Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Janji


__ADS_3

Raja


Pria muda itu menghentikan motornya sejenak, saat melihat mobil Papinya berhenti dan parkir di dekat sebuah gang. Ia sengaja menjeda waktu agak lama agar Papinya agak jauh, namun masih ada dalam jangkauan matanya.


Niatnya mengikuti langkah sang Papi kembali terjeda oleh kehadiran mobil mewah hitam yg juga berhenti di gang itu, dan ia tau benar siapa pemilik mobil itu.


Benar saja, ia melihat kakeknya juga memasuki gang sempit tersebut.


Dengan jiwa yg makin penasaran ia ikuti langkah sang kakek, ia jaga jarak agar tak membuat kakeknya curiga.


Dari jauh ia mengamati mereka dan memutuskan untuk kemudian mendekat ke rumah sederhana yg mereka masuki tadi.


Ia melihat Reno, Bodyguard yg bersama Papanya. yg kemudian menghampiri dirinya. "Tuan muda." Ucapnya menunduk hormat. " Rumah siapa ini, Om? " Tanyanya penasaran.


" Saya juga tidak tau, Tuan hanya memerintahkan saya untuk menemaninya kemari. "


" Lalu kenapa Kakek juga kemari? "


Baru saja Reno akan menjawab, namun ia menyuruhnya diam dengan isyarat tangannya. ketika mendengar suara Papinya.


" Aku akan menyerahkan Queenza pada orangtua kandungnya. Tapi tolong, berikan aku waktu untuk menjelaskan pada Raja dan Maura. Aku mohon, Pa! "


Kata-kata Papanya, membuatnya geram.


" Apa-apaan ini? Menyerahkan Queenza? Enak saja, aku tak akan membiarkannya!" Rutuknya di dalam hati.


Ia melangkah makin dekat hingga ia kembali mendengar perckapan, kali ini suara kakeknya. " Baik, Papa beri kau waktu tiga hari untuk menjelaskan pada anak dan istrimu."


" Kalian dengar, tiga hari lagi kalian akan mendapatkan anak kalian kembali."


Brakkk


Pintu itu ia buka dengan kasar.


" Tak ada yg boleh mengambil adikku!!" Teriaknya. membuat Papi dan kakeknua menoleh padanya " Apa kalian pikir, Queenza itu mainan yg bisa kalian serahkan pada oranglain ketika kalian sudah bosan memainkannya?" Bentaknya lagi.


" Raja! Jaga sikapmu!" Bentak sang kakek.


" Queen adalah adikku, kalian tak berhak menyerahkan dia pada siapapun!" Geramnya lagi. Ia berbalik, berlari menuju motornya lalu melajukannya dengan cepat, tanpa menghiraukan teriakan Papi yg memanggilnya.


🌺🌺🌺🌺


Motor itu ia lajukan dengan cepat, sekolah Queenza menjadi tujuannya.


Sepanjang perjalanan, pandangannya mengembun karena airmata. Berpisah dengan Queenza? Tidak! Takkan ia biarkan siapapun merebut adiknya itu dari tangannya, meski itu orangtua kandung adiknya sendiri.


Ia sampai di sekolah Queenza, membuka helmnya lalu melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Pukul 11.00. Queenza belum keluar jam segini, tapi ia tak bisa menunggunya sampai bubar sekolah atau kakek dan Papanya akan menyusulnya kemari dan memisahkannya dengan adiknya.


Jadi... ia putuskan keruangan guru menjemputnya pulang dengan alasan ada kepentingan keluarga.


" Kakak.." Pekik Queenza, saat melihat siapa yg menjemputnya.


Raja tersenyum, " Ayo, naiklah."


" Kakak, kau mengganti motormu?" Tanya Queenza, saat melihat motor yg dipakai kakaknya bukan yg biasanya.

__ADS_1


" ini punya teman kakak. "


Queenza mengangguk, lalu naik keatas jok motor kakaknya.


🌺🌺🌺🌺


Queenza.


Gadis kecil itu mengernyit, saat menyadari kalau ini bukan arah jalan pulang kerumahnya. " Kakak, kita mau kemana? "


" Kita jalan-jalan ya, kan sudah lama kita tidak jalan-jalan."


" Kemana? "


" Kemanapun Queen, mau."


" Aku mau mau ..... " Ucapnya menggantung. " Ke Dufan! Aku mau main sepuasnya, Boleh? "


" Tentu saja, kita main sepuasnya! "


" Yeeeee, kakak memang terbaik." Ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.


Mereka sampai di Taman bermain terbesar di indonesia itu, bibir nya tak berhenti melengkung, matanya berbinar melihat semua wahana permainan itu.


" Ayo kita masuk, hari ini kakak akan menuruti apapun yg Queen mau." Ucap Raja yg langsung disambut dengan pelukan dari Queenza.


" Terima kasih, Kakak! Kakak adalah kakak terbaik di dunia!" Ujarnya, dan langsung menarik tangan Raja setelah melepas pelukan itu." Ayo kak! aku sudah tidak sabar untuk bermain sepuasnya."


