Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 58 Rasa kagum yang terucap


__ADS_3

Kiara menatap Kevin cukup lama. Entah apa yang di pikirannya tapi matanya tidak berkedip melihat pria itu.


" Kau tampak berbeda," ucap Kiara tersenyum tipis dan kembali mengalihkan pandangannya kedepan.


Ternyata penampilan Kevin yang membuat Kiara berbeda. Mungkin kesederhanaan Kevin yang terlihat biasa tanpa memakai jas yang rapi. Kevin pun menghampiri Kiara dan duduk di ayunan yang di samping Kiara.


" Aku baru pertama kali melihatmu sesantai itu, biasanya kau sangat formal dengan jas mu," ucap Kiara yang tidak sabaran jika tidak menanyakan hal itu.


" Kau belum menjawab pertanyaan ku," ucap Kevin menjeda omongannya, " kenapa mengajakku kemari?" tanya Kevin lagi.


" Nih," Kiara memberikannya kantung plastik dan Kevin melihat isinya yang ternyata makanan yang pernah di makannya dan dia sudah lupa namanya.


" Kenapa memberiku ini?" tanya Kevin.


" Sebagai ucapan terima kasihku, karena kau menyelamatkanku tadi. Tadi aku hanya meminta maaf tetapi lupa mengucapkan terima kasih," jelas Kiara.


Kiara berlari ke luar komplek membeli martabak telor di pinggir jalan dan memberikan pada Kevin.


" Kau tidak ada lelahnya. Padahal seharian kau melakukan banyak dan malam ini masih ingin melakukan hal lain, apa kau tidak lelah?" tanya Kevin.


" Bagaimana dengan dirimu. Kau juga terus bekerja dan apa kau juga tidak lelah," sahut Kiara yang mempertanyakan kembali membuat Kevin tidak bisa menjawab lagi.


" Sudahlah jangan membicarakan itu. Ambil ini," Kiara tetap memberikan pada Kevin.


" Kau tidak akan menolaknya kan?" tanya Kiara memastikan.


" Aku tidak tau apa caramu berterima kasih hanya dengan memberi makanan," sahut Kevin yang akhirnya mengambilnya.


" Hmmm, biasanya saat bersama teman-teman ku, kalau dia menolongku aku akan meneraktir nya dengan makanan kesukaannya dan aku juga melakukan itu, tetapi aku tidak tau apa makanan favorit mu. Makanya dari awal bertemu aku memberikan asal-asa. Walau aku tidak tau sebenarnya kau memakannya atau tidak," jelas Kiara dengan bibirnya yang merocos tanpa henti.


" Aku memakannya," jawab Kevin.


" Benarkah! baguslah kau begitu. Jadi tidak sia-sia aku memberinya," sahut Kiara melihat ke arah Kevin. Kevin mengangguk.


" Aku tidak tau apa namanya, tetapi dulu setiap ada acara besar, mama akan memasak itu, nasi berwarna kuning, dengan telur bulat, dan suiran ayam, dengan sayuran yang di beri kelapa parut, dan mie. Aku menyukai makanan itu dan bisa di katakan jika mama membuatnya aku akan sangay lahap memakannya,"


" Tetapi semenjak mamameninggal aku tidak pernah memakannya. Aku juga tidak tau di mana membelinya karena aku tidak tau namanya," ucap Kevin dengan senyum menahan sedih jika mengingat sang mama. Kiara menyimak semua perkataan Kevin dengan terus melihat ke arah Kevin.


" Jadi itu makanan favorit nya, sangat sederhana, tetapi sangat sulit untuk di buat, memang aneh orang sepertinya menyukai sesuatu yang sederhana. Apa hal itu membuatnya merindukan mamanya," batin Kiara melihat kesedihan di mata Kevin.


" Kau pasti merindukan masakan mamamu," tebak Kiara dengan suara lembut.


" Bisa di katakan, pasti sangat merindukannya," jawab Kevin jujur.


" Bagaimana dengan yang aku katakan apa kau tau makanan apa itu?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.


" Hmmm, nasi kuning, sangat sederhana tetapi sulit untuk membuatnya," sahut Kiara.


" Lalu apa kau akan memberiku makanan yang aku katakan, setelah aku memberitahumu?" tanya Kevin memastikan.


