
Saat berlari. Kevin melepas tangannya dari genggaman Kiara, membuat Kiara bingung. Tetapi mereka masih tetap berlari.
Ternyata Kevin membuka jasnya dan membentangkan di atas kepala. Kiara dan kepalanya. Menjadi payung untuk mereka.
Kiara tersenyum menoleh kearah Kevin. Kevin untuk pertama kali membalas senyuman Kiara. Kevin dan Kiara terus berlari dengan payung jas Kevin.
Sampai akhirnya Kiara membawa Kevin ke depan ruko yang sudah tutup untuk berlindung dari hujan yang sangat deras. Diiringi dengan suara petir.
Kevin dan Kiara saling melihat. Saat sudah berada di depan Ruko.
" Benar kata kak Rachel, akan turun hujan," oceh Kiara menggosok-gosok lengannya yang sudah basah. Kevin mengibas-ngibaskan jasnya yang sudah basah karena di gunakan sebagai bahan berlindung.
" Kenapa supirmu lama sekali, seharunya kau tidak perlu kehujanan," ucap Kiara yang masih memikirkan supir Kevin dan merasa tidak enak, karena Kevin juga harus kehujanan seperti dirinya.
" Aku tidak tau," jawab Kevin. Mana mungkin datang orang tidak disuruh datang.
" Kau tidak menelpon mereka. Untuk menjemputmu di sini?" tanya Kiara melihat ke arah Kevin.
" Tidak," jawab Kevin.
" Kenapa?" tanya Kiara dengan suara bergetar. Bahkan Kiara sudah memeluk tubuhnya yang lumayan kedinginan.
" Tidak perlu," jawab Kevin membuat Kiara bingung. Dengan terus memeluk tubuhnya.
Kevin yang melihat hal itu langsung menutupkan jas Kevin yang basah pada tubuh Kiara. Kiara sampai melihat ke arah Kevin sehingga terjadi adu pandang di antara ke duanya sebentar.
" Terimah kasih," ucap Kiara dengan bibirnya yang bergetar. Kevin hanya mengangguk. Kiara pun kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Padahal sama saja yang ada tubuhnya semakin kesiangan. Karena jas Kevin yang basah.
Kiara dan Kevin masih tetap berada di depan ruko tersebut. Sudah hampir 15 menit menunggu hujan yang tak kunjung reda.
" Kapan hujannya akan berhenti," ucap Kiara yang sudah mulai bosan.
Kiara maju satu langkah kedepan mendekati air hujan. Kiara melentangkan telapak tangannya ke arah atas, seperti menampung air hujan dengan senyum di wajahnya.
" Hujan berhentilah agar aku bisa pulang," ucap Kiara yang mah bermain hujan.
Sontak hal itu mencuri perhatian Kevin bahkan Kevin tersenyum tipis. Saat melihat Kiara yang sangat mudah tertawa. Hanya memaikan hujan dengan telapak tangannya. Tetapi wajah Kiara tertawa seperti tidak ada beban.
" Sesimpel itu kebahagiannya," ucap Kevin dalam hatinya. Melihat kesenangan Kiara. Senyum indah yang membuat jantungnya bergetar.
Beberapa orang sudah menebak. Jika Kevin jatuh hati kepada Kiara. Tetapi untuk Kevin sendiri belum bisa memastikan itu. Yang Kevin tau dia sangat nyaman bersama Kiara. Cara Kiara berbicara yang membuatnya seketika tersenyum.
Dia juga harus merasakan rindu yang tidak bisa di ucapkan saat tidak bertemu Kiara. Merasakan khawatir saat Kiara bersama orang-orang jahat. Tetapi sampai saat ini perasaan itu belum bisa di simpulkannya.
Mata Kevin tidak lepas dari memandangi Kiara. Sampai akhirnya Kiara melihatnya.
" Kau pasti tidak pernah menampung air hujan. Sampai memperhatikanku, sedetail itu," celetuk Kiara yang tidak dapat tanggapan dari Kevin. Melihat Kevin bengong.
Membuat Kiara menyipratkan air hujan yang ada di telapak tangannya kearah Kevin, membuat Kepala Kevin miring kesamping. Karena air hujan mengenai matanya.
