Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 46 Pergi bersama.


__ADS_3

Kevin melihat Kiara dengan datar yang menyodorkan makanan yang tadi ingin di berikan Kiara pada kakaknya.


" Malah bengong, ayo makan!" suruh Kiara lagi.


" Aku tidak ingin memakan makanan sisa," sahut Kevin sinis. Menatap Kiara dengan dalam dan perasaannya yang geram.


" Hey, ini bukan makana sisa, belum ada yang memakannya. Lagi pula kau sudah biasa memakan sisa dari ku," ucap Kiara mengingatkan saat mereka memakan roti lapis di hujan deras.


Membuat Kevin menelan salavinanya. Kevin yang tidak ingin salah tingkah di depan Kiara langsung berdiri.


" Sepertinya kau membuang waktuku, aku banyak pekerjaan," ucap Kevin dengan sedikit tegas.


" Ya sudah, kalau kau tidak mau, aku hanya memberikan saja," ucap Kiara yang seakan kecewa dan memakan nasi yang tadi ingin di berikan pada Kevin dengan wajahnya yang lesu dan tidak bersemangat.


" Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" tanya Kevin yang penasaran.


" Aku sudah lupa," ucap Kiara ketus sembari menutup bekalnya, memasukkan kembali kedalam paper bag lalu berdiri dengan wajahnya yang murung. Membuat Kevin heran seakan Kiara marah kepadanya.


Kiara melangkahkan kakinya tanpa berpamitan pada Kevin, Kevin langsung menghentikan tangan Kiara. Sehingga Kiara berhadapan dengan Kevin.


" Kenapa kau bertingkah seperti ini?" tanya Kevin dengan suara serak melihat Kiara seperti anak kecil yang merajuk dan bodohnya Kevin memperdulikan hal itu.


" Aku hanya ingin bertanya soal kepergianku ke Paris. Karena aku akan sibuk belajar dan pasti tidak bertemu denganmu lagi, itu saja," jawab Kiara.


" Tapi kau sangat sibuk, waktu sedikit saja tidak bisa," desis Kiara pelan menggibahi Kevin.


" Apa yang kau katakan?" tanya Kevin dapat mendengar omongan Kiara.


" Tidak apa-apa, aku pergi dulu," ujar Kiara melepas tangannya dari Kevin. Kevin kembali menahannya.


" Duduk lah! jika kau pergi kau tidak akan mendapatkan informasi apapun," ucap Kevin dengan dingin dan sudah duduk. Kiara tersenyum dan akhirnya duduk kembali. Kiara paling pintar mengobrak abrik hati Kevin.


Kevin pun harus membuang waktunya menjawab beberapa pertanyaan yang di berikan Kiara, mengenai keberangkatan nya ke Paris. Tetapi dengan santainya Kiara sambil makan dan mendengarkan Kevin saja.


" Kau benar-benar tidak mau?" tanya Kiara menawarkan lagi di tengah Kevin menjelaskan.


" Makanlah sesukamu," sahut Kevin yang sebenarnya sangat kesal dengan Kiara.


" Cobalah sedikit, ini tidak ada racunnya," ucap Kiara kembali menyodorkan pada Kevin. Kevin melihat nasi di dalam sendok yang hampir sama sampai kemulutnya.


" Ayo buka mulutmu!" ucap Kiara.


Akhirnya Kevin luluh dan membuka sedikit mulutnya. Dan memakan makanan yang sedari tadi di makan Kiara, mengunyah dengan pelan sembari mengecek rasa dengan teliti.


" Enak bukan?" tanya Kiara tersenyum lebar. Lagi dan lagi dia berhasil menyuruh Kevin memakan apa yang di berikannya.


" Enak atau tidak?" tanya Kiara lagi. Kevin harus mengakui jika itu memang enak.


" Kau yang membuatnya?" tanya Kevin.


" Kenapa, apa setiap yang aku buat dan berikan kepadamu, menjadi hal yang kau sukai," celetuk Kiara yang asal-asalan.


Membuat Kevin mendengus tersenyum. Kata asal-asalan yang keluar dari mulut Kiara membuat hati Kevin semakin panas.


