Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 132 Panas


__ADS_3

Tangan Kevin yang berada di pipi Kiara semakin memajukan wajah Kiara. Agar dia bisa semakin memperdalam ciumannya. Kevin memang sangat ahli dalam berciuman.


Berbeda dengan Kiara yang yang memang pertama kali melakukannya dengan Kevin dan juga beberapa kali melakukannya bersama Kevin. Jadi dia tidak ahli dalam hal seperti itu dan dan hanya mengikuti permainan yang di lakukan Kevin.


Ternyata pasangan yang berciuman itu dengan romantis itu. Harus di saksikan Haria yang 10 sekitar 12 meter dari mereka. Wajah Haria memerah melihat adegan ciuman yang membuatnya kesal itu.


Sampai Ke-2 tangannya mengepal. Karena terbakar api cemburu dengan apa yang di lihatnya. Ada sesuatu yang menusuk di dadanya. Terasa sakit dan begitu sesak. Ketika melihat orang yang dicintainya berciuman dengan wanita lain.


Haria pasti tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Dan dia tidak membayangkan. Jika Kiara ada di Jerman. Yang mana seharusnya dia yang ada di Jerman menemui Kevin.


Karena Saras terus mengawasinya. Wau tidak mau Haria mengikuti penerbangan ke Surabaya dan sampai di Surabaya Haria langsung kembali ke Jakarta untuk mencari penerbangan ke Jerman. Dan ternyata tidak ada penerbangan.


Mau tidak mau Haria menunggu sampai keesokan harinya. Sementara Kiara sudah berangkat awal. Haria juga harus menyelidiki di mana Kevin. Sementara Kiara begitu Samapi Jerman tidak sengaja bertemu Arya dan pasti Kiara langsung menanyakan tentang Kevin.


Begitu mendapat informasi. Kiara tidak membuang waktu dan memang langsung menemui Kevin untuk memberikan semuanya. Sementara Haria kalah cepat dari Kiara. Dia datang belakangan dan baru menemukan Kevin sekarang.


Bukannya memeluk Kevin dengan hatinya yang bahagia dan berbunga-bunga. Malah kepanasan yang melihat Kevin berciuman dengan Kiara dan lebih parahnya dia masih bertahan di tempatnya. Seakan menonton hal itu.


" Aku tidak menyangka jika aku kalah dari wanita itu. Jika aku tidak bisa menghentikan hubungan kalian dan jika aku tidak bisa memiliki Kevin. Maka tidak ada satupun yang bisa memeluknya. Karena Kevin. Benar-benar hanya milikku seorang. Jadi kalau dia tidak bisa bersamaku. Berarti dia juga tidak bisa bersamamu," ucap Haria yang terus menatap tajam ke arah pasangan yang merasa dunia milik berdua itu.


Haria dengan kemarahannya yang tidak bisa di ucapkan langsung pergi meninggalkan Kevin dan Kiara. Tidak lucu juga jika akhirnya Kevin atau Kiara melihatnya ada di situ. Dan mungkin dia akan menjadi wanita yang sangat terhina.


Perginya Haria dengan semua pemikirannya. Berakhir juga ciuman yang berdurasi panjang itu. Kevin melepas ciuman itu perlahan. Terlihat jelas Kiara yang baru mengambil napas. Dia terlihat kelelahan padahal hanya berciuman.


Kiara membuka matanya perlahan dan melihat Kevin yang sudah membuka matanya dan tersenyum kepadanya. Wajah Kiara memerah dengan matanya yang juga bergenang. Tidak tau apa tiba-tiba saja dia merasa terharu.


" Ada apa?" tanya Kevin yang melihat kekasihnya aneh. Kiara menggeleng. Kevin tersenyum tipis dan mencium keningnya dengan lembut.


" Aku sangat mencintaimu," ucap Kevin selepas mencium kening itu dan menatap Kiara dalam-dalam. Kiara langsung memeluk Kevin dengan erat.


" Aku juga sangat mencintaimu," jawab Kiara. Kevin tersenyum mendengarnya dan mempererat pelukannya.


*************


Rachel yang berada di coffee shop sedang memeriksa cctv di seluruh coffee shop tersebut sampai di keluar.


