu dan aku membuatmu harus mengalami hal yang sangat sulit ini. Maafkan aku jika cintaku membuatmu merasakan sakit. Berhentilah mencintai ku Kiara dan kamu pasti menemukan kebahagianmu, kau pantas bahagia. Pantas mendapatkan cinta dari orang yang tidak akan menyakitimu," batin Kevin dengan air matanya yang menyaksikan kepergian Kiara.
Air mata yang jatuh kelantai itu juga adalah akhir dari segalanya. Akhir dari hubungan mereka yang tidak terduga bisa terjalin sangat indah dan akhirnya harus berpisah dengan keputusan bersama.
Kevin tidak ingin Kiara mengalami penderitaan lebih banyak lagi dan harus mengalah untuk mengakhiri hubungan itu demi kebahagian Kiara. Dan Kiara melakukannya untuk kehormatan keluarga.
Kenyataan yang pahit dalam hidup adalah ketika perpisahan yang terjadi di depan mata. Hal yang membuat luka di hati Kiara dan juga Kevin harus berpisah demi kebahagian dan kelanjutan hidup masing-masing.
...Tammmatttt...
...Hay semuanya ceritanya berakhir sampai di sini. Aku akan lanjutin season 2nya jika memang ada yang masih tertarik untuk melihat season 2nya....
...Terima kasih untuk dukungannya selama ini. Terus mampir di karya-karya aku yang lainnya...
...
....
Para readers kesayangan aku. Aku minta dukungan nya ya untuk mampir ke novel terbaru aku yang berjudul tertulis dalam imam ku.
__ADS_1
Punya cerita yang pasti berbeda dengan Novel-novel yang lainnya. Mohon tinggalkan jejak, like, komennya, dan vote, sebanyak-banyaknya ya.
Terimah kasih untuk semuanya.