" Kau tersenyum lagi," ucap Kiara yang juga tersenyum.


" Kau jauh lebih baik jika tersenyum. Kau terlihat sangat tampan," ucap Kiara apa adanya.

__ADS_1


Kepolosan Kiara tidak tau aja membuat Kevin semakin baper. Kiara tidak tau saja jika setiap yang di ucapkkannya membuat hatinya semakin bergemuruh. Kiara harus bertanggung jawab dengan hati yang di aduk-aduk.


" Apa setiap yang di katakan ya, dia sadar atau memang sengaja mengatakan itu," batin Kevin yang lama kelamaan gemas dengan Kiara.


" Mama ku yang membuatnya bukan aku?" jawab Kiara.


" Jika kau menyukainya nanti aku akan membawakannya lagi untukmu," ucap Kiara.


" Aku tidak bilang apa-apa," ucap Kevin.


" Hmmm, aku tau," sahut Kiara.


" Bagaimana keadaanmu?" tanya Kevin.


" Baik, dari tadi malam juga aku sudah baik-baik saja," jawab Kiara.


" Menemui kakakmu, berarti hubunganmu juga sudah membaik dengan keluargamu," tebak Kevin.


" Tidak terlalu, aku masih menjaga jarak dengan mereka, aku masih marah dan butuh waktu untuk benar-benar kembali seperti awal," jawab Kiara lesu.


" Sudah lupakan masalah ku dengan keluarga ku. Ayo makan lagi, kau sepertinya belum sarapan," Kiara kembali menyodorkan dan dengan mudahnya Kevin kembali membuka mulutnya lagi dan memakan lagi.


Terakhirnya Kevin yang benar-benar menikmati makanan itu malah memakan terus. Bahkan bergantian dengan Kiara. Dengan sendok yang sama.


Tidak tau kenapa Kevin tidak bisa menolak apapun yang di berikan Kiara kepadanya. Seakan Kiara sudah menghipnotis dirinya. Kiara dan Kevin makan sambil mengobrol sampai makanan itu habis.


" Habis juga!" ujar Kiara.


Kevin jadi salah tingkah setelah menyadari dia dan Kiara makan bersama dan sedari tadi dia di suapi Kiara. Kevin pun merapikan jasnya lalu berdiri berpura-pura santai.


" Ya sudah pulanglah, aku masih ada urusan," ucap Kevin dengan ketenangan yang di buat-buat.


" Aku mau ke perpustakaan, dan masih banyak lagi yang harus aku kerjakan," jawab Kevin lalu pergi.


Kiara buru-buru mengemasi bekalnya dan mengejar Kevin.


" Kevin tunggu!" teriak Kiara yang berjalan cepat mengejar Kevin dan akhirnya Kiara berada di depan Kevin berjalan mundur menghalangi Kevin berjalan cepat.


" Ada apa lagi?" tanya Kevin tetap berjalan.


" Aku juga mau keperpustakaan, aku ikut dengan mu ya," ucap Kiara membuat Kevin langsung berhenti.


" Boleh kan?" tanya Kiara dengan percaya dirinya, membuat Kevin membuang napasnya kasar.


" Kau itu memang ketagihan ya jika di turuti sekali, maka akan meminta lagi," kesal Kevin melihat Kiara


" Issa, kau itu perhitungan kekali, aku hanya menumpang apa susahnya, kan kau juga sekalian Kesana," protes Kiara yang mendesak Kevin dengan wajahnya yang menggemaskan seperti anak kecil yang meminta permen. Kevin melihat wajah itu benar-benar ingin menerkam Kiara.


" Aku sibuk, kau pergi sendiri saja," ucap Kevin yang langsung pergi. Dia tidak tahan dengan Kiara yang seperti itu membuat hatinya semakin panas.


" Payah," desis Kiara yang tetap berjalan cepat mengejar Kevin.


Kiara tidak akan menyerah jika Kevin tidak mengiyakan. Kiara mengejar Kevin sampai Kevin memasuki mobilnya.


Saat Kevin menutup pintu mobil. Kiara langsung menahannya, Kepala Kiara masuk kedalam mobil dengan menundukkan kepalanya.