Hal itu membuat Kiara terkekeh-kekeh. Sementara Kevin masih mengucek mata kirinya akibat ulah Kiara. Sehingga Kiara berhenti tertawa dan malah cemas dengan apa yang di lakukannya. Kiara menghampiri Kevin ingin melihat keadaan Kevin.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Kiara yang sudah dekat dengan wajah Kevin. Kiara dengan spontan memegang wajah Kevin dan memperhatikan mata Kevin.
" Maaf aku hanya bercanda," ucap Kiara dengan bibirnya bergetar meniup mata Kevin. Kevin terus menatap wajah yang begitu dekat dengannya itu.
__ADS_1
Di mana wajah cantik itu terlihat khawatir dan hembusan Kiara tidak membuatnya berkedip sama sekali. Kiara tidak tau saja apa yang di lakukannya membuat Kevin Baper. Aduh Kiara harus bertanggung jawab. Karena berhasil mengacak-acak hati Kevin.
Tarrrr....
Suara sambaran petir yang keras datang tiba-tiba membuat Kiara kaget dan refleks memeluk Kevin.
Gila Kiara memang benar-benar membuatnya semakin gila. Sekarang tubuh kecil itu sudah memeluknya erat. Kevin merasakan tubuh bergetar Kiara yang memang sepertinya ketakutan. Jika mendengar petir.
Jantung Kevin tidak aman semakin berdebar tidak beraturan. Tetapi sepertinya dengan tubuh Kiara yang berada di pelukannya.
Seakan melepaskan rasa rindunya yang dalam seminggu tidak di temuinya. Kiara mungkin dapat mendengar suara debaran jantung yang tidak menentu itu.
Kevin dengan perlahan ingin membalas pelukan Kiara, meletakkan tangannya di punggung Kiara. Tetapi saat tangannya hampir saja menyentuh punggung Kiara.
Kiara pun akhirnya Kiara apa yang di lakukannya. Dan spontan melepas pelukan itu dengan cepat.
" Maaf, aku tidak bermaksud," ucap Kiara dengan wajahnya yang sudah pucat.
" Kenapa harus memeluknya," batin Kiara yang salah tingkah di depan Kevin.
" Aku benar-benar minta maaf," ucap Kiara lagi yang merasa ceroboh.
" Ada apa denganku," batin Kevin yang mempertanyakan keanehannya.
Suara petir kembali datang membuat Kiara semakin takut dan semakin mendekati Kevin. Tetapi tidak memeluk Kevin.
Kiara beberapa kali memejamkan matanya. Karena ketakutan dengan suara petir tersebut. Kevin meraih tangan Kiara. Membuat Kiara kaget dan melihat ke arah Kevin.
" Tidak apa-apa," ucap Kevin lembut. Seakan memberikan Kiara ketenangan. Kiara mengangguk dan memang lumayan tenang karena takut dengan petir.
Kevin membawa Kiara ke bangku yang ada di depan ruko tersebut. Kiara dan Kevin duduk berdekatan dengan 1 tangan Kiara yang masih di ganggam Kevin.
Kevin mengeluarkan coffee yang tadi di beriakan Kiara kepadanya. Ternyata coffee itu masih hangat.
" Minumlah!" ucap Kevin yang menyodorkan pada Kiara agar rasa dingin ditubuh Kiara berkurang.
" Tetapi aku tidak meminum coffee," jawab Kiara pelan.
" Minum sedikit saja, agar kamu tidak kedinginan," ujar Kevin lagi. Kiara mengangguk dan meminum sedikit.
Tangan Kiara yang dingin saling menumpuk dengan tangan Kevin yang juga dingin. Kiara yang tidak pernah meminum coffee dan meminum pertama kali saat di berikan Kevin. Kiara hanya meminum sedikit dengan rasa gugupnya yang dia tidak mengerti apa artinya.
Selain itu Kevin juga memberikan roti lapis. Sama seperti tadi Kevin bahkan mengantarkan makanan itu ke mulut Kiara dengan menyuapkannya. Kiara hanya memakan sedikit.
" Terima kasih, tetapi aku memberinya untukmu," ucap Kiara. Kevin memakan sisanya.
