
Perusahaan Lexus.
Arya sedang berada di dalam kantor Kevin. Setelah menemui Kevin. Arya langsung kekantor untuk melapor apa-apa aja pada Kevin. Termasuk pertemuannya dengan Kiara hari ini.
" Apa Kamu sudah menjelaskan semua kepadanya?" tanya Kevin melihat ke arah Arya yang berdiri di depannya.
" Sudah tuan. Kontraknya sah sudah berakhir dan saya sudah mentransfer semua honor Kiara," jawab Arya.
" Lalu bagaimana dengan prosedur Universitas Harvard?" tanya Kevin.
" Saya juga sudah memberikannya kepada Bu Kiara, sudah menjelaskan dengan detail dan saya sudah memasukkan tiket yang seperti bapak katakan," jelas Arya.
" Lalu bagaimana tanggapannya, apa kamu lihat dia mengerti dengan cepat atau bagaimana?" tanya Kevin lagi.
" Saya hanya melihat Kiara tampak bingung dan dia bertanya apa Bapak yang menyuruh semua melakukannya dan saya tidak menjawab lagi," jawab Arya dengan apa adanya.
" Ya sudah! kamu boleh keluar, lanjutkan pekerjaan kamu," ujar Kevin.
" Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Arya pamit.
" Iya," jawab Kevin.
" Aku tau kamu memang pasti bingung. Aku tidak punya pilihan lain. Selain melakukan ini. Ini yang terbaik untuk kamu. Kamu harus fokus dengan apa yang kamu impian. Kuliah lah dengan baik Kiara. Aku yakin pelan-pelan kamu akan melupakan semuanya. Kamu tidak akan mengingat semua kebersamaan yang kita jalani," ucap Kevin di dalam hatinya.
Meski mendapat pencerahan dari sang kakak. Kevin seakan bulat dengan keputusannya. Dia tidak bisa melanjutkan hubungannya dengan Kiara dan betul-betul harus mengakhirinya. Walau tanpa bicara dan berpamitan pada Kiara.
Karena dia sangat tau bagaimana papanya. Masalah ini bukan yang pertama kali terjadi di keluarganya. Dulu kakaknya Evan juga pernah mengalami hal itu.
Di mana Evan yang menjalin hubungan dengan wanita biasa. Dan akhirnya hubungan itu ditentang begitu ketauan. Dan pasti si wanita yang menjadi korbannya.
Tetapi Evan memang tidak jera. Bahkan dalam setahun belakangan dia tetap menjalin hubungan dengan wanita yang berbeda yang pasti tanpa sepengetahuan papanya.
Jika papanya tau. Dia berpacaran dengan Pramugari pesawat pribadi keluarganya sendiri. Masalahnya akan tambah ruyem.
Sampai detik ini dia masih bisa merahasiakan hubungannya tanpa sepengetahuan sang papa. Mungkin Kevin terlalu terang-terangan sampai tidak sadar dia telah di ikuti.
**********
Winata Wijaya, Alan, Clarissa, Evan dan Kevin. Winata dan ke empat anaknya yang memiliki tugas masing-masing dalam pengembangan Grup meeting sedang melakukan meeting pribadi.
Sudah 1 jam mereka melakukan meeting. Si mana Winata memeriksa semua pekerjaan anak-anaknya dalam mengurus beberapa Perusahaannya.
" Ini Pak, laporan dari proyek-proyek yang ada di luar kota dan Luar kota," ucap Evan memberikan dokumen pada papanya. Winata melihat dengan teliti membalik-mabalikkan dokumen tersebut.
" Clarissa!" panggil Winata.
" Iya pa," jawab Clarissa.
__ADS_1
" Aku dengar, gadis yang yang memiliki IQ tinggi di Yayasan Lexus sudah tidak kuliah lagi dan dia dia sudah tidak menjadi bagian dari Lexus lagi," ucap Winata. Kevin yang tau wanita yang di maksud papanya lumayan gemetar.
" Benar pa?" jawab Clarissa.
" Kau sangat tidak bejus. Untuk mempertahankannya saja tidak bisa. Sekarang posisi Yayasan pendidikan hanya akan sama dengan Yayasan yang lainnya," ucap Winata yang kecewa dengan cara kerja Clarissa.
Kevin sudah takut-takut jika kakaknya akan membongkar. Bahwa dia yang telah memberikan surat pengeluaran Kiara.
" Siapa gadis itu?" tanya Winata.
Jantung Kevin langsung berdetak kencang. Dan Clarissa juga melihat Kevin sebentar. Clarissa tau Kevin sangat takut. Jika papanya tau kalau gadis yang di maksud adalah gadis yang ketangkap bersama Kevin.
" Berikan datanya kepadaku," ucap Winata. Kevin semakin jantungan.
" Tidak, papa tidak boleh tau Kiara. Aku tidak ingin Kiara benar-benar terlibat semua ini," batin Kevin yang benar-benar takut.
" Dia sudah mendaftar kuliah di tempat lain pa, dan universitas itu membuka jalan instan untuknya. Sehingga dia mudah di terima dan benar-benar. Dia bukan bagian dari Lexus lagi," jelas Clarissa.