Raja benar-benar mengikuti semua keinginan adiknya itu, mereka berdua menaiki berbagai wahana permainan yg Queenza ingin naiki, membelikan semua yg diminta oleh adiknya itu, hingga tak terasa waktu sudah merangkak malam dan Queenza sudah mulai kelelahan.


Queenza mengangguk pasti, ia memang sudah puas bermain bahkan kelelahan.


" Kakak sudah mau malam, ayo kita pulang! Nanti Mami khawatir." Ucap polos sang adik.


Wajahnya berubah muram, perkataan Papi dan kakeknya kembali berputar di otaknya.


" Iya, tapi kakak mau ajak kamu ke suatu tempat lagi." Ujarnya.


" Kemana, kak? "


" Ikut saja, ya. pokoknya Queen pasti suka." Ucapnya lembut.


Queenza mengangguk mengiyakan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Raja membawa Queenza ke taman kota, membuat adiknya itu mengernyit, lalu menoleh kearahnya." Taman ?"


" Queen bukannya suka main ke taman ini? Mami bilang Queen suka main ketempat ini."


" Tapi kan kalau sama Mami siang, banyak temen, Kalau malam begini....." Ucapnya menggantung memperhatikan sekeliling, " Aku mau main sama siapa? " Sambungnya, setelah memastikan tak ada anak sebayanya di tempat itu.


" Main sama kakak dong! Yuk kita main ayunan disana, kamu suka naik ayunan, kan? " Tanyanya, dan Queenza mengangguk.


" Kalau begitu, ayo! " jawabnya kembali bersemangat.

__ADS_1


🌺🌺


Raja membawa adiknya itu, mendudukkannya di ayunan lalu mendorongnya pelan.


" Dorongnya lebih keras, kak! biar lebih seru." Pintanya pada sang kakak.


Raja dengan senang hati menuruti keinginan adiknya itu, membuat adiknya itu tertawa senang, mereka bercanda, bercerita, dan tertawa hingga lupa waktu.


" Kakak, ini sudah malam apa kita tidak akan pulang? "


Pertanyaan Queenza membuatnya sadar, kalau malam sudah mulai larut. Ia lirik jam yg melingkar di tangannya, Pukul sepuluh.


Sudah sangat malam bagi Queenza, Orangtuanya pasti sedang khawatir sekarang, haruskah ia membawa adiknya pulang?


Tidak!! Ia tak bisa membawa Queenza pulang sekarang, Ia melirik adiknya yg mulai menguap itu, Ini memang sudah lewat dari jam tidur sang adik.


" Apa kamu lapar? kita makan dulu, ya." Tanyanya kemudian ,tapi adiknya menggeleng.


" Aku ngantuk! " Jawabnya sembari kembali menguap lagi.


" Ya sudah kita duduk disana dulu, ya. " Ucapnya menunjuk bangku yg ada di area taman.


" Kakak kenapa kita tidak pulang saja? Aku sangat mengantuk, aku mau tidur." Keluh sang adik, saat mereka sudah duduk di bangku taman.


" Sini, tidur di paha kakak." Ucapnya sambil menepuk pahanya.


Queenza menurut, meski ia masih bingung kenapa kakaknya malah menyuruhnya tidur dipangkuannya alih-alih mengajaknya pulang.


" Queen, Bisakah kau berjanji satu hal pada kakak?" Tanya Raja, membuat Queenza yg baru saja merebahkan tubuhnya kembali duduk.


" Kakak ingin aku janji apa? "


" Berjanjilah, apapun yg terjadi jangan pernah meninggalkan kakak." Pinta Raja.


Queenza mengerutkan keningnya, mengingat sesuatu " Kenapa?" Tanyanya bingung


" Kenapa semua orang menyuruhku berjanji? Kemarin Mami sekarang kakak! " lanjutnya.


" Tapi tak apa, seperti pada Mami, aku juga berjanji padamu, Kak. Aku tidak akan pernah meninggalkan kakak! Puas? " Ucapnya membuat sang kakak mengangguk dan tersenyum lebar. "Tapi aku juga ingin kau berjanji padaku satu hal, Kak? "


" Apa? "


" Jika suatu saat aku pergi dari kalian, berjanjilah kau akan mencari, menemukan dan membawaku kembali!"


Perkataan Queenza membuat Raja langsung memeluk adiknya itu. " Kau tak akan kemana-mana! Kau akan tetap bersamaku! Tak akan kubiarkan siapapun membawamu pergi... tak akan! "


Pelukan Erat sang kakak membuatnya sedikit bingung, kenapa kakaknya jadi sedig seperti ini? Ada apa sebenarnya dengan keluarganya? Kenapa semuanya bersikap sangat aneh belakangan ini?


" Kakak, kau membuatku sesak" Keluhnya.


Raja melonggarkan pelukannya tanpa melepasnya, " Maaf..." Ucapnya.


" Kakak kau menangis? " Katanya mendengar suara serak sang kakak. Namun Raja tak menjawab, ia baru akan bertanya lagi


ketika......

__ADS_1


" Raja! "


__ADS_2