Sehingga Kevin yang sudah duduk di kursi pengemudi sontak kaget dengan wajah Kiara yang ada di depannya dengan jarak yang sangat dekat.

__ADS_1


" Kau benar-benar tidak akan mengajakku," ucap Kiara tepat di wajah Kevin yang sekarang menahan napas.


Suara hembusan napas Kiara membuat Kevin seakan semakin sesak dengan wanita yang benar-benar berani mengujinya.


Kevin terus menahan napasnya, matanya berkeliling melihat wajah Kiara yang sangat dekat. Wajah seperti saat Kiara yang mabuk dan menciumnya saat itu.


" Ya sudah lah," ucap Kiara lemas dan hendak pergi.


Tetapi Kevin menarik tangannya dan membuat Kiara kembali seperti posisi awal dan jauh lebih dekat.


Ke-2 tangan Kiara berada di dada Kevin dengan hidung mereka yang hampir bersentuhan. Ke-2 bola mata itu saling bertemu. Kevin menatap Kiara dengan dalam. Wanita yang benar-benar membuat perasaannya terus bergetar.


" Apa kau seperti ini kepada semua orang?" tanya Kevin dengan suara serak yang terus menahan sesuatu yang mungkin bisa khilaf dengan tingkah Kiara yang benar-benar memancing dirinya.


Rasa baper yang di dapatnya dari Kiara membuatnya bisa-bisa kehilangan kendali. Kevin bahkan memegang kuat bahu Kiara.


" Apa?" tanya Kiara bingung. Kevin mendengus dengan kepolosan.


Kevin menarik tubuh Kiara lagi semakin mendekat ke padanya dan benar-benar dekat. Dan hidung mereka sudah bersentuhan. Sekali tarik lagi bibir ke-2 manusia itu akan menempel.


Hal itu Membuat kiar benar-benar kaget, dia menelan salavinanya. Saat mendapat tatapan aneh dari Kevin. Bahkan Kiara juga menahan napasnya.


" Kau tau apa yang kau lakukan, apa kau bisa bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan," ucap Kevin yang benar-benar panas dengan Kiara yang terus mengujinya.


" Apa maksudmu," tanya Kiara dengan kebingungannya.


" Kau sengaja melakukannya," tekan Kevin. Wajah Kiara yang penuh kebingungan membuat Kevin benar-benar ingin menerkam Kiara.


" Apa yang kau lakukan Kevin, apa kau gila, wanita ini benar-benar membuatku gila," batin Kevin yang semakin tidak bisa mengontotol dirinya.


" Kenapa dia menatapku seperti itu apa aku melakukan kesalahan?" batin Kiara dengan harinya yang bergetar.


Kevin akhirnya sadar dengan hal yang dilakukannya dan dengan cepat Kevin melepas tangannya dari Kiara mendorong Kiara pelan sehingga menjauh sedikit darinya.


" Masuklah!" ucap Kevin dengan keringat dinginnya mengendalikan dirinya.


" Oke," sahut Kiara dengan senyumnya.


Kevin baru bisa bernapas panjang setelah Kiara sudah tidak di hadapannya lagi. Kiara tanpa dosa yang sudah membuat Kevin baper masuk dengan santai dan memakai sabuk pengamannya.


Sementara Kevin terus membuang napasnya dengan perlahan, setelah menyadari apa yang yang di lakukannya tadi. Hampir saja, kata itu yang terus di ucapkannya di dalam hatinya.


" Kenapa dia sangat aneh," batin Kiara yang jujur juga jantungan dengan apa yang di lakukan kevin.


Setelah merasa tenang walau hatinya masih panas. Kevin akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan santai. Sesekali melihat ke arah Kiara yang membuka jendela mobil melihat ke luar.


Tiupan angin membuat rambutnya menari-nari di wajahnya. Sehingga Kevin kesulitan melihat senyum di wajah itu. Mungkin bagi Kiara biasa dengan spontanitas yang dia lakukan kepada Kevin.


Tetapi Kiara tidak tau. Jika Kevin menganggap hal itu aneh dan bahkan bisa mengaduk-aduk perasaannya.


...Kiara benar-benar membuat seorang Kevin baper. ...


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2