" Wah memang benar, mereka sudah sangat lama," ucap Rachel yang dengan serius melihat layar laptop sampai wajahnya ingin masuk kedalam.


Ternyata Rachel sedang memeriksa cctv untuk melihat Kiara ataupun Kevin dan dia menemukan di mana Kiara dan Kevin pernah ada di dalam coffee shop seperti mengobrol akrab dan di parkiran terlihat mobil Kevin yang menjemput Kiara.


" Gila sih Kiara bisa-bisanya dia memikat anak kolong merat. Ini nih yang namanya benci jadi cinta," ucap Rachel yang tidak percaya dengan adiknya yang tidak pernah pacaran sekali pacaran orang yang menjadi pacarnya langsung sesempurna itu.


Rachel lebih tidak menyangka jika sang adik bisa-bisanya jatuh cinta pada Kevin yang dia tau sendiri jika Kevin adalah anak dari grup

__ADS_1


Lexus yang mana selama ini Kiara sangat membenci grup itu bahkan kerap kali bertengkar dengan keluarganya hanya kebencian Kiara pada grup Lexus.


" Dasar Kiara. Dia menelan ludahnya sendiri. Suka ngomong sembarangan sih. Kalau sudah pacaran ternyata Kiara benar-benar sangat bucin sampai-sampai ngejar ke Jerman segala," ucapnya dengan geleng-geleng yang mengejek sang adik sedari tadi.


Yang mungkin jika Kiara pulang akan di goda terus oleh Rachel yang memang tidak bisa melihat orang tenang.


" Tapi kalau mereka pacaran. Apa hubungan mereka bisa berlanjut. Bukannya Mitra Winata sangat pemilih dalam mencari menantu. Sementara Kiara tidak ada apa-apanya.


" Dia memang oke dalam kepintaran bahkan menjadi anak emas grup Lexus. Tetapi kan itu dulu. Dia malah sudah keluar dan sekarang sudah tidak menjadi anak emas grup Lexus lagi,"


" Dia hanya gadis biasa yang memiliki IQ tinggi dan berpacaran dengan Kevin anak Mitra Winata orang no satu. Apa mungkin hubungan mereka akan mendapat restu,"


" Sepertinya tidak. Jika hubungan mereka mendapatkan restu. Mereka tidak akan diam-diam pacaran. Pasti alasannya mereka sembunyi-sembunyi karena restu,"


" Lalu bagaimana kalau pada akhirnya mitra Winata tau kalau Kiara hanya gadis biasa apakan dia akan merestuinya," Rachel terus mengoceh sendiri, bertanya sendiri menjawab sendiri dan menarik kesimpulan sendiri.


" Ahhhhhh, sudahlah," Rahel mengacak-acak rambutnya sehingga berantakan. Frustasi sendiri karena memikirkan hubungan orang lain.


" Mereka sudah besar. Mereka sudah tau apa yang harus di lakukan. Jadi kenapa juga harus aku yang pusing sementara mereka tidak pusing," ucap Rachel.


" Biarkan sajalah mereka pasti tau apa yang terbaik dan semoga saja ke-2 nya tidak menjadi tokoh utama dalam sinetron," ucap Rachel langsung menutup laptop tersebut.


Meski pikirannya belum bisa tenang dengan misteri hubungan sang adik. Tetapi dia hanya mendoakan yang terbaik. Jangan sampai hubungan adiknya seperti sinetron di televisi yang akan terhalang restu karena perbedaan.


***********


Dan kali ini pasangan itu sudah berada di kamar Kevin yang kemarin di tempati Kiara. Mereka sama-sama miring berbaring saling berhadapan dan Kiara yang berada di pelukan Kevin menenggelamkan di bawah dagu Kevin dengan tangan Kevin yang mengusap-usap rambutnya.


Dia seperti menidurkan seorang bayi yang kunjung tidur. Tidak tau dari mana manjanya Kiara bisa timbul. Dia memang sangat manja dengan Kevin. Makanya sampai seperti itu.


" Aku punya perasaan tidak enak," ucap Kiara yang berbicara di pelukan Kevin.


" Kenapa bisa bilang seperti itu?" tanya Kevin. Kiara mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kevin.