" Entahlah, Seperti yang aku katakan makanaan yang kau katakan memang sangat sederhana. Tetapi pembuatannya sangat sulit, jadi aku tidak bisa berjanji apa-apa. Aku hanya bisa memasak masakan yang sederhana saja," ucap Kiara.


Kevin tersenyum mendengarnya. Melihat Kevin tersenyum membuat Kiara seakan senang.


" Astaga kau sering sekali tersenyum belakangan ini, kenapa tidak seperti inisaja. kau sangat tampan jika tersenyum seperti itu," Celetuk Kiara dengan pujiannya membuat. Kevin melihat Kiara dengan senyum tipisnya.


Melihat wajah Kiara yang sangat teduh. Wajah yang memberikan energi positif untuknya. Kiara tidak tau jika dia lah yang membuat Kevin tersenyum dan mungkin Kiara orang yang pertama kali melihat senyuman itu.


" Kau juga cantik," ucap Kevin tiba-tiba.


Pujian Kevin membuat Kiara terkejut. Sampai Kiara membuka matanya lebar sempurna tidak percaya dengan apa yang ke luar dari mulut Kevin

__ADS_1


" Apa yang dia katakan," batin Kiara yang pasti salah dengar.


Karena baginya tidak mungkin Kevin mengatakan hal itu. Tetapi mata indah Kevin yang terus melihatnya membuatnya salah tingkah.


Jantungnya malah berdebar tidak menentu seperti ada perang di sana. Kiara dengan cepat membuyarkan lamunannya tidak ingin kepedean.


" Hmmm, kau benar bukannya memang cantik," sahut Kiara mengalihkan pandangannya kelangit.


Iya mungkin saja Kevin mengatakan itu dan terpotong di telinganya. Mendengar hal itu dari Kiara membuat Kevin mendengus geleng-geleng.


" Bukan! bukan bulannya yang cantik tapi kau yang cantik," sahut Kevin membenarkan ucapannya.


Membuat Kiara kembali menolehnya. Kiara mendengar untuk yang ke-2 kalinya menelan salavinanya. Apa dia bermimpi mendengar hal itu. Ingin menampar pipinya tetapi tidak mungkin melakukan hal itu di depan Kevin.


" Kau selalu cantik, tersenyum ataupun tidak. Kau sangay cantik," ucap Kevin lagi lebih jelas.


Kiara sekarang yang akan baper dengan kata-kata Kevin. Iya sekarang Kiara sudah tau apa yang di rasakan Kevin saat berbicara ada hati yang di acak-acak.


" Aku pasti bermimpi. Tidak Kiara ini tidak mimpi," Kiara malah bergerutu di hatinya dengan mata yang saling memandang.


" Hmmm, aku tau aku memang cantik," sahut Kiara berusa tenang dengan menyombongkan dirinya.


Padahal waajahnya memerah, napasnya juga terlihat sesak dengan kata-kata pujian kevin. Dia tau itu biasa tetapi jelas luar biasa jika Kevin yang mengatakannnya.


Kiara mengayun-ayunkan pelan ayunan dengan kakinya yang menggantung mengurangi kecanggunganya dengan terus membuang napasnya perlahan.


" Sepertinya kata-kata ku salah," sahut Kevin yang bisa melihat kegugupan Kiara.


" Tidak, kenapa berpikir seperti itu, tidak ada yang salah," sahut Kiara salah tingkah.


" Kau langsung terdiam, bahkan berhenti bicara," ucap Kevin yang memang sengaja membuat Kiara malau.


" Benarkah, itu alasannya," sahut Kevin. Kiara mengangguk cepat.


" Hmmm, sudahlah ini sudah malam, aku kembali dulu. Nanti mama mencari ku," ucap Kiara berdiri dengan gugup.


" Bukannya rumah kita berdepanan, kau akan membiarkan ku pulang sendirian setelah mengajakku bertemu," ucap Kevin yang sekarang lebih banyak ngomong di bandingkan Kiara yang terlihat kaku.


" Tidak! benar kita pulang bersama, ya sudah ayo pulang!" ajak Kiara berbicara terbata-bata. Kevin mengangguk lalu berdiri.


Kevin dan Kiara berjalan dengan langkah yang pelan, langkah yang santai berdampingan dengan kaki yang serentak.


