Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Penyesalan


__ADS_3

Raja


Pria itu masih berada di kantornya padahal hari sudah kian menggelap, Ia masih enggan untuk pulang karena masih menunggu seseorang.


Tok..tok...tok


Suara ketukan pintu membuat senyumnya sedikit tersungging, ia mempersilahkan tamu yang di tunggunya untuk masuk.


Dia adalah Reihan pria yang dua tahun lebih muda darinya, Rei begitu pemuda itu disapa telah di tunjuk menjadi asisten pribadinya oleh papinya sejak ia memutuskan untuk kembali ke indonesia. Reihan adalah putra dari Asisteb pribadi sang kakek yang memang disiapkan untuk menemaninya.


"Saya sudah melakukan kesalahan besar, karena secara tidak langsung telah membantu Tuan besar untuk menyingkirkan nona muda, dari itu biarkan putra saya yang menebusnya dengan mengabdi pada Anda tuan muda."


Ucap Hendra asisten pribadi sang kakek lima tahun yang lalu saat ia pulang untuk menghadiri pemakaman kakeknya.


Dan sejak itu pula ia menugaskan Reihan untuk mencari Queenza, dan malam ini ia ingin melihat sejauh mana perkembangan pencarian itu.


Reihan memberikan sebuah amplop coklat berisi beberapa foto Resha, Wanita yang mengaku sebagai ibu kandung adiknya dulu.


"Bagus! lalu informasi apalagi yang kau dapat?" Tanyanya.


"Wanita itu sering berpindah-pindah tempat tinggal, mungkin itu pula yang membuat kami kesulitan menemukannya, tapi lima tahun terakhir ia menetap di sebuah desa di pelosok kota Bandung, informasi yang kami dapat wanita itu sakit keras setelah suaminya meninggal." Lapor Reihan menuturkan semua informasi yang ia dapatkan.


Raja tersenyum sinis memandang foto wanita paru baya itu."Dia pantas mendapatkannya! Tuhan telah menghukumnya karena memisahkanku dengan adikku." Geramnya.


"Lalu bagaimana dengan putri dari wanita ini? Kau sudah menemukannya?" Tanya Raja lagi.

__ADS_1


Reihan menggeleng. "Wanita itu tinggal bersama adik dari mendiang suaminya, dari informasi yang kami dapat anak-anak mereka merantau untuk bekerja di kota lain." Ujarnya menjelaskan.


"Merantau? Maksudmu... wanita itu mengirim adikku merantau? Kurang ajar! Untuk apa sua mengambil adikku kalau pada akhirnya hanya untuk di pekerjakan?" Geramnya.


"Wanita itu membutuhkan banyak biaya untuk pemgobatannya, Tuan. dari yang saya dengar mereka kehilangan semua hartanya, itu sebabnya adik anda pergi merantau." Kata Rei dengan hati-hati.


"Dia yang sakit, kenapa adikku yang harus bekerja? Aku akan membuat perhitungan denga wanita itu!"


"Tapi ada kabar baiknya, Tuan." Ucap Rei lagi, membuat Raja menatapnya menunggu lanjutan laporannya. "Dari informasi yang saya dapat, mereka mereka merantau ke kota ini."


"Kota ini? Kau yakin?" Tanyanya, Rei mengangguk pasti. "Apa kau sudah dapat Informasi dia bekerja dimana? Tempat tinggalnya?"


"Sayangnya belum, tapi saya akan terus mencarinya, rencananya saya akan turun tangan sendiri untuk tugas ini. Hanya saja..." Ucap Rei ragu.


"Hanya saja apa?"


"Lakukan tugasmu dengan baik, Rei! Biar aku yang urus sisanya."


"Maksud anda?"


"Kau tak perlu memikirkan pekerjaanmu di kantor, aku akan cari orang yang bisa membantuku di kantor. Ajukanlah cuti dan fokuslah pada pencarian adikku, hanya kau yang kupercaya untuk tugas ini." Ucap Raja, membuat Rei menganggukkan kepalanya.


"Pulanglah, Rei. Istirahatlah, kau bekerja cukup keras belakangan ini." Ucap Raja.


"Lalu Anda?"

__ADS_1


Aku masih ingin disini, aku bisa pulang sendiri nanti."


"Kalau begitu saya permisi Tuan."


Raja mengambil foto yang ada di meja kerjanya, diraihnya foto berfigura itu dan menatapnya dalam.


"Sabarlah sebentar lagi, Queen! Kakak pasti akan menemukanmu!"


Getar ponsel diatas meja kerjanya membuatnya menoleh sekilas namun tak membuatnya berminat mengangkat panggilan itu.


🌺🌺🌺


Sementara itu di belahan bumi lainnya, Raisa merasakan dirinya hampa, padahal saat ini ia sudah mencapai kesuksesan sempurna yang ia inginkan, Bahkan sang ayah mendaulatnya menjadi Brand ambasador seluruh product perusahaan keluarga.


Secara langsung sang ayah mengumumkan di depan umum rasa bangganya pada Raisa, hal yang selalu ia tunggu seumur hidupnya. Namun... Mengapa ia tak merasa bahagia?


Apakah Ini semua karena kepergian kekasihnya? Sudah lebih dari sebulan Raja kembali ke Indonesia dan tak pernah sekalipun pria itu menghubunginya. Mengapa disaat semua keinginannya terkabul pria itu justru tak ada di sampingnya? Membuat keberhasilannya terasa tak sempurna.


"Seandainya aku menurutinya untuk ikut ke indonesia.." Sesalnya. Raisa kembali meraih benda pipih yang beberapa saat lalu ia letakkan, Ia menghubungi nomor kekasihnya itu, namun nihil telponnya tak diangkat sama sekali.


"Apa kali ini, kau benar-benar akan meninggalkanku? Maafkan aku... Tolong beri aku kesempatan sekali lagi." Gumamnya pelan entah pada siapa.


Airmata meluncur bebas pada pipi mulusnya, Ia menyesal menolak ajakan Raja saat itu, seandainya saja waktu bisa di ulang ia ingin kembali kemasa itu lagi, saat ia bersama raja.


Bahkan ia ingin kembali ke masa dimana raja melamarnya untuk pertama kali, dan jika saja waktu bisa di ulang ia tak akan lagi banyak berpikir, Ia akan memeluk lelaki itu erat, dan berkata.

__ADS_1


"Yes I do"


__ADS_2