Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 81 Cemburu


__ADS_3

Setelah itu mereka juga melanjutkan ke taman hiburan. Naik kuda-kudaan, melakukan hal-hal bodoh yang pasti Kevin tidak pernah melakukannya pastinya.


Sampai akhirnya Kiara dan Kevin sudah berada di tempat makan. Duduk berhadapan menikmati makan malam di salah satu Restauran.


Bunga yang di berikan kevin terus di bawanya dan di letakkan di sampingnya. Kiara juga bahkan tidak bosan menghirup aromanya.


Restauran kali ini adalah pilihan dari Kevin. Restaurant yang bernuansa romantis itu membuat pasangan yang di mabuk asmara itu menikmati hidangan dan suasananya yang indah.


" Kamu suka tempatnya?" tanya Kevin.


" Hmm, tempatnya sangat indah, makanan juga enak," jawab Kiara dengan wajahnya penuh kebahagian.


" Apa lagi bisa melihat menara Eiffel," ucap Kiara menoleh kekirinya melihat tingginya menara Eiffel yang indah.


Kevin memang memilih Restaurant bisa langsung melihat menara Eiffel. Biar menambah suasana menjadi jauh lebih indah.


Apa lagi Kevin dan Kiara berada di lantai atas duduk di dipinggir kaca yang langsung melihat keindahan Paris di malam hari.


" Kamu suka Kesana?" tanya Kevin menoleh ke arah mata Kiara memandang. Kiara mengangguk tersenyum.


" Kalau kamu bagaimana, apa kalau ke Paris kamu juga akan mengunjungi menara Eiffel?" tanya Kiara.


" Tidak. Aku tidak terlalu menyukainya. Tetapi semenjak aku melihat sesuatu di menara Eiffel. Aku jadi ingin mengunjunginya kalau akan datang ke Paris," ucap Kevin menatap Kiara dalam.


" Melihat sesuatu, apa yang kamu lihat?" tanya Kiara penasaran.


Kevin tersenyum kala dia mengingat Kiara yang saat itu berada di dekat menara Eiffel. Kiara yang melihat tingginya menara Eiffel saat turun salju seperti sekarang ini. Di mana Kevin terus memandangi wajah Kiara tanpa sepengetahuan Kiara.


" Kenapa dia malah tersenyum," batin Kiara heran.


" Ayo makan lagi!" ujar Kevin. Kiara mengangguk dan kembali memakan makanan yang di pilihkan Kevin begitu juga dengan Kevin yang juga melanjutkan makannya.


" Kevin," tegur seorang wanita membuat Kevin berhenti makan.


Wanita yang memanggil Kevin langsung menghampiri meja Kevin. Kiara langsung melihat kearah wanita itu yang ternyata wanita yang kemarin bersama Kevin ada di kapal.


Kiara masih mengingat wanita yang bernama Ladya itu. Kevin juga meninggalkannya karena wanita itu.


" What are you doing here?" tanya Ladya dengan suaranya yang nyaring. Kevin menoleh kearah Kiara yang juga sudah berhenti makan.


" Kebetulan sekali kita bertemu," ucap wanita itu lagi yang kali ini menggunakan bahasa Indonesia.

__ADS_1


" Dia berbasis Indonesia," batin Kiara heran. Tidak menyangka wanita yang jelas wajahnya bule itu bisa bahasa Indonesia.


Dia memang mahir berbahasa Indonesia. Dan beberapa bahasa lainnya. Kevin menoleh kearah Kiara yang wajah Kiara seketika berubah menjadi tidak suka.


Memang sangat jelas tidak suka. Bahkan Kiara resah dan sudah tidak ada senyum di wajah itu lagi.


Kiara bahkan gelisah dan mengalihkan pandangannya kemakanan seakan-akan tidak peduli dengan apa yang di lihatnya.


" Aku sedang makan," jawab Kevin singkat.


" Ini memang Kebetulan sekali kita bertemu di tempat ini. Aku ingin mengembalikan ini," ucap wanita itu mengeluarkan jam tangan dari dalam tasnya.


" Kamu lupa membawa jam tanganmu, ketinggalan di kamar," ucap Ladya dengan senyum sumringah di wajahnya.


Ladya bahkan tidak peduli dengan Kiara yang ada di depan Kevin. Kiara yang mendengar jam tangan milik Kevin ketinggalan di kamar membuat hatinya panas. Dan malah semakin resah.


Tapi seharunya Kiara memang tidak kaget. Karena sebelumnya dia juga sudah tau dari wanita yang berbicara dengannya. Jika Kevin dan wanita itu memang 1 kamar.


" Terima kasih," ucap Kevin mengambil jam tangan miliknya. Kevin melihat kembali ke arah Kiara yang tampak kurang nyaman.


Tidak sengaja mata Kiara menangkap Ladya menundukkan kepalanya dan berbisik di telinga Kevin. Lalu mencium pipi Kevin membuat Kiara sontak kaget dengan pemandangan itu.


Tetapi Kevin juga kaget. Bahkan tidak bisa menghindar. Karena fokus melihat Kiara sampai pipinya kecolongan. Kiara bahkan mengepal tangannya kesal dengan pemandangan itu.