" Jika Haria tau hubungan kita dan dia jelas tidak menyukai itu dan tidak menutup kemungkinan dia akan memberitahu pada papamu," ucap Kiara yang ternyata memikirkan hal itu sedari tadi.


" Kamu menakutkan itu?" tanya Kevin. Kiara mengangguk pelan. Dia memang takut hal itu.


" Tetapi dia tidak akan melakukannya," sahut Kevin berpikiran positif.


" Dari mana kamu tau dia tidak akan melakukannya. Dia bahkan tidak punya alasan untuk tidak melakukannya," ucap Kiara.


" Kiara jangan memikirkan hal sejauh itu. Haria tidak akan melakukan itu aku bisa pastikan itu. Jadi jangan kepikiran tentang itu. Aku tidak mau kamu memikirkan hal yang tidak penting," ucap Kevin.

__ADS_1


" Bagaimana itu tidak penting Kevin. Itu sangat penting. Haria jelas sangat tidak menyukaiku dan aku yakin dia akan melakukan banyak cara untuk memisahkan kita," batin Kiara merasa gelisah.


" Kiara!" tegur Kevin yang melihat Kiara. Wajah Kiara langsung berubah menjadi cemberut.


" Hey, lihat aku," Kevin memegang dagu Kiara dan agar wajah Kiara sejajar dengan wajahnya. Dan Kiara baru melihat Kevin.


" Jangan takut. Bukannya kita pernah membasah masalah ini. Jika kita tidak mau berhubungan kalau dipikiran kita ada orang lain yang itu artinya kita tidak akan nyaman," ucap Kevin.


" Aku hanya khawatir dan takut," sahut Kiara.


" Tidak ada yang perlu kamu takutkan. Karena hal itu tidak akan terjadi," ucap Kevin.


" Sudah ya jangan memikirkan itu lagi. Sekarang kami istirahat. Biar besok kamu pulang dalam keadaan fit," ucap Kevin dengan lembut. Kiara pun akhirnya mengangguk dan kembali memeluk Kevin.


" Tetapi aku belum mau tidur. Mataku sama sekali tidak mengantuk," ucap Kiara.


" Kalau begitu bercerita lah. Agar kamu mengantuk dan langsung tertidur," ucap Kevin.


" Aku harus cerita apa?" tanya Kiara.


" Kalau begitu katakan kepadaku. Kenapa kamu dulu sangat membenci group Lexus," ucap Kiara.


" Bukannya aku pernah menjelaskan hal itu," jawab Kiara.


" Dan sekarang aku ingin tau apa sekarang kamu masih membenci group Lexus?" tanya Kevin. Kiara kembali mengangkat kepalanya dan melihat Kevin. Kiara mengangguk dengan santainya sampai Kevin harus menaikkan 1 alisnya.


" Karena seperti yang aku bilang. Grup Lexus punya misi yang aneh. 1 orang yang terikat. Harus terikat selamanya dari memiliki istri, sampai anak dan tidak akan berkembang dan bisa mencoba hal lain. Dan sama seperti keluargaku. Papa ku yang terikat. Sampai aku sekolah di bawah naungan Lexus. Kak Rangga yang terikat dan sekarang aku terikat hubungan asmara denganmu. Itu sangat aneh bukan," ucap Kiara. Kevin yang mendengarnya tersenyum.


" Apa kamu yang terikat denganku. Sangat menyesal dan mencoba hal lain agar bisa pergi?" tanya Kevin. Kiara menggeleng dengan cepat.


" Aku tidak pernah menyesal berhubungan denganmu. Aku justru sangat bahagia dan tidak pernah percaya semua ini akan terjadi di dalam hidupku," ucap Kiara. Kevin tersenyum mendengarnya.


" Aku juga tidak menyangka. Jika hal ini pernah terjadi," jawab Kevin. Kiara tersenyum mendengarnya dengan mata mereka saling melihat.


" Ya sudah. Apa sekarang sudah mengantuk?" tanya Kevin. Kiara mengangguk dan memeluk erat Kevin.


" Tidurlah yang nyenyak," ucap Kevin.


" Kamu juga, selamat malam," ucap Kiara.


" Selamat malam," jawab Kevin mencium pucuk kepala Kiara.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2