" Aku sudah menerimanya," jawab Kevin dengan santai memakan roti tersebut. Kiara yang melihatnya tersenyum.
" Ternyata orang seperti dia. Tidak keberatan memakan sisa," batin Kiara yang salut dengan Kevin.
" Kau sangat mudah tersenyum," ucap Kevin.
" Memang dirimu, begitu pelit. Aku juga tersenyum ada sebabnya. Dan kau selalu menyembunyikan senyummu," ucap Kiara yang berterus terang.
" Kau bisa mengetahui orang, menyembunyikan senyum?" tanya Kevin menanggapi serius. Kiara mengangguk.
__ADS_1
" Jangan pekit-pelit dengan senyumnya. Yang tampan itu bukan cuma dirimu. Banyak yang tampan. Tetapi tidak sepelit dirimu untuk senyum. Lagi pula ketampanan mu akan berkurang kalau kau terus pelit dengan senyum mu," ucap Kiara yang mengakui kalau Kevin tampan. Hal itu membuat Kevin mendengus.
" Kenapa wanita ini sangat enteng berbicara," batin Kevin yang lama-kelamaan terus mengagumi Kiara.
" Apa aku salah bicara?" tanya Kiara. Kevin menggeleng.
" Kau tidak salah," jawab Kevin.
" Tetapi aku baru pertama kali melihatmu tersenyum," batin Kiara.
" Sampai kapan hujannya tetap seperti ini," ucap Kiara memeluk tubuhnya yang semakin lama semakin kedinginan.
" Lepaslah jas itu. Itu hanya membuatmu semakin kedinginan," ucap Kevin.
" Kau tau seperti. Tetapi masih memberikanku," sahut Kiara.
" Dan kau akan tetap memakainya?" tanya Kevin.
" Tidak masalah," jawab Kiara. Kevin bangkit dari duduknya dan berjongkok di depan Kiara. Sontak membuat Kiara kaget.
Kevin meraih ke-2 tangan Kiara dan menggosok-gosok dengan tangannya. Membuat Kiara bingung dengan perlakuan Kevin.
" Ini akan mengurangi rasa dinginnya," ucap Kevin yang memberi kehangatan pada Kiara. Kiara hanya diam dan masih dalam kebingunnya.
" Apa yang di lakukannya," batin Kiara yang melihat Kevin menggosok-gosok punggung tangannya dan meniupnya.
Sekarang gantian Kevin yang mengacak-acak perasaan Kiara. Salah sendiri sih Kiara yang memancing duluan.
Kiara semakin grogi dengan perlakuan Kevin. Kevin menatap 2 bola mata yang kebingungan itu. Sehingga mereka beradu pandang dengan perasaan masing-masing.
Kiara terlihat membuang napasnya. Dia merasa keanehan yang tidak pernah di rasakan.
" Kau tidak nyaman?" tanya Kevin yang melihat Kiara gelisah.
" Hah, oh_ bukan, aku_ aku hanya tidak ingin merepotkanmu," jawab Kiara terbata-bata dengan gugup.
" Kenapa dia tidak berhenti juga," batin Kiara yang melihat Kevin terus melakukan itu.
" Aku tidak tau, ada apa denganku, kenapa wanita ini terus membuatku sangat aneh dan melakukan hal-hal yang tidak pernah kulakuakan," batin Kevin yang juga melihat ke arah Kiara.
Kevin harus mengakui jika Kiara wanita yang membuat hatinya bergejolak. Kevin sangat sulit menebak-nebak. Jika dia telah jatuh cinta pada Kiara. Kiara yang membuatnya penasaran yang mampu mengotak-atik perasaannya.
Kiara memang wanita yang berbeda yang sering di temuinya. Biasanya wanita yang berbicara ke padanya. Selalu berpenampilan semenarik mungkin dan berbicara yang di buat-buat seperti wanita terpelajar.
Sementara Kiara yang memang dasarnya sangat cantik. Beberapakali bicara dengan Kevin asal-asalan. Sekaan tidak peduli siapa Kevin. Mungkin itu yang membuat Kevin terus memikirkan Kiara.
Tetapi Kevin belum bisa memastikan jika itu benar dia jatuh cinta atau hanya yang lain saja.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...