Kiara yang benar-benar kesal, napasnya sesak melihat hal itu langsung berdiri. Kevin melihat Kiara yang berdiri penuh kemarahan.


" Aku mengantuk aku pulang duluan," ucap Kiara mengambil keputusan karena benar-benar tidak tahan dengan apa yang di dengarnya dan di dengarnya. Membuat telinganya panas.


Saat Kiara melangkah pergi ingin melewati Kevin. Kevin langsung menahan lengan Kiara dan di samping Kiara.


" Makannya belum habis," ucap Kevin lembut.


Kiara langsung menoleh kearah Kevin dengan matanya yang sudah memerah.


" Aku sudah tidak selera makan," jawab Kiara dengan serak. Dia benar-benar kesal dengan makan malam itu. Seharusnya bahagia. Tetapi berantakan dengan apa yang dilihat dan di dengarnya.


" Kiara kalau kamu pulang sekarang. Kamu tidak akan mendengarkanku menjelaskan kejadian tadi malam dan juga kejadian barusan," ucap Kevin dengan lembut.


" Aku tidak perlu tau. Lagi pula itu bukan urusanku," sahut Kiara ketus pura-pura tidak peduli. Kevin tersenyum tipis mendengarnya, apa lagi melihat wajah Kiara yang ngambekan.


" Tapi wajahmu menginginkan penjelasan," ucap Kevin memegang pipi Kiara.

__ADS_1


Kevin sedikit menundukkan kepalanya melihat mata 2 bola mata wanita yang penuh kemarahan itu.


" Jadi biarkan aku menjelaskannya. Aku tidak ingin tidurmu menjadi buruk karena kejadian malam ini," ucap Kevin dengan lembut.


Kevin tau aja memang Kiara tidak akan tidur tenang malam ini setelah melihat kejadian ini.


" Apa yang harus di jelaskan. Apa kamu ingin memperjelas lebih dalam, Bagaiman kamu dan dia di dalam kamar hotel," ucap Kiara dengan suara datar yang benar-benar tidak ingin mendengar apapun lagi.


" Aku tidak mengerti. Tetapi aku tida suka. Aku sangat kesal rasanya mendengar, melihat dan semuanya. Aku tidak tau. Tetapi aku benar-benar marah dengan semua itu," ucap Kiara mengeluarkan isi hatinya yang di pendamnya. Jika dia sangat cemburu dengan dengan wanita itu.


Kevin tersenyum dan meraih tangan Kiara. Menggenggamnya dengan erat. Mengantarkan Kiara kembali ketempat duduknya semua.


Kiara bingung dengan apalagi yang akan di lakukan Kevin. Kiara melihat Kevin duduk di bangkunya.


" Ladya rekan bisnis ku. Dia memang seperti itu kepada semua orang. Aku mengantarnya kedalam kamar karena dia mabuk. Saat di dalam kamar dia muntah dan mengenai lengan bajuku. Makanya aku membuka jam tanganku. Karena aku buru-buru mencari mu, aku melupakan jam tangan itu," jelas Kevin yang sebenarnya.


" Kenapa aku harus percaya," sahut Kiara yang tidak yakin dengan penjelasan Kevin. Karena hanya itu berdasarkan kata-kata saja.


" Aku juga tidak tau bagaimana menjelaskannya. Agar kamu percaya," sahut Kevin dengan santai. Dia memang tidak ingin Kiara salah paham kepadanya.


" Tetapi hubungan kalian sepertinya melebihi rekan bisnis. Atau aku yang tidak tau apa-apa dengan bisnis sampai apa yang di lakukannya tadi biasa, kau juga diam saja, saat dia...ucap Kiara pelan tidak melanjutkan kalimatnya.


" Karena dia menciumku?" sahut Kevin mengetahui isi pikiran Kiara. Kiara diam dengan wajahnya masih merengut.


" Aku juga kaget dia melakukan hal itu," sahut Kevin yang benar-benar tidak percaya kalau Ladya melakukan itu kepadanya. Bahkan ada Kiara di sana.


" Lalu kenapa diam saja dan tidak menolak?" tanya Kiara mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan.


Kevin tersenyum melihat wajah Kiara yang merengut menyimpan kecemburuan.


" Kau jelas menyukai hal itu," lanjut Kiara benar-benar menunjukkan rasa cemburunya.


" Katakan bagaimana perasaanmu kepadaku," sahut Kevin tiba-tiba membuat Kiara langsung terbatuk.


Uhuk-uhuk-uhuk.


Mendengarnya Kiara bahkan salah tingkah apa lagi Kevin sekarang menatapnya dengan aneh dengan menaikkan 1 alisnya.


" Kenapa mengalihkannya," sahut Kiara salah tingkah.


" Aku ingin tau perasaanmu kepadaku," ucap Kevin lagi.

__ADS_1


Walau tanpa Kiara kasih tau. Dia juga sudah tau bagaimana perasaan Kiara kepadanya pasti sama dengan apa yang dirasakannya kepadanya.


Bersambung


__ADS_2