" Apa itu maksud mu, Yayasan Lexus benar-benar tidak ada hubungannya lagi dengannya?" tanya Winata memastikan.
" Benar pa," jawab Clarissa.
" Baiklah. Jika seperti itu. Kau harus bertanggung jawab yang sudah melepasnya," ucap Winata.
" Iya pa, aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Termasuk wanita itu. Aku akan mencari penggantinya yang membuat Yayasannya Lexus tetap no 1," ucap Clarissa dengan yakin.
Kevin langsung bernapas lega. Karena sang papanya benar-benar tidak akan mencari tau tentang Kiara. Papanya benar-benar akan melepaskan Kiara dan semua itu berkat kakaknya.
Kevin melihat Clarissa. Clarissa menganggukkan matanya. Mengatakan jika semua akan baik-baik saja. Clarissa memang tidak mau semuanya semakin berantakan.
Dia juga kasihan melihat Kiara yang jika akhirnya harus terlibat. Karena awalnya adiknya yang mencari masalah terlebih dahulu.
" Kevin!" tegur Winata.
" Iya pa," jawab Kevin yang berusaha tenang.
" Apa kamu sudah menyelesaikan hubungan kamu dengan wanita itu?" tanya Winata.
Evan dan Alex saling melihat. Mereka cukup kaget. Jika ternyata selama ini. Saudara mereka sedang terlibat masalah skandal hubungan.
" Jadi benar kata Saras, Kevin sedang dekat dengan wanita. Dan dari cara papa bicara sepertinya papa menentang hubungan itu," Batin Alan.
" Kenapa diam?" tanya Winata.
" Sudah pa?" jawab Kevin.
" Bagus, itu pelajaran untuk kamu. Jangan sampai aku mendapati bersamanya lagi. Sebelum aku benar-benar akan mencari tau siapa dia sebenarnya," ucap Winata penuh penegasan dan ancaman.
__ADS_1
" Iya pa," jawab Kevin.
" Gawat aku harus lebih hati-hati dengan Shirin. Aku tidak mau papa sampai akhirnya harus mengetahui hubungan itu," batin Evan yang mulai ketakutan dengan hubungannya yang selama ini terjalin akan ketahuan papanya.
" Aku harus bicara dengan Shirin," batinnya yang sudah tidak sabaran menemui Shirin dan membicarakan masalah serius. Sebelum semuanya benar-benar terlanjur.
" Alan!" tegur Winata.
" Iya pa," jawab Alan.
" Kamu cepat selesaikan masalah kamu dengan istri kamu. Agar pernikahan kamu secepatnya di laksanakan dengan Haria," tegas Winata.
" Iya pa," jawab Alan tanpa bisa membantah apapun.
" Papa tidak tau aja. Wanita yang bernama Haria itu seperti apa," batin Clarissa kesal.
" Ya sudah sampai di sini pertemuan kita. Kalian boleh keluar," ucap Winata. Mereka berdiri dari tempat duduk masing-masing. Sebelum pergi mereka menundukkan kepala terlebih dahulu. Lalu keluar dari ruangan itu.
Sesampai di luar ruangan. Evan langsung pergi dengan buru-buru. Alan juga langsung pergi karena masih banyak yang harus di kerjakannya.
Saat Clarissa ingin pergi. Kevin menahan tangannya.
" Ada apa?" tanya Clarissa.
" Makasih kak, sudah membantu ku?" ucap Kevin.
" Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya tidak mau, masalah tambah banyak," jawab Clarissa
" Ya sudah, aku pergi dulu," ucap Clarissa. Kevin mengangguk. Kevin benar-benar baru bisa bernapas.
***************
Setelah bertemu dengan Arya. Kiara benar-benar lesu. Di dalam kamarnya dia terus melihat-lihat apa yang tadi di berikan Arya. Kiara mengambil tiket yang terdapat di dalam lembaran Dokumen tersebut.
" Katanya akan menemani ku. Tapi apa dia bahkan menyuruh orang untuk memberikan semua ini,"
" Aku tidak mengerti. Dia menganggap apa hubungan ini. Apa benar hubungan ini tidak berarti,"
" Jika tidak berarti. Lalu kenapa dia menyusulku ke Paris. Lalu kenapa dia khawatir denganku. Lalu kenapa dia mengajakku ke Amerika. Lalu kenapa menghabiskan banyak waktu dengan ku. Dan kenapa dia malah menciumku,"
Kiara bergerutu di dalam hatinya. Dia sangat bingung dengan hubungannya dan Kevin yang benar-benar tidak ada kejelasan.
" Sekarang benar-benar menghindariku. Tidak peduli, tidak menemui, tidak menelpon. Jika memang ada wanita lain. Kenapa harus mendekatiku," Kiara terus tanda tanya di dalam hatinya. Dia benar-benar bingung dengan semua yang terjadi.
Kiara berjalan mendekati tempat tidurnya. Dia memilih untuk tidur. Karena yang ada kepalanya akan semakin sakit. Jika terus menerus memikirkan Kevin yang benar-benar jelas sangat menghindarinya. Tetapi dia sama sekali tidak tau apa alasannya.
Bersambung...
__ADS_1