1 tangan Kevin di masukkan ke saku celananya dan satu lagi memegang kantung plastik berisi makanan.


Sementara Kiara yang berjalan di sampingnya meletakkan ke-2 tangan Kiara di dadanya. Kiara dan Kevin tidak berbicara, mereka saling diam. Mendapat pujian dari Kevin membuat Kiara diam tanpa berbicara sama sekali.


" Apa kau sariawan?" tanya Kevin menoleh kearah Kiara


" Tidak, kenapa mengatakan itu," sahut Kiara.


" Lalu kenapa diam?" tanya Kevin.


" Memang ada lagi yang harus aku bicarakan?" tanya Kiara. Kevin menggedikkan bahunya.


" Kau tidak akan memakan yang kuberikan?" tanya Kiara menemukan topik. Kevin melihat kantung plastik tersebut.


" Nanti aku makan?" jawab Kevin.


" Kau tidak akan membuangnya kan?" tebak Kiara merasa curiga.


Kevin mendengarnya mengambil makanan itu dan langsung menggigit ujungnya di depan Kiara. Membuat Kiara tersenyum.

__ADS_1


" Apa kau sudah puas?" tanya Kevin.


" Hmmm, aku hanya merasa lega, jadi tidak sia-sia membelinya, aku bahkan sampai lari-lari hanya untuk itu," sahut Kiara tertawa kecil. Kevin memberikan kantung plastik tersebut yang masih berisi 1 potong lagi.


" Makanla!" ucap Kevin.


" Tidak aku sudah kenyang itu untukmu," tolak Kiara.


" Kau makan banyak dengannya sampai memakan sepotong makanan ini membuatmu perutmu tidak muat lagi," sindir Kevin.


" Tidak aku hanya makan sedikit dengan Sandy," sanggah Kiara.


" Jadi namanya Sandy," sahut Kevin yang benar-benar tidak tau.


" Bukannya seharusnya kau tau, kan kau yang menjadikannya pengawasku," sahut Kiara.


" Bukan aku, aku hanya menyuruh Arya mengaturnya, aku tidak mengenalnya," jawab Kevin.


" Benarkah! aku kira kau mengenalnya, karena hubungannya dengan Clarissa," celetuk Kiara dengan pikirannya membuat Kevin bingung.


" Ada apa dengan kak Clarissa?" tanya Kevin.


" Ya aku melihat mereka seperti berhubungan, bukan pimpinan dan Dosen," sahut Kiara yang sok tau.


" Benarkah!" tanya Kevin berpikir.


" Tidak tau juga aku hanya menebak-nebak saja, sepertinya ke-2 manusia itu seperti mempunyai perasaan yang tidak bisa di ucapkan," sahut Kiara.


" Perasaan tidak bisa di ucapkan," sahut Kevin. Secara tidak langsung Kiara menampar Kevin dengan kata-kata itu. Hal itu yang di alaminya perasaan yang ada tetapi tidak bisa di ucapkan.


" Ya menuruku," sahut Kiara mengangguk.


" Lalu bagaimana menurutmu orang seperti itu?" tanya Kevin.


" Aku tidak paham masalah itu. Tetapi jika menurutku, seseorang pasti punya alasan untuk tidak mengungkap perasaannya. Aku juga tidak paham karena aku juga tidak pernah pacaran, jadi kenapa menanyakannya kepadaku, bukannya seharusnya kamu lebih mengerti karena pasti kamu memiliki banyak pengalaman tentang hal itu," jelas Kiara.


" Benarkan!" tebak Kiara melihat ke arah Kevin.


" Rumahmu sudah sampai," ucap Kevin, Kiara melihat ya dia sudah sampai. Langkah terasa cepat saat bersama dengan Kevin.


" Iya sudah sampai, kalau begitu aku masuk dulu," ujar Kiara pamit membalikkan tubuhnya.


" Kiara!" Pangggil Kevin.


" Kenapa?" tanya Kiara membalikkan badannya.


" Aku memberinya padamu! ucap Kevin memberikan kantung plastik tersebut.


" Baiklah akan aku terima," sahut Kiara mengambil tanpa banyak komentar.


" Terima kasih," ucap Kiara lalu pergi. Kevin tersenyum dan memasuki rumahnya.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2